
3 Jam kemudian Clue membuat sebuah tenda. "Kamu masih belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana kamu bisa berada di dunia ini." tanya Grace. "Aku menjelajahi luar angkasa." Balas Clue. "Sepertinya aku harus menjelajahi luar angkasa juga." Gumam Grace.
"Paman kucing, Rapunsel ingin tidur." Rapunsel masuk ke dalam tenda. "Tidurlah, paman akan menjagamu di luar." "Paman kucing memang yang terbaik." Rapunsel tersenyum. "Apa kamu benar seekor kucing." Grace menatap Clue. Clue menghela nafas kemudian berubah menjadi kucing kuning. "Ahhh." Grace terkejut melihat Clue.
"Apa kamu sudah puas." Clue melihat Grace. "Imutnya." Grace memeluk Clue. "Hei, lepaskan aku, aku tidak suka di peluk saat berada dalam bentuk kucing." Clue berteriak. "Tapi kamu sungguh imut." Grace tersipu.
Clue kemudian berubah menjadi manusia. "Hei, bisakah kamu menjadi kucing lagi." Grace menatap Clue. "Tidak." Clue menggeleng. "Pelit." Grace mendengus. "Mengapa kamu begitu terobsesi dengan bentuk kucingku." Clue melihat Grace. "Yah, karena aku suka menyukai hewan." Balas Grace.
Clue melihat Grace kemudian berubah menjadi manusia setengah kucing. "Grace berjalan ke arah Clue kemudian menyentuh telinga Clue. "Apa telinga ini nyata." Tanya Grace menyentuh telinga Clue. "Sangat nyata." Balas Clue. "Jika begitu ekor ini juga nyata." Grace menyentuh ekor kucing Clue.
Saat ekornya di sentuh, Clue secara reflek memeluk Grace. "Kenapa kamu memelukku." Grace menatap Clue. "Kamu juga kenapa menyentuh ekorku." Balas Clue menatap Grace. Clue dan Grace kemudian saling menatap. "Berhentilah menatapku." Grace tersipu dan mendorong Clue.
Clue melihat Grace dan bergumam. "Status Grace." Sebuah tabel status muncul di depan Clue
Nama : Grace
Usia : 403 Tahun
Ras : Elf Demigod
Job : Mantan Ratu Elf
Kekuatan : 403, 000
Agility : 403,000
Vitalitas : 403, 000
Stamina : 395,000/403, 000
Ki/Mana : 400,000/403, 000
Sifat : Adil, Baik
Info tambahan : Memiliki Tubuh Special
Melihat status Grace Clue bergumam. "Dia jauh lebih kuat dari Steven. Jika dia tidak bertemu denganku saat pertarungan antar galaxy. Mungkin dia akan jadi juara 3." "Hei, mengapa kamu terus menatapku." Grace melihat Clue. "Aku memiliki nama, jadi jangan panggil aku hei. Dan juga aku menatapmu, karena aku terpesona oleh kecantikanmu." Clue menatap Grace. "Kamu memiliki mulut yang manis." Grace tersenyum.
"Kalau begitu, berapa banyak anak yang kamu punya saat ini." tanya Clue. "Huh, aku tidak memiliki anak sama sekali." Grace melihat Clue. "Sangat di sayangkan sekali berumur 4 abad namun tidak memiliki anak." Clue menggeleng. "Bagaimana kamu bisa tahu usiaku." Grace terkejut.
"Aku mendapatkan informasi dari beberapa elf." Balas Clue berbohong. "Heh, kamu tidak bisa membohongiku. Kami ras elf bisa merasakan kebohongan." Grace mengejek. Clue terdiam mendengar kata Grace.
"Benar, apa kamu tidak pernah menyukai pria selama ini." Tanya Clue. "Aku hanya pria yang lebih kuat dariku. Namun di dunia ini tidak ada pria yang jauh lebih kuat dariku." Grace menatap langit. "Aku jauh lebih kuat darimu. Apa berarti kamu menyukaiku." Clue tersenyum.
"Dulu memang kamu jauh lebih kuat dariku. tapi tidak sekarang." kata Grace penuh percaya diri. "Oh, mengapa kita tidak bertarung saja. untuk membuktikan apa kamu jauh lebih kuat dariku." Clue tersenyum. "Bukankah sudah kubilang. Dunia ini akan hancur jika kita bertarung dengan serius." "Telelportasi." Kata Clue memegang bahu Grace. Grace kemudian terkejut saat melihat dirinya berada di luar angkasa.
