
Clue saat ini berada di mobil polisi dan melihat keluar jendela. "Seorang hunter sebaiknya tidak memukuli manusia biasa." kata polisi. "Kamu akan tahu, jika mereka manusia biasa atau bukan." Balas Clue. Polisi terdiam mendengar kata Clue.
Beberapa menit kemudian Clue tiba di kantor polisi. Clue berjalan ke sebuah ruangan bersama beberapa polisi. Saat tiba di ruangan Clue sudah melihat banyak orang. Clue juga melihat 5 pria yang dia pukuli. "Itu dia pak, Clue yang sudah memukuli kami." "Sialan, beraninya kamu memukuli anakku." Teriak salah satu pria paruh baya. "Semuanya tolong tenang." Teriak salah satu polisi.
"Saudara Fernando, sebutkan alasan anda memukuli mereka." Kata seorang polisi. "Aku hanya membela diri, mereka berlima menyerangku terlebih dulu." Balas Clue. "Dia bohong pak." Teriak lima pria bersama. "Tolong diam." Kata polisi. "Anda juga sebagai seorang yang terbangkitkan menyerang manusia biasa." lanjut polisi.
"Apakah bapak punya alat pendeteksi kekuatan, bapak bisa mengecek kekuatan saya dan mereka berlima." Kata Clue. "Ferdi, ambil alat pendeteksi kekuatan." "Baik." Salah satu polisi pergi, dan tidak lama kemudian kembali dengan membawa sebuah alat.
"Baiklah, aku akan mengecek kekuatan kalian." Kata polisi. "Titt." "Titt." "Titt." Saat melihat angka yang muncul polisi jengkel. "Kalian berlima bilang adalah manusia biasa, tapi kekuatan kalian antara 16 sampai 17." Kata polisi. "Coba periksa dia pak, dia pasti hunter tingkat d." kata pria gemuk gugup. "Cepat sentuh alat ini." kata polisi. Clue kemudian menyentuh alat. "Titt." Kemudian angka 14 muncul.
"Apa.!!" Saat melihat angka 14 muncul kelima orang terkejut termasuk polisi. "Coba sentuh lagi." kata polisi. Clue sekali lagi menyentuh alat dan angka 14 muncul. Polisi menghela nafas dan berkata. "Sepertinya, ini bukan pembulian melainkan perkelahian."
"Tapi dia melukai kami pak, dan menyerang kita terlebih dulu." Kata lima pria. "Oh, apa kalian juga telah melihat video live streaming ini." polisi menunjukan video dimana pria gemuk terlebih dulu menyerang Clue." Saat melihat video ekspresi kelima pria menjadi buruk.
"Baiklah, saudara Fernando apa kamu ingin membayar biaya rumah sakit dan pengobatan mereka." Kata polisi. "Aku akan membayar biaya rumah sakit mereka." "Sebutkan biaya rumah sakit kalian, dan tunjukan bukti pembayarannya." Kata polisi. Kelima pria menghela nafas kemudian mulai menyerahkan kertas bukti pembayaran.
"Totalnya 1 juta." Kata polisi melihat bukti pembayaran. "Aku akan membayarnya." Kakek Clue yang dari tadi melihat dari samping berjalan dan menyerahkan uang. "Baiklah, kasus ini ditutup. Kalian boleh pergi. Aku sarankan, jika kalian ingin berkelahi. Maka berkelahilah dengan monster." kata polisi. Kelima pria bersama dengan orang tuanya mulai pergi.
"Terimakasih pak." Kata Clue. "Tidak perlu berterimakasih, aku tidak membantumu. Beda cerita jika mereka bukan hunter, Kamu pasti akan mendapat hukuman." Balas polisi. Clue tersenyum kemudian berkata. "Ayo pergi kek." Clue kemudian pergi bersama kakeknya.
Clue dan kakeknya kemudian masuk ke dalam mobil. "Clue." "Ada apa kek." "Bukankah kemarin kekuatanmu bukan 14." Balas kakek Clue. "Aku sebenarnya dapat menyembunyikan kekuatanku." Balas Clue bohong. "Apa!." Kakek Clue dan Jono terkejut. "Haha." Clue tertawa.
Beberapa menit kemudian Clue tiba di rumahnya dan saat masuk ke dalam rumah. Clue dan kakeknya terkejut melihat seorang pria mengenakan jas hitam, dan kacamata hitam sedang duduk di kursi dengan meminum teh.
"Anda akhirnya kembali pak Usman." Kata pria. "Apa dia teman kakek." tanya Clue. "Tidak, aku hanya mengenalnya. Dia adalah anggota asosiasi hunter yang bertugas di kota kita." Balas kakek Clue. "Ada apa tuan Robert datang kemari." Kata kakek Clue dengan nada biasa.
"Aku memberitahu bahwa cucumu Fernando telah dua kali masuk ke dalam dungeon secara ilegal" kata pria berkacamata hitam yang di panggil Robert. "Apa.!" Kakek Clue terkejut saat mendengar kata pria berkacamata hitam. "Apakah anda akan mengakuinya atau berbohong saudara Fernando." Lanjut pria berkacamata hitam. "Benar, aku sudah masuk ke dalam dungeon dua kali." Clue mengangguk.
