
Setelah selesai melakukan pernikahan. Perempuan melakukan bunuh diri. Dia tidak ingin kesuciannya di ambil oleh orang yang tidak dia cintai. Bangsawan yang mengetahui bahwa perempuan bunuh diri marah dan melampiaskan amarahnya kepada orang tua perempuan. Bangsawan mengambil kembali uang yang telah dia berikan.
Kedua orang tua perempuan hanya bisa menyesali perbuatannya. Mereka tidak mendapatkan uang dan juga kehilangan anak perempuan. Sementara pemuda yang tahu perempuan bunuh diri hanya bisa menangis. Setelah selesai menangis, pemuda memutuskan untuk bunuh diri juga dan menyusul perempuan ke akhirat." Clue menyelesaikan cerita dan melihat wanita yang meneteskan air mata.
"Mengapa kamu menangis." Clue mengusap air mata di pipi wanita. "Aku terharu dengan kesetiaan mereka berdua. Perempuan rela melakukan bunuh diri ketika tidak bisa bersama dengan kekasihnya. Dan pemuda memutuskan menyusul perempuan ke akhirat." Kata wanita.
"Apa kamu mau mendengar cerita lainnya." Clue melihat wanita. "Apa cerita ini akan berakhir sedih juga." Tanya wanita. "Tidak, cerita ini akan berakhir bahagia." Balas Clue. "Kamu bisa cerita." balas wanita, Clue mulai bercerita.
Beberapa menit kemudian Clue berdiri dan berkata. "Aku akan kembali." "Mengapa kamu ingin pergi. Tidak ada siapapun disini. Kamu juga belum menyelesaikan ceritamu." Wanita memegang tangan Clue.
"Jika kamu memberiku ciuman. Aku tidak akan pergi dan terus bercerita." Clue melihat wanita. Wanita terdiam mendengar kata Clue. "Karena kamu tidak memberiku ciuman, aku akan pergi." Clue melepaskan tangan wanita dan menghilang.
Melihat Clue yang pergi wanita masih teringat kata-kata Clue. "Sadar Elizabeth, kamu memiliki seorang suami dan anak." Gumam wanita.
Clue kembali ke penginapan dan melihat anjing husky yang tidur di kasur. "Jika kamu pergi keluar, ajaklah aku. Aku bosan berdiam diri di penginapan ini." Kata anjing husky. "Baiklah, besok aku akan mengajakmu keliling kota ini." Balas Clue.
Keesokan harinya pada malam hari Clue sekali lagi muncul di dekat kolam dan melihat wanita sedang menunggunya. "Akhirnya kamu datang juga." Wanita melihat Clue. "Oohh. Apa kamu menungguku." Clue tersenyum. "Kamu terlalu percaya diri. Aku tidak menunggumu." Balas wanita. Clue tersenyum dan duduk di samping wanita. "Cepat lanjutkan cerita kemarin." Kata wanita. "Baiklah." Balas Clue melanjutkan ceritanya.
30 menit kemudian Clue berdiri dan berkata. "Aku akan pergi." "Apa kamu besok akan datang lagi." Tanya wanita. "Jika kamu memberiku ciuman. Aku akan datang lagi." Clue tersenyum. "Berhentilah bermimpi, aku tidak akan menciummu." Balas wanita.
"Baiklah, jika begitu aku pergi." Balas Clue menghilang. Melihat Clue yang menghilang wanita tersenyum. "Dia pria yang menarik. Andaikan aku mengenalnya lebih dulu dari pada Luo Han. Mungkin saat ini aku akan bersama dirinya." "Aahh. Apa yang kamu pikirkan Elizabeth." Wanita bergumam sendiri.
Clue muncul di penginapan dan melihat anjing husky yang sedang tertidur di kasur. "Dia tidak ada bedanya dengan anjing lainnya." Clue tersenyum dan berbaring di samping Ray. "Mori Han, aku akan membunuhmu." Clue mendengar Ray mengingau. "Mori han." Clue bergumam dan mengingat Mori Han yang berasal dari alam semesta miliknya. Meski tidak menjadi saudara seperti Tian Long dan Steven. Mori Han adalah temannya.
Ke esokan harinya Clue sedang bersama Ray berkeliling kota. "Clue bukankah dia perempuan itu." Ray berbicara dan melihat Felicia sedang berkeliling di kota. "Senior Clue." Felicia berjalan ke arah Clue dan menyapanya. Clue mengangguk saat Felicia menyapanya.
Felicia melihat Ray dan berkata. "Senior Clue, bisakah aku menyentuh anjingmu." "Kamu bisa menyentuhnya." Balas Clue. Mendengar balasan Clue, Felicia tersenyum dan menyentuh bulu Ray. "Begitu halus." Felicia terkejut. "Hehh, aku selalu merawat buluku. Tentu saja buluku sangat halus." Gumam Ray dipikirannya.
