Rebirth With System

Rebirth With System
Menuju Dunia Lain Season 1 End



Setelah Clue pergi elf tua tiba-tiba muncul di samping Razor. "Yang mulia kenapa kita tidak menyerangnya. Bukankah dia hanya manusia peringkat S level 1" "Apakah kamu tadi tidak melihatnya dia mempunyai skill teleportasi dan dia tidak takut saat kemari. Jika dia ingin menyerangku dan kamu secara tiba-tiba, kita akan mati." Kata Razor. "Anda benar yang mulia." Elf tua membungkuk.


Clue dan Ismi meninggalkan istana dan mulai berkeliling kota. "Lihat bukankah dia manusia yang di undang oleh yang mulia." "Benar sebaiknya jangan menyinggungnya karena dia bisa dengan mudah membunuh peringkat A level 10 begitu mudah." Kata elf mengobrol.


Setelah beberapa menit berkeliling kota Clue bergumam. "Sepertinya mereka takut kepadaku." Clue mulai memasuki sebuah restoran bersama Ismi. "Apa yang ingin kamu makan." Kata Clue bertanya. "Ismi akan makan apa yang dipesankan tuan." Balas Ismi. Clue tersenyum dan berkata. "Tidak perlu terlalu formal, aku memeliki beberapa pelayan dan mereka aku perlakukan layaknya perempuanku sendiri." Ismi terkejut saat mendengar kata Clue dan berkata "Ismi tidak pantas menjadi perempuan tuan, Ismi hanyalah seorang pelayan rendahan dan kekuatan ismi hanyalah peringkat B level 7."


Saat mendengar kata Ismi Clue tersenyum lalu membelai wajah Ismi dan berkata. "Karena kamu sangat cantik dan sempurna kamu pantas menjadi perempuanku." "Deg deg." Saat mendengar kata Clue Jantung Ismi bergetar dan wajahnya memerah. Clue yang melihat Ismi tersipu tersenyum lalu berkata. "Pelayan aku pesan 2 porsi makanan terlezat di restoran dan 2 botol anggur." "Baik tuan." Kata pelayan. Dia tidak akan lalai karena mengetahui bahwa manusia yang memesan telah membunuh 2 ahli elf peringkat A level 10 begitu mudah dan di undang oleh rajanya sendiri.


"Hei, apakah dia manusia yang dirumorkan itu." "Shit, jangan keras-keras nanti dia mendengarnya." "Kudengar dia tiba-tiba muncul seorang diri, kenapa dia sekarang bersama seorang perempuan dari ras kami." "Mana aku tahu." Para elf yang berada di restoran berbisik.


Clue mendengar bisikan para elf namun mengabaikannya. Jika elf tidak menyerang dan berniat buruk padanya. Clue tidak akan menyerang mereka, karenai itu adalah prinsipnya. Meskipun banyak orang yang mengejeknya Clue tidak akan membunuh mereka. Namun jika ada yang menyerangnya dan berniat buruk padanya, Clue akan membunuh mereka. Meskipun mereka adalah orang yang dia kenal dan temannya.


Beberapa menit kemudian pesanan tiba. Clue dan Ismi mulai makan. "Tuan." Kata Ismi. "Hmm." Clue yang sedang makan menoleh. Ismi mengusap makanan yang menempel di dekat bibir Clue. Saat melihat Clue menatapnya, Ismi tersipu malu.


Clue yang melihat Ismi tersipu malu tersenyum dan mencium bibir Ismi. "Ahhh." Ismi terkejut saat Clue menciumnya. "Ayo makan." Kata Clue tersenyum lalu makan. Ismi yang wajahnya merah mengangguk dan mulai makan.


Sementara Elf yang melihat Clue dan Ismi berbisik. "Hei, apakah manusia itu begitu menarik. Sampai membuat perempuan itu tersipu malu." "Huss, diamlah. Mungkin dia tertarik karena manusia kuat."


Setelah menghabiskan makanan, Clue berjalan ke arah kasir. "Berapa." Tanya Clue. "Ahh, untuk tuan gratis tuan." Balas Elf pelayan. "Ini ambilah." Kata Clue menyerahkkan pisau peringkat 5. "Tu, tu, tuan ini terlalu mahal."kata pelayan gugup menerima pisau peringkat 5. "Jika kamu keberatan untuk mengambilnya. Maka lakukan yang aku perintahkan." Kata Clue. "Apa itu tuan." Kata pelayan Elf gugup.


