Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Mengalahkan Anggota Asosiasi Polisi dan Tentara



Setelah masuk ke dalam dungeon mereka terkejut dengan medan dungeon. "Kita berada di atas tebing." Kata seorang tentara. "Benar, jika tebakanku benar. Monster di dungeon ini adalah burung raksasa." Kata seorang pria berpakaian hitam.


"Apa kita akan menelusuri dungeon. kamu sendiri sudah tahu hunter penyihir tingkat b tidak bisa melompat sejauh 10 meter lebih." Kata seorang polisi melihat ke bawah dan meneguk air liur. "Jika jatuh ke bawah aku pasti akan mati. Jika tidak mati, aku akan terbaring sangat lama di rumah sakit." "Benar, hanya hunter petarung tingkat b yang dapat melompat sejauh 10 meter lebih." Balas anggota asosiasi hunter.


"Kita memiliki 50 petarung dan 40 penyihir. Jika kita hanya memaksa mengejarnya dengan 50 orang. Kita akan mengalami kerugian." Kata seorang tentara. "Aku tahu, jika begitu kita mengubah ke rencana b. kita akan menunggunya keluar dari dungeon." balas pria berpakaian hitam.


5 jam telah berlalu saat ini Clue membuka matanya dan berkata. "Aneh, mengapa tidak ada siapapun yang memasuki dungeon." Clue bingung. "Apa mereka tidak berani memasuki dungeon dan justru menunggu aku ke luar." Kata Clue. "Hehe, jika begitu aku akan menikmati berburu di dungeon ini dan bertambah kuat." Clue tertawa.


3 Hari telah berlalu saat ini Clue bangkit dari duduknya dan memegang sebuah alat. "Tittt." Clue melihat angka 320. "Setiap satu hari kekuatanku meningkat 10. Dengan kekuatanku saat ini, sangat mudah jika ingin mengalahkan bos dungeon." Clue tersenyum.


Clue membawa tas kemudian terbang ke langit. Beberapa menit setelah terbang Clue melihat puluhan burung raksasa yang terbang ke arahnya. Clue juga melihat burung raksasa yang ukurannya lebih besar 2 kali dari pada burung lainnya. "Sepertinya dia bos dungeon ini." kata Clue melihat burung berkepala dua sebesar 20 meter. "Quakk." Clue mendengar teriakan dan badannya bergetar.


"Hahaha, kemampuan ultrasonic. Sungguh hebat. tapi sayang sekali musuhmu adalah aku." Clue berteriak. Merasakan kemampuannya tidak berguna burung berkepala dua berteriak. "Quak." Kemudian 79 burung terbang ke arah Clue.


"Hahaha, kemarilah. Aku akan membunuh kalian dengan sekali serang." Clue tertawa kemudian matanya berubah menjadi ungu dan tubuhnya di aliri petir bewarna ungu. "Mati." Clue melesat ke arah satu burung dan meninju kepalanya. "Bruaak." Burung melesat dan menabrak tebing. "Kemarilah kalian burung kecil." Clue tersenyum kemudian dua tombak yang terbuat dari petir muncul di tangannya. "Crash." "Quaak." Clue menebas salah satu burung. "Saatnya pembantaian." Clue menyeringai.


10 menit telah berlalu saat ini Clue melayang di udara dan melihat burung berkepala dua di depannya. "Hanya tinggal kamu sendiri." kata Clue menunjuk burung berkepala dua dengan tombak yang terbuat dari petir. "Quaak." Seakan menyadari provokasi Clue burung berkepala dua kemudian menembakan dua bola petir kepada Clue.


"Sangat besar, tapi percuma saja. aku kebal terhadap petir." Kata Clue menerima bola petir. "Boom." Ledakan terjadi. "Apa cuma itu saja." kata Clue tanpa cidera setelah menerima bola petir. "Quaak." Burung berteriak.


Clue yang merasakan badannya bertambah berat berkata. "Kemampuan mengendalikan gravitasi." Kata Clue perlahan mendarat di atas tebing. "Quaak." Clue melihat burung berkepala dua melesat ke arahnya dengan sayapnya diselimuti petir. "Kamu kira aku cuma bisa mengendalikan elemen petir." Clue menginjak tanah dan mengangkat tangannya. Kemudian tanah sepanjang 5 meter melesat dan menghantam burung. "Quaak." Burung berkepala dua kehilangan keseimbangan setelah terkena hantaman tanah.


Clue kemudian membuat 10 tombak angin dan berkata. "Saatnya bagimu untuk mati." 10 tombak angin melesat ke arah burung. "Buzz." "Buzz." "Quaakk." Burung berkepala dua menjerit.


Tidak lama setelah burung terkena serangan 10 tombak angin. Clue melihat lubang dungeon yang muncul di depannya. "Aku akan mengambil 10 kristal terlebih dahulu, kemudian beristirahat lalu meninggalkan dungeon ini." kata Clue melesat ke bawah.


