
Tidak lama kemudian Clue melihat kabut menghilang dan pepohonan sudah menghilang. "Aku menggunakan hampir setengah manaku. Tapi tidak masalah, karena semua shadow telah kubunuh." Clue tersenyum merasakan tidak ada mahluk hidup dalam jarak 260 meter.
Clue tahu kelemahan teleportasi shadow adalah jarak dan waktu. Shadow hanya bisa berteleportasi sejauh 100 meter. Terlebih lagi ada sisa jeda waktu 5 detik sebelum shadow bisa berteleportasi lagi. Serangan naga petir yang Clue buat dapat melukai mahluk hidup dalam jarak 200 meter. Shadow tidak akan bisa lari dari serangan naga petir Clue. "Baiklah, saatnya mencari kristal milik shadow." Clue tersenyum kemudian mulai berkeliling.
5 menit kemudian Clue berhenti berkeliling dan duduk di tanah. "Tidak buruk, aku mendapatkan 8 kristal." Clue tersenyum. "Apakah aku bisa memiliki kemampuan teleportasi setelah menyerap energy alam dari dalam kristal." Clue berpikir. "Hehe, mari mencobanya." Clue tersenyum kemudian menghancurkan kristal. Saat mengahancurkan kristal Clue tidak merasakan apapun. Clue kemudian memejamkan matanya dan mulai berkultivasi.
1 jam kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Baiklah, apa aku bisa berteleportasi." Kata Clue berkonsentrasi. Clue tiba-tiba berpindah dalam jarak 1 meter. "Ehh, sepertinya aku berpindah." Kata Clue. "Haha, meski tidak jauh. Aku bisa berteleportasi." Clue tertawa bahagia. "Baiklah, saatnya menyerap kristal lagi." Clue tersenyum kemudian menghancurkan kristal dan memejamkan matanya.
Sementara di luar 30 menit telah berlalu dan ada ribuan hunter sedang berkumpul. "4 hunter tingkat s, 50 hunter tingkat a dan ratusan hunter tingkat b serta c." kata Robert melihat ribuan hunter sedang berkerumun. "Hei, apa kita membuntuhkan hunter sebanyak ini. hanya untuk membunuh 1 hunter tingkat a." kata pria yang membawa kapak.
"Benar, kurasa cukup 10 hunter tingkat a untuk membunuhnya." Balas seorang pria. Jika melihat siapa yang berbicara, Clue akan tahu. Pria yang berbicara adalah seorang pria yang Clue ketemui di rumah makan saat di Jakarta.
"Kalian mungkin tidak tahu. Tapi dia dapat menemukanku saat menggunakan kemampuan menghilang." Kata seorang pria. Semua orang melihat ke arah pria yang berbicara dan terkejut. "Haha, kamu bercanda kan. Mana mungkin dia bisa menemukanmu saat menghilang." Seorang pria tertawa. "Aku tidak berbohong. Kemampuan pendeteksinya sangat tajam. Hanya dengan 10 hunter tingkat a tidak akan cukup untuk mengalahkannya." Kata pria yang tidak lain adalah Deni hunter tingkat s.
"Lalu apakah dia setingkat hunter tingkat s." kata seorang wanita. Deni melihat wanita dan berkata. "Aku tidak tahu, tapi melihat video rekaman dirinya mengalahkan 3 hunter tingkat a dan puluhan hunter tingkat b. Dia adalah hunter tingkat a puncak." Kata Deni. "Haha, menarik. Aku sangat ingin bertarung dengannya. Kata pria berotot.
"Aku juga ingin melihat, apakah dia juga kebal terhadap serangan sihirku." Kata seorang pria berkacamata yang membawa tongkat. "Baiklah, mengapa tidak begini saja, kita 4 hunter tingkat s dan 50 hunter tingkat a masuk ke dalam dungeon. Setelah mengalahkan dia, kami akan mengirim seseorang keluar dungeon untuk memberi tahu bahwa kalian hunter tingkat b bisa memasuki dungeon." kata Deni.
"Lalu bagaimana dengan kami hunter tingkat c dan d." kata seseorang. "Kalian harus tetap berada di kota ini. Jika dalam 6 hari kita tidak bisa menyelesaikan dungeon ini. Maka kalian harus mengevakuasi warga." Kata Deni. Ekspresi semua orang menjadi buruk saat mendengar kata Deni.
"Haha, baiklah. Ayo masuk ke dalam dungeon. aku ingin melihat monster tingkat s apa di dalam dungeon ini. Guild Armagedon ayo masuk." Teriak pria berotot. "Baik." Teriak beberapa orang kemudian masuk ke dalam dungeon mengikuti pria berotot. "Guid banteng merah ikuti aku." Kata pria berkacamata. "Baik." "Guild garuda kuning ikuti aku." Kata seorang wanita. "Baik." Balas beberapa orang.
