
Beberapa menit kemudian Clue dan Rapunsel berhenti berciuman. "Baiklah bu, mungkin 1 tahun kemudian aku akan kembali. Saat itu aku akan memaksa ibu untuk ikut denganku. Meski ibu tidak mau." Kata Clue. "Huhh, karna kamu lebih kuat dari ibu. Sekarang kamu berani macam-macam dengan ibu." Rapunsel mendengus. Clue tertawa lalu mencium bibir Rapunsel sekali lagi.
"Jaga diri baik-baik bu." Clue memegang sebuah token dan memeluk Osilda. "Kamu juga jaga diri baik-baik nak." Rapunsel berkata dan meneteskan air mata. Clue mengangguk kemudian tubuhnya dan tubuh Osilda bersinar hitam lalu menghilang. Melihat Clue dan Osilda menghilang Rapunsel berkata. "1 tahun, itu sangat lama bagiku untuk menunggumu kembali."
Di sebuah hutan perbatasan dekat kota sebuah lubang hitam muncul, kemudian seorang pemuda dan perempuan muncul setelah lubang hitam menghilang. Pemuda dan perempuan tidak lain adalah Clue dan Osilda.
"Kita sudah sampai di dunia lain." Kata Clue. Osilda menatap sekelilingnya dan berkata. "Benar kata tuan energi di dunia ini lebih padat dan beberapa kali lebih baik dari energi alam di dunia kita dulu." Kata Osilda.
"Baiklah, ikuti aku." Kata Clue. "Baik tuan." Osilda mengangguk dan mengikuti Clue. Tidak lama kemudian Clue dan Osilda tiba di sebuah kota kecil dan masuk ke dalam kota.
Saat tiba di dalam Osilda begitu terkejut bahwa dirinya bahkan tidak bisa melihat kekuatan anak kecil berumur 15 tahun. "Dunia ini dipenuhi begitu banyak ahli." Kata Osilda. Osilda melihat Clue yang berjalan di sampingnya, tersipu dan berkata. "Apakah saya boleh memeluk lengan tuan."
Clue tersenyum kemudian memeluk Osila. Saat dirinya di peluk oleh Clue wajah Osilda memerah dan mulai memeluk lengan Clue. Clue dan Osilda yang bermesraan di tengah jalan menarik perhatian banyak orang.
"Siapa pemuda itu, dia sudah mencapai peringkat ss level 3." "Benar, seharunysa peringkat ss level 3 tampak berumur 30an mengapa dia seperti berumur 25 tahunan." "Dari mana dia berasal, aku curiga dia bukan berasal dari benua Destroyer" semua orang dijalanan mulai mengobrol.
Osilda terkejut mendengar semua obrolan orang, lalu tersenyum dan memeluk lengan Clue lebih erat. Seakan Osilda tidak ingin berpisah dengan Clue.
Clue dan Osilda pun memasuki sebuah rumah. "Selamat datang tuan dan nona, apa ada yang bisa saya bantu." Seorang pria 30an menyambut kedatangan Clue dan Osilda.
"Aku ingin membeli sebuah rumah yang memiliki beberapa kamar dengan luas lahan 25x25 meter." Kata Clue. "Tunggu tuan, saya akan memeriksa." Pelayan mulai membuka buku. Tidak lama kemudian pelayan berkata. "Ada tuan, rumah yang memiliki 5 kamar, 2 kamar mandi serta 1 dapur. Luas lahan 30x30 meter."
"Berapa harganya." Kata Clue. "30 juta coin emas tuan." Balas pelayan. "Clue mengangguk lalu memberikan sebuah cincin kepada pelayan. Pelayan memeriksa di dalam cincin dan berkata. "Baiklah tuan, saya akan menyuruh orang. Untuk mengantar tuan dan Nona menuju rumah yang anda beli." Kata pelayan menyerahkan sebuah kunci kepada Clue.
"Riko." Pelayan berteriak "Ada apa bos." Seorang pria 40an tahunan datang "Antar tuan dan nona ini ke rumah 005." Kata pelayan. "Baik bos, tuan dan nonda ikuti saya." Kata pria 40an. Clue dan Osilda mulai mengikuti pria.