"Baiklah, aku akan membiarkanmu menyerangku tiga kali, dengan serangan terkuatmu." Clue tersenyum, "Heh, jangan pernah menarik kata-katamu." Kata Grace kemudian tubuhnya mulai terbelah. Clue kemudian melihat 10 Grace dengan warna rambut yang berbeda.
"Aku sudah pernah melihat skillmu ini." Clue melihat 10 Grace. "Memangnya kenapa jika kamu sudah melihatnya. Aku saat ini jauh lebih kuat dari dulu." kata 10 Grace berbicara secara bersamaan.
Clue kemudian melihat 10 Grace membuat 10 lotus raksasa. "Terima ini." 10 Grace berteriak dan melemparkan 10 lotus. "Booomm." Ledakan besar terjadi. "Apa dia mati." 10 Grace berbicara secara bersama.
"Serangan lemah seperti itu tidak akan pernah bisa melukaiku." Clue muncul tanpa ada luka di tubuhnya. Grace mengigit bibirnya kemudian sekali lagi membuat 10 lotus. "Gabungkan lotus." 10 Lotus kemudian bergabung menjadi 1. Clue melihat Lotus raksasa bewarna-warni. "Matii." Teriak Grace kemudian lotus raksasa melesat ke arah Clue. "Booomm." Ledakan besar terjadi.
Saat ini di dalam menara Tian Long, Elizabeth, Jennie dan Mary sedang melihat sebuah layar di depan mereka. "Apa tuan baik-baik saja." Elizabeth khawatir. "Dia pasti baik-baik saja. Serangan itu lebih lemah dari milikku." Balas Tian Long.
Saat ini Grace melayang di langit dan melihat Clue tidak memiliki luka sama sekali. "Bagaimana bisa kamu tidak terluka setelah terkena serangan terkuatku." Grace terkejut. "Jawabannya sederhana. Karena aku jauh lebih kuat darimu." Clue tersenyum.
"Kamu masih memiliki satu kesempatan untuk menyerangku." Clue melihat Grace. 10 Grace kembali menjadi satu kemudian sebuah tombak kayu muncul dari udara kosong. "Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan senjata ini untuk melawanmu. Tapi kamu sendiri yang memintanya."
Melihat tombak di tangan Grace Clue bergumam. "Aku merasakan bahaya dari tombak kayu itu." "Baiklah Clue. Terima seranganku ini." Grace melemparkan tombak kayu ke arah Clue. saat hendak menghindari tombak. Clue terkejut dirinya tidak bisa bergerak. "Berengsek, mengapa aku tidak bisa bergerak." Clue mengutuk kemudian menahan tombak dengan kedua tangannya. "Buzzz." Tombak menghancurkan kedua tangan Clue dan menembus tubuhnya.
"Uuggghhh." Clue muntah darah dan melihat lubang besar di perutnya. "Senjata apa itu." Clue terkejut. "Ahhh, kamu tidak mati setelah terkena tombakku. Jika di perang antar galaxy aku sudah memiliki tombak ini. aku pasti akan menang darimu." Grace tersenyum.
Clue melihat tubuhnya beregenerasi dengan cepat, dan tubuhnya kembali seperti sediakala tanpa sedikitpun luka. "Kemampuan regenerasimu sungguh mengerikan." Grace terkejut melihat kecepatan pemulihan Clue.
"Aku mengakui serangan terakhirmu sangat mengerikan. Sekarang giliranku untuk menyerangmu." Kata Clue kemudian mengambil ice blade dari tabel penyimpanannya. "Terimalah serangan ini." Clue muncul di depan Grace dan menebasnya. "Tinggg." Grace menahan tebasan Clue dengan tombak kayunya. Namun Grace terkejut kedua tangannya membeku.
"Tongkat itu tidak membeku." Clue terkejut melihat tombak kayu Grace tidak membeku. Sementara kedua tangan Grace telah membeku. Clue memanfaatkan Grace yang kebingungan kemudian menusuk jantungnya. "Pucchiii." "Ugghhh." Grace muntah darah saat jantungnya di tusuk oleh Clue. "Apa kamu menyerah. Jika kamu tidak menyerah, tubuhmu akan membeku." Kata Clue melihat tubuh Grace membeku dengan cepat.
"Dasar bajingan, aku menyerah." Grace menatap tajam pada Clue. Jika tidak menyerah Grace tahu dirinya akan membeku selamanya. Clue mencabut pedangnya kemudian es di tubuh Grace pecah.
"Jika kamu tidak menggunakan pedang itu. Kamu tidak akan menang melawanku." Grace menatap Clue. "Wanita ini tidak pernah menerima kekalahannya." Gumam Clue melihat Grace. "Bisakah aku melihat tombak kayumu." Clue melihat tombak kayu di tangan Grace.