
Pria terkejut melihat 2 koper yang muncul dari udara kosong. "Di dalam koper ada 2 milyar. Ambilah 1,78 milyar." Kata Clue membuka koper. Pria melihat uang di dalam koper dan mulai menghitung.
15 Menit kemudian Clue keluar dari showroom mobil. "Mobil akan dikirim ke apartemen. Jadi aku perlu menunggu di apartemen." Kata Clue kemudian menghilang.
3 Jam kemudian Clue yang duduk di ruang tamu mendengar suara ketukan pintu. Clue membuka pintu dan melihat pria yang bekerja di tempat penjualan mobil. "Mobil telah di antarkan. Silakan tanda tangan." Pria tersenyum dan memberikan sebuah kertas.
Melihat Clue telah selesai tanda tangan. Pria memberikan surat dan kunci mobil kepada Clue. "Terimakasih saudara Clue. Saya pamit pergi." Pria tersenyum. Clue menyimpan surat mobil di dalam tabel penyimpanan dan melihat mobil yang dia beli berada di tempat parkir apartemen.
Clue menghilang dan muncul di samping mobil miliknya bewarna silver. "Aku akan mencoba mobil yang baru kubeli." Clue masuk ke dalam mobil. "Sudah lama aku tidak mengendarai mobil. Aku harap tidak lupa cara mengendarai mobil." Clue menghidupkan mobil dan mengendarai mobil di jalan. "Ternyata aku masih ingat cara mengendarai mobil." Gumam Clue.
10 menit kemudian Clue berhenti di depan sebuah sekolah. Melihat Dini yang berjalan bersama temannya, Clue keluar dari mobil dan berkata. "Dini." "Kak Clue." Dini melihat Clue.
"Mengapa kakak kemari." Tanya Dini berjalan ke arah Clue. "Aku kemari untuk menjemputmu." Balas Clue. "Apa itu mobil kakak." Tanya Dini melihat mobil bewarna silver dibelakang Clue. "Benar ini mobilku." Balas Clue.
"Baiklah, ayo masuk ke dalam." Kata Clue masuk ke dalam mobil. Dini masuk di dalam mobil dan duduk di samping Clue. "Apa kamu suka bermain game." Tanya Clue menghidupkan mobil. "Lumayan suka kak, memangnya kenapa." Tanya Dini. "Ayo kita bermain game di mall." Balas Clue. "Baik kak. Tapi jangan lama-lama." Balas Dini. "Tentu." Clue mengangguk.
10 Menit kemudian Clue dan Dini sampai di mall. "Dini." Kata Clue. "Iya kak." Balas Dini. Clue kemudian menggandeng tangan Dini. Dini tersenyum saat Clue menggandeng tangannya. Clue dan Dini berjalan ke arah tempat permainan.
Tidak lama kemudian Clue dan Dini tiba di tempat permainan. "Kamu ingin main apa." Tanya Clue. "Aku ingin mencoba itu kak." Dini menunjuk sebuah permaianan capit boneka. Clue berjalan ke kasir dan membeli beberapa coin.
Setelah membeli coin Clue dan Dini berjalan ke arah permainan capit boneka. "Cobalah." Kata Clue memasukan coin. Dini kemudian mencoba permainan. "Ahh, sedikit lagi." Kata Dini melihat dirinya gagal mendapatkan boneka.
"Biar aku yang coba." Clue memasukan coin dan mencoba permainan. "Aahh." Dini terkejut melihat Clue mendapatkan boneka. "Ini buatmu." Clue memberikan boneka bewarna pink kepada Dini. "Terimakasih kak." Dini tersenyum.
"Apa kamu ingin boneka lagi." Tanya Clue. "Aku mau kak." Dini mengangguk. "Baiklah, aku akan mendapatkan banyak boneka untukmu." Clue tersenyum dan memasukan coin.
Tidak lama kemudian Clue telah mendapatkan 3 boneka. "Cukup kak. Aku takut kita akan di usir karena mendapatkan banyak boneka." Kata Dini melihat Clue. "Baiklah, ayo kita bermain permainan yang lain." Balas Clue. "Baik." Dini mengangguk.
1 Jam kemudian Clue dan Dini sedang makan ice cream. "Makasih kak. Hari ini aku bahagia." Kata Dini memakan ice cream. "Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia." Clue tersenyum. Mendengar kata Clue Dini tersipu malu.
"Kak, ada ice di bawah bibirmu." Kata Dini mengusap ice di bawah bibir Clue dengan tisu. "Terimakasih Din." Clue memegang tangan Dini. "Sama-sama kak." Dini tersipu malu. "Setelah menghabiskan ice. Ayo kita pulang." Kata Clue. "Baik kak." Dini mengangguk.
Beberapa menit kemudian Clue dan Dini berada di dalam mobil. "Dini." Clue melihat Dini. "Iya kak." Dini melihat Clue. Clue mencium bibir Dini. Dini terkejut saat Clue mencium bibirnya. "Aku menyukaimu. Apa kamu juga menyukaiku." Clue melihat Dini.