Tidak lama kemudian mereka tiba di depan sebuah rumah yang sederhana dan tidak begitu besar. Clue, Osilda dan pria memasuki rumah. Saat berkeliling rumah Clue mengangguk dan berkata. "Ganti semua perabotan rumah ini dengan yang baru. Aku tidak peduli meski harganya murah, dan sisa coin emas untukmu." Clue melemparkan cincin kepada pria.
Saat pria melihat isi di dalam cincin terkejut di dalamnya ada 2 juta coin emas, dan dia tahu bahwa harga perabotan tidak begitu mahal. "Baik tuan. Saya akan membeli perabotan dengan cepat" Pria dengan semangat meninggalkan.
"Apakah tuan, tidak takut pria itu lari membawa uang tuan." Kata Osilda. "Jika pria itu lari, pedagang yang menjual rumah ini akan mendapat citra buruk." Clue tersenyum.
1 jam kemudian pria kembali dan sudah membeli semua perabotan. "Tuan, tersisa 500 ribu coin emas." kata pria. "Ambilah, sudah kubilang itu bayaranmu." Balas Clue. Pria senang dan berkata. "Terimakasih tuan, saya akan memasang perabotan rumah tuan."
Beberapa menit kemudian semua perabotan lama telah diganti dengan perabotan baru. "Tidak buruk." Clue mengangguk. "Baiklah kalau begitu tuan, saya pamit pergi." Pria meninggalkan.
"Baiklah, kenapa kita tidak mencoba kamar baru." Clue mulai meremas payudara Osilda. Wajah Osilda memerah dan mengangguk.
Keesokan harinya "Pagi tuan."Clue terbangun dan melihat Osilda mencium pipinya dan tersenyum. "Pagi juga." Clue mulai mencium bibir Osilda dan meremas payudaranya. "emmm." Osilda mengerang dan memeluk Clue.
Clue memberikan cincin kepada Osilda dan berkata "Di dalamnya ada puluhan pil level 3 dan beberapa tumbuhan ginseng berumur 3000 tahun serta coin emas dan makanan. Jika aku kembali dan kamu masih belum menerobos peringkat B level 5 aku akan menghukummu." Kata Clue.
Mendengar kata Clue, Osilda berkata dengan serius. "Yakinlah tuan, Osilda akan serius berkultivasi dan saat tuan kembali. Tuan tidak kecewa dengan Osilda." "Bagus." Kata Clue mulai memakai baju dan armornya.
"Tuan, kapan anda kembali." tanya Osilda. "Mungkin 3 hari lagi atau lebih." Kata Clue. "Osilda akan setia menunggu tuan kembali." balas Osilda. Clue melempar 2 token kepada Osilda dan berkata. "Itu token teleportasi. Jika ada seseorang yang berniat buruk, teleportasilah ke beberapa kota yang sudah kuceritakan tadi malam." "Terimakasih tuan." Osilda menangkap token dan tersenyum senang.
Tidak lama kemudian tubuh Clue bersinar dan menghilang. Melihat Clue yang menghilang Osilda berkata. "Aku tidak diperlakukan layaknya pelayan, melainkan diperlakukan seperti kekasihnya. Hanya saja perbedaannya dia menyuruhku untuk memanggilnya tuan." Osilda tersenyum. "Jika aku terus berada disisinya, apa dia mau aku panggil sayang dan menjadikanku kekasihnya." Osilda berpikir. "Para perempuan yang meninggalkan dia begitu bodoh, mereka menyianyiakan pria yang tampan dan sangat kuat, serta ahli dalam memuaskan." Osilda tersipu dan melihat cairan putih yang mengalir dari lubangnya.
Saat ini Clue berada di dekat perbatasan kota dan sudah kembali ke bentuk wajah aslinya seorang pemuda berumur 20an yang memiliki rambut putih. "Baiklah, pertama-tama aku akan menuju penginapan dimana Hana dan Milea berada." Kata Clue lalu menghilang.
