
"Ahhh." "Larii, ada serangan hewan buas." Clue mendengar teriakan. Clue keluar dari gereja kemudian melompat ke sebuah pohon. Clue melihat ribuan hewan buas berlari ke arah desa. "Desa ini akan tamat. Ahli terkuat di desa ini adalah peringkat s level 1. Sementara ada ribuan monster tingkat 1 a dan beberapa monster tingkat s." gumam Clue.
"Apa aku perlu menyelamatkan mereka semua." Clue melihat semua orang yang berlarian dengan panik. "Aku bukan seorang malaikat, mungkin sudah takdir mereka untuk mati saat ini." gumam Clue.
"Paman, kamu dimana." Clue melihat gadis kecil berteriak ketakutan. "Meski dia ahli peringkat a, dia tetaplah anak kecil." Gumam Clue. "Ning er, cepat pergi dengan bibi. Paman akan mengulur waktu." kata pria datang bersama wanita yang menggendong bayi.
"Tapi." "Cepat pergi!!." teriak pria. "Ning er, ayo pergi." wanita menangis. "Paman jangan mati." Ning er menangis kemudian pergi bersama wanita. Melihat wanita dan gadis kecil pergi pria berkata. "Monster berengsek, aku akan membunuh kalian semua. Karena kalian berani menyerang desa ini." sebuah buku perunggu kemudian muncul di depan pria.
"Summon Black Mantis." Teriak pria. Belalang hitam raksasa kemudian muncul di samping pria. "Fusion." Tubuh pria dan belalang hitam kemudian bersinar. Clue melihat kedua kaki, dan tangan pria menjadi mirip belalang.
"Woaarr." Puluhan monster melesat ke arah pria. "Mati." pria menyerang monster yang melesat ke arahnya. "Crashhh." Tubuh seekor harimau hitam terbelah menjadi dua akibat terkena tebasan pria.
"Menarik, kekuatannya meningkat 1 level setelah melakukan fusion." Clue mengangguk melihat pria. "Woaarr." Clue melihat seekor gorilla merah menyerangnya. "Cari mati." Clue mencakar wajah gorilla. "Slasshh." Kepala gorilla menjadi beberapa potongan.
Pria yang sedang bertarung melawan monster melihat Clue yang membunuh gorilla dengan mudah. "Bagaimana kucing itu bisa membunuh monster peringkat s dengan mudah." Pria terkejut. "Woaarr." "Ahhhh." Pria menjerit ketika bahunya di gigit oleh seekor harimau merah. "Mati." Pria menusuk tubuh harimau merah.
"Ahhhh." Pria melihat kakinya di gigit oleh seekor ular. "Cepp" "Ahhh." Pria melihat perutnya di tusuk oleh badak. Clue yang melihat pria berkata. "Yang lemah akan mati dan yang kuat akan bertahan." Clue melayang di langit kemudian mengeluarkan auranya.
Semua monster ketakutan kemudian melihat ke langit. "Tunduklah padaku para hewan bodoh." semua hewan mulai membungkuk kepada Clue. "Cepat kembali ke wilayah kalian berasal. Atau kalian semua akan mati disini." kata Clue dengan nada menyeramkan. Semua hewan ketakutan kemudian mulai kembali ke arah hutan.
Clue melayang turun dari langit dan melihat pria yang tergeletak di tanah. "Uhukkk, Apakah kamu mahluk suci." Pria berbicara dan batuk darah. "Apa itu mahluk suci." Balas Clue. "Uhukk, mahluk suci, adalah mahluk tertinggi. Keberadaannya bahkan di puja oleh mahluk mitos." Pria berbicara dan menyemburkan darah.
"Aku tidak tau apa yang kamu bicarakan." Balas Clue. "Aku mohon, bisakah kamu menyelamatkan Ning er, istri dan anakku." kata pria. "Maaf, tidak ada untungnya aku menyelamatkan mereka. Aku pikir mereka juga akan mati karena serangan monster." balas Clue. "Maafkan aku sayang, Ning er. Aku tidak bisa melindungi kalian." Pria menangis kemudian menghembuskan nafas terakhir.
Melihat kematian pria Clue berkata. "Setiap mahluk hidup yang bernyawa pasti akan mati, entah itu manusia atau dewa. Yah, meski dewa bisa reinkarnasi kembali." Clue kemudian melihat ke arah gadis kecil pergi kemudian menghilang.
10 menit kemudian Clue melihat gadis kecil sedang bertarung bersama serigala putih melawan puluhan monster. "Bibi, aku akan membalaskan kematianmu." Gadis kecil menangis melihat wanita yang tergeletak di sampingnya.
