Rebirth With System

Rebirth With System
Bergabung ke Akademi Knight



Keesokan harinya saat Clue dan Cindy sedang duduk berduan, Angel tiba-tiba datang lalu duduk di samping Clue. "Hmmm." Cindy hanya mendengus. Dia sudah tahu bahwa Clue melakukan hubungan badan dengan Angel tadi malam. Awalnya Cindy berniat menjadi satu-satunya perempuan Clue. Namun setelah memikirkan bahwa ahli di dunia ini banyak yang mempunyai istri lebih dari 2, akhirnya Cindy membiarkan Angel bersama Clue.


Aku yang pertama." Kata Cindy memeluk lengan Clue. "Hmm. Meski kamu yang terlebih dulu menjadi pacarnya. Kita belum tahu siapa yang pertama menjadi istrinya." Angel memeluk lengan lain Clue. "Baiklah. Jangan bertengkar mari makan lalu melanjutkan perjalanan." Kata Clue tersenyum. Setelah Clue dan yang lain selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan.


1 hari kemudian Clue dan yang lain tiba di ibukota. "Akhirnya sampai." Variz tersenyum. Clue melihat ibukota yang dikelilingi tembok setinggi 200 meter lalu menghela nafas. "Seperti di anime attack on titan." Clue dan kelompok menuju pintu gerbang yang dijaga oleh 4 orang.


"Halo tuan Variz." Kata 4 penjaga. "Mereka semua temanku." Kata Variz. 4 penjaga gerbang mengangguk. Clue dan yang lain masuk tanpa bayar karena bantuan Variz. "Ikuti aku." Clue, Angel, Cindy dan Rido penjaga Variz mengikutinya.


Beberapa menit kemudian Clue dan kelompoknya tiba di akademi knight. "Selamat datang Tuan Variz." Kata 2 penjaga akademi. Variz mengangguk lalu masuk di ikuti Clue, Angel. Cindy , dan Rido.


"Besar dan luas." Kata Cindy kagum. Clue hanya tersenyum, dia tahu bahwa di akademi ada bagian luar, dalam, dan pusat. Bagian luar biasanya di huni murid peringkat D. Bagian dalam di huni murid peringkat C level 1 sampai 4 Dan beberapa elder yang megajar murid luar. Bagian pusat di huni oleh elder yang mengajar bagian dalam, elder tamu, patriack dan wakilnya.


"Eh. Bukankah itu tuan Variz dan nona Angel anak wakil patriack." "Eh, Siapa pemuda yang nona Angel gandeng tangannya." "Aku juga tidak tahu, ada juga perempuan lain disisinya yang cukup cantik meski tetap kalah dengan Nona Angel." "Apakah itu tunangan nona Angel anak dari patriack sekte blue bird." "Menurutku tidak, anak sekte blue bird berumur 30 tahun. Sedangkan dia seperti berumur 20 tahun atau 21." Para murid luar mulai mengobrol.


Clue, Angel, dan Cindy menghiraukan obrolan para murid luar dan mengikuti Variz. Setelah beberapa menit berjalan.,Variz menunjuk sebuah ruangan. Itu kamarku. "Big brother dan Cindy beristirahatlah terlebih dulu. Aku akan berbicara dengan ayahku" Kata Variz. Variz Angel dan Rido berjalan menuju bagian pusat sementara Clue dan Cindy menuju kamar Variz.


Setelah sampai di kamar, Cindy memeluk Clue dan bekata "Aku sudah tidak tahan." "Kamu terlalu horny." Balas Clue lalu mencium bibir Cindy. "Ermm." Cindy tiba-tiba mendorong Clue, kemudian mulai melepas pakaiannya. "Cepat tusuk pussyku." Kata Cindy setelah melepaskan pakaiannya dan menunjukan pussynya yang sudah basah kepada Clue. "Kamu seperti lacur." Clue menyeringai kemudian mulai melepas celananya.


Sementara itu di bagian pusat tepatnya sebuah ruangan dimana ada 5 orang. 2 pria tua, Angel, Variz, dan Rido penjaga Variz. "Apa yang kamu katakan benar nak, dia berumur 20 tahun dan memiliki kekuatan peringkat C level 6." Kata pria tua berjenggot putih. "Benar yah." Balas Variz. "Bagaimana patriack." kata pria berjenggot putih disampingnya.


"Latar belakang pemuda itu jelas tidak sederhana. Meski dia bukan dari kerajaan menengah, dia pasti mempunyai guru yang kuat mungkin peringkat B level 2 di atas. Jadi kita harus berteman dengannya" Kata pria tua yang tidak lain patriack. "Panggilkan dia nak." Kata pria berjenggot putih. "Baik yah" Balas Variz lalu pergi.


"Angel apa kamu sudah jadi kekasihnya." Kata pria berjenggot putih. "Angel mengangguk dengan malu." "Sepertinya aku harus membatalkan pertunanganmu dengan anak dari sekte Blue bird." Pria berjenggot putih menghela nafas lalu menyuruh Angel pergi.