Tidak lama kemudian Clue muncul di sebuah kamar dan melihat wanita berumur 30an sedang telanjang, memasukan jarinya di pussynya dan meremas payudaranya. Wanita terkejut melihat kemunculan Clue yang tiba-tiba dan melompat ke arah Clue sambil menangis. "Sayang, aku sangat merindukanmu." Kata wanita yang tidak lain Milea.
"Kamu begitu berantakan, padahal hanya 7 hari kamu tidak bersamaku." Kata Clue. "Uuhh, 7 hari tanpamu rasanya seperti 7 tahun sayang." Milea memeluk Clue dan menangis. "Uhh." Clue melihat Milea yang tiba-tiba membuka celananya dan menghisap punyanya. "Kamu benar-benar sudah rusak." Kata Clue.
2 jam kemudian Clue sedang duduk di kasur dan Milea memeluknya. "Sayang, tidak bisakah kita melakukannya lagi." Kata Milea yang sedang memeluk Clue. "Tahanlah nafsumu untuk saat ini. kita akan bertemu dengan bawahanku." Balas Clue. Milea cemberut lalu tiba-tiba berkata. "Sayang, apakah kamu sudah tahu." "Tahu tentang apa." tanya Clue.
Milea terkejut mendengar kata Clue dan berkata. "Sekte kita di hancurkan dan semua orang disana meninggal termasuk patriack, ayahmu, serta paman dan saudaramu." Clue terkejut. mendengar kata Milea. "Mengapa baru sekarang sekte itu dihancurkan, seharusnya 1 tahun lalu saat kita memasuki benua hitam." balas Clue tidak percaya.
"Sayang apa kamu tidak marah sekte kita dihancurkan dan ayahmu dibunuh." Kata Milea yang terkejut melihat ekspresi santai Clue. "Tidak, karna aku tidak terlalu akrab dengan mereka semua. Sekte itu hanya tempat singgahku beberapa hari." Balas Clue. Milea terkejut mendengar kata Clue.
"Aku bukan anak dari ayah pemuda ini, aku adalah ahli yang merebut tubuh anak ini. Jadi aku tidak memiliki perasaan dengan mereka semua" kata Clue. "Ahhh." Mendengar kata Clue Milea menutup mulutnya. "Kuharap kamu merahasiakan apa yang aku ucapkan." Kata Clue. Milea tersenyum dan berkata. "Tenang sayang, aku akan menyimpan rahasia ini." Clue mengangguk.
"Lalu sayang, sejak kapan kamu merebut tubuhnya dan peringkat apa kultivasi aslimu dulu." Milea penasaran. "Sejak 6 tahun lalu, saat pemuda ini berusia 15 tahun. Kultivasiku peringkat Raja." Kata Clue bohong mengenai peringkatnya.
"Ahhh." Milea terkejut dan menatap Clue seperti melihat monster. "Pantas saja, jadi alasan sayang cepat menerobos karna dulunya adalah seorang peringkat raja." Milea menghela nafas. "Memangnya kenapa kalau aku dulunya peringkat raja." Tanya Clue. "Tidak kenapa-kenapa sayangku. Juga aku merasa perempuan paling beruntung di dunia ini, karna memiliki kekasih peringkat raja yang begitu tampan." Milea tersenyum dan memeluk lengan Clue sangat erat.
"Shit, saat ini aku hanyalah peringkat sss, jauh dari peringkat raja." Clue menggeleng. "Tidak masalah, karna cepat atau lambat aku yakin sayangku akan menjadi peringkat raja kembali." Milea tersenyum.
"Baiklah, ayo temui Hana." Kata Clue mulai merubah bentuk wajahnya serta tubuhnya menjadi Clue yang dulu. Setelah selesai merubah wajahnya Clue dan Milea keluar dari kamar dan menuju kamar Hana.
Catatan Penulis : Level 500-999 Peringkat SSS Level 1 sampai 10
Level 500-549 Peringkat SSS level 1
Level 550-599 Peringkat SSS level 2
Peringkat 600-649 Peringkat SSS level 3 dan seterusnya