"Jika aku datang lagi, maka aku bisa makan gratis." Clue tertawa lalu berbalik meninggalkan restoran. Pelayan Elf linglung mendengar kata Clue dan bergumam. "Ahli manusia memang aneh."


Saat keluar dari restoran, seperti biasa Clue serta Ismi menjadi pusat perhatian dan dilihat orang para elf. Clue mengabaikan tatapan para elf dan memasuki penginapan bersama Ismi.


"Lihat bukankah dia manusia yang membunuh Bimo dan lainnya. Bukankah dia peringkat A level 4. Bagaimana dia bisa menjadi peringkat A level 10. Bahkan belum sampai 3 tahun dia menerobos enam level." Kata Elf paruh baya. "Aku curiga manusia itu menyembunyikan kekuatannya dulu." Kata elf paruh baya. Jika melihat kedua elf, Clue akan tahu bahwa mereka berdua adalah elf yang dia temui saat pertama kali tiba di kota inti saat membeli sebuah ginseng.


Sementara itu di sebuah rumah, kedua elf tua berambut putih mengobrol dengan serius. "Antonio manusia itu terlalu kuat, dia membunuh Iyon dalam beberapa detik." "Benar, manusia itu terlalu kuat. Terlebih lagi dia akrab dengan Raja Razor. Meski kita melancarkan serangan diam-diam aku tidak percaya kita berhasil membunuhnya." Balas elf tua lain. "Sebaiknya kita mengahapus dendam kita dengan manusia. 2 bulan lagi kita memasuki portal yang mengarah ke dunia lain. Mungkin kita bisa menerobos saat tiba di dunia lain." "Benar."


Saat ini Clue yang berada di ruangan melihat Ismi yang gugup duduk di sampingnya. "Apakah kamu sebegitu gugupnya." Clue tertawa dan terbaring di kasur. Ismi hanya mengangguk dan tidak berani menatap Clue.


Clue tersenyum dan bangkit lalu memeluk Ismi dan mencium bibirnya. "Ermm." Ismi tidak menolak ciuman Clue. "Baiklah, jika kamu masih gugup kita tidak akan melakukannya sekarang." Kata Clue. Terlebih lagi Clue sudah melakukan seks kemarin, dan masih bisa mengontrol hawa nafsunya.


"Tuan." Ismi terkejut saat mendengar kata Clue. "Baiklah, ayo sini tidur." Kata Clue berbaring di kasur lagi dan mengisyaratkan Ismi tidur disampingnya. Ismi mengangguk malu dan terbaring di samping Clue. Clue tersenyum lalu memeluk Ismi dan memejamkan matanya. Ismi terkejut saat Clue tiba-tiba tidur. "Tuan begitu aneh." Ismi bergumam di pikirannya lalu tersenyum.


Beberapa jam kemudian Clue membuka matanya dan melihat bahwa Ismi sudah tertidur di sampingnya. "Sepertinya dugaanku salah. Tidak ada yang berani menyerangku." Gumam Clue. Meski tidur, Clue tetap merasakan area sekitarnya dan akan terbangun jika ada seseorang yang berniat buruk padanya. Karna notifikasi yang muncul di depannya.


"Tuan." Kata Ismi melihat Clue yang terbangun. "Tidurlah, ini masih malam, atau berlatihlah kultivasi. Besok kita akan meninggalkan benua timur." Kata Clue. Ismi terkejut bahwa Clue mengajaknya meninggalkan benua timur, namun Ismi tetap mengangguk. "Baik tuan." Kata Ismi. Ismi mulai duduk dan memejamkan matanya.


Clue berjalan ke arah jendela lalu menatap langit dan berkata. "Aku ingin tahu seperti apa kekuatan ahli peringkat SS dan di atasnya." Clue penasaran.


Keesokan harinya Clue melihat Ismi yang membuka matanya. "Tuan." Kata Ismi melihat Clue yang duduk di sampingnya. "Baiklah ayo pergi ke benua barat." kata Clue. "Baik tuan." Ismi mengangguk dan mulai turun dari ranjang.


Namun Ismi tiba-tiba terkejut Clue memeluknya. Wajah Ismi memerah saat dipeluk Clue secara tiba-tiba. Namun detik berikutnya Ismi terkejut tubuhnya dan tubuh Clue bersinar putih. Beberapa detik berikutnya Ismi terkejut bahwa sudah ada di tepi pantai. "Tuan, Ini." kata Ismi heran. "Kita ada di tepi pantai benua barat, kita kesini dengan alat teleportasi." Kata Clue. Ismi takjub saat melihat Clue, tuannya memiliki sesuatu yang ajaib.


