Rebirth With System

Rebirth With System
Turnament



Keesokan harinya Clue dan Ratna keluar kamar dan Dinda yang berdiri di dekat pintu kamarnya. "Apakah Felicia dan Fitria sudah berangkat." Tanya Clue kepada Dinda saat merasakan bahwa Felicia dan Fitria tidak ada di dalam istana. "Benar, Felicia dan Fitria baru saja berangkat. Mereka berdua tidak ingin menganggu momenmu dengan dia." Kata Dinda.


Ratna tersipu saat mendengar kata Dinda. "Oh, apa kamu menungguku." Tanya Clue. "Benar, aku menunggu pangeran Clue dari tadi." Dinda tersenyum kepada Clue. "Baiklah, ayo kita melihat tournament." Clue berjalan diikuti Ratna dan Dinda di sampingnya.


Tidak lama kemudian Clue tiba di colloseum, "Salam tuan Putri, Pangeran Clue." Clue seperti biasa di sambut oleh penjaga yang menjaga pintu masuk. Clue, Dinda dan Ratna berjalan menuju panggung dan melihat 5 orang yang sedang duduk. Yang tidak lain adalah Dika, Felicia, Fitria, Kane dan Ken.


"Ohh, apakah aku telat." Kata Clue lalu duduk di kursi. "Haha, tidak bro Clue. Pertarungannya akan di mulai 5 menit lagi." Balas Ken. "Oh, jadi begitu." Clue mengangguk.


Tidak lama kemudian Dika berdiri di tempat duduk dan berkata. "Baiklah pertarungan pertama akan dimulai, peserta dengan nomor 1 sampai 10 dan 631 sampai 640 harap naik ke Arena."


Beberapa detik kemudian 20 ahli naik ke arena yang seluas 25x25 meter lebih luas dari arena saat pendaftaran tournament. "Baiklah, peraturannya sangat sederhana dari 20 orang hanya 4 orang yang bisa lolos dari babak selanjutnya. Jadi 16 orang harus tereliminasi." Kata Dika. "Kalian bebas untuk bekerjasama dalam pertarungan. Kalian juga harus ingat, dilarang membunuh dalam pertandingan." Lanjut Dika.


"Jika melumpuhkan kultivasi lawan apakah diperbolehkan." Tanya seorang Ahli yang berdiri di tengah Arena. "Di perbolehkan. Tapi jangan sampai membunuh, atau kalian bisa tereliminasi." Balas Dika. "Baiklah. Mulai dari sini aku serahkan kepada wasit." Lanjut Dika. Ada 4 ahli yang berdiri di setiap sudut arena dan tiba-tiba berkata secara bersamaan. "Pertarungan dimulai."


"Haha, hari ini aku akan mengalahkanmu." Kata pria botak melesat ke pria berkumis. "Aku yang akan mengalahkanmu." "boom." "boom." Semua ahli mengeluarkan skillnya. "Fire tornado." Teriak salah satu ahli. Kemudian tornado api mengarah ke arah beberapa ahli. "Dragon water." "wind slash.". "Hehe, menarik." Clue tertawa saat melihat pertarungan para ahli.


Beberapa menit kemudian Clue melihat hanya ada 4 orang yang berdiri di arena dengan terengah-engah dan pakaian compang-camping. Sementara 16 ahli lainnya sudah pingsan dan keluar dari arena. "Pertarungan selesai, kalian lolos ke babak berikutnya. Ini nomor kalian." Kata salah satu wasit yang berdiri di pojok arena dan melemparkan nomor kepada 4 ahli. 4 ahli yang lolos babak selanjutnya mulai menangkap nomor dan turun dari arena.


"wuss, wuss." Setelah 4 ahli turun dari arena, beberapa ahli muncul dan mengambil peserta yang sedang pingsan di arena kemudian membawa turun.


"Pemegang nomor 11 sampai 20 dan 621 sampai 630 harap naik ke arena." Kata salah satu wasit. "wuss, wuss." Beberapa ahli mulai melesat ke arena. "pertarungan dimulai." Teriak 4 wasit secara bersamaan.


"Jika pertarungan di pilih dengan nomor begitu. Kalian berdua akan bertanding terakhir sendiri." Kata Clue melihat Felicia dan Fitria. "Tidak masalah, bertarung saat awal maupun akhir. Hasilnya tetap sama, kita berdua yang akan menang." Felicia tersenyum.


