Rebirth With System

Rebirth With System
S5 Rencana Jahat



Clue teleportasi bersama Elizabeth. Elizabeth melihat dirinya berada di dekat kolam. "Clue, apa tingkat kultivasimu sebenarnya. Tidak mungkin seorang kultivator kaisar tingkat 2. Memiliki kemampuan teleportasi yang sangat jauh." Tanya Elizabeth. "Jika kamu meninggalkan suamimu. Aku akan memberitahu tingkat kultivasiku sebenarnya." Clue tersenyum dan mencium bibir Elizabeth. "Aku pergi Elizabeth." Kata Clue menghilang.


Clue muncul di pegunungan dan melihat Fernando, Ambar dan Ray sedang duduk di dekat api unggun. "Bagaimana, apa kamu sudah mengumpulkan cukup banyak coin." Clue melihat Fernando. "Belum." Fernando menggeleng.


Clue duduk di sebelah Fernando dan mengeluarkan anggur. "Mau minum." Clue menawarkan anggur kepada Fernando. "Fernando masih dibawah umur Clue. Tunggu sampai usianya 18 tahun." Ambar melihat Clue. "Baiklah, apa nenek mau minum." Clue menawarkan anggur kepada Ambar. "Aku tidak suka minum." Ambar menggeleng. "Jika begitu, aku akan minum sendirian." Balas Clue meminum anggur.


Keesokan harinya Clue berada di pegunungan bersama Ray. "Clue, jika kamu kembali ke kota bawa aku. Disini hanya ada monster di bawah tingkat s. Jadi kamu tidak perlu khawatir dengan Fernando dan neneknya." Ray melihat Clue. "Baiklah, Felicia juga ingin melihatmu." Kata Clue teleportasi bersama Ray.


Clue dan Ray muncul di sebuah taman. "Ray." Clue melihat Felicia berlari ke arahnya dan memeluk Ray. "Aku sangat merindukanmu." Felicia tersenyum dan mengelus kepala Ray. "Hari ini kamu yang akan memutuskan kita akan pergi kemana." Clue melihat Felicia. "Jika begitu, ayo kita berkeliling kota senior." Felicia tersenyum dan memeluk anjing husky.


1 Jam kemudian Clue dan Felicia telah kembali ke taman. "Ray, besok kita akan jalan-jalan lagi." Felicia mencium kepala Ray. "Aku iri dengan Ray. Dia mendapatkan ciuman darimu. Sementara aku tidak." Clue melihat Felicia. "Apa senior ingin dicium juga." Tanya Felicia. Clue mengangguk.


Felicia berlari dan memberikan ciuman jauh kepada Clue. "Aku sudah memberikan ciuman jauh kepada senior." Felicia tertawa. "Baiklah, ayo kita kembali ke pegunungan." Kata Clue teleportasi bersama Ray.


12 Jam kemudian Clue berada di pegunungan bersama Fernando, Ambar dan Ray. "Aku akan pergi." Kata Clue melihat Fernando. "Baiklah." Balas Fernando. Clue kemudian menghilang.


"Fernando sampai kapan kamu mau di pegunungan." Tanya Ambar. "Aku tidak tahu nek." Fernando menggeleng. Fernando masih mengumpulkan coin untuk membeli buku skill.


Clue muncul di sebuah jalan dan berkata. "Karena Elizabeth sudah jatuh ke pelukanku. Saatnya menaklukan anaknya." Clue menyeringai dan merubah penampilannya menjadi Luo Han ayah Felicia.


Clue menghilang dan muncul di sebuah ruangan. Clue melihat Felicia sedang menyisir rambutnya di cermin. "Ayah." Felicia terkejut melihat ayahnya masuk ke dalam kamarnya. Clue berjalan ke arah Felicia dan menyegel kultivasinya. "Ayah apa yang kamu lakukan." Tanya Felicia. Clue kemudian membuat Felicia tidak bisa berbicara.


Clue menggendong Felicia ke ranjang dan merobek pakaiannya. "Eemm." Felicia panik dengan perbuatan ayahnya. Clue menyeringai dan menusuk milik Felicia. "Eeemm." Felicia menangis melihat ayahnya sendiri memperkosanya.


1 Jam kemudian Clue memakai bajunya dan berkata. "Jangan bicara pada siapapun terutama pada ibumu tentang kejadian ini." Clue berjalan keluar kamar. "Hiks hiks." Felicia menangis melihat Clue yang keluar dari kamar.


Setelah keluar dari kamar Clue menghilang dan muncul di penginapan. Clue merubah penampilannya dan tertawa. "Hahaha. Tidak lama lagi keluarga kalian akan hancur."


Keesokan harinya Clue berada di sebuah taman dan melihat Felicia sedang duduk di taman. "Ada apa denganmu." Clue duduk di samping Felicia. "Aku tidak apa-apa senior." Felicia tersenyum. "Jika kamu punya masalah, katakan saja padaku. Aku adalah kultivator tingkat kaisar level 2. Aku dapat membantu masalahmu." Clue menyentuh bahu Felicia.


