Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Memilih



"Ahh, Ratu, pangeran." Beberapa penjaga terkejut melihat Clue dan Rapunsel yang tiba-tiba muncul di depan pintu masuk istana lalu membungkuk. Clue dan Rapunel lalu memasuki istana.


"Kapan, kamu turun tahta dan menobatkan raja baru." Kata Clue. "Besok." Jawab Rapunsel mengangguk. "Baiklah, kalau begitu. Lalu besok setelah acara selesai. Kita akan langsung pergi ke benua lain." "Baik." Kata Rapunsel.


Keesokan harinya Clue sedang bersama Osilda disebuah penginapan. "Tuan, apa tidak masalah anda tidak menghadiri acara penobatan raja baru." Kata Osilda bangun dari tidurnya dan memeluk Clue. "Tidak masalah, acara itu tidak penting bagiku, dan setelah acara selesai Rapunsel akan kemari." Balas Clue mencium bibir Osilda.


Beberapa jam kemudian Clue yang saat ini sedang duduk di sebuah kasur mendengar suara ketukan pintu dan berkata. "Masuklah." Seorang wanita masuk kedalam sebuah ruangan yang tidak lain adalah Rapunsel. "Apakah kamu dari tadi melakukan itu dengannya." Kata Rapunsel melihat Osilda yang sedang terbaring dan terengah-engah.


"Benar, apakah kamu ingin melakukannya juga sebelum pergi ke dunia lain." Clue menyeringai. Mendengar kata Clue Rapunsel tersipu dan mulai melepaskan pakainnya.


Beberapa jam kemudian Clue, Osilda dan Rapunsel berdiri disebuah ruangan. "Apakah kalian siap." Kata Clue. "Siap." Osilda dan Rapunsel mengangguk. Clue mengambil sebuah token dan bergumam lalu memeluk Osilda dan Rapunsel. Tidak lama kemudian Clue, Osilda dan Rapunsel menghilang dari ruangan.


Disebuah hutan ada 3 buah lubang hitam yang muncul, lalu setelah ketiga lubang hitam menghilang muncul 3 orang yang tidak lain adalah Clue, Osilda dan Rapunsel. Rapunsel yang melihat sekelilingnya terkejut lalu berkata."Energi alam disini setidaknya sepuluh kali lebih tebal dari pada di benua barat."


"Benar, mungkin butuh 1 tahun untuk kamu menerobos ke peringkat S level 1." Kata Clue melihat Rapunsel. "Semoga saja seperti yang kamu katakan." Rapunsel tersenyum dia selalu berharap menerobos ke peringkat S sementara saat ini peringkatnya adalah A level 8.


"Sayang, apakah rumahmu masih jauh dari sini." Kata Rapunsel bertanya. Setelah sampai di dunia lain, Rapunsel memutuskan untuk memanggil Clue dengan sebutan sayang. Karna dirinya dan Clue sudah menjadi sepasang kekasih. "Lumayan jauh, setidaknya butuh 3 hari untuk kesana." "Ahh, bukankah itu sangat jauh sayang." kata Rapunsel. "Mungkin, tapi dengan token ini, hanya butuh beberapa detik untuk sampai kesana." Kata Clue memegang token.


Melihat Clue memegang token Rapunsel mengangguk, sementara Osilda tetap diam ketika sampai di dunia ini. "Baiklah, saatnya untuk pergi. Tapi pertama-tama aku akan merubah penampilanku." Kata Clue merubah wajahnya. "Ahh." Rapunsel terkejut melihat Clue disampingnya berubah menjadi pemuda berambut putih.


"Baiklah, ayo pergi." Clue mulai memeluk Osilda dan Rapunsel lalu bergumam. "Menuju sekte Aoi." Tidak lama kemudian tubuh Clue, Osilda dan Rapunsel bersinar lalu menghilang.


Clue, Osilda dan Rapunsel tiba-tiba muncul di depan gerbang sebuah sekte dan membuat beberapa penjaga terkejut. "Ahh, tuan." Seorang penjaga yang mengenali Clue tiba-tiba hormat dan membungkuk. Lalu beberapa penjaga lainnya juga hormat dan membungkuk kepada Clue. Mereka tahu bahwa pemuda berambut putih yang tiba-tiba muncul adalah ahli peringkat Raja yang sudah menguasai sekte mereka, bahkan patriack mereka menjadi budaknya.


