
"Bagaimana mungkin." Pria berkacamata terkejut. "Hahaha, apa kamu terkejut." Clue tiba-tiba muncul di belakang pria berkacamata. "Dari mana kamu mendapatkan benda seperti itu." Pria berkacamata melihat Clue. "Buat apa aku menjawab pertanyaan dewa yang akan mati." Clue membakar pria berkacamata. "Ahhh." Pria berkacamata berteriak saat api abu-abu membakar tubuhnya. Beberapa detik kemudian tubuh pria berkacamata menjadi abu.
"Hanya tersisa kalian berempat." Clue melihat High god yang tiba-tiba muncul di langit." 4 high god saling melihat kemudian menghilang. "Ehh." Clue terkejut melihat 4 high god yang melarikan diri. "Aku tidak percaya mereka berempat melarikan diri." Clue menggeleng kemudian teleportasi.
Saat ini 4 high god muncul di suatu tempat. "Minerva, sebaiknya kita tidak mencari masalahnya dengannya." kata pria berambut biru. "Benar, aku baru saja menerobos high god. Aku tidak ingin kembali menjadi mid god lagi." balas pria lain. "Baiklah, ayo kita kembali ke benua inti terlebih dulu." wanita berambut putih yang di panggil Minerva menghela nafas.
Saat ini Clue melayang di udara dan melihat Tian Long, Mori Han dan Steven sedang bertarung melawan high god. "Apa kalian bertiga butuh bantuanku." Ketiga high god terkejut saat melihat kedatangan Clue. "Mengapa kamu bisa kemari. Kemana 7 high god yang pergi bersamamu." Tanya pria botak. "Aku sudah membunuh 3 high god. Dan 4 high god telah melarikan diri." Clue menyeringai.
Pria botak merasakan bahwa Clue tidak berbohong kemudian menghilang. Melihat pria botak menghilang, 2 high god lainnya juga menghilang. "Sial, mengapa kamu tidak kembali nanti saja. aku sangat ingin mengalahkan high god." Steven melihat Clue. "Dengan kemampuanmu saat ini. Mustahil kamu bisa mengalahkan high god. Kamu hanya bisa imbang melawan high god. Hanya Tian Long yang bisa mengalahkan high god." Clue melihat Tian Long.
"Para high god telah bergerak dan mulai mengincarku. Apa kalian masih ingin pergi denganku." Clue melihat Tian Long, Mori Han dan Steven. "Selama aku mendapatkan air kehidupan. Aku tidak peduli meski melawan para high god." balas Mori Han. "Saat pergi sendiri, aku tidak mendapatkan banyak air kehidupan seperti saat pergi bersamamu. Sudah jelas aku akan pergi bersamamu. Terlebih lagi aku saudaramu." Balas Tian Long. "Kamu sudah tahu jawabannya. Selama anakku belum menerobos demi god. Aku akan pergi bersamamu." Balas Steven. "Bagus." Clue tersenyum mendengar jawaban Tian Long, Steven dan Mori Han.
Saat ini di tempat lain. 7 high god sedang berkumpul. "Aku tidak menyangka dia membunuh Eras, Valun dan Jarson." Kata pria botak. "Meski mereka bertiga membagi jiwa dan tubuh mereka menjadi dua. Saat tubuh utama mereka mati. Kekuatan mereka bertiga akan turun menjadi mid god." balas wanita berambut putih. "Mereka bertiga sangat sial." Kata pria lain.
"Minerva, jika kamu ingin mengalahkannya. Setidaknya kamu membutuhkan 15 high god. Atau menggunakan cawan suci untuk menyegel kekuatannya." Kata pria botak. "Cawan suci hanya dapat digunakan sekali. Cawan suci tidak bisa di gunakan dua kali pada jiwa yang sama." Balas wanita berambut putih. "Kamu masih belum mencobanya. Jadi kamu tidak tahu apakah kucing itu memiliki jiwa yang sama dengan Clue low god yang dulu di hukum." Balas pria botak. "Apa yang kamu katakan benar. aku akan membicarakan ini dengan dewa lainnya." Balas wanita berambut putih.
3 Hari kemudian di benua inti. Beberapa high god sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Aku tidak menyangka 3 high god di kalahkan oleh seorang mid god." kata pria berjubah hitam. "Dia memiliki benda seperti cawan suci yang dapat menyegel kekuatan high god." balas wanita berambut putih.
"Sepertinya kita terlalu meremehkannya." Kata pria bermata tiga. "Jadi apa yang akan kita lakukan padanya sekarang." kata pria botak. "Aku akan berbicara padanya secara pribadi." Kata pria paruh baya berjenggot.
3 Hari kemudian Clue yang sedang bersama Tian Long, Steven dan Mori Han melihat pria paruh baya berjenggot yang melayang di langit. "Akhirnya kita bertemu Clue." kata pria paruh baya berjenggot. Merasakan pria paruh baya tidak memiliki niat buruk Clue berkata. "Aku tidak mengenalmu."
