
"Kita tidak boleh merusak keseimbangan di dunia ini. Jika kita membunuhnya maka ras naga tidak memiliki demi god. Jika 3 ras lainnya tahu bahwa ras naga tidak memiliki demi god. Ketiga ras akan menyerang ras naga." balas Clue.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang. Di dunia ini tidak ada tambang kristal mana yang tersisa." tanya Viona. "Mengapa masih bertanya, kita akan mencuri tambang kristal mana yang sudah di temukan." Clue menyeringai.
1 Jam kemudian Clue, Fernando dan yang lain melihat terowongan bawah tanah. "Ayo masuk." Clue masuk ke dalam terowongan bawah tanah di ikuti Fernando, Ray dan Ambar. "Siapa kalian." Seorang pria berteriak melihat Clue dan yang lain.
"Diamlah." Clue muncul di depan pria dan memukul lehernya. "Uuhh." Pria terjatuh ke tanah dan pingsan. "Berapa banyak kristal mana yang tersisa di tambang ini Clue." tanya Viona. "Sedikit hanya 20 kristal mana." Balas Clue terus berjalan ke dalam terowongan.
2 Bulan telah berlalu setelah Clue tiba di alam semesta lain dan bertemu Viona. Saat ini Clue melihat tabel status miliknya.
Nama : Clue
Usia : 130 Tahun
Level : 200 next level (85,000/200,000,000) exp
Ras : High Divine Being
Kekuatan : 200.100.000
Agility : 200.100.000
Vitalitas : 200.100.000
Stamina : 200.090.000/200.100.000
Ki/Mana : 200.095.000/200.100.000
Info : Penjelajah multiverse
"Perkembanganku melambat, percuma jika aku tinggal di planet ini." kata Clue menutup tabel statusnya dan menghilang. Clue muncul di depan Viona yang sedang berkultivasi. "Aku ingin meninggalkan alam semesta ini. Apa kamu ingin ikut pergi denganku." kata Clue. "Aku ikut. Jika bersamamu, kekuatanku meningkat dengan cepat." Balas Viona membuka matanya. "Bagus." Clue tersenyum dan keluar dari kamar Viona.
Tidak lama kemudian Clue melihat Viona, Ray, Fernando dan Ambar berkumpul di kamarnya. "Apa kalian siap." Clue melihat Viona, Ray, Fernando dan Ambar. "Tentu saja kami siap." Balas Fernando, Ray, Viona dan Ambar. Clue tersenyum kemudian membuat portal. "Ayo pergi." Clue masuk ke dalam portal diikuti Ambar, Fernando, Ray, dan Viona.
"Apa kita berada di kekosongan." Tanya Viona melihat dirinya berada di ruangan putih. "Benar, kita berada di kekosongan." Balas Clue duduk dan memejamkan matanya. "Jangan ganggu dia. Dia sedang menyari lokasi alam semesta lain di mana varian diri kita berada." Ray melihat Viona dan duduk di dekat Clue. Mendengar kata Ray Viona juga duduk di dekat Clue.
Saat ini di sebuah ruangan seorang pria berkulit putih dan mata merah sedang meminum darah. "Tidak ada yang lebih lezat dari darah seorang perempuan virgin." Kata pria berkulit putih meminum darah di cangkir.
"Oohh. Apakah para high god itu mengejarku sampai ke dunia ini. Mereka sungguh meremehkanku karena mengirim 1 mahluk yang setara high god." Pria berkulit putih mencibir dan menghilang.
Saat ini Clue, Fernando dan yang lain keluar dari portal. "Dunia ini mirip dengan bumi." Kata Fernando melihat bangunan yang mirip dengan tempat tinggalnya. "Sepertinya kita langsung di sambut." Kata Clue melihat pria berkulit putih dan mata merah yang muncul di depannya.
"1 mahluk yang setara high god, 1 hewan yang setara demi god, 1 hewan tingkat kaisar dan 2 manusia tingkat raja." Kata pria berkulit putih melihat Clue. "Status Estrama De Raizel." Gumam Clue dan tabel status muncul di depannya.
Nama : Clue Estrama De Raizel
Usia : 100 Tahun
Ras : High God Vampire
Kekuatan : 200.000.000
Agility : 200.000.000
Vitalitas : 200.000.000
Stamina : 199.999.000/100.000.000
Ki/Mana : 199.999.500/100.000.000
Info : Varian diri anda di alam semesta 5
"Dia sekuat diriku sebelum menjelajah multiverse." Clue terkejut melihat status pria berkuli putih di depannya. "Apa kamu melihat statusku." Pria berkulit putih menatap Clue. "Benar kamu pasti melihat statusku juga." Balas Clue melihat pria berkulit putih.
