Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Dini



"Apa kamu masih sekolah." Tanya Clue. "Aku sudah mahasiswi semester 5." Balas adik Erika. "Siapa namamu." Tanya Clue. "Namaku Aina." Balas perempuan.


"Aina, apa kamu iri dengan kakakmu yang awakened. Sementara dirimu hanya manusia biasa." Tanya Clue. Aina terdiam mendengar kata Clue. Dia sebenarnya iri dengan kakaknya yang awakened tingkat 9. Sementara dirinya hanya manusia biasa.


"Apa yang kalian bicarakan." Erika keluar dari kamarnya dan duduk di samping Clue. "Tidak ada, kami hanya berkenalan biasa." Balas Aina masuk ke dalam kamarnya. Melihat Aina masuk kedalam kamarnya Clue melihat pakaian Erika. "Mengapa kamu hanya memakai tanktop. Apa kamu ingin menggodaku."


"Siapa yang menggodamu. Saat di rumah aku selalu berpakaian seperti ini." Balas Erika tidak melihat Clue. Clue tersenyum dan memeluk pinggang Erika. Erika terkejut dan menatap mata Clue. Clue dan Erika kemudian saling berciuman.


Saat berciuman Erika tidak sengaja mengigit bibir Clue. "Maaf, aku sudah lama tidak berciuman." "Tidak masalah." Balas Clue mencium bibir Erika sekali lagi.


5 Menit kemudian Clue dan Erika berhenti ciuman. "Sudah cukup Clue. Jika terus berlanjut. Kita akan melawati batas." Erika mendorong Clue. "Baiklah, jika kamu rindu denganku. Kamu bisa menemuiku di rumah Fernando." Clue mencium kening Erika dan menghilang.


Melihat Clue yang menghilang, Erika tersenyum dan menyentuh dahinya. "Kak, apa dia kekasih barumu." Tanya Aina. "Tidak, tapi cepat atau lambat dia akan jadi kakak iparmu." Balas Erika berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Saat ini Fernando dan Veronica keluar dari mall. "Ayo kita cari hotel di dekat sini." Kata Fernando. "Baik." Veronica mengangguk. "Fernando." Fernando mendengar sebuah suara dan melihat Dini yang berdiri di belakangnya. "Siapa dia." Tanya Dini melihat Veronica. "Dia adalah Veronica kekasihku." Fernando tersenyum dan memeluk pinggang Veronica. Veronica tersenyum saat Fernando menyebutkan dia adalah kekasihnya.


Mendengar kata Fernando badan Dini gemetar. "Ternyata kamu sama seperti laki-laki lain." Kata Dini berjalan pergi. "Siapa dia Fernando." Tanya Veronica. "Dia mantan kekasihku." Balas Fernando melihat Dini yang berjalan pergi.


"Sial, mengapa dia merasa tersakiti. Padahal beberapa hari lalu dia di jemput oleh pria." Kata Clue melihat Dini yang berjalan pergi. "Oohh. Jangan bilang pria itu bukan kekasihnya." Kata Clue.


"Karena dia telah menyakiti hati Fernando. Mengapa aku tidak bersenang-senang dengannya. Dia juga memiliki wajah yang cantik di usia yang sangat muda." Clue menyeringai kemudian menghilang.


Clue berjalan membawa minuman dan melihat Dini yang berjalan ke arahnya. Clue menggerakan jarinya kemudian Dini tersandung dan terjatuh ke arahnya. "Aahh." Clue melempar minuman dan menangkap Dini. "Apa kamu baik-baik saja." Clue tersenyum.


"Aku baik-baik saja. Terimakasih." Kata Dini mengusap air matanya. Dini melihat minuman yang dilempar Clue dan berkata. "Maaf, karena diriku. Kakak tidak sengaja membuang minuman." "Tidak masalah. Itu hanya sebuah minuman." Clue tersenyum.


Dini mengangguk dan berjalan pergi. "Uuhh." "Apa kakimu baik-baik saja." Kata Clue berjalan ke arah Dini. "Sepertinya kakiku keseleo kak." Kata Dini. Ayo kita cari tempat duduk. Aku akan memijat kakimu." Kata Clue. Dini mengangguk dan berjalan ke arah kursi.


Dini duduk di kursi dan melepas sepatunya. "Aku akan memijat kakimu." Kata Clue memijat kaki Dini. Saat Clue memijat kakinya. Dini merasa kakinya sungguh nyaman dan rasa sakit perlahan menghilang.


Beberapa menit kemudian Clue berhenti memijat. "Sekarang cobalah berjalan." Kata Clue melihat Dini. Dini memakai sepatu kemudian berjalan. "Kakiku sudah tidak sakit lagi kak. Terimakasih." Dini tersenyum. "Bagus, jika kakimu tidak sakit lagi." Clue tersenyum.


"Kak, ayo kita beli minuman. Aku akan mengganti minumanmu yang jatuh. Dan sebagai ucapan terimakasih, karena sudah memijat kakiku." Kata Dini. "Baiklah, tidak baik menolak pemberian gadis cantik sepertimu." Dini tersipu malu saat mendengar kata Clue.