"Oh, mereka berdua sangat cepat kemari." Kata Clue melihat dua wanita yang terbang dengan sangat cepat menuju arahnya. Beberapa detik berikutnya dua wanita yang tidak lain adalah Lian dan Maya tiba di depan Clue, lalu membungkuk dan berkata. "Tuan."


Ismi yang berada di samping Clue terkejut bahwa kedua wanita adalah peringkat S, dan tatapannya jatuh pada Lian. "Dia lebih cantik darikku." Gumam Ismi dipikirannya. Begitu pula saat Lian melihat Ismi, Lian terkejut bahwa Ismi tidak kalah cantik darinya.


"Kalian berdua, kenalkanlah dia Ismi pelayan pribadiku." Kata Clue. "Saya Lian budak tuan Clue." "Saya Maya budak tuan Clue." kata Lian dan Maya. Ismi terkejut mendengar bahwa Lian dan Maya menyebut dirinya budak Clue. "Saya Ismi pelayan tuan Clue." kata Ismi. Ismi sekarang lebih bingung dengan tuannya. Dia memiliki dua budak peringkat S.


"Baiklah, kita akan menuju ke dinasti Azure." Kata Clue melempar token kepada Lian. "Teleportasi di akademi holy dinasti azure." Kata Clue sambil memegang sebuah token. Lian pun juga mengikuti kata Clue. Detik berikutnya Clue memeluk Ismi sedangkan Lian menggandeng tangan Maya. Beberapa detik berikutnya tubuh Clue, Ismi, Lian dan Maya bersinar lalu menghilang.


'Hei bro, apakah kamu pikir beberapa hari yang lalu adalah tuan Clue yang menghadapi hukum alam dan menerobos peringkat S." Kata seorang penjaga. "Aku tidak tahu bro, menurut nona Amelia dan kekasih tuan Clue. Tuan Clue berangkat ke benua selatan. Tapi tuan Clue memiliki sebuah alat teleportasi dan bisa saja kembali ke benua barat." balas penjaga lain.


"Ahhh." Detik berikutnya kedua penjaga terkejut melihat 4 orang yang tiba-tiba muncul di depan mereka. Salah satu orang tersebut tidak asing bagi mereka yang tidak lain adalah Clue. "Salam tuan Clue." kata kedua penjaga hormat.


Clue mengangguk kepada kedua penjaga dan memasuki akademi diikuti oleh Ismi, Lian dan Maya. Saat melihat Clue masuk ke dalam akademi kedua penjaga berkata. "Lihat kedua perempuan itu sangat cantik, bahkan lebih cantik dari pada nona Emilia dan kekasih tuan Clue lainnya." "Benar, tuan Clue sangat pandai dalam memilih perempuan."


"Ah tuan Clue." "Salam tuan Clue." "Tuan Clue apa aku bisa jadi pelayan pribadimu." "Tuan Clue sangat tampan, tolong jadikan aku pelayanmu "Tuan Clue jadikan aku muridmu." Saat Clue memasuki akademi banyak murid yang berkata dan membungkuk kepada Clue. Terlebih lagi banyak banyak murid perempuan ingin menjadi pelayan Clue. Bahkan ada murid yang ingin menjadi murid pribadi Clue.


Clue hanya tersenyum kepada mereka semua dan masuk ke bagian dalam akademi. "Ahh, tuan Clue tersenyum." "Apa kalian lihat, 2 perempuan itu benar-benar cantik." "Benar, apakah perempuan dewasa dan memikat itu juga perempuan tuan Clue." "Mungkin, bukankah tuan Clue juga memiliki seorang pelayan dewasa juga." Para murid mulai mengobrol.


Tidak lama kemudian Clue melihat 13 perempuan berjalan ke arahnya. "Tuan." "Sayang, akhirnya kamu kembali." Ke 13 perempuan adalah kekasih, pelayan serta pipit, si putih dan si hitam yang telah berubah menjadi manusia.