"Apa kamu mau keliling kota bersamaku." Clue melihat Felicia. "Aku mau senior." Balas Felicia. Felicia tahu bahwa jika dia bersama Clue. Dia bisa menyentuh Ray sepuasnya. Clue dan Felicia berkeliling kota.
"Apa kamu sudah makan." Tanya Clue. "Belum senior." Balas Felicia. "Kalau begitu, ayo kita pergi makan." Balas Clue. "Baik." Felicia mengangguk. Clue dan Felicia kemudian berjalan ke arah restoran.
Saat masuk ke dalam restoran Clue dan Felicia disambut. "Tuan putri, apa yang ingin anda pesan." Tanya pelayan. "Senior, anda ingin memesan apa." Tanya Felicia. "Aku pesan 2 daging ayam dan sebotol anggur." Balas Clue. "Aku juga pesan daging ayam dan segelas teh." Kata Felicia. "Baik, silakan menunggu tuan putri. Pesanan anda akan kami buat." Balas pelayan.
Clue dan Felicia duduk di kursi. Ray melompat dan duduk di samping Clue. "Anjing yang pintar." Felicia melihat Ray. "Senior, anda adalah kultivator tingkat kaisar. Seharusnya anda tidak kelaparan meski tidak makan selama 1 tahun lebih." Kata Felicia. "Aku makan hanya karena ingin. Bukan untuk mengisi perutku." Balas Clue. "Jadi begitu." Felicia mengangguk.
Beberapa menit kemudian pesanan Clue dan Felicia tiba. Clue memberikan daging ayam kepada Ray. "Senior, apa anjing suka makan daging." Tanya Felicia melihat Ray yang memakan daging. "Tidak, tapi anjing ini sudah kulatih makan daging sejak kecil. Jadi saat ini dia terbiasa makan daging." Balas Clue berbohong. "Jadi begitu." Felicia mengangguk.
30 menit kemudian Clue dan Felicia keluar restoran. "Kita akan pergi kemana senior." Tanya Felicia. "Apa ada lokasi yang sering kamu kunjungi di kota ini." Tanya Clue. "Aku biasanya mengunjungi toko pakaian dan taman." Balas Felicia. "Baiklah, ayo kita pergi ke taman." Balas Clue.
Beberapa menit kemudian Clue tiba di sebuah taman yang terletak di pusat kota. Clue dan Felicia duduk di kursi dan melihat tanaman bunga di depan mereka. "Senior, apa anda pernah meninggalkan benua barat dan pergi ke benua lainnya." Tanya Felicia. "Tidak, memangnya kenapa." Balas Clue.
"Aku sangat ingin pergi ke benua lain dan melihat ras selain manusia." Balas Felicia. "Bukankah kamu tahu hubungan manusia dan ketiga ras lainnya sangat buruk." Balas Clue. "Aku tahu. Maka dari itu aku berlatih dengan sangat keras. Jika aku sekuat senior, aku akan meninggalkan benua barat." Balas Felicia.
"Senior, bisakah aku membawa Ray pulang. Besok aku akan mengembalikan Ray kepada senior." Felicia menatap Clue. "Jangan dengarkan dia Clue." Ray berbicara di pikiran Clue. "Ray apa kamu mau pergi bersama Felicia." Tanya Clue. "Guk guk." Anjing husky mengonggong. "Sepertinya dia tidak ingin pergi bersamamu." Clue melihat Felicia.
Mendengar kata Clue, Felicia tersenyum kecut. "Jika setiap hari kamu bertemu Ray. Ray pasti mau tinggal bersamamu." Clue tersenyum dan menepuk bahu Felicia. "Jika begitu, besok kita akan bertemu lagi senior." Felicia tersenyum dan melihat anjing husky.
"Senior, aku ingin pergi. Besok pagi aku tunggu senior dan Ray di taman ini." Felicia tersenyum. "Baiklah." Balas Clue. "Sampai jumpa Ray." Felicia melambaikan tangannya dan berjalan pergi. "Clue, apa kamu tertarik pada perempuan yang tidak matang sepertinya." Ray melihat dada kecil Felicia. "Miliknya kecil, karena tidak ada pria yang menyentuhnya." Balas Clue. "Baiklah, ayo pulang." Kata Clue teleportasi bersama Ray.
12 Jam kemudian Elizabeth berada di dekat kolam dan berkata. "Mengapa dia tidak datang, seharusnya saat ini dia sudah datang." "Apa dia tidak datang karena aku tidak memberinya ciuman." Gumam Elizabeth mengingat apa yang kemarin Clue katakan.
Saat ini Clue berbaring di kasur dan berkata. "Saat ini dia pasti menungguku." "Siapa yang sedang menunggumu Clue." Tanya anjing husky. "Rahasia." Clue tersenyum. "Sialan." Anjing husky mengutuk.
Keesokan harinya Clue, Fernando dan Ambar berada di sebuah ruangan. "Ambil ini." Clue memberikan pil spirit level 6 kepada Fernando dan Ambar. Fernando menangkap pil dan melihat notifikasi yang muncul di depannya.