Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Melawan Hobgoblin



Setelah Clue keluar dari ruangan pria berkacamata hitam tiba-tiba muncul. "Apa kamu tidak salah menilai dirinya, dia hanyalah hunter tingkat e." kata pria yang memegang kamera. "Aku juga tidak tahu, tapi dia mempunyai insting yang bagus." Balas pria berkacamata hitam. "Heh, aku akan melihat perkembangannya." Kata pria menaruh kamera kemudian keluar dari ruangan.


Clue saat ini duduk di motor sportnya dengan memegang sebuah kartu. "Akhirnya aku menjadi seorang hunter." Clue kemudian membuka sebuah aplikasi yang di khususkan untuk hunter dan membuat akun. Tidak lama kemudian Clue berhasil membuat akun. Saat melihat aplikasi Clue terkejut bahwa ada 600 lebih dungeon yang tersebar di seluruh Indonesia.


"Di setiap kota setidaknya muncul satu atau dua dungeon setiap hari." Kata Clue. "Beruntung jumlah hunter di Indonesia tidak sedikit." Clue menghela nafas. Clue kemudian melihat sebuah dungeon yang tiba-tiba muncul di kotanya. "Dungeon tingkat e, itu bagus. Aku akan memasukinya." Clue tersenyum kemudian mengendarai motor sportnya.


Beberapa menit kemudian Clue berhenti di depan sebuah toko dan melihat dua orang berpakaian hitam sedang berjaga. "Aku ingin memasuki dungeon, apa sebelumnya sudah ada seseorang yang masuk." Kata Clue. "Tidak ada, jika kamu ingin masuk tunjukan identitas huntermu dan bayar biaya masuk." Balas pria.


Clue menunjukan kartunya kemudian mulai mentransfer uang ke akun asosiasi hunter. Clue kemudian menunjukan bukti pembayaran kepada penjaga. Penjaga melihat bukti pembayaran kemudian berkata. "Jika dalam 30 menit anda tidak keluar, kami akan mengirim hunter yang lain untuk masuk juga." Balas pria. "Tentu." Clue setuju karena dia tahu, pasti ada hunter yang ingin masuk ke dalam dungeon.


Terlebih lagi Clue yakin dengan waktu 30 menit yang setara 5 jam di dalam dungeon. Clue pasti akan membunuh banyak goblin. Clue kemudian mulai masuk ke dalam dungeon tanpa membawa apapun.


Sementara itu di gedung asosiasi hunter seorang pria di depan komputer berkata. "Aneh, selama 10 hari hanya dungeon tingkat e yang muncul di kota Jember." "Aku juga bingung, di kota lain tingkat dungeon per hari muncul secara acak. Meski di Indonesia tidak pernah muncul dungeon tingkas s. Mengapa hanya di Jember dungeon muncul dengan tingkat yang sama berulang kali." Pria berkacamata hitam bingung.


Sementara itu Clue sudah berdiri dengan memegang kepala goblin. "Hehe, mengapa kalian semakin lemah." Kata Clue membanting kepala goblin ke dinding. "Bruakk." Clue melihat 5 goblin yang tergeletak di tanah dan berkata. "Sebenarnya bukan kalian yang semakin lemah. Tapi aku yang bertambah kuat." Clue mulai membelah dada dari 5 goblin dengan sebuah pedang.


Tidak lama kemudian Clue memegang 2 kristal dan berkata. "Tidak buruk, aku mendapatkan total 7 kristal. Aku tidak jadi rugi." Clue tersenyum. "Baiklah, kali ini aku akan menyelesaikan dungeon." Clue tersenyum penuh percaya diri.


40 menit kemudian Clue duduk di atas mayat goblin dengan terengah-engah. "Sialan, melawan 8 goblin sangat sulit dengan kekuatanku saat ini." kata Clue melihat kedua tangannya serta salah satu kakinya terluka. "Apa aku harus kembali." Gumam Clue.


"Tidak, aku tidak perlu kembali. Aku akan menyerap energi alam disini untuk bertambah kuat." Kata Clue menghancurkan kristal dengan pedang. Setelah merasakan energi alam yang begitu padat Clue mulai berkultivasi.


1 jam kemudian Clue membuka mata dan tidak merasakan lelah sama sekali. Tapi Clue melihat bahwa luka-lukanya belum sembuh. "Sepertinya luka-lukaku hanya sedikit sembuh." Kata Clue kemudian mulai menghancurkan kristal sekali lagi dan berkultivasi.


2 jam kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Aku merasa bisa mengalahkan 8 goblin lagi tanpa terluka." Clue tersenyum. Clue melihat lukanya juga sembuh dan berkata. "Baiklah, aku akan mengambil kristal terlebih dahulu kemudian melanjutkan membunuh goblin." Clue mengambil pedang kemudian membelah dada goblin.


Beberapa menit kemudian Clue berhenti berjalan dan melihat di depanya ada 9 goblin. "Hehe, saatnya bertarung." Kata Clue kemudian melempar tombak. "Wuss." "Cepp." Tombak menancap di kepala goblin pemanah. "Satu tumbang." Kata Clue kemudian mulai melempar tombak lagi. "Wuss." "Cepp." Tombak menancap di dada salah satu goblin. "Dua tumbang." Clue tersenyum.


