Rebirth With System

Rebirth With System
S4 Berkumpul



"Hei Clue, biarkan aku keluar." Clue melihat layar yang menunjukan wajah Steven. "System, keluarkan Steven, Bela, Wulan dan Pyokojang." Steven, Bela, Wulan dan Pyokojang muncul di samping Clue. "Tian Long, ternyata kamu masih hidup." Steven melihat Tian Long. "Aku tidak akan mati semudah itu Steven." Balas Tian Long. Tian Long dan Steven kemudian berjabat tangan.


"Mori Han, kita bertemu lagi." Pyokojang melihat Mori Han. "Halo Pyokojang. Sudah lama kita tidak bertemu." Mori Han tersenyum. "Mori Han, dia adalah Steven saudaraku, dia Bela wanita simpananku. Dan dia Wulan temanku." "Sangat aneh jika kamu tidak menjadikan wanita secantik dia menjadi kekasihmu." Mori Han melihat Wulan. Wulan hanya tersenyum mendengar kata Mori Han.


"Benar Tian Long, Mori Han. Aku tidak menyangka kalian berdua mengalahkan 9 dewa yang berasal dari menara." Clue melihat Tian Long dan Mori Han. "Awalnya, aku tidak memiliki dendam terhadap mereka. Namun saat mengatakan aku adalah temanmu. Aku tiba-tiba di serang. Karena mereka ingin membunuhku, jadinya aku bunuh mereka." balas Mori Han.


"Yang di katakan Mori Han benar. Saat mereka tahu bahwa kita berdua temanmu. Mereka semua ingin membunuh kita berdua. Jadi kita membunuh mereka semua." Tian Long melihat Clue. "Tapi apa kalian tahu, 9 dewa pendiri keluarga di dalam menara sebenarnya belum mati." Clue melihat Tian Long dan Mori Han.


"Saat terakhir kita berdua membunuh mereka bersembilan. Kekuatan mereka bersembilan adalah low god. seharusnya mereka bersembilan masih hidup dan memiliki kekuatan demi god saat ini." balas Tian Long. "Benar, mereka bersembilan masih hidup dan saat ini menjadi budakku. System keluarkan Smith, Arsya, Khan, Tang, Han, Allen, Sultan, Rosthshild dan Santo." 9 demi god kemudian muncul di belakang Clue.


"Oh, aku tidak menyangka, kamu tidak membunuh mereka bersembilan. Melainkan menjadikan mereka budakmu." Tian Long melihat 9 demi god. "Mereka bersembilan pasti akan berguna suatu saat. Jadi aku tidak membunuh mereka." balas Clue. "Biarkan Smith, Arsya, Khan, Tang, Han, Allen, Sultan, Rosthshild dan Santo masuk ke dalam menara." 9 demi god kemudian terhisap ke dalam menara.


"Dimana Draco dan Mary Smith." Tanya Clue. "Mereka berdua sedang berkultivasi. Apa kamu ingin menemui mereka berdua." Balas Tian Long. "Tidak. aku hanya bertanya." Clue menggeleng. "Benar, apa tujuanmu saat ini Clue." tanya Tian Long.


"Tujuanku saat ini meningkatkan kekuatanku sampai High divine being. Setelah aku mencapai High Divine Being aku akan pergi ke surga." Clue melihat Tian Long. "Surga ya. Aku dengar dari Tian Long kalian sudah pergi ke alam kematian dan neraka." Mori Han melihat Clue.


"Benar, kami sudah pergi ke alam kematian dan neraka. Bukankah kamu dulu juga pernah pergi ke neraka saat berada di bumi." balas Clue. "Jika tebakanku benar. Neraka yang muncul di bumi hanya tingkat 1 dan bagian luar saja." balas Mori Han. "Benar, neraka yang muncul di bumi adalah neraka tingkat 1 dan bagian luar saja." Balas Clue. "Jika kamu ingin pergi ke surga. Ajak aku Clue, aku ingin melihat seperti apa malaikat." Balas Mori Han. "Tentu, aku akan mengajakmu." Clue tersenyum.


6 Jam kemudian Clue berbaring di sebuah ranjang dan melihat Bela masuk ke dalam kamar. "Ada apa." Tanya Clue melihat Bela. "Mengapa kamu begitu kejam. kamu mengatakan aku wanita simpananmu." Bela berbaring di ranjang dan memeluk Clue. "Kamu sudah beruntung tidak aku kenalkan sebagai pelayanku." Clue tersenyum. Mendengar balasan Clue, Bela hanya bisa tersenyum kecut.


Clue melihat celananya di buka oleh Bela. Kemudian Bela mulai menjilati burungnya. "Tidak buruk." Clue memejamkan matanya menikmati sensasi jilatan lidah Bela. Melihat Clue menikmati servis darinya Bela terus menjilati burung Clue.