"Tidak kupikir kalian menyambutku. Padahal baru 3 bulan lebih aku pergi." Kata Clue. "Hmm, apa kamu tidak mau kita sambut." Kata Dinda mendengus. Clue melirik ke Dinda dan tertawa. "Meski tidak di sambut olehmu aku tidak kebaratan." "Sayang kamu kejam." Dinda cemberut.


"Benar sayang, siapa mereka bertiga." Kata Felicia melihat Ismi, Lian dan Maya di belakang Clue. "Oh, kenalkan Ismi adalah pelayan baruku. Dia Lian dan Maya budakku." Kata Clue mengenalkan Ismi, Lian dan Maya.


"Haha, akhirnya kamu kembali nak." Clue melihat bahwa Knight, Robinho serta beberapa orang tua berjalan ke arahnya. "Dua ahli peringkat s." Saat Knight melihat Lian dan Maya Knight terkejut. "Haha, kemampuan analisis kakek sangat hebat." Clue tertawa. Sementara beberapa orang tua terkejut mendengar kata Knight dan menatap heran kepada Lian dan Maya.


"Nak, kamu masih peringkat A level 10, ku kira kamu beberapa hari yang lalu mengahadapi hukum alam dan menerobos peringkat S." Saat Knight melihat kekuatan Clue dia berkata. Clue tersenyum sekarang Knight tidak bisa melihat kemampuan aslinya sama seperti ahli lainnya setelah Clue menerobos peringkat S.


"Sebenarnya aku sudah menerobos peringkat S." Kata Clue menyeringai. "Apa." saat mendengar kata Clue semua orang terkejut. "Tidak mungkin. aku hanya merasakan kamu adalah peringkat A level 10." Knight menggeleng. Clue menyeringai lalu mengeluarkan auranya.


"Ini." seketika semua orang yang merasakan aura Clue terkejut. Saat melihat bahwa para perempuannya berkeringat dan hampir jatuh di lantai, Clue menarik auranya kembali. "Nak, tidak kusangka kamu menerobos peringkat S dalam usia 30 tahun." Kata Robinho menyeka keringat di dahinya. "Benar nak, bahkan aku tidak bisa melihat kekuatan aslimu meski dengan kemampuanku." Knight menggeleng. "Hehe, Sayangku akan membuat legendanya sekali lagi." kata Emilia tertawa. "Benar." para perempuan Clue setuju. Sementara para orang tua hanya tersenyum kecut. Mereka iri dengan perkembangan Clue yang sangat cepat.


"Oh benar kek. Apakah kamu ingin bertarung lagi. aku tidak akan menggunakan peralatan level 6 saat." Clue menyeringai. Saat melihat Clue yang penuh percaya diri Knight berkata. "Tulang punggungku tiba-tiba sakit." "Hahaha." Semua orang tertawa.


"Baiklah, aku ingin beristirahat. Aku sangat capek berkeliling benua selatan dan timur." Kata Clue. Saat mendengar Clue ingin istirahat semua perempuan mengerti kode Clue, sementara Robinho dan Knight berkata. "Baiklah nak. istirahatlah dengan baik." Robinho dan Knight mulai meninggalkan bersama para orang tua.


Saat Knight Robinho dan para orang tua meninggalkan Clue melihat Perut Syafin yang membesar. Melihat Clue menatap perutnya Syafin berkata dengan tersenyum. "Tuan, kupastikan bayi anda lahir dengan sehat." Ismi, Lian dan Maya terkejut mendengar kata Syafin. Sedangkan para perempuan lain cemberut mendengar kata Syafin.


Clue melihat Felicia berjalan ke arahnya lalu berbisik. Saat mendengar bisikan Felicia Clue berkata. "Tidak perlu kalian untuk cemburu. Kalian akan hamil pada waktunya dan saat ini aku akan bersama dengan Felicia." kata Clue berjalan ke kamar. "Emilia sediakan mereka kamar." Kata Clue sambil berjalan. "Baik sayang." balas Emilia.


"Hmm, Kakak Emilia kemarin berumur 40 tahun. Apakah dia akan hamil juga." Kata Fitria. "Mungkin." kata Ratna. Kemudian mereka semua mulai bubar.


Saat tiba di kamar Felicia memeluk Clue dan berkata. "Sayang aku ingin hamil anakmu." Clue tersenyum lalu berkata. "Baiklah, kali ini aku akan mengeluarkan di dalammu sebanyak-banyaknya." Saat mendengar kata Clue wajah Felicia tersipu.