"Tersisa empat lagi." kata Clue tersenyum. "Waa." keempat goblin mulai menyerang Clue. Clue tersenyum kemudian menghindari serangan dari goblin. "Lambat." Kata Clue mulai menebas leher goblin. "Crash." "Bukk." Clue menendang goblin yang mendekat ke arahnya.


Clue melompat kemudian menendang kepala goblin. "Bukk." "Crash." "Crash." "Ceep." "Sungguh melelahkan." Kata Clue terengah-engah setelah membunuh 8 goblin. "Baiklah, setelah mengambil Kristal. Aku akan beristirahat sebentar. Sebelum lanjut memburu goblin." Kata Clue berjalan kearah goblin kemudian mulai membelah dada mereka.


Sementara itu kedua pria yang menjaga dungeon berkata. "Setelah 2 menit lagi. Kamu boleh masuk." Kata pria. "Hehe, tentu." Kata seorang pemuda membawa sebuah pedang yang tidak sabar memasuki dungeon.


Saat ini Clue berhenti berjalan dan melihat ruangan seluas 10x10 meter. Clue juga melihat bahwa ada beberapa goblin yang berkumpul di tengah ruangan. "Jadi ini ruangan bos." Kata Clue melihat goblin setinggi 2 meter yang berdiri di tengah. Clue tahu goblin itu dijuluki hobgoblin.


"Waa." Clue melihat hogoblin memerintahkan para goblin untuk menyerangnya. "Hehe, kamu memerintah para prajuritmu untuk mati." Clue tertawa kemudian mulai memegang busur dan memenah goblin yang melesat ke arahnya. "Wuuss." "Ceep." "Wuss." "Ceepp." Setiap anak panah yang ditembakkan oleh Clue. Pasti akan mengenai goblin.


"Aku belum pernah belajar memanah, tapi entah mengapa akurasiku sangat tinggi. Apakah ini efek berlatih kultivasi." Clue tersenyum kemudian melanjutkan memanah goblin."Wuss." "Ceepp." Clue melihat para goblin sudah mendekat ke arahnya kemudian mulai melempar busur dan berlari ke arah goblin.


Clue mengelak serangan goblin kemudian memukul perutnya. "Bukk." "Clue merebut pedang kemudian mulai menebas leher goblin. "4 mati." kata Clue mulai menyerang para goblin. "Waa." "waa." goblin menjerit saat terkena tebasan Clue.


"Woaa." Clue melihat hogoblin mulai berlari ke arahnya. "Hoo, ternyata kamu akhirnya menyerang juga. Clue melihat 3 goblin yang masih tersisa kemudian mulai menebas kedua goblin dengan cepat. "Crash, crash." Saat hendak menebas goblin terakhir. Clue merasakan bahaya dan melompat mundur. "Tingg.!" Clue melihat hobgoblin menebasnya dengan pedang.


"Hampir saja aku mati." Clue tersenyum kecut. "Clue mengambil tombak kemudian melemparnya ke arah goblin. "Ceepp." Goblin yang tersisa mati dengan tombak tertusuk di dadanya. "Tinggal kamu sendiri." Clue tersenyum menyeringai.


"Woaa." Hobgoblin berteriak dan berlari ke arah Clue. Melihat hobgoblin akan menebasnya, Clue mengambil pedang yang tergeletak kemudian menangkis serangan hobgoblin. "Ting!." "Ughh." Clue merasakan tangannya kesakitan dan melihat pedangnya mulai retak. "Sial, dia sangat kuat. Aku terlalu meremehkannya." Kata Clue melompat mundur kemudian mengambil tombak.


Clue kemudian melemparkan tombak ke arah hobgoblin. "Tingg." Hobgoblin menangkis tombak dengan pedangnya. Melihat hobgoblin menangkis tombak Clue tersenyum. "Clue mengambil busur kemudian memanah Hobgoblin. "Wuss." "Ting." Sekali lagi hobgoblin menangkis busur.


Namun clue terus memanah Hobgoblin tanpa henti. "Wuss." "Ting." "Wuss." "Cepp." "Cepp." "Woaa." Hobgoblin kesakitan melihat dua panah menusuk badannya. "Pertahanannya sangat kuat, dia tidak tumbang setelah terkena dua panah." Clue melihat busur tersisa satu kemudian mulai membidik kepala hobgoblin. "Wuss." Setelah memanah Clue melemparkan busur kemudian mengambil tombak dan melemparkan ke arah Hobgoblin. "Ting." "ceep." Hobgoblin berhasil menangkis panah namun tertusuk oleh tombak.


Clue berlari ke arah hobgoblin kemudian menendang tombak yang tertancap di perut hobgoblin. "Mati." "Woaaa." Hobgoblin meraung kemudian jatuh di tanah. Clue melihat hobgoblin mati kemudian terjatuh. "Fiuh. Sungguh melelahkan." Clue tersenyum.