"Rido apakah kamu mudah di temukan oleh anak itu saat kamu bersembunyi."kata patriack. "Benar patriack saya di temukan dengan mudah. Saya juga merasa jika tidak menunjukan diri, dia akan membunuhku tanpa ragu." Kata Rido ketakutan saat mengingat kenangan. "Pemuda ini luar biasa." Desah patriack dan pria berjenggot putih yang tidak lain wakil patriack.


"Big brother kalian berdua." "Ahhh." Cindy menjerit setelah mengetahui Variz masuk di kamar kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut. "Oh. Apakah Aku dan Cindy di panggil patriack." Kata Clue memakai celana. "Benar. Aku tunggu di luar." Variz keluar kamar. Clue mencium bibir Cindy lalu berkata "Mari kita lanjutkan setelah bertemu patriack." Wajah Cindy merah dan mengangguk.


Sementara agilty patriack akademi knight mencapai 330 melebihi 15 poin di tambah peralatan level 2 yang dia pakai kekuatannya mencapai 396. Clue pasti tahu bahwa patriack akademi knight mempelajari skill yang memberikan tambahan 20% kekuatan, agility dan stamina.


Clue melihat pria berjenggot putih level 299 hanya selangkah menjadi peringkat B level 1. Tapi Clue yakin bisa melarikan diri jika melawannya. Karna ahli peringkat C tidak bisa terbang menggunakan energi alam. Beda lagi jika wakil patriack menguasai elemen angin. Yang dapat membiarkan dirinya terbang meskipun mengkonsumsi jumlah mana yang sangat banyak.


Patriack dan wakil patriack terkejut saat melihat Clue. Dia tampak tenang berhadapan dengan mereka. Sementara Cindy tampak gugup dan memeluk lengan Clue disampingnya. "Benar-benar jenius." Kata patriack akademi knight saat melihat kekuatan Clue. Terimakasih patriack memujiku. Clue berterimakasih. "Ehh. kamu tahu aku patriack" Patriack dan wakil patriack terkejut saat Clue menyebut dirinya patriack. "Saya hanya menebak" Balas Clue. "Kita harus menjadikan dia teman." Patriack dan wakil patriack begumam bersamaan.


"Apa kamu mau menjadi elder tamu." Kata patriack. "Aku akan menjadi elder tamu. Asalkan kekasihku dapat bergabung akademi knight. "Haha. aku akan mengangkat kekasihmu menjadi muridku, apa kamu setuju." Balas patriack "Setuju." Balas Clue.


Cindy terkejut mendengar kata patriack dan Clue. sekarang dia bergabung dengan akademi knight yang dia impikan sejak dulu. "Sapalah gurumu." Clue mencubit pipi Cindy. "Terimakasih Guru karna sudah bersedia menjadikanku muridmu." Cindy membungkuk. "Hahaha. baik-baik." "Ini token identitas kalian" patriack melemparkan 2 token. Clue mendapat token emas, sedangkan Cindy token perak.


"Token emas menunjukan status elder tamu, elder dalam. Sedangkan token perak menunjukan status murid dalam, dan elder luar." Kata wakil patriack. "Terimakasih. Patriack dan wakil patriack." Clue dan Cindy berterimakasih.


"Kalian boleh pergi. Variz tunjukan ruangan untuk Clue dan Cindy." Kata Patriack. Clue, Variz dan Angel pun mulai meninggalkan ruangan. "Sepertinya kerajaan kita akan memenangkan turnament bela diri 1 tahun setengah dari sekarang." Kata patriack tersenyum. "Haha. benar patriack" wakil patriack tertawa.


Variz pun menunjukan ruangan Clue di area pusat. "Oh. Ini ruanganku. Tidak terlalu buruk." kata Clue melihat ruangan seluas 15x15 meter." Clue tidak berniat masuk ruangan dan ikut melihat ruangan Cindy. Ruangan Cindy di sebelah kamar Variz yang luasnya 10x10 meter.


"Oh. Benar Big brother. Besok malam ada acara lelang yang di adakan 1 bulan sekali. mungkin ada beberapa ginseng 1000 tahun yang di lelang." "Oh. Benarkah. Kalau begitu besok kita akan berangkat bersama. Kata Clue. "Oke Big brother. Balas Variz kemudian pergi.


Melihat Variz pergi Clue melirik Cindy dan meremas pantatnya. Wajah Cindy memerah dan mulai berlari masuk kamar. Clue tertawa lalu masuk dan mengunci kamar.


Keesokan harinya Clue melihat Cindy disampingnya. "Selamat pagi sayang." Cindy mencium Clue. Clue membalas ciuman Cindy. "Mandilah kita akan berkeliling Ibukota." Kata Clue membelai rambut Cindy. "Oke sayang." Cindy mencium Clue lalu melompat dari kasur.


30 menit kemudian. "Hmm. Kenapa kamu mengajak dia sayang." Cindy mendengus melihat Angel. "Aku juga pacarnya." Angel menjulurkan lidah dan memeluk lengan Clue. "Seakan tidak mau kalah, Cindy memeluk lengan Clue yang lain. "Sudah jangan ribut. Mari kita jalan dan mencari sebuah toko, lalu pergi ke restoran." Kata Clue. kedua perempuan mulai tenang tapi mata mereka saling melotot. Clue hanya bisa menggeleng melihat Angel dan Cindy.