
"Aku tahu siapa yang mengendalikan kucing itu. Apa kamu ingin menghajarnya." Clue berbicara di pikiran Fernando. "Seberapa kuat dia." Tanya Fernando. "Dia memiliki 900 poin." Balas Clue. "Sial, aku bukan lawannya." Balas Fernando.
"Dini kamu terluka." Kata Fernando melihat luka cakar di tubuh Dini. "Sakit Fernando." Dini meneteskan air mata. "Biar aku sembuhkan lukamu. Aku adalah awakened yang memiliki kemampuan penyembuhan." Kata pria berambut coklat memakai kacamata.
"Baiklah, tolong sembuhkan Dini." Kata Fernando tanpa curiga. Cahaya hijau keluar dari tangan pria berkacamata. Kemudian luka Dini perlahan sembuh. "Baiklah, lukamu sudah sembuh." Kata pria berkacamata. "Terimakasih." Kata Fernando dan Dini bersamaan. Pria berkacamata mengangguk kemudian berjalan pergi.
"Pria berkacamata adalah teman seseorang yang mengendalikan dua kucing itu." kata Clue berbicara di pikiran Fernando. "Apa kamu serius." Fernando terkejut. "Buat apa aku berbohong." Balas Clue. "Dini, ayo kita pulang." Fernando melihat Dini. "Baik." Dini mengangguk.
Saat ini di suatu tempat pria berjaz hitam dan pria berambut coklat berkacamata sedang mengobrol. "Aku tidak menyangka ada awakened kuat di kota ini." Kata pria berkacamata mengingat Clue yang membunuh kucing dengan sebuah batu kecil.
"Apa kamu tahu tingkat dia." Tanya pria berjaz hitam. "Setidaknya dia awakened tingkat 9 seperti kita. Karena aku tidak bisa merasakan kekuatannya." Balas pria berambut coklat berkacamata.
5 Menit kemudian Fernando telah mengantar Dini di depan rumahnya. "Terimakasih Fernando sudah mengantarku kembali." Dini tersenyum. "Bagaimana dengan pakaianmu yang robek Din." Kata Fernando melihat pakaian Dini yang robek. "Tidak masalah, aku memiliki 2 pakaian." Dini tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pulang." Fernando tersenyum. "Hati-hati di jalan." Balas Dini. Fernando mengangguk kemudian berjalan pergi. Tidak lama setelah berjalan Fernando melihat kucing kuning yang berjalan di sampingnya.
"Clue, bantu aku bertambah kuat dengan cepat." Kata Fernando dengan serius. "Bantu aku mencari tanaman obat kemudian aku akan membuatkanmu sebuah pil." Kata Clue. "Besok adalah hari minggu. Ayo kita ke toko tanaman obat." Balas Fernando.
5 Menit kemudian Clue dan Fernando telah kembali ke rumah. Setelah kembali ke rumah Fernando masuk ke dalam kamarnya dan mulai berkultivasi.
Saat ini Clue sedang berada di kamarnya dan melihat jendela. "Jika hanya berkultivasi. Aku tidak tahu butuh berapa lama untuk menerobos tingkat di atas high divine being. Aku harus mencari tanaman obat dan membuat pil." Gumam Clue kemudian mulai berkultivasi.
Keesokan harinya Clue dan Fernando keluar dari rumah dengan berjalan kaki. "Mengapa kamu tidak membeli kendaraan." Tanya Clue. "Aku miskin Clue. Nenek tidak bekerja. Uang pensiunan almarhum kakek hanya cukup buat makan sehari-hari." Fernando tersenyum. "Kehidupanmu dan kehidupanku sangat jauh berbeda." Gumam Clue.
"Aaahh. Pencuri." Seorang wanita berteriak. "Wuusshh." Clue melihat seorang pria yang berlari dengan sangat kencang ke arahnya. "Bukkk." Clue memukul perut pencuri. "Uugghh." Pria memegangi perutnya kemudian jatuh pingsan.
Clue mengambil tas dan memberikan tas kepada wanita. "Terimakasih." Wanita mengambil tas. "Tolong terimalah." Wanita memberikan uang kepada Clue. "Terimakasih." Fernando tersenyum dan mengambil uang.
"Apa yang ingin kamu lakukan pada pencuri ini." Clue melihat pencuri yang tidak sadarkan diri. "Aku akan membawanya ke kantor polisi." Clue melihat kedatangan pria berseragam. "Bisakah kamu ikut denganku ke kantor polisi untuk memberi kesaksian." Polisi melihat Clue dan wanita.
"Tidak bisa. Aku sedang sibuk." Balas Clue. "Pergilah ke kantor polisi Clue. Kamu bisa menyusulku nanti." Kata Fernando. "Ciihh. Baiklah." Clue mencibir.
Polisi membawa pencuri masuk ke dalam mobil. Clue dan wanita juga masuk ke dalam mobil. Melihat Clue pergi, Fernando berjalan pergi.
5 Menit kemudian Clue tiba di kantor polisi. "Ini mengingatkan saat diriku terbangun dari koma." Clue mengingat kenangan masa lalunya. Clue kemudian masuk ke dalam kantor polisi dan duduk di kursi.