"Guild segita biru masuk ke dalam." Kata Deni. "Baik." Balas beberapa orang kemudian masuk. "Guild green tee. Kita juga masuk ke dalam." Kata seseorang. "Apa kita tidak perlu menunggu wakil ketua Daus." Kata seseorang. "Terlalu lama menunggu wakil ketua." Balas seseorang. "Baiklah, jika begitu ayo kita masuk." Kemudian beberapa orang masuk ke dalam dungeon. "Anggota asosiasi, tentara dan polisi tingkat a ayo masuk." kata Robert. "Cihh hanya tingkat a dan pernah kalah darinya, jangan mencoba menyuruhku." Kata pria botak berkaos hijau memasuki dungeon. Robert tersenyum kecut mendengar kata pria botak.
"Maklum, dia emosi karena temannya di bunuh oleh Fernando." Kata seorang pria berkaos hijau menepuk pundak Robert. "Aku tahu." Robert mengangguk. Kemudian semua hunter tingkat a memasuki dungeon.
"Hei, tidak bisakah kamu turun. Aku membenci seseorang yang berbicara diatasku." Kata pria berotot. "Hahaha, tapi aku suka berbicara saat terbang di langit." Clue tertawa. "Orang ini." beberapa pria kesal terhadap Clue.
"Apa kalian semua ingin bertarung denganku. Aku dapat merasakan niat membunuh dari kalian semua." Kata Clue tiba-tiba menjadi serius. Semua orang terkejut saat mendengar kata Clue. "Sepertinya kamu tidak bisa diremehkan." Kata pria berkacamata. "Benar, jangan menggangap remeh diriku. Aku bisa dengan mudah mengalahkan kalian semua." Clue menyeringai.
"Huh." Clue mendengus kemudian tiba-tiba mengerakan tangannya. "Buk." "Buk." Clue menahan pukulan dua orang yang tiba-tiba muncul di samping kanan dan kirinya. "Aku tidak menyangka kalian berdua akan menyerangku." Kata Clue melihat Deni dan Robert. Clue kemudian melihat Deni dan Robert menghilang kemudian muncul kembali di posisi mereka sebelumnya.
"Kalian lihat, dia dapat mengetahui kapan aku muncul, dan menahan pukulanku dengan mudah. Jangan meremehkannya." Kata Deni serius. "Baik." Beberapa orang membalas dengan ekspresi serius. "Sial, dia semakin bertambah kuat." Robert bergumam, tangannya kesakitan setelah memukul Clue.
"Hebat, kamu dapat tahu dimana Deni dan Robert akan teleportasi. Tapi apakah kamu dapat menahan serangan sihirku." Kata pria berkacamata kemudian naga es muncul dari udara dan menyerang Clue.
"Kamu pikir, hanya dirimu yang dapat mengeluarkan seperti itu." Kata Clue kemudian golem raksasa muncul dari tanah dan menghantam nagas es. "Booom." Ledakan besar terjadi. Setelah asap menghilang semua orang melihat Clue tidak terluka.
"Semuanya hati-hati kekuatan sihirnya setingkat hunter tingkat s." kata pria kacamata dengan ekspresi serius. "Hahaha, setara hunter tingkat s ya. Aku ingin menguji kekuatanmu." pria berotot berlari dan melesat ke arah Clue yang melayang di langit.
Melihat pria berotot melesat ke arahnya. Clue juga melesat ke arah pria berotot. "Booom." Clue dan pria berotot beradu tinju dan membuat hembusan angin yang kencang. Clue melompat mundur dan melihat pria berotot. "Kuat." Kata Clue merasakan tangannya kesemutan. "Kekuatan fisiknya juga setingkat hunter tingkat s." kata pria berotot melihat Clue yang sudah mendarat di tanah.
"Sial, apa dia hunter tingkat s ke 6 di Indonesia." Kata pria mengutuk melihat Clue. "Aku tidak ingin mengakuinya. Tapi jika kita ingin mengalahkannya. Kita berempat harus menyerangnya secara bersama." Kata pria berkacamata melihat Deni, pria berotot dan wanita.
"Hahaha. Mengapa kalian semua tidak mencoba menyerangku secara bersama." Clue tertawa. "Sombong." Kata seorang pria kemudian menembakan bola api ke arah Clue. "Booom." Bola api meledak. Setelah asap menghilang semua orang melihat tubuh Clue diselimuti api. Terlebih lagi Clue tidak terluka sama sekali.
"Apa kalian semua ingin menjadi musuhku. Jika kalian mengatakan iya, aku tidak akan ragu untuk membunuh kalian semua." Kata Clue dengan serius. Semua orang terdiam mendengar kata Clue. "Semuanya, jangan takut dengan ancamannya. Dia hanya seorang diri. Sementara kita puluhan." Teriak Robert. "Benar, ayo bunuh dia. Dia telah membantai puluhan polisi, tentara dan anggota asosiasi." Teriak pria botak berpakaian hijau. "Semuanya siap bertarung." Teriak Deni.