
30 menit kemudian Clue dan Dini telah selesai makan. "Kamu ingin pergi kemana." Tanya Clue setelah kembali dari kasir dan membayar biaya makan. "Aku ingin pulang kak." Balas Dini. "Kamu naik apa kesini." Tanya Clue. "Ahh. Aku tadi bersamaku teman perempuanku kak." Balas Dini melihat smartphonenya.
"Aku lupa mematikan mode pesawat." Dini melihat beberapa panggilan tidak terjawab. "Baiklah, aku akan mengantarmu pulang." Kata Clue. "Aku merepotkanmu kak." Balas Dini. "Kamu tidak merepotkanku." Kata Clue teleportasi bersama Dini.
Clue dan Dini muncul di depan sebuah sekolah. "Ahh." Dini terkejut melihat dirinya muncul di depan sekolah. "Aku adalah awakened yang memiliki kemampuan teleportasi. Apa rumahmu masih jauh dari sini." Clue melihat Dini. "Rumahku 1 km dari sini kak." Balas Dini. Clue sekali lagi teleportasi bersama Dini.
Clue dan Dini muncul di depan sebuah rumah. "Kak, ini rumahku. Ayo masuk ke dalam dulu." Kata Dini melihat Clue. "Baiklah." Clue mengangguk. Clue dan Dini masuk ke dalam rumah.
"Oohh, kamu sudah pulang. Siapa dia Din." Kata pria paruh baya melihat Clue. "Aku adalah Clue paman." Clue menjabat tangan pria paruh baya. Dini menceritakan dirinya berkenalan dengan Clue. Bahkan Clue yang mengajaknya makan.
"Terimakasih sudah mengajak anakku makan. Tapi usiamu dan Dini berbeda 10 tahun." Kata ayah Dini. "Ayah." Dini melihat ayahnya. Clue tersenyum mendengar kata ayah Dini dan mengambil 1 koper dari tabel penyimpanan.
Dini dan ayahnya terkejut melihat koper yang muncul dari udara kosong. "Jika paman mengizinkan Dini bersamaku. Uang 1 miliar ini menjadi milik paman." Kata Clue melihat ayah Dini. "Glekk." Ayah Dini menelan ludah.
"Aku tidak akan menjual anakku. Semua keputusan kembali ke Dini." Balas ayah Dini. "Aku tidak keberatan keluar bersama kakak Clue." Kata Dini. "Ehem, anakku tidak keberatan keluar denganmu. Tapi aku harus menunggu persetujuan ibunya."
Clue melihat pintu terbuka dan seorang wanita paruh baya serta pria masuk ke dalam rumah. "Sore Tante." Clue menyapa ibu Dini. Ayah Dini berjalan ke arah ibu Dini dan berbisik. Ibu Dini melihat Clue dan koper yang berisi uang.
"Nak, Dini saat ini masih sekolah. Bisakah kamu menunggu sampai Dini lulus sekolah." Kata Ibu Dini. "Ayah, ada apa ini." Kata kakak Dini. Ayah Dini menceritakan bahwa Clue menawarkan uang 1 miliar jika Dini diizinkan bersamanya. Kakak Dini terkejut saat mendengar cerita ayahnya dan melihat uang di dalam koper.
"Aku hanya akan keluar dengan Dini. Aku tidak akan menikahi Dini sekarang. Terlebih lagi aku dan Dini baru saling kenal." Balas Clue. Dini dan semua orang di dalam ruangan terkejut mendengar kata Clue. "Baiklah, apa keputusan om dan tante." Clue tersenyum dan menyentuh koper. "Glekk." Ayah Dini menelan ludah.
"Semua keputusan ada di kamu Din." Ibu Dini. "Jika hanya keluar bersama kakak Clue. Aku tidak keberatan bu." Balas Dini. "Baiklah, uang 1 miliar itu kuberikan kepada paman dan tante." Kata Clue melihat koper.
"Tunggu dulu. Apa uang 1 miliar itu bersih. Bukan uang hasil kejahatan." Kata kakak Dini melihat Clue. "Itu uang bersih. Jika kalian tidak mau dengan uang. Aku akan memberikan ini." Clue mengambil 1 pil spirit level 1 dari tabel penyimpanan.
Dini dan keluarganya merasakan udara di dalam rumah menjadi sejuk. "Pil apa itu." Tanya ayah Dini. "Ini adalah pil yang dapat membuat manusia biasa menjadi awakened." Clue menjelaskan. Dini dan keluarganya terkejut mendengar kata Clue.
"Kalian bisa memilih Pil ini atau uang 1 miliar." Kata Clue memegang pil. "Bagaimana mungkin ada pil yang dapat membuat manusia biasa menjadi awakened." Kata Ayah Dini. "Jika kamu tidak percaya. Bukan masalah bagiku." Balas Clue menyimpan pil di tabel penyimpanan.
