
"Berapa hutang dia denganmu." Kata Clue. "Heh, pemuda siapa kamu, apakah kamu ingin membayar hutangnya." Pria gemuk mengejek. "Aku pacarnya, benar aku akan membayar hutangnya. "Eh." Saat Clue menyebutkan pacar wanita dan membayar hutang, wanita dan pria gemuk terkejut. Clue hanya menatap pria gemuk, Clue tidak melihat wajah wanita yang tersipu saat mendengar kata Clue.
"Hutang dia 10 ribu coin emas." Kata pria gemuk. "Apa itu benar." Clue bertanya pada wanita. "Benar, hutangku 10 ribu coin emas." Wanita mengangguk. "Ini ambilah." Clue mulai melemparkan cincin penyimpanan kualitas rendah ke pria gemuk. Pria gemuk melihat isi di dalam cincin dan mulai tersenyum puas. "Pergilah, mulai sekarang jangan pernah kesini." Clue memancarkan aura peringkat B level 6. Pria gemuk jatuh di lantai dan bekeringat merasakan tekanan dari Clue. "Baik, baik. Saya tidak akan kesini lagi." Kata pria gemuk berkata secara gagap.
Clue melepaskan tekanan setelah mendengarkan kata pria gemuk. Saat tidak merasakan tekanan lagi pria gemuk berpamitan kepada Clue dan mulai keluar. Sementara wanita masih linglung dengan yang dilihatnya.
"Halo, apakah potong rambutnya bisa dilanjutkan" kata Clue. Mendengar kata Clue wanita bangkit dari lamunannya dan mulai berkata. "Terimakasih tuan sudah melunasi hutangku. Cepat atau lambat saya akan melunasinya" "tidak perlu, anggap saja itu imbalan kamu memotong rambutku." Balas Clue. "Tidak tuan, harga potong rambut hanya 50 coin perak." Kata wanita "Sigh, perlu puluhan tahun bagi kamu jika ingin membayar hutangmu. Clue menggeleng." Wanita terdiam mendengar kata Clue.
"Sudahlah anggap saja itu imbalan memotong rambutku, terlebih lagi aku tidak kekurangan uang." Balas Clue. Setelah diam terlalu lama wanita tersenyum "terimakasih tuan. Nindi akan selalu mengingat kebaikan tuan." Clue tersenyum. Nindi pun melanjutkan memotong rambut Clue.
Beberapa menit kemudian Nindi sudah selesai memotong rambut Clue. "Baiklah kalau begitu aku pergi." Kata Clue. "Tunggu tuan" kata Nindi. "Apa." balas Clue. "Jika tuan tidak keberatan Nindi ingin mengajak tuan untuk makan, sebagai ucapan terimakasih." Wajah Nindi tersipu saat mengajak Clue. "Baiklah, lagian aku lagi lapar." Balas Clue. Nindi tersenyum. Dia mengkunci pintu rumahnya dan menutup kaca pintu dengan kain. "Mari tuan masuk kedalam" Clue mengikuti Nindi masuk ke dalam.
"Tunggu disini tuan, saya akan memasak." Kata Nindi tersenyum. Clue mulai duduk dan menunggu. Beberapa menit kemudian Nindi datang dengan beberapa makanan. Saat melihat Nindi Clue terkejut, Nindi memakai make up, dan rambutnya di urai serta dia tidak memakai armor. Clue bisa menebak ukuran payudaranya C cup. Clue baru tersadar bahwa wajahnya lumayan cantik meski tetap kalah dengan Felicia serta Fitria.
Melihat Clue menatap ke payudaranya wajah Nindi tersipu. "ehem." Nindi terbatuk. Clue berhenti menatap payudara Nindi dan berkata. "Pantas saja pria gemuk itu ingin kamu menjadi istrinya, kamu cantik." Clue memuji. Wajah Nindi memerah di puji oleh Clue.
"Kamu tidak makan." Kata Clue menatap Nindi tidak makan. "tidak tuan." Balas Nindi. "jangan panggil aku tuan, panggil saja aku Clue." "Emm, iya Clue." Nindi tersipu. Clue pun mulai makan, Nindi tersenyum melihat Clue makan. "Nindi buka mulutmu" "eh." Nindi membuka mulutnya dan Clue menyuapinya. Wajah Nindi memerah saat di suap oleh Clue.
Clue tersenyum lalu pindah dan duduk di sebelah Nindi. Wajah Nindi memerah saat Clue duduk disebelahnya. "Buka mulutmu." Kata Clue. Nindi menuruti Clue dan membuka mulutnya. Tiba-tiba Clue mencium Nindi. "ermm." Nindi merasakan makanan masuk dari mulutnya. "glek." "ha, haa." "Tuan." Wajah Nindi memerah.
"Sudah kubilang jangan panggil aku tuan." Clue berkata dan mencium bibir Nindi. "ermm.". Clue meremas payudara Nindi. "ahh." Nindi mengerang. "Kita pindah di kamar saja." Kata Nindi dengan wajah memerah. Clue tersenyum dan mengikuti Nindi kemarnya.
Beberapa jam kemudian Clue tertidur dengan Nindi disampingnya. Nindi melihat Clue dengan tersenyum dan berkata. "ermm, asalkan kamu tahu aku bukan perempuan murahan." "Aku tahu." Clue mengangguk. Nindi tersenyum mendengar kata Clue. "emm. Apa kamu tidak kecewa setelah melakukan hal itu denganku, statusku saat ini adalah janda." Kata Nindi. "Tidak, aku justru senang bisa bercinta dengan wanita secantik kamu." Rayu Clue. Nindi tersenyum mendengar kata Clue.