"Aku adalah Velkanos guardian dari galaxy Koros." Pria paruh baya mengenalkan dirinya. "Apa maumu Valkanos." Clue melihat pria paruh baya. "Aku ingin kamu berhenti mencuri air kehidupan milik para dewa lainnya." Balas Velkanos.
"Jika kamu memberiku 1000 botol air kehidupan tingkat tinggi. aku akan berhenti mencuri air kehidupan milik para dewa." Clue tersenyum. "Nafsu makanmu sungguh besar." Velkanos melihat Clue. "Jika kamu tidak mau memberikan 1000 botol air kehidupan tingkat tinggi. Pergilah dari hadapanku, atau aku akan membunuhmu." Clue melihat Velkanos.
Tian Long, Mori Han dan Steven mengelilingi Velkanos. "Kalian bertiga hanya mid god. tidak mungkin bisa mengalahkanku." "Boomm." "Booom." "Booom." Velkanos bergerak secepat kilat dan memukul Tian Long, Mori Han dan Steven. Tian Long, Mori Han dan Steven melesat sangat jauh.
Saat ini Clue sedang berbaring di tanah dan melihat langit. "Meski aku bisa melihat 5 detik ke depan. Namun refleku sangat lambat. Perbedaan kecepatanku dengannya sangat jauh." Clue berdiri kemudian teleportasi.
Clue muncul di tempat sebelumnya dia di pukul dan melihat Valkanos sedang melayang di langit. "Jika kamu adalah dewa sejati. Lawanlah aku dengan semua kemampuanmu. Jangan gunakan benda yang kamu pakai untuk mengalahkan Eras, Valun dan Jarson." Valkanos melihat Clue.
"Maaf aku bukan dewa sejati." Kata Clue kemudian melemparkan token segel dan berkata. "Segel kekuatan Valkanos, melihat token segel yang melesat ke arahnya. Valkanos melesat dengan cepat. "Buzzz." Clue terkejut melihat kecepatan Valkanos. "Dia adalah dewa tercepat yang pernah aku lawan. Aku ingin tahu, apakah dia bisa melarikan diri dari token segel yang mengejarnya." Kata Clue kemudian menghilang.
Saat ini Valkanos yang sedang berlari melihat token segel yang mengejarnya. "Benda itu terus mengejarku." Tubuh Valkanos diselimuti petir hitam kemudian larinya semakin cepat. "Dia sangat cepat." Clue muncul di langit dan terkejut melihat Valkanos berhasil lolos dari token segel.
5 menit telah berlalu, saat ini Clue melihat Valkanos terus berlari dengan cepat dan token segel terus mengejarnya. "Baru kali ini aku melihat kejadian seperti ini." Clue terkejut. "Time stop." Kata Clue menghentikan waktu kemudian menghilang. Clue muncul di tempat lain dan melihat Valkanos tetap berlari dengan cepat tanpa terpengaruh efek time stop. "Sepertinya dia mengusai hukum waktu. Jalankan waktu." kata Clue kemudian waktu berjalan kembali.
5 menit kemudian Clue melihat Valkanos masih melarikan diri dari token segel yang mengejarnya. "Sepertinya token segel tidak akan bisa mengejarnya." Clue teleportasi kemudian muncul di depan Valkanos dan meninju perutnya. "Wusss." Namun Valkanos menghindari pukulan Clue dan terus berlari dengan cepat. "Bajingan." Clue mengutuk melihat Valkanos dengan mudah menghindari pukulannya.
Tubuh Clue di selimuti api abu-abu kemudian teleportasi dan muncul di depan Valkanos. "Terbakarlah." Clue membakar Valkanos. "Wusss." Valkanos menghindari api yang abu-abu yang melesat ke arahnya. "Berengsek. Jika begitu apakah kamu bisa menghindari ini juga. Black hole." Clue berteriak kemudian lubang hitam raksasa muncul di depannya.
Clue teleportasi kemudian muncul di depan Valkanos dengan black hole raksasa di depannya. "Bajingan." Valkanos menghindari Black hole. Clue yang melihat Valkanos menghindari black hole terkejut. "Bahkan dia mampu melawan daya hisap black hole." Clue terkejut. "Baiklah, aku ingin melihat apakah kamu mampu berlari selamanya." Clue melihat Valkanos.
24 Jam kemudian Clue melihat Valkanos yang pergi ke benua inti. "Saat ini aku akan membiarkanmu lolos." Clue menghancurkan token teleportasi dan berkata. "Teleportasi ke tempat Tian Long, Steven dan Mori han berada." badan Clue bersinar kemudian menghilang.
Saat ini Tian Long, Mori han dan Steven yang sedang berada di tepi danau melihat kemunculan Clue. "Apa kamu sudah mengalahkannya." Tanya Tian Long. "Tidak, dia berhasil lolos dariku." Clue menggeleng. "Aku sudah tahu kamu tidak akan bisa mengejarnya. Kecepatannya setara kecepatan cahaya atau mungkin lebih cepat." balas Mori Han. "Jika aku bertarung dengannya. mungkin aku akan menjadi samsak tinju." Kata Steven dengan ekspresi buruk saat teringat Velkanos memukulnya tanpa dia sadari.