Beberapa jam kemudian. "Pemegang nomor 301 sampai 310 dan 331 sampai 340 harap naik ke arena." Kata salah satu wasit. "ini giliran kalian, selesaikan dengan cepat." Kata Clue. "Baik." Felicia dan Firia mengangguk lalu melesat ke arah arena.


"Pertarungan dimulai." Teriak 4 wasit saat Felicia dan Fitria sudah memasuki arena. Saat wasit berteriak Felicia dan Fitria melesat ke arah peserta. "bukk." "argh." Felicia memukul salah satu peserta dan membuatnya keluar dari arena. "1 ahli gugur." Felicia tersenyum. "argh." Ahli lain juga keluar dari arena setelah terkena pukulan Fitria.


"Sialan, semoga dia tidak menjadikanku target selanjutnya." Gumam peserta lain saat melihat Felicia dengan mudahnya membuat peserta lain keluar dari arena. Felicia lalu melesat ke arah peserta lain. "bukk." "argh." "bukk."


Beberapa menit kemudian. Hanya ada 4 ahli yang tersisa di arena yaitu Felicia dan Fitria dengan kedua pria. "Pertarungan selesai ini nomor kalian." Kata alah satu wasit lalu memberikan nomor kepada Felicia dan Fitria serta dua pria.


Felicia dan Fitria mengambil nomor dan kembali ke panggung. "Kerja bagus." Kata Clue memuji. "Hehe, ini hanyalah ronde pertama. Jadi kita pasti akan lolos dengan mudah." Felicia tersenyum saat di puji Clue.


"Baiklah, pertarungan terkahir hari ini yaitu pemegang nomor 311 sampai 330." Kata salah satu wasit. Beberapa detik kemudian 20 ahli lalu naik ke arena. "Pertarungan dimulai." Teriak 4 wasit.


Beberapa menit kemudian pertarungan terakhir selesai lalu Dika berdiri dari kursi dan berbicara. "Untuk pertarungan hari ini cukup sampai disini. Bagi kalian 160 peserta yang lolos akan bertanding 1 vs 1. Bagi yang menang akan tetap bertanding lagi 1 vs 1 sampai tersisa 40 peserta." Kata Dika. "Baiklah, kalian boleh bubar." Lanjut Dika.


Para peserta yang lolos dan para penonton mulai meninggalkan colloseum. "Ayo pergi." Kata Clue lalu meninggalkan colloseum diikuti ketiga kekasihnya dan Dinda.


Keesokan harinya Clue, ketiga kekasihnya serta Dinda sudah berada di colloseum bersama Dika, Kane, dan Ken.


Beberapa detik kemudian Dika berdiri di tempat duduk dan berkata "Pemegang nomor 1 dan pemegang nomor 160 harap naik ke arena." "Wuss. Wuss." Dua pria yang melesat ke arah Arena. "Pertarungan dimulai." Kata 4 wasit yang berdiri di pojok arena.


"Boomm." Salah satu pria mulai menyelimuti tubuhnya dengan api dan melesat ke arah pria lain. Begitu juga pria lain, dia menyelimuti tubuhnya dengan api dan melesat ke arah pria. "boom." "boom." "Shit, jika ini di siarkan di tv bumi, maka banyak yang akan menonton." Kata Clue.


"Sayang, apa itu disiarkan di tv bumi." Kata Ratna heran. "Oh, itu adalah sebuah kotak magis yang dapat menyiarkan pertarungan seperti di sini ke benua selatan." Kata Clue. Setelah berbicara Clue melihat semua orang disampingnya menatapanya termasuk Dika. Melihat tatapan aneh dari kekasihnya dan semua orang Clue berkata. "Kenapa kalian melihatku. Aku tahu bahwa aku sangat tampan."


"Hei, jika kalian masih melihatku dengan tatapan aneh seperti itu, aku akan membuat kalian menyesal." Kata Clue. Semua orang berhenti menatap Clue setelah mendengar kata-katanya. Mereka takut Clue akan melakukan suatu hal aneh kepada mereka. Bahkan Dika peringkat A level 4 takut oleh perkataan Clue.


Beberapa menit kemudian Clue melihat salah satu pria sudah memenangkan pertandingan. "Pertarungan selesai, kamu lolos ke babak berikutnya. Ini nomormu." Wasit memberikan nomor baru kepada pria yang memenangkan pertandingan. Pria mengambil nomor lalu turun dari arena.