Clue dan Felicia mulai berciuman, lalu saling melepas pakaian mereka. Setelah melepas pakainnya Clue memeluk Felicia dan meremas payudaranya serta menarik cincin di ****** Felicia. "ermm." Felicia mengerang. Tanpa basa-basi Clue memasukan burungnya ke pussy Felicia. "Ahhh." Felicia mengerang saat ditusuk Clue.


1 bulan berlalu dan di akademi holy terdapat sebuah pesta yang meriah. "Hehe, selamat patriack Robinho mendapatkan calon mantu orang terkuat di benua barat." "Benar, aku iri dengan tuan Robinho." Kata pria tua lain, Pesta yang di adakan di akademi holy tidak lain adalah acara pertunangan Clue dengan 5 kekasihnya yang tidak lain adalah Dinda, Emilia, Fitria, Felicia, dan Ratna.


Clue yang melihat acara pesta yang begitu meriah hanya tersenyum kecut. Dia ingat saat pesta pernikahannya dulu sama meriahnya seperti sekarang. Namun acara pernikahannya dulu berakhir tragis, dan semua kekasihnya meninggal.


"Sayang kamu kenapa." Tanya Ratna disamping. "Tidak apa-apa." kata Clue tersenyum. "Sayang sekali kamu tidak ingin menikah" Knight menghela nafas di sebelah Clue. "Tenang kek, suatu saat aku akan menemukan cara untuk kembali ke dunia ini. Lalu mengadakan pernikahan disini." Kata Clue. "Aku menantikannya nak." Knight tersenyum dan menepuk bahu Clue.


Clue tersenyum lalu berjalan ke arah Rapunsel yang mengobrol dengan Monica. Rapunsel yang melihat Clue berjalan ke arahnya tersenyum dan berkata. "Nak, sekarang mereka berlima resmi menjadi tunanganmu, dan tidak masalah kamu menghamili mereka" "Meski belum resmi aku bebas menghamili mereka semua dan tidak ada yang berani merebut mereka dariku. Siapa yang berani merebut kekasih ahli terkuat di dunia ini." Clue tertawa. "Heh, dasar anak sombong." Rapunsel dan Monica tertawa.


1 bulan lagi telah berlalu dan saat ini Clue berada si sebuah ruangan bersama para orang tua. "Karena aku akan memasuki portal yang mengarah ke dunia lain. Jack akan menjadi patriack akademi Knight selanjutnya. Apakah ada yang keberatan." Kata Clue. Saat mendengar kata Clue semua orang tua diam. "Apakah patriack akan kembali lagi ke dunia ini." tanya Jack. "Mungkin. setelah aku menemukan caranya." Balas Clue. Clue percaya token teleportasi tingkat menengah atau atas bisa membuat dirinya berpindah ke dunia lain.


"Baiklah, karena semua orang tidak keberatan Jack akan menjadi patriack akademi knight." Kata Clue. "Patriack akan selalu menjadi patriack akademi knight." "Benar, meski patriack sudah meninggalkan dunia ini dan pergi ke dunia lain. Patriack tetap di hati akademi knight." Para orang tua membungkuk kepada Clue, bahkan Jack juga membungkuk.


"Baiklah kalau begitu aku akan meninggalkan." Kata Clue tersenyum lalu berjalan meninggalkan ruangan. Para orang tua dan jack pun mengikuti di belakang Clue.


Saat melewati arena pertarungan Clue melihat ribuan siswa berkumpul dan tiba-tiba berteriak "Patriack Clue akan selalu berada di hati akademi knight." Rumor tentang Clue yang menerobos peringkat S dan kabar bahwa Clue akan memasuki portal ke dunia lain telah menyebar bahkan sampai ke kerjaan kecil di seluruh benua barat. SaatClue tiba di akademi knight semua murid dan elder antusias menyambut Clue.


Clue tersenyum melihat kekompakan para murid dan beberapa elder, bahkan Clue melihat patung dirinya di arena pertarungan. Clue menghela nafas dan berteriak "Jika aku kembali lagi ke dunia ini, aku beharap akademi knight semakin kuat, dan lebih banyak yang menerobos peringkat A. Hidup akademi knight." "Hidup patriack Clue, hidup akademi knight." "Hidup patriack Clue, hidup akademi knight." Semua murid berteriak.


