
"Bangsat, pemuda ini terlalu arogan. Dia terlalu bermimpi ingin tidur dengan Nona Amelia" Kedua pemuda mengutuk saat mendengar kata Clue. Sementara perempuan di sebelah kedua pria terkejut dan tidak tahu mau bicara apa. "Bukankah itu sudah terlalu jauh, jika kamu tidak ingin memberi tahu namamu. Maka jangan beri tahu." Balas perempuan dengan ekspresi marah lalu berbalik dan keluar dari restoran.
"Nona, apakah kita tidak ingin makan." Kata kedua pemuda. "Seleraku sudah hilang." Perempuan berkata dengan kesal dan terus berjalan. Sementara Clue tertawa terbahak-bahak. Kedua pemuda mendengus kepada Clue lalu mengikuti perempuan.
"Hei kamu." Kata Clue kepada perempuan yang belum pergi. "Ah, iya." Perempuan pulih dari bengongnya. "Namaku Clue, beri tahu kepada dia." Clue tertawa lalu meninggalkan restoran. "Ah, baik." Perempuan juga meninggalkan restoran.
"Nona pemuda itu terlalu arogan, bagaimana kalau kita memberi dia sebuah pelajaran." Kata pemuda berbicara. "Heh, aku bahkan peringkat B level 6 tidak bisa melihat kekuatannya apalagi kalian yang hanya di peringkat B level 4. Mungkin kalian yang akan babak belur." Balas perempuan mendengus. Ekspresi kedua pemuda berubah menjadi jelek bahkan nona mereka tidak bisa melihat kekuatan pemuda.
"Nona, Nona." Perempuan yang berbicara kepada Clue berlari ke arah perempuan. "Ada apa, Syifa. Sudah kubilang panggil namaku jangan panggil nona." Balas perempuan. "Hehe, tapi aku lebih suka memanggil Nona." "Huh, terserahmu, ada apa." "pemuda tersebut bilang bahwa namanya adalah Clue." "Clue." kedua pemuda mulai bingung, mereka mengingat tidak ada nama jenius di dinasti Azure yang namanya Clue.
"Clue, Clue." sementara perempuan mulai bergumam dan berteriak "Di mana sekarang dia." Kata perempuan memegangi kedua lengan perempuan. "Ahh, Nona pemuda itu pergi ke arah selatan dari restoran." "wuss." Perempuan melesat dengan cepat setelah mendengar kata perempuan. "Ahh, siapa pemuda tersebut, sampai membuat nona Amelia seperti itu." kedua pemuda heran.
"Ahhh, aku ingat. Bukankah di kerajaan Glizzard ada pemuda jenius yang mencapai peringkat A di usia kurang 30 tahun, namanya kalau tidak salah Clue, mungkin itu dia." Kata perempuan. "Ahhh." Kedua pemuda terkejut.
"Sate daging dari monster peringkat B level 5, harganya 1 tusuk 10 coin emas." "Daging bakar serigala peringkat B level 6 harganya 100 coin emas." Sementara itu Clue sedang berkeliling dimana para pedagang makanan berada dan mulai membeli makanan yang dia suka.
"Ah, akhirnya aku menemukanmu." Clue mendengar sebuah suara dan berbalik dan melihat seorang perempuan melompat memeluknya. "Huhu, setelah sekian lama, akhirnya kita bertemu." "Ehh." Clue benar-benar terkejut melihat seseorang yang memeluknya adalah perempuan yang bertanya namanya. Clue membiarkan perempuan memeluknya karena tidak merasakan adanya status peringatan bahaya.
"Shit, seharusnya aku tidak menyebutkan namaku. Ini resikonya menjadi terkenal." Clue tahu bahwa dia sudah terkenal sampai di dinasti Azure. "Ah, nona Amelia memeluk pemuda tesebut." Kedua pemuda dan perempuan melihat Amelia memeluk Clue. "Eh, bukankah dia Amelia anak patriack akademi Holy. Siapa pemuda yang dipeluknya." "Aku juga penasaran. Menurut rumor dia menolak semua laki-laki dan bilang dia sudah punya orang yang di suka. Apakah pemuda itu yang dimaksud." Para pejalan kaki dan pedangan semua mengobrol.
"Hei-hei sampai kapan kamu akan memelukku." Kata Clue. "Oh, maaf." Perempuan tersipu malu. "Ayo ikut aku." Perempuan menarik Clue. Clue jengkel ada perempuan yang menariknya namun dia entah mengapa mempunyai perasaan akrab pada perempuan. Dia merasa pernah bertemu dengan perempuan.
