
"Fernando Clue De Lopez awakened tingkat 1." Pemuda gemuk membaca kartu yang di tunjukan Fernando. "Aahhh." Semua murid di kelas terkejut mendengar kata pemuda gemuk.
"Aku menjadi awakened dan besok akan pindah sekolah." Kata Fernando. Semua murid di kelas terdiam mendengar kata Fernando.
"Karena kamu menjadi awakened. Kamu harus mentraktir kita semua." Kata pemuda berambut pendek. "Benar." Pemuda gemuk mengangguk. "Baiklah, setelah pulang sekolah aku akan mentraktir kalian semua." Fernando tersenyum.
Saat ini Clue dalam bentuk kucing sedang duduk di pohon yang berjarak 10 meter dari kelas Fernando. "Tidak ada masa-masa paling indah. Selain masa di sekolah." Clue tersenyum dan mengelus ekor miliknya.
5 Jam kemudian Clue sedang berada di sebuah café bersama teman-teman sekelasnya. "Fernando apa kamu tidak ingin menyatakan perasaan kepada Dini." Pemuda gemuk berbisik kepada Fernando.
Fernando menghela nafas kemudian berdiri dan berjalan ke arah Dini. "Din, aku suka denganmu. Ayo kita jadian." "Terima." Kata pemuda gemuk. "Terima." "Terima." Kemudian murid lainnya juga berkata terima. "Baiklah. Ayo kita jadian." Dini tersipu dan mengangguk dengan malu. "Horeee." Semua murid bertepuk tangan.
"Dini ayo ikut aku." Bisik Fernando. "Ikut kemana." Tanya Dini. "Teman-teman aku akan pergi duluan. Aku sudah membayar pesanan kalian. Jadi jangan khawatir." Fernando berteriak kemudian menarik tangan Dini. Fernando dan Dini kemudian keluar dari café.
Fernando dan Dini berjalan bergandengan tangan. "Aku tidak menyangka kamu akan menjadi awakened." kata Dini melihat Fernando. "Aku juga tidak menyangka." Balas Fernando. "Jika kamu pindah sekolah. Kita akan jarang bertemu." Dini melihat Fernando. "Aku janji setiap hari libur, akan menemuimu." Balas Fernando.
"Apa kamu masih tidak punya smartphone." Tanya Dini. Fernando menghela nafas dan menggeleng. "Itu bukan masalah. Bukankah setiap hari libur kamu akan menemuiku." Dini tersenyum. Fernando tersenyum mendengar kata Dini.
Saat ini Clue yang sedang mengikuti Fernando bergumam. "Menyedihkan. Aku akan membantu keuangannya." Clue melihat pil putih di tangannya dan berkata. "Pil yang dapat membuat seseorang yang mengkonsumsinya mempunyai kekuatan setara awakened tingkat 1. Seharusnya pil ini seharaga 1 miliar."
"Tapi aku akan mengkonsumsi pil ini dulu." Clue kemudian menelan pil. Tubuh Clue kemudian di selimuti cahaya putih dan berapa detik kemudian cahaya putih di tubuhnya meredup. "Semua status anda meningkat 100 poin." Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Mama-mama. Tubuh om itu tiba-tiba bersinar." Seorang anak kecil perempuan menunjuk Clue. "Diam, om itu pasti awakened dan memamerkan kemampuannya." Kata ibu anak kecil.
"Adik, apa kamu mau permen." Clue memunculkan permen lollipop dari udara kosong. "Ahh. Terimakasih om." Anak kecil menerima permen. Clue tersenyum kemudian berjalan pergi.
Saat ini Fernando dan Dini sedang berada di sebuah taman. Fernando memeluk Dini kemudian mencium bibirnya. "Eemm." Dini terkejut saat Fernando tiba-tiba menciumnya.
"Kita sedang berada di tempat ramai." Dini tersipu malu dan mendorong Fernando. "Abaikan saja orang lain Din. Anggap saja dunia ini milik kita berdua." Fernando melihat Dini.
"Hahaha, dia sama sepertiku." Clue yang mendengar kata Fernando tertawa terbahak-bahak. "Dik, jika ingin ciuman jangan disini." Clue melihat seorang wanita menegur Fernando dan Dini. "Hahaha, dia di tegur seseorang.." Clue tertawa.
Melihat seorang wanita menegurnya Fernando menarik tangan Dini dan berjalan pergi. Fernando dan Dini kemudian duduk di sebuah kursi. "Wanita itu seperti tidak pernah merasakan masa muda." Fernando mencibir. "Hehe." Dini tersenyum mendengar kata Fernando.
30 Menit kemudian Dini melihat jam di tangannya. "Fernando, ayo kita pulang." Kata Dini. "Baik." Fernando mengangguk. Fernando dan Dini kemudian berjalan bergandengan tangan.