Beberapa menit kemudian Clue melihat Bela dan berkata. "Masukan ke dalam milikmu." "Baik." Bela mengangguk kemudian melepas celananya. "Ahhh." Bela mendesah saat burung Clue masuk ke dalam miliknya. "Desahanmu seperti pelacur." Clue menyeringai dan menampar pantat Bela. "Plassshh." "Ahhh."


Keesokan harinya Clue keluar dari kamar dan melihat Pyokojang. "Apa kamu lebih suka tidur dengannya dari pada denganku." Pyokojang melihat Bela. "Tidak, kamu lebih menarik darinya." Clue mengelus pipi Pyokojang. "Kamu tidak berubah dari dulu Clue." Mori Han melihat Clue. "Apa kamu iri." Clue menyeringai dan memeluk Pyokojang. "Buat apa aku iri denganmu. Kamu juga tahu saat aku berada di korea. Semua wanita korea tergila-gila padaku." Balas Mori han.


"Apa kamu berencana pergi sekarang tuan Clue." Clue melihat Draco. "Benar, aku akan menjelajahi dunia dewa dan mencari mata air kehidupan. Aku juga akan mencuri air kehidupan milik para dewa yang aku temui." Clue menyeringai. "Dewa yang bertemu denganmu pasti memiliki nasib buruk." Mori Han melihat Clue.


"Apa kalian ingin pergi bersamaku." Clue melihat Tian Long, Mori Han dan Draco. "Baiklah, sudah lama aku tidak merampok para dewa." Tian Long tersenyum. "Menjadi perampok bukanlah ide yang buruk." Mori Han mengangguk. "Sepertinya saya dan istriku akan merepotkan anda sekali lagi tuan Clue. Terlebih lagi istriku Ayano sudah rindu dengan Aika." Draco melihat Clue.


Clue kemudian melihat Mary dan Ayano istri Draco datang. "Apa kamu ingin ikut denganku. Kakekmu Smith juga ada di dalam menara." Clue melihat Mary. Mendengar kata Clue Mary menggeleng. "Mulai saat ini saya ingin menjelajahi dunia ini sendiri."


"Eh, apa kamu serius sister Mary." Ayano melihat Mary. "Aku serius." Mary mengangguk. "Kamu memiliki jalanmu sendiri. Suatu saat kamu akan menerobos high god dan menjadi guardian." Clue melihat Mary. "Apa anda melihat masa depanku." Tanya Mary. "Ya, aku dulu sudah melihat masa depanmu." Clue mengangguk.


"Bagus, karena kamu pergi dengan kami. Aku bisa bertarung denganmu Mori Han." Steven datang bersama Wulan. "Aku juga ingin tahu kemampuan juara 3 di perang antar galaxy." Mori Han tersenyum. "Jangan meremehkan Mori Han Steven. Aku saja menang melawannya setelah bertarung selama 24 jam." "Ehhh, sangat lama." Steven terkejut. "Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul. Ayo kita pergi." balas Clue. "Baik." Balas semua orang di ruangan.


5 Tahun telah berlalu. Saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu dan melihat tabel status yang muncul di depannya.


Nama : Clue


Usia : 25 Tahun


Level : 700 next level (0/70,000,000) exp


Ras : Mid Divine Being


Kekuatan : 77,000,000


Agility : 77,000,000


Vitalitas : 77,000,000


Stamina : 76,400,000/77,000,000


Ki/Mana : 76,500,000/77,000,000


Poin : 0


"Seharusnya kekuatanku saat ini 70 juta point. Namun berkat pil star dan buah roh yang aku konsumsi setiap hari. Aku memiliki tambahan 7 juta point." Clue melihat statusnya. "Mungkin 5 tahun lagi aku akan menerobos High divine being." Clue tersenyum dan menutup tabel status.


Clue melihat langit dan berkata. "Sepertinya dia sudah bergerak." "Siapa yang kamu maksud Clue." Tian Long, Steven dan Mori Han berjalan ke arah Clue. "Celtic sedang berada di bumi saat ini." balas Clue.


"Bagaimana kamu bisa tahu jika Celtic berada di bumi." Tian Long heran. Clue kemudian menunjukan Celtic dan Grace yang sedang melayang di langit. "Fack, jarak alam dewa dan bumi sangat jauh. Bagaimana kamu bisa mengetahui apa yang terjadi pada bumi saat ini." Steven terkejut. "Itu rahasia." Clue tersenyum. "Sial." Steven mengutuk.


"Baiklah, apa kalian bertiga ingin ikut denganku kembali ke bumi." tanya Clue. "Aku ikut." Balas Tian Long. "Aku juga ikut." Balas Steven. "Aku juga ikut. Aku ingin melihat sosok dewa yang ingin menghancurkan bumi." balas Mori Han.


"Baiklah, kalian bertiga masuklah ke dalam menara. Aku akan berteleportasi puluhan kali." Kata Clue kemudian Tian Long, Steven, dan Mori han terhisap ke dalam menara. "Teleportasi sejauh 10 triliun km ke arah planet bumi." badan Clue bercahaya kemudian menghilang.