Rebirth With System

Rebirth With System
Membeli Ginseng



"Ahh, benua timur. Bukankah disana tempat tinggalmu kak." Kata Dinda, Dinda hormat kepada Ratna karena dia lebih cantik darinya dan lebih kuat. "Aku berasal dari benua selatan, bukan benua timur." Balas Ratna. "Oh, benua selatan ya. Kudengar disana selalu terjadi perang antar ketiga ras setiap tahun." "Kamu benar. hidup disana tidak damai seperti di disini." Kata Ratna.


Sementara itu Clue sedang duduk dan menelan tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun yang ada di tangannya. (Selamat anda mendapatkan 10 poin) Melihat notifikasi muncul Clue bergumam. "tabel status."


Nama : Clue


Umur : 27 tahun


Job : Patriack Akademi Knight


Level : 801 next butuh 59,800 exp


Ras : Manusia


Kekuatan : 933 (+372)


Agility : 933 (+372)


Vitalitas : 933 (+372)


Stamina : 810/933


Mana : 830/933


Poin : 10


Coin :17,931, 700


Tabel status muncul di depan Clue. Clue mulai menambahkan 2 poin pada kekuatan, agilty, vitalitas, stamina dan mana. Sinar putih pun menyelimuti tubuh Clue. "Sekarang aku setara dengan level 935. Sekali lagi aku bertambah kuat" kata Clue tersenyum.


"Sayang, setiap kali sinar putih menyelimuti tubuhmu aku merasa kamu selalu bertambah kuat." Kata Emilia terbangun dan memeluk Clue. "Hehe, benar. Itu adalah salah satu caraku bertambah kuat." "Ahh, rupanya kamu masih kurang ya." Kata Clue saat melihat Emilia memegang burungnya. Clue mulai mencium bibir Emilia dan sekali lagi suara erangan dan ******* terdengar.


Keesokan harinya. "Ermm." Emilia mencium bibir Clue. "Pagi sayang." kata Emilia. "Pagi juga." Clue tersenyum. "Baiklah, pakai bajumu. Kita akan pergi ke ibukota dimana istana Elf berada." "Ah, sayang apa kamu tidak takut bila para Elf menyerangmu." "Jika mereka menyerangku. Aku akan membunuh mereka." Kata Clue menyeringai.


Clue dan Emilia mulai berpakaian. Tidak lama kemudian Clue dan Emilia pergi meninggalkan istana dan melesat menuju utara.


6 jam kemudian Clue dan Emilia melihat sebuah kota. Clue dan Emilia pun berjalan mendekat ke arah gerbang kota. "Lihat, sepertinya mereka berdua manusia." Kata penjaga saat melihat Clue. "Ahh laki-laki itu ahli peringkat A level 4. "Cepar. segera lapor." Kata salah satu penjaga. "Ada manusia peringkat A level 4." Kata penjaga berlari. "Hebat, penjaga disini peringkat A level 1." Kata Clue terkejut melihat kekuatan ketiga penjaga.


"Ahh, hanya sebuah penjaga gerbang mempunyai kekuatan peringkat A level 1." Emilia terkejut mendengar kata Clue. "Manusia kenapa kamu kemari." Kata ketiga penjaga saat melihat Clue semakin mendekat. "Aku disini mencari sesuatu." Kata Clue santai.


"Aku disini ingin membeli tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun. Apakah salah satu dari kalian menjualnya. Jika kalian menjualnya aku akan membeli." Kata Clue.


"Hoho Nak, aku punya tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun. Aku akan menjualnya seharga 5 juta coin emas. Apakah kamu ingin membelinya." Kata Elf paruh baya tertawa. "Ahh, bukankah harganya itu sudah 5x lebih tinggi. Harga tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun umumnya 1 juta coin emas." Kata Emilia. "Hehe, karena ini tumbuhan ginseng punyaku. Aku bebas menjualnya dengan harga berapapun." Kata Elf paruh baya.