"Pertarungan selanjutnya pemegang nomor 2 dan pemegang nomor 159." Teriak salah satu wasit. "Wuss." Wuss." Dua ahli pun muncul di arena. "Pertarungan dimulai." Kata 4 wasit secara bersamaan.


Beberapa menit telah berlalu dan beberapa pertandingan telah berakhir. Felicia serta Fitria belum bertarung. Lalu wasit tiba-tiba beribicara "Pertarungan selanjutnya adalah pemegang nomor 6 dan pemegang nomor 155. "Ahh, sekarang giliranku." Kata Fitria lalu melesat ke arena.


Saat melihat kekuatan musuh yang dihadapi Fitria, Clue menggeleng dan berkata. "Sepertinya Fitria akan kalah." "Benar, keberuntungan Fitria buruk. Meski dia sudah mencapai peringkat B level 1, dia menemukan lawan peringkat B level 2." Tambah Felicia.


Sementara Fitria yang telah berada di Arena memasang wajah jelek, karena menemukan musuh lebih kuat darinya. "Pertarungan." "Tunggu." Kata wanita yang melawan Fitria berbicara. "Ada apa." 4 wasit melihat wanita yang berbicara. "Jika aku mengalahkan kekasihmu. Apakah aku bisa pergi keluar bersamamu." Wanita yang menjadi lawan Fitria berbicara dan melihat ke arah Clue yang sedang duduk di panggung.


"Ehh." Clue, Felicia, Ratna dan penonton lainnya terkejut oleh yang dikatakan wanita. "Haha, sungguh wanita yang menarik." Pangeran Kane tertawa saat melihat wanita. "Hmm. dia menginginkan pemukulan." Dengus Felicia.


Sementara Clue sedang melihat wanita yang sekitar umur 30an dan berkata. "Meskipun kecantikannya tidak sebanding dengan Ratna, dia tidak kalah cantik dengan Felicia dan Fitria." "Sayang, apakah kamu akan menyetujui permintaannya." Felicia cemberut saat mendengar kata Clue. "Benar, terlebih lagi dia hanya mengajakku keluar bersama." "Baiklah, aku setuju dengan permintaanmu." Kata Clue.


Wanita tersenyum saat Clue menyetujuinya permintaannya. "Shit, wanita itu beruntung." Kata salah satu wanita yang menonton pertandingan. "Sialan, kenapa aku tidak bertemu dengannya." Kata salah satu peserta wanita. Para wanita yang menjadi peserta dan penonton mulai berteriak saat Clue menyetujui permintaan wanita yang menjadi lawan Fitria.


Sementara para penonton laki-laki menghela nafas dan berkata. "Jika aku bisa sejenius dia, aku pasti populer." "Mimpi, mustahil kamu bisa sejenius dia."


Sementara Ekspresi Fitria berubah buruk saat mendengar Clue menyetujui permintaan wanita. "Meskipun aku tau akan kalah, aku tidak akan membiarkanmu menang dengan mudah." Gumam Fitria


"Baiklah, apa kalian sudah siap bertarung." Kata salah satu wasit. "Siap." Kata Fitria dan juga wanita. "Pertarungan dimulai." Kata 4 wasit bersamaan.


Tubuh wanita mulai diselimuti oleh angin dan melesat ke arah Fitria. Ekspresi Fitria buruk melihat wanita melesat ke arahnya dan tiba-tiba berterika. "Dinding tanah." Dinding tanah setinggi 3 meter mulai mengelilingi Fitria. "hmm. Hanya sebuah dinding." Perempuan mendengus dan mulai memukul dinding. "bruak." Dinding hancur terkena pukulan wanita.


"Tombak tanah." Teriak Fitria dan puluhan tombak sepanjang 1 meter mulai muncul dari tanah dan mengarah ke perempuan. "hmm." perempuan mulai melesat mundur dan menghindari tombak. "Tornado." Teriak perempuan dan tiba-tiba sebuah tornado muncul di tengah arena. "buak." "buak." Skill tombak tanah yang di keluarkan Fitria tidak bisa menembus tornado yang dikeluarkan wanita.


"Aku akan mengakhirinya." Kata wanita di dalam pusat tornado dan berbicara. "Dragon tornado." Sebuah naga sepanjang 10 meter muncul dari langit dan mulai menuju ke arah Fitria. "Giant." Fitria juga berteriak. Kemudian sebuah raksasa sebesar 10 meter muncul dari tanah.