Clue berjalan ke arah Nindi dan meremas payudaranya. "Ahh." "Tunggu, aku sedang memasak." Kata Nindi. "Berhentilah, kita makan di restoran saja." Balas Clue. "Baiklah." Nindi berhenti memasak. "Ayo mandi bersama." Kata Clue. Nindi mengangguk mendengar kata Clue. Clue tertawa melihat Nindi yang patuh. Clue dan Nindi berjalan di kamar mandi.
1 jam kemudian Clue dan Nindi tiba di sebuah restoran. "Eh Nindi, apakah itu pacarmu." Kata wanita pelayan restoran terkejut melihat Nindi datang bersama seorang pemuda. "ehh." wajah Nindi memerah, dia tidak tahu status dirinya dengan pemuda, apakah pemuda menganggap dirinya sebagai wanitanya atau sebagai teman **** aja. "Ayo pesan makan" kata Clue. Nindi mengangguk.
Clue dan Nindi mulai memesan makanan. 1 jam kemudian Clue meninggalkan restoran dengan Nindi. Saat di jalan Nindi tiba-tiba memegang tangan Clue. Clue hanya tersenyum dan memeluk Nindi. Wajah Nindi memerah saat di peluk Clue. Setelah kembali di rumah, Clue dan Nindi langsung berhubungan badan selama sehari.
3 hari kemudian Nindi yang tertidur di samping Clue berkata. "Apakah kita berpacaran." Nindi bertanya. Clue menggeleng. Badan Nindi gemetar melihat Clue menggeleng. "Apakah karena aku seorang janda." Nindi mulai menangis. "sigh." Clue menghapus air mata Nindi dan berkata. "Maaf. aku akan pergi." Clue mengambil sebuah kantong dari cincin penyimpanan dan berkata. "Itu seribu coin emas. Cukup untuk digunakan beberapa bulan." Badan Nindi gemetar lalu melompat dan memeluk Clue.
"Aku tidak butuh uang, aku hanya butuh kamu." Clue merasakan payudara Nindi menyentuh punggungnya. Clue berbalik dan mencium bibir Nindi. "ermm. "Kumohon, bila kamu pergi bawalah aku bersamamu." Nindi berkata. "Aku mempunyai banyak musuh, bahkan kerajaan kecil seperti oxigen ini takut dengan musuhku." Saat mendengar kata Clue Nindi terkejut dan diam. "Terlebih lagi jika kamu mau mengikutiku, statusmu bukan wanitaku tapi sebagai pelayan. Pikirkanlah" kata Clue.
Nindi mengigit bibirnya dan mulai berpikir, sudah lebih 2 tahun dia menjadi janda. Meskipun dia lumayan cantik hanya beberapa pria yang mendekatinya. Karena status dirinya yang janda. Terlebih lagi pria yang mendekatinya bukan kriterianya.
Pemuda yang di sampingnya ini adalah kriterianya. Pemuda disampingnya tampan, dan kuat. Nindi menduga bahwa kekuatan pemuda di atas peringkat C level 4. Karena pria gemuk yang memberi dia pinjaman hutang kekuatannya peringkat C level 4. Terlebih lagi Nindi menduga pemuda dari keluarga yang kaya raya. Karena dengan mudah memberikan dia uang. Nindi tidak akan melewatkan pemuda yang seperti ini. Tapi sayangnya pemuda tidak tertarik dengan dirinya. Pemuda hanya menganggap dirinya sebagai teman ****.
Nindi punya pikiran jika dia tetap di kota ini, mungkin dia hanya mencapai peringkat C paling banyak. Dia akan hidup 500 tahun lalu mati. Jika mengikuti pemuda di sampingnya Nindi mempunyai pikiran bahwa dia bisa menorobos peringkat B dan hidup seribu tahun. "Baiklah, aku akan menjadi pelayanmu." Kata Nindi. "Baiklah, ini makanlah." Clue melempar 2 pil poin level 1 kepada Nindi. Nindi menerima pil dan mulai memakannya. Merasakan energi pil Nindi mulai memejamkan matanya.
Melihat Nindi memejamkan matanya. Clue duduk di sampingnya, dan mulai memakan daging yang dia ambil dari tabel penyimpanannya. 2 jam kemudian Nindi membuka matanya dan berkata "Aku menerebos 2 level" Nindi sangat senang lalu memeluk Clue yang di sampingnya. "Terimakasih banyak." Beberapa detik kemudian Nindi melepaskan pelukannya dan tersenyum malu. "Maaf tuan, Nindi terlalu senang." Nindi tahu bahwa status dirinya sekarang adalah pelayan pemuda.
Clue tersenyum dan berkata. "Tidak masalah, meski kamu jadi pelayanku, kamu tahu kan tuan dan pelayan sering melakukan hubungan ****." Clue tersenyum dan mulai meremas pantat Nindi. Nindi tersenyum bahagia dan mencium bibir Clue. "ermm." Yang ada dipikiran Nindi sekarang adalah tetap berada di samping pemuda. Meskipun statusnya hanyalah seorang pelayan.
Beberapa jam kemudian Clue dan Nindi meninggalkan kota. Karena tidak ingin memperlambat perjalanan, Clue menggendong Nindi. Nindi tersenyum saat dirinya digendong, dan memeluk Clue sangat erat. Clue hanya terdiam saat melihat Nindi memeluknya sangat erat, dan terus berlari dengan sangat cepat.