"Baiklah, aku akan membelinya dengan harga 5 juta coin emas." Kata Clue. "Ehh." ketiga elf paruh baya, dan ketiga penjaga terkejut Clue dengan mudahnya setuju. "Haha, aku bercanda menjualnya dengan harga segitu. Aku menjualnya dengan harga 10 juta coin emas." Elf paruh baya menyeringai. "Ahh. kamu mempermainkan kami." Emilia marah menunjuk Elf paruh baya.


"Hmm, aku akan membelinya." Kata Clue. "Haha, rupanya kamu kaya juga." Elf paruh baya tertawa. Tanpa basa-basi Clue melemparkan sebuah cincin ke pria paruh baya. Ketiga elf paruh baya dan penjaga terkejut melihat Clue melempar sebuah cincin. Elf paruh baya menangkap cincin dan memeriksa isi di dalam cincin lalu berkata. "Ini ambilah, tak kusangka kamu serius ingin membeli tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun." Elf paruh baya melemparkan sebuah kotak kepada Clue.


Saat memeriksa kotak dan melihat isinya sebuah tumbuhan dan ada notifikasi yang muncul Clue mengangguk. "Tumbuhan ginseng berumur 4000 tahun memakannya memberikan 40 poin tambahan. Efeknya akan berkurang setelah memakan yang kedua." Clue memasukan kotak ke dalam cincinnya lalu berkata. "baiklah, aku akan pergi." Kata Clue lalu meninggalkan ibukota bersama Emilia.


Tidak lama setelah Clue pergi, seorang penjaga yang melapor kembali dengan sepuluh Elf. "Hei, Monaz dimana manusia itu." kata Elf yang memiliki bekas luka di wajahnya bertanya kepada elf yang menjual tumbuhan ginseng kepada Clue. "Oh, dia baru saja pergi setelah membeli tumbuhan ginsengku." Balas Elf yang dipanggil Monaz. "****, kalian lama sekali. Manusia itu sangat kaya. Ayo kejar." Kata Elf paruh baya yang berdiri di samping Monaz.


"wuss." "wuss." Kesebalas elf melesat menuju arah dimana Clue pergi. "Hei, Alu. Kenapa kamu tidak ikut mengejar manusia tersebut." Kata Elf yang dipanggil Monaz. "Hmm, aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada manusia itu. buktinya dia terlalu tenang, saat berhadapan dengan kita tadi." Kata Elf paruh baya yang di panggil Alu. Monaz hanya terdiam tidak menjawab.


"Sayang, mereka mengikuti kita." Kata Emilia saat melihat banyak Elf di belakangnya. "Haha, aku akhrinya menemukan manusia." Teriak salah satu elf yang mengejar Clue. Clue dan Emilia berhenti.


"Huh, apa yang kalian mau." Kata Clue berpura-pura gugup. "Haha, ikutlah dengan kami nak." balas Elf yang memiliki luka di wajahnya. "kalau aku tidak mau." Balas Clue. "Kami akan menggunakan kekerasan." Kata Elf yang memiliki bekas luka diwajahnya. "Cihh, banyak bicara." Kata Clue melesat ke arah para elf. "Serang." "Crash." "Ahhh." "Crash." "Arghh." Setiap Elf yang dilewati Clue pasti akan mati dengan kepala terpotong atau leher tertusuk.


Kurang dari 1 menit hanya tersisa dua elf dari sebelas Elf. Elf yang memiliki bekas luka diwajahnya dengan Elf wanita sekisaran 40 tahunan. "Hehe, hanya tersisa kalian berdua." Clue menyeringai. "Tidak, bagaimana mungkin peringkat A level 4 sekuat ini." Elf yang memiliki bekas luka diwajahnya ketakutan melihat betapa mudahnya Clue membantai 9 elf yang memiliki kekuatan peingkat A level 4 dan 5 sama seperti dirinya.


"Hehe, tapi sayangnya kekuatanku setara dengan peringkat A level 9, dan kalian berdua akan mati." Clue menyeringai dan melesat ke arah Elf yang memiliki bekas luka diwajahnya.