"Kak Clue, sepertinya aku pernah melihatmu." Kata Dini. "Akhirnya kamu ingat diriku. Aku berada di taman saat kamu bersama Fernando." Balas Clue. Saat Clue menyebutkan Fernando ekspresi Dini berubah.


"Jika kamu punya masalah. Ceritakan saja padaku. Aku adalah pendengar yang baik." Clue tersenyum. Dini tiba-tiba meneteskan air matanya. Melihat Dini yang menangis Clue mengambil tisu dari tabel penyimpanan dan mengusap air mata Dini.


"Terimakasih kak. Aku hanya teringat Fernando." Kata Dini mulai bercerita bahwa Fernando jalan dengan perempuan lain. "Jangan bersedih. Laki-laki di dunia ini bukan dia seorang." Clue tersenyum dan memegang tangan Dini. "Aku tidak akan sedih lagi kak." Dini tersenyum.


Melihat Dini tidak keberatan tangannya dia pegang, Clue berkata. "Apa kamu ingin menonton film. Mungkin dengan menonton film. Kesedihanmu akan hilang." Dini terdiam sebentar kemudian mengangguk. "Baiklah, ayo kita pergi menonton film." Clue menghabiskan minuman dan berjalan pergi bersama Dini.


Clue dan Dini masuk ke dalam mall dan berjalan ke arah bioskop. "Kamu ingin menonton apa." Tanya Clue. Dini menunjuk gambar. "Mengapa wanita sangat suka film romance. Erika tadi juga menonton film itu." Gumam Clue. "Kamu ingin popcorn." Tanya Clue. "Tidak kak." Balas Dini. Setelah membeli 2 tiket dan 2 minuman, Clue dan Dini berjalan ke arah studio.


"Beberapa jam lalu dia menonton film itu dengan wanita lain. Sekarang dia menonton film itu dengan perempuan yang lebih muda. Dia luar biasa." Kata penjaga bioskop melihat Clue memasuki studio.


Clue dan Dini saat ini duduk di kursi belakang. "Apa kamu dulunya teman sekelas Fernando." Tanya Clue meski sudah tahu jawabannya. "Benar, aku teman sekelasnya. Sebelum Fernando pindah sekolah." Balas Dini.


Tidak lama kemudian Clue melihat film sudah dimulai. "Film sudah dimulai." Kata Clue. Dini mengangguk dan melihat layar.


Clue yang melihat film, merasakan Dini tidak sengaja menyentuh tangannya. Clue tersenyum dan menggengam tangan Dini. Sama seperti saat dia menggengam tangan Erika sebelumnya.


1 Jam kemudian Clue dan Dini keluar studio dengan bergandengan tangan. "Kak." Kata Dini. "Iya." Balas Clue. "Bisakah kamu melepaskan tanganku." Kata Dini dengan wajah malu. Clue tersenyum dan melepas tangan Dini.


"Apa kamu sudah makan." Tanya Clue. "Belum." Dini menggeleng. "Kalau begitu ayo makan." Kata Clue melihat Dini. "Baik." Clue dan Dini berjalan ke arah restoran di dalam mall.


Tidak lama kemudian Clue dan Dini berada di dalam restoran. "Kamu ingin makan apa." Tanya Clue. "Terserah kakak." Balas Dini. "Bagaimana dengan bebek bakar." Balas Clue. "Baik." Dini mengangguk. "Pesan 2 porsi bebek bakar dan 2 air mineral." Kata Clue. "Baik." Balas pelayan.


"Kak. Jika boleh tau berapa usiamu sekarang." Tanya Dini. "25 tahun." Balas Clue berbohong. Sebenarnya usia Clue 130 tahun. "Ahh. usia kakak sama seperti kakakku." Balas Dini. "Oohh. Kamu punya kakak." Tanya Clue. "Benar. Aku punya kakak. Beberapa hari yang lalu kakakku pulang dari luar kota." Balas Dini mulai menceritakan kakaknya.


"Jadi pria yang menjemputnya beberapa hari yang lalu adalah kakaknya. Sepertinya Fernando salah paham." Gumam Clue. "Apa kamu tertarik dengan pria yang lebih tua." Clue melihat Dini. "Rahasia." Balas Dini tersenyum. Clue tersenyum mendengar jawaban Dini.


10 Menit kemudian pesanan Clue dan Dini datang. "Baiklah, ayo kita makan dulu." Kata Clue. "Baik kak." Balas Dini. Clue dan Dini mulai makan. "Din. Buka mulutmu." Kata Clue. Dini menuruti perkataan Clue dan membuka mulutnya. Clue kemudian menyuapi Dini.


"Kak, aku bukan anak kecil lagi. Yang makan perlu di suapin." Dini menjawab dengan malu. "Kapan lagi aku bisa menyuapimu. Mungkin setelah hari ini kamu tidak akan mau pergi bersamaku." Balas Clue. "Tidak kak. Aku mau pergi bersamamu." Balas Dini. Mendengar balasan Dini Clue tersenyum.