"Bruakk." "Ahhh." Clue melihat gadis kecil terpental 10 meter akibat terkena serangan banteng raksasa. "Ggrrr." Clue melihat serigala putih terluka parah akibat serangan puluhan monster lain. "Menolong 1 nyawa bukanlah hal buruk." Clue menjentikkan jarinya kemudian puluhan panah angin muncul di udara. "Mati." "Buzz." "Buuzz." Puluhan panah angin menembus tubuh semua monster.
Clue mengambil sebuah pil dari tabel penyimpanannya kemudian memasukan ke dalam mulut gadis kecil. Tidak lama setelah menelan pil, luka di tubuh gadis kecil perlahan menghilang. "Uuhh, apa aku sudah mati." gadis kecil perlahan membuka matanya. "Benar, kamu sudah mati. Saat ini kamu berada di alam kematian." Balas Clue.
"Ahh, aku tidak percaya yang menyambutku di alam kematian adalah seekor kucing yang aku temui sebelum kematianku." Gadis kecil terkejut. "Bangunlah, kamu tidak mati." kata Clue melihat gadis kecil. "Ahh, apa aku masih belum mati." gadis kecil terkejut.
Gadis kecil melihat semua monster yang tergeletak, kemudian tatapannya terfokus kepada wanita yang memegang bayi. "Bibi." Gadis kecil berlari ke arah wanita. "Huuaaa, bibi maafkan Ning er karena tidak bisa melindungi bibi dan adik kecil." Gadis kecil menangis dengan kencang.
Gadis kecil melihat ke arah Clue dan berkata. "Dewa kucing bisakah kamu menyelamatkan bibi dan adik kecil." Melihat tatapan penuh harapan anak kecil di depannya Clue menghela nafas. "Aku hanya bisa menyelamatkan satu nyawa. Pilihlah siapa yang ingin kamu selamatkan." Balas Clue.
Gadis kecil kemudian mulai melihat wanita dan bayi. Melihat gadis kecil kebingungan untuk memilih Clue berkata. "Lebih baik selamatkan bibimu. Karena bayi yang meninggal tidak akan dikirim ke neraka. Beda dengan bibimu, mungkin dia akan pergi ke neraka setelah menerima pengadilan." Mendengar kata Clue gadis kecil berkata. "Tolong selamatkan bibiku dewa kucing." gadis kecil memohon.
"Baiklah, menyingkir dari situ." Kata Clue berjalan ke arah wanita dan mengambil sebuah ramuan dari tabel penyimpanannya. Gadis kecil menuruti perkataan Clue dan mulai menjauh. Clue melihat wanita kemudian mulai menuangkan ramuan ke dalam mulutnya.
Setelah menuangkan ramuan ke dalam mulut wanita. Clue melesat ke arah gadis kecil kemudian membawanya pergi. "Dewa kucing, mengapa kita pergi." gadis kecil heran. "Duaarr." "Ahhh." Gadis kecil melihat langit menjadi gelap, angin berhembus dengan kencang dan petir menyambar-nyambar.
"Menghidupkan seseorang yang mati adalah hal yang sangat tabu. Jika dia mati kembali, dia akan menerima hukuman yang berat saat berada di alam kematian." Kata Clue melihat gadis kecil. Clue tahu informasti itu setelah berada di alam para dewa selama 5 tahun.
"Duuarrr." Clue melihat petir menyambar ke tanah. Melihat langit mulai cerah kembali, Clue teleportasi kembali. "Bibi." Gadis kecil berteriak melihat wanita yang sedang duduk. "Ning er." wanita terkejut melihat gadis kecil.
"Bibi, Ning er sangat ketakutan." Gadis kecil yang di panggil Ning er menangis memeluk wanita. "Jangan menangis Ning er, bibi ada disini untukmu." Wanita memeluk Ning er kemudian berkata. "Dimana Zao fan." Kata wanita melihat sekelilingnya.
"Ahhh." Ning er tersadar kemudian melihat sekelilingnya yang hangus. "Dewa kucing, dimana Zao Fan." Tanya Ning er melihat Clue. "Semua monster dan bayi itu berubah menjadi abu karena terkena sambaran petir." Balas Clue. "Bukkk." Wanita kemudian pingsan mendengar perkataan Clue. "Ahh, bibi." Ning er panik melihat bibinya yang pingsan.
"Dewa kucing, tolong bantu bibi." Ning er melihat Clue. "Merepotkan." Clue menghela nafas kemudian melemparkan pil kepada Ning er. Taruh ke dalam mulutnya. Ning er menaruh pil tanpa ragu ke dalam mulut wanita.
Tidak lama setelah menelan pil, wanita mulai terbangun. Wanita melihat Ning er dan berkata. "Bagaimana dengan pamanmu Ning er." "Dia juga mati." balas Clue melihat wanita. mendengar perkataan Clue badan wanita gemetar. "Huuaa. Dewa kucing berbohong kan. Pamanku itu kuat bagaimana bisa dia mati." Ning er menangis. Wanita memeluk Ning er kemudian mulai menangis.