Mendengar kata Clue Felicia meneteskan air mata. Clue memeluk Felicia dan berkata. "Denga menangis dapat meringankan beban hatimu. Jadi menangislah." "Hiks, hiks." Felicia mulai menangis di pelukan Clue.


"Kudengar putri Felicia sering keluar bersama kultivator bernama Clue. Ternyata rumor itu benar." Seorang pria melihat Clue yang memeluk Felicia. "Clue adalah kultivator tingkat kaisar dan memiliki wajah tampan. Wajar jika putri Felicia tertarik dengannya." Kata pria lain. "Abaikan kata mereka." Kata Clue mengelus rambut Felicia.


"Kamu bisa bercerita." Kata Clue duduk di ranjang. Felicia duduk di ranjang dan menceritakan bahwa ayahnya memperkosa dirinya. "Berengsek, dia adalah raja negeri ini dan ayahmu. Bisa-bisanya dia memperkosamu." Clue berteriak marah.


"Aku tahu bahwa ayah tertarik dengan perempuan muda. Tapi aku tidak menyangka bahwa ayah akan menidurinya putrinya sendiri." Felicia mulai menangis kembali saat mengingat kejadian tadi malam. "Apa kamu ingin aku menghajar ayahmu." Kata Clue melihat Felicia.


Felicia terdiam mendengar kata Clue. Dia takut bahwa Clue akan kehilangan kendali dan berakhir membunuh ayahnya. Jika Clue membunuh ayahnya, ibunya akan sedih. Dan jika kakeknya tahu bahwa Clue membunuh ayahnya. Clue dan kakeknya akan bertarung.


Melihat Felicia tidak menjawab pertanyaannya Clue duduk di samping Felicia dan memegang tangannya. "Felicia aku menyukaimu." Felicia terkejut Clue tiba-tiba menyatakan perasaanya. "Felicia apa kamu menyukaiku." Clue mengelus wajah Felicia.


Felicia melihat wajah tampan Clue dan mengangguk. "Karena kamu menyukaiku, aku akan membuatmu melupakan kenangan burukmu." Clue mencium bibir Felicia dan mendorongnya di ranjang.


1 Jam kemudian Clue melihat Felicia disampingnya. "Senior, besok bawa aku pergi dari negara ini." Felicia menatap Clue. Felicia merasa bahwa lebih baik bersama Clue dari pada tinggal di istana. "Baiklah, besok aku akan membawamu pergi." Clue tersenyum. "Terimakasih senior." Felicia tersenyum.


30 menit kemudian Clue dan Felicia berada di taman. "Senior, besok tunggulah aku disini." Felicia tersenyum. "Baik." Clue mengangguk. Felicia tersenyum dan berjalan pergi. Melihat Felicia yang pergi Clue menghilang.


Tidak lama kemudian Felicia kembali ke istana dan melihat ibunya Elizabeth. "Apa hubunganmu dengan Clue. Mengapa kamu dan Clue berpelukan di taman." Elizabeth menatap Felicia. "Ibu tidak perlu tahu." Balas Felicia.


Melihat tingkah laku Felicia yang sangat aneh Elizabeth terkejut. "Jangan bilang bahwa Clue juga mendekati Elizabeth." "Clue, apa yang sebenarnya kamu rencanakan sampai mendekatiku dan anakku." Gumam Elizabeth.


12 Jam kemudian Clue muncul di kamar Felicia dengan penampilan Luo Han. "Ayah, mengapa kamu masuk ke dalam kamarku lagi." Kata Felicia dengan badan gemetar. "Felicia, jangan takut. Ayah tidak akan menyakitimu." Clue tersenyum dan berjalan ke arah Felicia.


Felicia berjalan mundur dan terjatuh di ranjang. Clue tersenyum dan membuat Felicia pingsan. Clue melepas pakaian Felicia dan membaringkannya di ranjang.


Clue merubah penampilannya menjadi Felicia kemudian menghilang. Clue masuk ke dalam kamar dan melihat Luo Han ayah Felicia sedang duduk di kursi. "Felicia." Clue berjalan ke arah Luo Han dan menepuk pundaknya. "Uuhh." Luo Han jatuh tidak sadarkan diri.


Clue menghilang bersama Luo Han yang tidak sadarkan diri dan muncul di kamar Felicia. Clue melepas pakaian Luo Han dan membaringkannya di samping Felicia.


Clue mentransfer ingatannya pada Luo Han saat dirinya mengubah penampilanya menjadi Luo Han dan memperkosa Felicia. "Sekarang, aku tinggal memberitahu Elizabeth." Clue menyeringai kemudian menghilang.


Clue muncul di dekat kolam dan melihat Elizabeth. "Clue, ada yang ingin kutanyakan padamu." Elizabeth menatap Clue. "Katakan, apa yang ingin kamu tanyakan." Balas Clue. "Mengapa kamu dan Felicia berpelukan di taman. Apa hubunganmu dengan Felicia." Elizabeth menatap Clue.