Dini tersenyum kemudian masuk ke dalam rumahnya. "Hoho, pacar kecilmu tidak buruk." Clue muncul di samping Fernando. "Ayo kita pulang." Fernando kemudian berlari. Clue kemudian mengikuti Fernando.
5 menit kemudian Clue dan Fernando telah kembali ke rumah. "Aku akan berlatih kultivasi, jangan ganggu diriku." Fernando melihat Clue kemudian masuk ke dalam kamarnya. "Baiklah." Balas Clue kemudian masuk ke dalam kamarnya. Setelah masuk ke dalam kamar Clue bergumam. "Aku penasaran, apakah Tian Long baik-baik saja."
Keesokan harinya Clue dan Fernando berada di depan sebuah sekolah yang besar. "Apa kamu gugup." Clue melihat Fernando. "Mengapa aku harus gugup. Aku hanya pergi sekolah." Balas Fernando kemudian berjalan masuk ke sekolah.
Saat masuk ke sekolah. Fernando menarik perhatian para murid karena seragam miliknya berbeda sendiri. "Halo, aku ingin bertanya dimana ruang kepala sekolah." Fernando bertanya kepada murid perempuan. "Kamu tinggal lurus saja. Nanti kamu akan menemukan ruang kepala sekolah." Balas murid perempuan. "Terimakasih." Balas Fernando kemudian terus berjalan.
Tidak lama kemudian Fernando menemukan ruangan kepala sekolah. "Tok, tok." Fernando mengetuk pintu. "Masuklah." Fernando mendengar sebuah suara dan masuk ke dalam. Saat masuk ke dalam Fernando melihat seorang wanita berusia 25 tahunan berpakaian batik yang sedang duduk di kursi.
"Apa kamu Fernando murid pindahan dari sma Jember." Tanya wanita. "Benar bu. Saya adalah Fernando." Fernando mengangguk dan menunjukan kartu identitas awakened miliknya. Wanita melihat kartu identitas milik Fernando dan berkata. "Kamu akan belajar di kelas E." "Baik bu." Fernando mengangguk.
"Pergilah ke ruang guru dan temui pak Fauzi. Dia adalah wali kelasmu dan akan memberimu pakaianmu." Kata wanita. "Baik bu. Jika begitu saya ijin pergi." Balas Fernando kemudian keluar ruangan.
Saat ini Fernando melihat ruang guru kemudian masuk ke dalam. "Permisi, saya ingin menemui pak Fauzi." Kata Fernando. "Aku Fauzi. Apa kamu murid baru." Kata seorang pria kurus berusia 30 tahunan. "Benar pak. Saya adalah murid baru." Fernando mengangguk.
"Kemarilah, ini pakaianmu." Kata pria bernama Fauzi menunjukan beberapa pakaian yang di bungkus plastik. Fernando kemudian memasukan pakaian ke dalam tasnya.
"Pelajaran pertama akan dimulai dalam 2 menit lagi. Semua murid diharapkan masuk ke dalam kelas masing-masing." Fernando mendengar suara speaker pengumuman.
"Apa kamu tahu dimana kelasmu berada." Tanya pria bernama Fauzi. "Tidak tahu pak." Fernando menggeleng. "Jika begitu, ikuti aku." Fauzi berjalan pergi. Fernando kemudian mengikuti Fauzi.
Tidak lama kemudian Fauzi berhenti di depan sebuah kelas. "Terimakasih pak." Fernando melihat Fauzi kemudian masuk ke dalam kelas. Saat masuk ke dalam kelas Fernando menjadi pusat perhatian.
"Oohh. Ternyata kita kedatangan murid baru." Seorang murid dengan rambut punk melihat Fernando. "Jika dia di kelas e. Berarti dia awakened tingkat 1." Kata pemuda gemuk. Fernando kemudian melihat seorang pria berkumis berpakaian batik masuk ke dalam kelas.
Semua murid kemudian berdiri saat pria berkumis masuk ke dalam kelas. "Murid baru, silakan kenalkan dirimu terlebih dulu." Kata pria berkumis. "Perkenalkan, saya adalah Fernando Clue De Lopez. Nama panggilanku adalah Fernando." Kata Fernando mengenalkan dirinya.
"Apa kemampuan awakened milikmu." Tanya murid berkacamata. "Kemampuan awakened milikku adalah hewan yang ku kontrak memiliki kekuatan sama sepertiku." Balas Fernando. "Oohh." Semua murid terkejut mendengar kata Fernando.
"Baiklah, kamu bisa duduk Fernando." Kata pria berkumis. "Baik pak." Fernando kemudian duduk di kursi kosong tepat di belakang. "Pelajaran hari ini adalah mengontrol mana yang kita miliki." Kata pria berkumis. "Oohh." Fernando terkejut mendengar kata pria berkumis. Karena di sekolah lamanya tidak ada pelajaran seperti ini.