5 Menit kemudian Clue dan Dini berhenti berciuman. "Apa ini ciuman pertamamu." Tanya Clue meski sudah tahu Dini dan Fernando pernah berciuman. "Tidak kak." Dini menggeleng. "Apa kakak kecewa dengan Dini." Tanya Dini. "Tidak, kakak tidak kecewa dengan Dini." Balas Clue mencium bibir Dini sekali lagi.
"Kak, bagaimana jika ada orang yang melihat kita berciuman di dalam mobil." Kata Dini melihat Clue. "Tidak perlu khawatir. Kaca mobil ini gelap jika dilihat dari luar." Balas Clue mencium bibir Dini sekali lagi.
5 menit kemudian Clue melihat Dini yang rambutnya berantakan. "Ayo kita pulang." Kata Clue. "Baik kak." Dini mengangguk dan merapikan rambutnya.
10 Menit kemudian Clue tiba di depan rumah Dini. Clue dan Dini keluar dari mobil. "Paman, tante." Clue melihat ayah dan ibu Dini di depan pintu. "Kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh dengan anakku kan." Kata ayah Dini melihat Clue.
"Tidak yah. Aku dan kakak Clue baru saja dari mall." Balas Dini menunjukan 3 boneka yang dia dapatkan dari permainan. "Masuklah Clue." Kata ibu Dini. "Terimakasih. Tapi aku akan langsung pulang." Balas Clue tersenyum ke arah Dini. Dini tersipu malu saat Clue tersenyum padanya.
Clue masuk ke dalam mobil, kemudian mobil tiba-tiba menghilang. "Sial, buat apa dia mengendarai mobil. Jika dia bisa berteleportasi." Kata ayah Dini melihat mobil tiba-tiba menghilang. "Dini, apa dia laki-laki yang buruk." Tanya ibu Dini. "Kakak Clue, laki-laki yang baik kok bu." Balas Dini masuk ke dalam rumah.
Saat ini Clue berada di tempat parkir apartemen dan keluar dari mobil. "Apa itu mobil barumu." Clue melihat Fernando. "Benar, aku baru saja membeli mobil. Usiamu belum 17 tahun, jadi jangan membeli mobil." Balas Clue melihat Fernando. "Aku tahu." Balas Fernando. Clue dan Fernando berjalan ke arah apartemen.
"Mengapa kamu sudah kembali. Biasanya kamu saat ini berada di hotel bersama perempuan bernama Veronica." Kata Clue melihat Fernando. "Tidak baik berhubungan badan setiap hari." Balas Fernando. "Jangan berbohong, kamu pasti bosan dengannya." Balas Clue. "Jika kamu sudah tahu mengapa masih bertanya." Fernando mendengus.
Clue dan Fernando masuk ke dalam apartemen. "Oohh. Apa kalian pulang bersama." Kata nenek Fernando. "Tidak nek. Clue baru saja membeli mobil." Balas Fernando masuk ke dalam kamarnya. "Mobil seperti apa yang kamu beli Clue." Tanya nenek Fernando. "Hanya mobil murah nek. Seharga 1,78 milyar." Balas Clue. Nenek Fernando terdiam mendengar kata Clue.
Keesokan harinya Clue berada di kamarnya dan melihat jam. "Sudah saatnya menjemput Dini." Clue keluar dari kamarnya. "Kamu ingin pergi kemana Clue." Tanya nenek Fernando. "Mencari udara segar." Balas Clue keluar dari apartemen dan berjalan ke arah mobilnya.
10 Menit kemudian Clue keluar dari mobil dan melihat Dini berjalan ke arahnya. "Ayo masuk." Kata Clue membuka pintu. "Baik kak." Dini tersenyum dan masuk ke dalam mobil. Clue menutup pintu dan juga masuk ke dalam mobil.
"Apa kamu suka bernyanyi." Tanya Clue. "Aku suka bernyanyi kak. Meski suaraku tidak terlalu bagus." Balas Dini. "Tidak masalah, ayo kita pergi ke bar karaoke." Clue tersenyum dan mengendarai mobil.
10 Menit kemudian Clue dan Dini tiba di bar karaoke. "Aku pesan satu ruangan." Clue memberikan uang 5 juta kepada pria. Pria terkejut melihat Clue memberinya uang begitu banyak. "Silakan ikuti saya bos." Pria tersenyum dan mengantar Clue dan Dini ke sebuah ruangan. Clue dan Dini kemudian masuk ke dalam ruangan.
"Kamu ingin menyanyikan lagu apa." Tanya Clue. "Blackpink How You Like That." Balas Dini. Clue dan Dini mulai beryanyi. Saat bernyanyi Dini terkejut mendengar suara Clue yang begitu bagus. Clue tersenyum dan memeluk pinggang Dini. Dini tersenyum dan lanjut bernyanyi.
"Kak, suaramu sangat bagus." Kata Dini melihat Clue. "Suaramu juga bagus Din." Balas Clue. "Heh, kakak berbohong." Dini mendengus. "Aku tidak berbohong." Balas Clue. Clue dan Dini saling melihat. Clue menarik pinggang Dini dan mencium bibirnya. "Eemm." Dini memeluk Clue dan memejamkan matanya.