"Tidak.." "crash." Elf tersebut kepalanya terpotong akibat tebasan Clue. "Kumohon, jangan bunuh aku." Elf wanita berumur 40an gemetaran saat Clue semakin mendekat kearahnya. Clue mulai memeriksa wajah dan tubuh Elf wanita lalu menjilat bibirnya. "Aku ingin sekali merasakan seperti apa rasa elf mature." Kata Clue. Elf wanita semakin ketakutan, dia tidak mengerti apa arti mature.


"Bukk." "ugghh." Clue memukul elf perempuan. Elf wanita pingsan akibat pukulan Clue. Clue mengambil token teleportasi dan melemparkan ke Emilia. Emilia terkejut dan mengangkap token. "Kembalilah terlebih dulu ke dinasti Azure. Aku masih ingin melakukan sesuatu." Kata Clue. Emilia mengigit bibirnya dan berkata. "Baiklah sayang, temui aku secepat mungkin." Badan Emilia bersinar lalu beberapa detik kemudian menghilang.


Setelah menjarah peralatan dan cincin penyimpanan yang ditinggalkan oleh 10 mayat elf. Clue membawa Elf wanita yang pingsan. Beberapa menit kemudian Clue tiba di sebuah gua. Clue mengambil pil penyembuh level 1 dan memasukan ke dalam mulut elf wanita. Tidak lama kemudian Elf wanita terbangun.


"Ahhh." Elf wanita menjerit saat melihat Clue berada di depannya dan spontan menyerang. Clue dengan mudah menghindari serangan Elf perempuan. "Oh, apakah kamu ingin mati." Kata Clue. Badan Elf gemetar lalu membungkuk. "Tuan, kumohon jangan bunuh aku." "Haha, baiklah aku tidak akan membunuhmu. Asalkan kamu menuruti permintaanku." Kata Clue. "Ahhh, benarkah tuan." Clue mengangguk lalu berkata. "Siapa namamu." Kata Clue. meski Clue sudah tahu namanya dia tetap bertanya.


"Saya dipanggil Syafin tuan." "Baik Syafin, masih banyakah para elf di kota inti yang membenci manusia, dan seberapa kuat mereka." Kata Clue. "Masih ada 10 elf yang membenci manusia kekuatan mereka antara lain peringkat A level 6 sampai 10, dan yang paling kuat adalah Antonio dan Barrack mereka berdua peringkat A level 10. Mereka baru saja tiba dari benua selatan seminggu lalu." Balas Syafin.


"Hmm, 2 peringkat A level 10 ya. Sepertinya aku harus menunda rencanaku dulu. Saat kekuatanku sudah mencapai peringkat A level 10. Mungkin aku bisa mencoba menguasai benua timur." Clue bergumam di dalam pikirannya. Dia tahu bahwa ada peringkat S di kerajaan Elf, dan dengan kekuatannya yang setara peringkat A level 9, Clue tidak percaya diri mengalahkan peringkat S meskipun berubah menjadi manusia setengah naga. Dia tahu bahwa peringkat s pasti menggunakan peralatan yang menambahkan 50% status. Sedangkan dirinya hanya mempunyai peralatan yang menambahkan 40% status.


"Baiklah, lepaskan bajumu." Kata Clue kepada Syafin. "Apa." Syafin tidak percaya oleh apa yang dia dengar. "Aku tertarik denganmu, lepaskan pakaianmu. Jika kamu tidak mau. Aku akan membunuhmu." Kata Clue. badan Syafin gemeteran lalu melepaskan armor dan pakaiannya.


"Hmm, tidak buruk." gumam Clue. Dia melihat badan seksi Syafin mirip seperti rapunsel dan dada ukuran C cup. "Haha, jangan berpikir untuk berniat buruk. Karena itu bisa mengundang kematianmu." Kata Clue lalu berjalan ke arah Syafin.