"Huh." Clue mendengus kemudian tubuhnya di aliri petir, angin, api, air dan tanah. "Booom." Ledakan besar terjadi. "Dia menerima serangan langsung. Seharusnya dia terluka parah." Kata seorang anggota asosiasi. Namun kejadian berikutnya mengejutkan mereka.


Clue tidak terluka sama sekali namun hanya pakaian Clue yang robek dan tasnya hancur. Clue melihat tasnya dan terkejut semua kristal hancur menjadi potongan kecil. "Bajingan. Aku akan membunuh kalian semua." Clue melempar tasnya kemudian melesat ke arah polisi, tentara dan anggota asosiasi.


"Semua hunter tipe bertarung siap bertempur." Kata seorang tentara. Clue tiba-tiba muncul di depan salah satu polisi kemudian menebas kepalanya dengan pedang yang terbuat dari angin. "Kamu membunuh Eko. Semuanya bunuh dia." Teriak polisi. Clue menginjak tanah kemudian semua orang berteriak. "Ahh." "Ahh." "Ahh."


Tanah tiba-tiba menjadi runcing dan menusuk tubuh mereka. "Sial, apa dia memang hunter tingkat a." kata seorang anggota asosiasi. "Boom." Seorang tentara menembakan rocket launcer kapada Clue. "Bodoh." kata Clue tanpa terluka sama sekali setelah terkena rocket. Clue lalu mengangkat tangannya dan langit tiba-tiba menjadi gelap.


"Mati." kata Clue lalu puluhan petir raksasa menghantam lokasi di mana anggota asosiasi polisi, dan tentara berada. "Boom." "Boom." "Boom." Ledakan besar terjadi. Tidak lama kemudian Clue terengah-engah dan menghentikan serangannya. Clue melihat semua anggota asosiasi, polisi dan tentara yang menyerangnya meninggal. "Ini adalah hukuman karena menghancurkan kristalku." Kata Clue lalu melesat ke langit.


Tidak lama setelah Clue pergi seorang pria datang dengan membawa kamera. "Sungguh pertarungan yang menegangkan. Aku tidak menyangka dia berhasil mengalahkan gabungan polisi, tentara dan anggota asosiasi." Kata pria. Pria mulai memeriksa semua orang yang tergeletak di tanah. "Semuanya mati, ini akan menjadi berita yang menghebohkan."


1 hari kemudian di sebuah ruangan puluhan orang sedang berkumpul. "Bagaimana kamu menjelaskan semua ini. Pihakku telah kehilangan 1 tentara tingkat a dan 31 tentara tingkat b." Kata pria paruh baya berpakaian hijau berdiri dan melotot kepada pria paruh baya berpakaian hitam. "Benar, pihakku juga telah kehilangan 1 polisi tingkat a dan 30 polisi tingkat b." Kata pria paruh baya lain.


"Hmm, aku juga telah kehilangan 1 anggota tingkat a dan 27 anggta tingkat b." Balas pria berapakaian hitam. "Kamu kehilangan paling sedikit anggota dari pada kami berdua." Balas pria paruh baya berpakaian hijau. "Bisakah kalian diam." Kata pria paruh baya berjaz hitam.


"Ini semua tidak akan terjadi jika anggotamu Robert menyerang pria itu." Kata pria paruh baya berjaz hitam. Pria paruh baya berpakain hitam hanya bisa terdiam mendengar kata pria paruh baya berjaz hitam. "Lalu pak presiden, apa yang harus kita lakukan saat ini. Apa kita hanya akan berdiam diri saja. Dia telah membunuh puluhan orang." Kata pria paruh baya berpakaian hijau.


"Lalu apa di antara kalian mempunyai ide." Balas pria paruh baya yang di panggil Presiden. "Bagaimana jika begini pak Presiden. Kita tangkap orang terdekatnya kemudian membuat berita, bahwa mereka membantu Fernando Clue De Lopez bersembunyi. Setelah mendengar mendengar berita ini aku yakin dia akan muncul." Balas seorang pria.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia muncul. Apa kamu ingin menyerangnya. Bukankah kamu sudah lihat video pertarungan dirinya. Bahwa serangan rocket launcer dan sihir lainnya tidak berpengaruh padanya." Balas pria yang di panggil Presiden. "Jika dia muncul, kita suruh dia menyerahkan diri secara sukarela. Kalau tidak ingin orang terdekatnya terluka." Balas pria.


"Tindakan ini sangat tercela." Kata seorang wanita paruh baya. "Apa boleh buat itu adalah satu-satunya cara agar dia menyerahkan diri. Jika dungeon A tidak muncul di berbagai daerah. Aku yakin ketiga orang ini akan mengerahkan semua anggota mereka di pulau jawa untuk menangkap Fernando." Balas pria. "Benar, jika dungeon a tidak muncul di berbagai daerah. Aku akan mengerahkan setiap anggota asosiasi di pulau jawa untuk menangkapnya." Kata pria paruh baya berpakaian hitam dengan ekspresi buruk.