"Apa sebaiknya kita mengikuti Nona." Tanya pemuda. "Kurasa jangan, lebih baik kita kembali terlebih dahulu." Balas pemuda lain. Kedua pemuda dan perempuan mengangguk lalu pergi.
Sementara itu Clue dan perempuan sudah tiba di kios makananan. "Hei-hei apa kamu masih mengingatku." Tanya perempuan bersemangat. Clue melihat tatapan penuh semangat perempuan dan mulai mengingat kenangan pemuda saat dulu. "Oh, apakah kamu Amelia yang waktu kecil pernah main bersamaku dulu." Balas Clue. "Ahh, kamu masih mengingatnya." Perempuan yang disebut Amelia senang.
"Pelanggan ini pesanan kalian." Kata pelayan. Clue melihat puluhan tusuk daging, sebelumnya perempuan yang namanya Amelia. Memesan 40 tusuk daging kelinci. "Hei, apa kamu ingat. Kita waktu kecil dulu suka makan ini. Sejak saat itu sate daging kelinci menjadi makanan favoritku." Perempuan tersenyum dan mulai melahap sate kelinci.
Clue mengingat kenangan pemuda dan mulai bergumam. "Pemuda, apa kamu melihat dari sana. Kamu mempunyai teman masa kecil yang baik, meskipun kamu seorang sampah." Clue tersenyum dan mulai makan sate daging kelinci.
"Hei, hei. Aku tidak tahu bahwa kamu jenius yang di bicarakan itu kamu. Aku menyelidiki bahwa pemuda itu berasal dari kerajaan kecil yang sangat jauh dan anak perdana menteri. Menurut rumor pemuda itu membunuh keluarganya sendiri karena saat kecil selalu di tindas dan di permalukan. Hei mengapa kamu membunuh keluargamu sendiri." Tanya perempuan penasaran. "Kamu pasti tahu bahwa aku saat kecil sudah di aniaya dan dikucilkan." Balas Clue. Perempuan mengangguk seperti ayam mendengar balasan Clue.
"Terlebih lagi si bajingan tua itu mengirim pembunuh untukku, namun sayangnya dia tidak berhasil membunuhku. Wajar bila aku membalas dendam saat aku mempunyai kesempatan." Kata Clue. "Ah, jadi begitu, bajingan tua itu pantas mati, sejak dulu aku selalu ingin menyuruh kakek memberi mereka pelajaran. Namun kakek tidak mau, dia tidak ingin mencampuri urusan orang." Kata perempuan.
"Ayo pergi kalau begitu." Perempuan senang dan menarik tangan Clue. "Hei Clue, bukankah ini sama seperti dulu. Aku selalu menarikmu kemana-mana." Kata Amelia tersenyum. Clue hanya mengangguk dan tersenyum.
Beberapa menit kemudian Clue dan Amelia tiba di sebuah akademi. "Salam Nona Amelia." Para penjaga hormat saat melihat Clue dan Amelia memasuki akademi. "Hei, siapa pemuda itu, apakah dia kekasih nona Amelia." "Bisa jadi, Nona Amelia selalu bilang suka seseorang saat menolak para laki-laki yang mendekatinya." Kata para penjaga.
"Ah, lihat Nona Amelia bersama seorang laki-laki." "Benar, Laki-laki itu juga tampan dan anehnya aku tidak bisa melihat kekuatannya." "Pemuda itu pasti seorang jenius, bahkan aku peringkat B level 4 tidak bisa melihat kekuatannya." "Shit, beruntung sekali pemuda itu bisa menjadi kekasih nona Amelia." Clue hanya bisa cemberut mendengar obrolan para murid. Sementara Amelia sangat senang mendengar obrolan para murid.
Tidak lama kemudian Clue dan Amelia memasuki sebuah ruangan. Clue melihat seorang pria paruh baya dengan level 995 sedang duduk dan membaca sebuah buku. "Ayah, lihat siapa yang aku bawa." Kata Amelia.
"Oh, peringkat A level 4." Kata pria paruh baya terkejut. Clue juga terkejut melihat pria paruh baya bisa melihat kekuatan aslinya. "Dia pasti sama seperti ibu, bisa melihat kekuatan asliku." Gumam Clue. "Ah, kamu sudah menerobos lagi." Amelia yang disamping Clue terkejut dan menutup mulutnya.