"Mari masuk." Kata Clue kepada Osilda dan Rapunsel. Osilda dan Rapunsel terkejut dengan penjaga yang hormat kepada Clue. "Ahh, tuan Clue." "Tuan Clue jadikan aku budakmu, aku bisa menghangatkan ranjangmu setiap malam." "Tuan Clue, aku rela kamu apakan saja. Asalkan kamu menjadikanku pelayanmu." "Tuan Clue." Semua murid perempuan mulai antusias melihat kedatangan Clue. "Tenanglah kalian semua." Kata Clue mulai menenangkan para murid perempuan. Sementara para murid laki-laki hanya bisa iri melihat Clue yang dikelilingi oleh murid perempuan.


Saat ini Osilda dan Rapunsel hanya bisa terkejut. Mereka tidak menyadari bahwa Clue akan begitu populer. Mereka tahu bahwa Clue populer di dunia mereka, tapi mereka tidak tahu bahwa Clue juga populer disini. "Seingatku hanya 7 tahun berlalu , dan dia sudah begitu populer. Tidak salah menjadi kekasihnya." Rapunsel tersenyum lalu memeluk lengan Clue.


Para murid perempuan terkejut melihat bahwa Clue tiba-tiba dipeluk oleh seorang wanita. "Tuan Clue siapa dia." Tanya seorang perempuan. "Aku kekasihnya." Jawab Rapunsel tersenyum. "Uhh." Semua murid perempuan terkejut dengan jawaban Rapunsel. "Tuan Clue, apakah anda tidak tertarik dengan perempuan muda." "Benar, padahal kami lebih cantik darinya." Para murid perempuan berkata.


Rapunsel yang mendengar perkataan mereka marah. Namun saat melihat kekuatan mereka setingkat dengannya bahkan ada beberapa yang lebih kuat darinya Rapunsel menahan amarahnya. Dia tahu dirinya bukan seorang ratu lagi melainkan wanita biasa dan kultivasinya disini sangat lemah. Bahkan setara dengan perempuan yang berumur 20 tahun.


"Baiklah, aku akan beristirahat dulu. Mungkin besok aku akan memilih satu perempuan di antara kalian untuk menghangatkan tempat tidurku." Kata Clue. "Kyaa, benarkah tuan Clue." "Aku sudah menantikan ini dari dulu." Murid perempuan sangat antusias mendengar kata Clue. Sementara Rapunsel hanya mendengus.


"Sayang." Clue mendengar suara teriakan dan melihat seorang wanita yang berlari ke arahnya yang tidak lain adalah Milea. "Sayang, aku sangat merindukanmu." Kata Milea menangis dan memeluk Clue. Para murid perempuan iri melihat Milea yang begitu erat memeluk Clue. Rapunsel yang berada di samping Clue hanya bisa tersenyum kecut. Dia sudah tahu bahwa Clue memiliki satu kekasih dan 1 pelayan lagi selain Osilda.


"Semoga, aku besok yang terpilih." "Bermimpilah, payudaramu sangat kecil. Kamu lihat bahwa 4 wanita itu memiliki payudara yang besar." kata beberapa murid perempuan.


"Tuan Clue selamat datang." "Selamat datang kembali tuan Clue." Santorio dan beberapa pria tua menyambut Clue dengan hangat dan hormat. "Baiklah, kalian siapkan 2 ruangan untuk mereka berdua." "Baik tuan Clue." balas semua pria tua.


"Rapunesl, Osilda kalian berdua beristirahatlah, ada sesuatu yang ingin aku urus." Kata Clue. "Baik sayang." "Baik tuan." Balas Rapunsel dan Osilda. Mereka berdua mengerti apa yang akan Clue lakukan.


Clue menuju ke sebuah ruangan diikuti Milea dan Hana. Setelah masuk ke dalam kamar, Milea langsung memeluk Clue dan berkata. "Sayang, apakah mereka berdua kekasih dan pelayan barumu." Milea tahu bahwa Rapunsel memanggil Clue dengan sebutan sayang seperti dirinya, dan Osilda memanggil Clue dengan sebutan tuan.


"Benar, mereka berdua adalah kekasih dan pelayan baruku. Apakah kamu cemburu." Kata Clue menyeringai. "Huh, jelas aku cemburu. Apa kamu sudah melakukan dengan mereka berdua." Tanya Milea. Clue mengangguk. Melihat Clue mengangguk Milea cemberut dan berkata. "Kenapa kamu meninggalkanku sendiri, aku begitu frustasi saat kamu tidak ada di sisiku." "Haha, kamu frustasi karna tidak bisa sex kan." Clue tertawa dan menyentuh ****** ***** Milea.