"Siapa kamu. Kamu memiliki nama yang sama denganku." kata pria berkulit putih setelah melihat status Clue. "Aku dan mereka bertiga adalah dirimu di alam semesta lain." balas Clue. Pria berkulit putih terkejut saat melihat status Fernando, Ray dan Viona.
"Aku tidak menyangka diriku di alam semesta lain adalah angsa dan anjing." Pria berkulit putih menggeleng. "Pria ini." Viona jengkel melihat pria berkulit putih. "Benar, apa yang akan terjadi jika aku membunuh diriku di alam semesta lain dan meminum darahnya." Pria berkulit putih menjilati bibirnya saat melihat Viona.
"Berengsek." Mendengar kata pria berkulit putih Viona marah. "Berhenti Viona, kamu bukanlah lawannya." Kata Clue melihat Viona. "Hahaha, aku hanya bercanda. Bagaimana bisa aku membunuh diriku di alam semesta lain. Terlebih lagi kamu mempunyai poin yang sedikit lebih tinggi dariku." Pria berkulit putih menatap Clue.
"Karena kalian semua sudah ada di dunia ini. Ayo ikut ke tempatku." Pria berkulit putih tersenyum dan melayang ke langit. "Clue apa diri kita di alam semesta ini bisa di percaya." Ray melihat pria berkulit putih. "Tidak, dia sangat berbahaya. Jika dia tahu aku tidak sekuat dirinya. Dia pasti akan langsung membunuh kita." Balas Clue. Fernando, Ray, Viona dan Ambar terkejut mendengar kata Clue.
"Jika begitu ayo kita tinggalkan alam semesta ini Clue." Ambar khawatir. "Jangan khawatir, selama aku berada di sisi kalian. Dia tidak akan berani menyerang kalian." Kata Clue terbang ke langit mengikuti pria berkulit putih. Ray dan Viona saling melihat kemudian mengikuti Clue bersama Fernando serta Ambar.
Tidak lama kemudian Clue, Fernando dan yang lain berada di sebuah ruangan. "Bagaimana aku memanggilmu." Clue melihat pria berkulit putih. "Kamu bisa memanggilku Raizel." Balas pria berkulit putih duduk di kursi.
"Raizel mengapa kamu hanya sendirian di dunia ini, apa kamu tidak memiliki teman." Clue duduk di depan Raizel. "Hehh, orang sekuat diriku tidak butuh namanya teman." Raizel tersenyum menunjukan giginya.
"Apa kamu mengenal Tian Long." Tanya Clue. "Siapa dia, apa dia seorang high god." Balas Raizel. Clue terkejut dengan jawaban Raizel. Ray, Viona dan Raizel tidak mengenal Tian Long. "Tian Long adalah salah satu peserta dalam perang antar galaxy." Balas Clue. "Aku tidak mengenalnya, mungkin dia terbunuh sebelum bertemu denganku." balas Raizel.
"Lalu apa kamu mengenal Steven dan Mori Han." Tanya Clue. "Aku mengenal mereka berdua. Steven adalah pria yang aku bunuh di final dan Mori Han aku bunuh sebelum pertarungan antar galaxy di mulai." Balas Raizel menyeringai. Ray dan Viona terkejut mendengar jawaban Raizel.
"Lalu bagaimana dengan Pyokojang dan Ye Jin." Tanya Clue. Mendengar Clue menanyakan Pyokojang dan Ye Jin ekspresi Raizel menjadi buruk. "Saat aku pergi ke alam dewa semua manusia di bumi terbunuh oleh alien." Balas Raizel.
Clue, Fernando, dan yang lain terkejut mendengar cerita Raizel. "Apa bumi di alam semesta ini tidak memiliki guardian." Tanya Viona. "Bumi seharusnya memiliki guardian tapi aku tiba-tiba lupa dengan wajah dan namanya." Balas Raizel.
"Eehh. Kamu juga lupa dengan wajah dan nama guardian." Ray terkejut. Viona terkejut mendengar kata Ray dan Raizel. "Viona apa kamu juga lupa wajah dan nama guardian." Tanya Clue. "Benar, ingatanku tentang guardian sebelumnya tiba-tiba terhapus. Seolah dia tidak pernah ada di dunia ini."
Clue terkejut mendengar kata Ray, Viona dan Raizel. "Apakah dia guardian bumi sebelumnya." Clue mentransfer ingatannya tentang Bathara pada Ray, Viona dan Raizel.
"Aku tidak menyangka kamu menang bertarung melawan guardian. Mungkin dia juga guardian di bumi di alam semestaku." Kata Raizel melihat pertarungan Clue dan Bathara setelah pertarungan antar galaxy berakhir.