"Hahaha, tak kusangka pemuda jenius yang dirumorkan tersebut adalah teman masa kecil anakku, dan juga laki-laki yang anakku suka." Kata pria paruh baya. "Ayah." Sementara Emilia malu dan menundukan wajahnya. "Sialan, apakah perempuan ini selalu mengingat janji pemuda itu." Clue mulai bergumam.
Dari kenangan pemuda Clue tahu bahwa pemuda berjanji akan selalu melindungi Emilia dan menikahi Emilia saat dia sudah dewasa. Janji tersebut di ucapkan setelah pemuda melindungi Emilia dari sekelompok anak nakal.
"Hehe, nak aku belum memperkenalkan namaku. Kamu bisa memanggilku Robinho." Kata pria paruh baya mendekat kepada Clue. "Nama saya Clue paman." Balas Clue. "Baiklah, Nak Clue ayo kita ke ibu Emilia. Emilia selalu bercerita tentang teman masa kecilnya kepada ibunya. Saat dirinya di dekati laki-laki." kata Robinho tertawa. "Ayah." Emilia sekali lagi menundukan wajahnya karena malu.
Beberapa menit kemudian Clue, Emilia dan Robihno tiba di sebuah ruangan seluas 50x50 meter. Clue melihat seorang wanita berumur 40an sedang menjahit baju. "Ibu." Kata Emilia. "Oh." Ibu Emilia terkejut saat melihat anaknya dan suaminya membawa seorang pemuda. "Apakah akhirnya kamu menemukan seorang kekasih." Kata Ibu Amelia bercanda. "Ah, Ibu seperti ayah selalu menggodaku. Tidak seperti kakek." Amelia cemberut
"Hehe, Apakah kamu teman masa kecil Amelia dan si jenius itu." tanya ibu Emilia. "Benar tante, nama saya Clue teman kecil Emilia." Balas Clue. "Hoho, pantas Emilia menolak semua laki-laki yang mendekatinya, dia sudah memiliki seorang laki-laki yang hebat." Kata ibu Emilia. "Ahh Ibu." Wajah Emilia semakin merah.
Clue hanya bisa tersenyum kecut mendengar kata ibu Emilia. "Ayo kita makan terlebih dahulu sebelum mengobrol." kata Robinho. "Ahh, benar juga. Tunggu aku akan memasakan sesuatu." Kata Ibu Emilia
Beberapa menit kemudian Clue makan dengan keluarga Emilia. Clue selalu di tanya oleh Robinho dan ibu Amelia Monica, dan Clue selalu menjawab pertanyaan mereka. Clue juga bertanya tentang kakek Amelia, dan terkejut saat mengetahui bahwa kakek Amelia adalah ahli terkuat di benua barat. Terlebih lagi kakek Amelia saat ini sedang bepergian entah kemana.
Tiba-tiba Clue bekata. "Paman bolehkah kamu menyampaikan pesanku kepada kaisar Farhan." "Oh boleh, pesan apa itu." kata Robinho. Ibu Amelia dan Amelia memandang Clue serius. "Aku menolak tawarannya untuk menikah dengan putrinya." Kata Clue. "Buhh." Robinho, menyemburkan anggur yang dia minum di wajah Clue.
Clue cemberut dan mengusap wajahnya dengan tisu. "Sialan Farhan, apakah dia tidak mengerti bahwa Clue calon menantu kita. Apa dia ingin ku potong alat kelaminnya" Kata ibu Emilia mendengus. "Buhh." Sekali lagi Robinho menyemprotkan anggur di wajah Clue. Clue hanya bisa cemberut saat Robinho menyemburkan anggur dua kali ke wajahnya.
Awalnya Emilia terkejut mendengar kata Clue. Lalu tiba-tiba dia menunduk malu saat ibunya berbicara Clue akan menjadi menantunya. Sementara Clue sudah mengusap Anggur yang disemburkan dua kali di wajahnya.
"Tenang nak, aku akan menyampaikan pesanmu kepada Farhan." Balas Robinho. "Terimakasih paman." Kata Clue. "Lalu kapan kamu akan menikahi anakku, asal kamu tahu, dia selalu bercerita tentangmu. Apalagi saat dia tahu bahwa kamu adalah jenius itu. Dia selalu ingin pergi ke kerajaan Glizzard menemuimu, tapi aku melarangnya." Kata ibu Amelia. "Ah, Ibu." Emilia berlari ke kamarnya dengan wajah merah.