"Kamu sudah sangat basah, apakah kamu melakukan sendirian saat aku pergi." Kata Clue tersenyum. Milea tersipu malu dan mengangguk. "Hehe, baiklah kemarilah Hana. Aku akan memuaskan kalian berdua." "Baik tuan." Hana tersipu malu dan mendekat ke arah Clue.


Keesokan harinya Clue sedang terbaring dan melihat Hana dan Milea terengah-engah disampingnya. "Sayang, aku sangat mencintaimu." Milea mencium bibir Clue. "Milea, selama satu tahun aku pergi ada kejadian apa saja." Tanya Clue.


"Selama 1 tahun kamu pergi hanya ada banyak para ahli serta pemuda dan perempuan yang mendaftar di akademi dan sekte yang kamu kuasai. Namun mereka hanya menerima pemuda dan perempuan saja untuk dijadikan sebagai murid. Mereka tidak menerima para ahli untuk menjadi elder karna menunggu persetujuanmu." Kata Milea.


"Apakah tidak ada ahli yang berniat buruk di sekte ini selama 1 tahun saat aku pergi." Kata Aro. "Tidak ada ahli yang berani menyerang. Mereka takut akademi dan sekte mereka di musnahkan seperti tuan membunuh puluhan ribu iblis di benua endles." Hana tersenyum kepada Clue. Milea dan Hana tahu bahwa Clue pergi ke benua endles untuk membunuh ras Iblis.


"Oh, tidak kusangka rumorku mencapai benua ini." kata Clue. "Bukan saja di benua ini, rumor dirimu membunuh puluhan ras iblis tersebar di 7 benua lainnya." Milea tersenyum. "Jadi begitu." Clue mengangguk.


"Lalu sayang, apa yang akan kamu lakukan saat ini. Apakah kamu akan kembali ke benua endles lagi. Jika kamu kembali lagi tolong ajak aku" kata Milea memohon. "Untuk saat ini aku tidak akan kembali ke sana. Tapi aku akan bersenang-senang dengan kalian berdua." Kata Clue meremas pantat Hana dan Milea yang berbaring. "kyaa." Hana dan Milea berteriak.


Sementara itu Rapunsel yang berada di kamarnya bergumam. "Dia pasti bersenang-senang dengan mereka berdua." Rapunsel mendegus.


Beberapa jam kemudian Clue keluar ruangan seorang diri dan menuju ruangan dimana Santorio berada. "Tuan." Kata Santorio hormat dan membungkuk melihat kedatangan Clue. "Santorio katakan bahwa 1 jam dari sekarang murid perempuan yang tertarik padaku untuk berkumpul di aula." Kata Clue. "Baik tuan." Balas Santorio.


Clue berjalan ke arah ruangan Rapunsel berada. Melihat kedatangan Clue Rapunsel berkata. "Bagaimana rasanya bersenang-senang dengan mereka berdua." Clue menyeringai dan memeluk Rapunsel. "Apakah kamu cemburu cantik." Rapunsel tersipu malu namun mendengus. "Aku tidak cemburu." "Baiklah, jika kamu tidak cemburu aku akan pergi." Kata Clue berjalan ke pintu.


"Ahh, tunggu sayang. aku sangat cemburu." Rapunsel memeluk Clue. "Hehe, persiapkan dirimu, besok aku akan membuatmu kacau." Kata Clue menyeringai. Rapunsel tersipu malu dan mengangguk.


Saat Santorio patriack sekte aoi mengumumkan bagi perempuan yang berminat untuk menjadi pelayan Clue untuk berkumpul di aula, membuat para murid gempar. "Ahh, tidak kusangka apa yang dikatakan tuan Clue kemarin benar." "Heh, memangnya tuan Clue terlihat seperti pria pembohong." Banyak murid perempuan yang antusias dan mulai berkumpul di Aula.


1 jam kemudian Clue tiba di Aula diikuti oleh Hana, Mila, Osilda dan Rapunsel dibelakangnya. "Tuan Clue." kata Santorio dan beberapa pria tua hormat menyambut Clue. "Ahh, tuan Clue pilih aku." "Tuan Clue, aku bisa melakukan apapun." "Kalian semua tenanglah." Kata Santorio. Kemudian semua murid perempuan yang berkumpul mulai tenang.