Ayah, ibu dan kakak Dini terkejut melihat Clue yang menghilang. "Kakak Clue adalah awakened yang memiliki kemampuan teleportasi." Kata Dini. "Baru kali ini aku dengar ada awakened yang memiliki kemampuan teleportasi." Kata kakak Dini.
Ayah dini membuka koper dan menyentuh uang. "Dini, dia memberikan uang 1 miliar ini karenamu. Apa yang ingin kamu lakukan dengan uang sebanyak ini." Tanya ayah Dini. "Aku ingin membeli kosmetik dan smartphone baru. Sisanya terserah ayah dan ibu ingin menggunakan uang itu untuk apa." Balas Dini.
Saat ini Clue muncul di apartemen dan melihat nenek Fernando. "Apa kamu sudah makan Clue." Tanya nenek Fernando. "Sudah nek." Balas Clue masuk ke dalam kamarnya. Saat masuk ke dalam kamarnya Clue berkata. "Fernando belum kembali." Clue memejamkan matanya dan melihat Fernando sedang berada di hotel bersama perempuan. "Sepertinya dia ketagihan berhubungan badan." Gumam Clue membuka matanya.
Saat ini Fernando berada di hotel bersama Veronica. "Sepertinya aku sudah bosan dengannya." Kata Fernando melihat Veronica yang menjilat punyanya. "Berhenti." Kata Fernando. Veronica kemudian berhenti. "Ayo kita pulang, aku dalam mood buruk." Kata Fernando. "Baiklah." Veronica mengangguk.
5 menit kemudian Fernando keluar dari hotel bersama Veronica. "Fernando. Berapa nomormu." Tanya Veronica. "Berikan nomormu jika aku tidak sibuk. Aku akan menghubungi." Balas Fernando memberikan smartphonenya kepada Veronica.
"Baik." Veronica mencatat nomornya di smartphone Fernando. "Jangan lupa untuk menghubungiku." Veronica mencium pipi Fernando dan berjalan pergi. Fernando menyimpan smartphone di tabel penyimpanan dan berlari ke arah apartemennya.
10 Menit kemudian Fernando kembali ke apartemennya. "Nenek sudah membuatkan ayam goreng. Cuci tangan dulu sebelum makan." Kata nenek Fernando. "Baik nek." Balas Fernando masuk ke dalam kamarnya.
Keesokan harinya jam 9 pagi Clue mendengar suara ketukan pintu. Clue membuka pintu dan melihat 3 pria berseragam hitam membawa 5 koper. "Saudara Clue, ini uang dari presiden." Kata salah satu pria. "Taruhlah disitu." Balas Clue. 3 pria kemudian menaruh koper di lantai. Clue kemudian memasukan 5 koper ke dalam tabel penyimpanan.
"Apa ada yang ingin kalian katakan." Tanya Clue. "Tidak ada." Balas salah satu pria. "Baiklah, kalian bisa pergi." Kata Clue menutup pintu. Melihat Clue menutup pintu ketiga pria berjalan pergi. "Aku tidak tahu bagaimana caranya dia membuat pil awakened." Kata seorang pria. "Jangan bicarakan tentang pil di luar. Informasi pil sangatlah rahasia." Kata pria. "Baik." Balas kedua pria berseragam hitam.
"Siapa yang datang Clue." Kata nenek Fernando melihat Clue. "Orang tanya alamat." Balas Clue masuk ke dalam kamarnya. Saat masuk ke dalam kamarnya Clue bergumam. "Karena aku memiliki banyak uang. Mengapa aku tidak membeli mobil dan menyewa apartemen sendiri." Kata Clue kemudian menghilang.
30 Menit kemudian Clue telah menyewa apartemen. "Aku sudah memiliki apartemenku sendiri. Saatnya aku membeli mobil." Kata Clue menghilang dan muncul di sebuah tempat pembelian mobil.
Clue masuk ke dalam dan disambut seorang pria. "Ada yang bisa saya bantu." Tanya pria. "Aku ingin membeli mobil." Balas Clue. "Silakan di lihat, anda ingin mobil seperti apa." Kata pria. Clue mulai melihat-lihat mobil.
5 menit kemudian Clue melihat mobil bewarna silver. "Berapa harga mobil ini." Tanya Clue. "Mercedes Benz CLS-Class 350 seharga 1,78 milyar." Kata pria.
"Mobil ini juga bisa di beli secara kredit." Kata pria. "Aku ingin membelinya secara cash." Kata Clue mengeluarkan 2 koper dari tabel penyimpanan.