"Deg, deg." Clue merasakan dia akan terluka jika membuat gerakan yang salah. "Huff." Clue menghela nafas kemudian berbalik dan melihat pria yang lebih tinggi darinya. "Bisakah anda menyentuh alat ini." Pria tersenyum. "Tentu." Clue mengangguk dan menyentuh alat. "Tittt." Alat berbunyi dan menunjukan angka 14.
"Oh, hunter tingkat e." Pria berjalan kemudian meminum teh. "Anda sudah tahu pak, jika seorang hunter yang memasuki dungeon secara ilegal akan di penjara selama 1 bulan." Kata pria. "Apakah cucuku harus di penjara, dia masih belum tahu aturan tentang dungeon." Balas kakek Clue. Dia tahu pemerintah membuat undang-undang baru untuk para hunter.
"Karena aku berbaik hati, maka cucu anda hanya harus membayar biaya masuk sebesar 10 juta." Kata pria. "Baik. Aku akan membayarnya sekarang juga." Kata kakek Clue. "Tidak, anda bisa mentransfernya di rekening milik asosiasi hunter." Balas pria.
"Dan perlu kuberitahu, jangan memasuki dungeon secara ilegal lagi. Atau kamu akan berakhir lebih buruk dari pada masuk penjara." Pria menatap Clue kemudian menghilang. Setelah pria menghilang Clue mengusap keringatnya yang mengucur deras. "Aku akan ke kamar kek." Kata Clue berjalan ke arah kamarnya dengan gemetaran. Kakek Clue hanya bisa menghela nafas melihat Clue. Dirinya tidak bisa membantu Clue sama sekali.
Saat berada di kamarnya Clue mencengkram tangannya dan berteriak. "Sialan.! Aku tidak berdaya ketika di depannya. Apakah ini perbedaan antara hunter tingkat rendah dengan tinggi." Clue melihat satu kristal yang tersisa kemudian berkata. "Aku harus bertambah kuat dengan cepat." Clue kemudian menghancurkan kristal dengan palu dan mulai berkultivasi.
Keesokan harinya Clue memakai jaket dan berjalan ke arah motor sportnya. "Jangan lupa besok pagi kamu akan pergi ke Jakarta." "Aku tidak akan lupa kek." Kata Clue menghidupkan mesin motornya kemudian pergi. Melihat Clue pergi kakek Clue menghela nafas.
30 menit kemudian Clue berhenti di sebuah gedung. "Jadi ini markas cabang asoasi hunter." Clue turun dari motornya dan berjalan ke arah gedung. "Ada perlu apa." Seorang satpam bertanya pada Clue.
Clue melihat satpam yang jauh lebih tinggi darinya dan bergumam. "Dia pasti hunter tingkat d atau lebih tinggi. Aku merasa dia jauh lebih kuat dariku." "Aku ingin mendaftar menjadi seorang hunter." Balas Clue. "Masuklah, dan ambil nomor antrian." Balas Satpam. Clue mengangguk kemudian masuk ke dalam gedung.
Clue mengambil nomor antrian dan duduk di kursi kosong. Clue bosan menunggu mulai bermain handphone dan melihat berita di google. "Isi berita setiap hari semuanya tentang hunter." Kata Clue kemudian mulai memejamkan matanya.
"Nomor 30." Clue tiba-tiba membuka matanya dan melihat nomor miliknya yaitu 30. Clue berjalan ke arah seorang wanita. "Apa anda ingin menjadi seorang hunter." Kata wanita. "Benar." Clue mengangguk. "Apa anda sudah tahu persyaratan menjadi hunter." Balas wanita. Clue mengangguk kemudian menyerahkan beberapa dokumen yang dia taruh di dalam jaketnya.
Wanita mulai memeriksa dokumen yang di berikan oleh Clue. "Silakan sentuh ujung alat ini." kata wanita menunjukan sebuah alat pengukur kekuatan. "Tiittt." Alat berbunyi saat disentuh Clue. Wanita melihat angka 15 dan berkata. "Tingkat e. Silakan masuk ke dalam ruangan."
Clue mengangguk dan masuk ke dalam ruangan yang di tunjuk wanita. Saat masuk ke dalam ruangan Clue melihat seseorang di depan computer. Serta pria yang memegang kamera. "Berdirilah, aku akan memfotomu." Kata pria. "Oke." Balas Clue.
"Cekrek." Pria memfotoku Clue. "Silakan duduk, dan tunggu beberapa menit." Kata pria. Clue mengangguk dan duduk. Beberapa menit kemudian pria menyerahkan sebuah kartu kepada Clue. "Totalnya 200 ribu." Clue mengangguk kemudian menyerahkan uang. "Anda sekarang resmi menjadi seorang hunter, selamat bekerja membunuh monster." Kata pria. "Tentu." Clue mengangguk kemudian keluar dari ruangan.