"Bisa kamu tunjukan kartu awakenedmu." Balas polisi. "Aku tidak memilikinya. Aku baru awakened kemarin." Balas Clue. "Jika begitu, tunjukan kartu identitasmu." Kata polisi melihat Clue.
Clue menghela nafas kemudian menciptakan kartu identitas miliknya. Polisi dan wanita terkejut melihat sebuah kartu muncul di udara kosong.
"Itu kartu identitas milikku." Kata Clue. Polisi kemudian melihat kartu identitas milik Clue. "Clue" polisi melihat nama Clue. "Baiklah, aku akan pergi. Aku sangat sibuk." Clue mengambil kartu dari tangan polisi kemudian menghilang. Polisi dan wanita terkejut melihat Clue yang menghilang.
Saat ini Fernando yang berjalan melihat kemunculan Clue di sampingnya. "Apa urusannya sudah selesai." Tanya Fernando. "Sudah." Balas Clue. Fernando kemudian berhenti berjalan. "Kita sudah tiba." Kata Fernando. Clue masuk ke dalam toko diikuti Fernando.
"Halo, ada yang bisa saya bantu." Kata pria paruh baya melihat kedatangan Clue dan Fernando. "Aku ingin membeli tanaman obat." Kata Clue. "Silakan dilihat. Tanaman obat seperti apa yang ingin anda beli." kata pria paruh baya. Clue kemudian melihat-lihat tanaman obat.
"Aku ingin membeli ini." Clue mulai menunjuk 10 tanaman obat. Pria paruh baya kemudian mengambil 10 tanaman obat yang Clue tunjuk. "Berapa totalnya." Tanya Clue. "Sebentar, aku akan menghitungnya." Pria paruh baya kemudian mulai menghitung.
"Totalnya 1 juta." Balas pria paruh baya. "Begitu mahal." Fernando terkejut. "Bukankah tadi aku mendapatkan uang dari wanita itu." Clue melihat Fernando. Fernando kemudian memberikan uang 1 juta kepada pria paruh baya.
Pria paruh baya menghitung uang kemudian tersenyum. "Uangnya pas. Apa ada yang ingin anda beli lagi." Tanya pria paruh baya memberikan 10 tanaman obat yang di taruh dalam kotak kayu kepada Clue.
"Tidak." Clue mengambil kotak kayu dan berjalan pergi. "Jangan lupa datang lagi." Pria paruh baya tersenyum. Clue keluar dari toko tanaman obat dan berkata. "Berjalan terlalu lama. Aku akan membawamu teleportasi." Clue dan Fernando kemudian menghilang.
Clue dan Fernando kemudian muncul di depan sebuah rumah. "Aku akan membuat pil. Kamu jangan mengangguku." Kata Clue masuk ke dalam rumah. "Baiklah." Fernando juga masuk ke dalam rumah dan berjalan ke kamarnya.
Clue masuk di dalam kamar kemudian membuka kotak kayu. Clue kemudian membuat 10 tanaman obat melayang di udara. "Sudah lama aku tidak membuat pil." Kata Clue kemudian memunculkan api dari udara kosong.
10 Menit kemudian Clue menciptakan pil bewarna putih. "Selamat anda menciptakan pil spirit level 1. Pil spirit level 1 akan di simpan otomatis di tabel shop, dan akan ada 1 stock pil spirit setiap harinya." Pil berwarna putih di depan Clue kemudian menghilang.
Clue membuka tabel shop dan melihat gambar pil. Clue melihat ada 1 pil di tabel shop. "Pil spirit level 1 memakannya dapat meningkatkan kekuatan, agility, vitalitas, stamina dan ki sebesar 100 poin. Pil spirit level 1 hanya bisa di konsumsi 1 tahun sekali. Mengkonsumsi pil spirit berlevel sama sebelum 1 tahun tidak akan memberikan efek apapun."
Melihat info Clue mencibir. "Cihh, aku hanya bisa membuat pil spirit level 1 dan efeknya sungguh buruk." Clue kemudian mengambil 1 pil spirit dan melihat cooldown 23 jam 59 menit. "Pil ini akan ku berikan pada Fernando. Aku akan mengkonsumsi pil spirit besok." Kata Clue keluar dari kamarnya.
Clue berjalan ke kamar Fernando dan membuka pintu. Clue melihat Fernando yang berkultivasi. Fernando membuka matanya dan melihat Clue. "Makan ini." Clue melempar pil kepada Fernando.
"Pil spirit level 1 memakannya dapat meningkatkan kekuatan, agility, vitalitas, stamina dan ki sebesar 100 poin. Pil spirit level 1 hanya bisa di konsumsi 1 tahun sekali. Mengkonsumsi pil spirit berlevel sama sebelum 1 tahun tidak akan memberikan efek apapun." Fernando melihat notifikasi yang muncul di depannya saat memegang pil.
"Pil yang luar biasa." Fernando terkejut. "Cepat konsumsi pil itu." kata Clue melihat Fernando. "Baik." Fernando mengangguk kemudian menelan pil. Saat menelan pil Fernando merasakan energy mengalir di dalam tubuhnya. Fernando kemudian duduk dan memejamkan matanya.