Detik berikutnya tubuh Clue bersinar dan menghilang. Saat melihat Clue yang menghilang seorang murid perempuan menangis. "Patriack." Bukan hanya murid perempuan saja. Murid laki-laki dan beberapa elder juga menangis. Clue telah membuat akademi Knight terkenal di benua barat. Bahkan kaisar Farhan pernah datang ke akademi knight untuk melihat akademi Clue. Bukan hanya itu saja banyak para elder menerobos peringkat A karna bantuan Clue. Juga kekuatan para murid meningkat pesat karna bantuan Clue. Saat ini Jack menatap langit dan berkata. "Patriack semoga pertualanganmu ke dunia lain lancar."


Saat ini Clue berada di pinggir sungai, Clue menatap langit dan berkata. "Shit, mereka terlalu menghormatiku." Clue mengusap air mata yang menetes di pipinya.


Clue yang berdiri di pinggir sungai tiba-tiba melihat sebuah lubang hitam yang tiba-tiba muncul dan membesar. "Sepertinya itu lubang teleportasi yang semua orang bicarakan." Kata Clue lalu berlari dan melesat ke arah utara.


"Lihat, ada lubang hitam di langit." Kata seorang pemuda. "Itu pasti adalah portal yang mengarah ke dunia lain." Balas pemuda disampingnya. Banyak para ahli entah di benua barat, timur dan selatan terkejut dengan munculnya lubang hitam di langit.


Tidak lama kemudian Clue sampai di sebuah gerbang kota. Para penjaga yang mengenali Clue menyambutnya dan membiarkan Clue lewat. "Tuan Clue." "Tuan Clue." Clue mengangguk dan masuk ke dalam kota. "Portal yang mengarah ke dunia lain telah muncul, apakah tuan Clue memang berniat memaski portal." Kata salah satu penjaga. "Itu sudah pasti, buktinya tuan Clue sendiri yang bilang akan memasuki portal." Balas penjaga lain. "Jika aku menerobos ke peringkat A aku akan memasuki portal dan melihat seperti apa dunia disana." Kata penjaga melihat lubang hitam di langit.


Sementara Clue sudah berjalan di kota dan melihat banyak ahli yang menatap langit. Clue juga melihat ada seorang ahli yang terbang dan memasuki portal. "Lihat ada seseorang yang masuk portal." "Benar." kata penduduk.


Clue terus berjalan dan tidak lama kemudian tiba di akademi holy. Clue melihat banyak orang yang berkumpul di depan gerbang akademi termasuk para perempuannya serta semua orang yang dia kenal. Clue juga melihat ahli 2 elf benua selatan di kumpulan orang. Mereka berdua tiba di benua barat 1 bulan lalu dan Clue menyuruh mereka untuk tinggal di sebuah penginapan dekat akademi holy. Saat portal muncul Clue menyuruh mereka berdua menunggunya di akademi holy.


"Apa kalian sudah siap." Kata Clue melihat semua orang. "Siap tuan Clue." "Siap." Semua orang mengangguk. Clue melihat wanita berusia 40an yang tidak lain adalah Rapunsel dan berjalan ke arahnya. Clue memeluk Rapunsel dan berkata. "Jaga diri baik-baik bu." Rapunsel terkejut di peluk Clue dan berkata "Kamu juga nak. jaga diri baik-baik di sana, dan lindungilah para wanitamu." Rapunsel juga memeluk Clue.


"Ayah, Ibu jaga diri baik-baik." Emilia menangis memeluk Robinho dan ibunya. Dinda juga menangis memeluk ayahnya Beni.


"Nak. jaga diri baik-baik disana, aku titip anakku." Kata Robinho dan Emilia bersamaan. "Benar nak Clue. jaga putriku baik-baik." Raja Beni ayah Dinda juga berkata "Bukankah kakek Knight juga akan memasuki portal." Kata Clue melihat Knight. "Nak, kamu tunangan cucuku, terlebih lagi kamu lebih kuat dariku. Jadi kamu harus melindunginya." Kata Knight.


"Baiklah ayo pergi." Clue terbang menuju lubang hitam diikuti para kekasihnya, pelayan, hewan peliharaannya dan budaknya. Juga Knight dan 2 elf peringkat S terbang di belakang Clue.


"Kalian berdua masuk duluan." Kata Clue kepada 2 elf. "Baik tuan Clue." kedua elf peringkat s mengangguk dan memasuki lubang hitam. Saat merasakan keberadaan kedua elf menghilang Clue juga memasuki lubang hitam diikuti oleh para perempuannya.


SEASON 1 END