
Seseorang melihat ratusan pedang hitam melesat ke arahnya dan berteriak. Semua orang menghindari serangan. "Namun anehnya ratusan pedang juga mengarah ke Lili dan Vitria." "Jadi ini pilihanmu, terimakasih sudah mau bersamaku." Kata Lili menangis melihat ratusan pedang hitam melaju ke arahnya dengan sangat cepat. "Boom!." Gerbang kota hancur menjadi puing-puing."
"Sial, dia begitu kejam. Bahkan membunuh kedua perempuannya sendiri." Kata seseorang bertopeng. Lalu detik berikutnya Clue muncul di belakang orang itu dan menebas kepalanya dengan pedang hitam. "Mati." Kata Clue dengan menyeramkan.
"Crash." Seorang peringkat sss level 5 mati karna lengah. "Sial, dia membunuh Sento. Semuanya serang." Clue menghilang lalu muncul di belakang seseorang dan berkata. "Aku meminjam kekuatanmu dulu, aktifkan skill kontral target Oni." Seorang pria yang dijadikan budak oleh Clue adalah peringkat sss level 9.
"Sial, dia menjadikan ahli peringkat sss level 9 menjadi budaknya. Semuanya lari." Teriak salah satu pria bertopeng. "Bunuh mereka semua." Kata Clue dengan menyeramkan. "Wush." Oni melesat dengan cepat lalu tiba dibelakang seseorang dan menebas lehernya dengan pedang yang diselimuti api. "Ahh."
Beberapa menit kemudian Clue berdiri di tumpukan mayat dan berkata. "Maaf Lili, Vitria karna aku membunuh kalian berdua." Kata Clue tanpa sedikit penyesalan. "Sepertinya selama ini aku terlalu lunak, maka aku akan membunuh semua orang yang kurampok." Kata Clue melihat ahli yang menjadi budaknya lalu menusuk lehernya. Melihat ahli itu mati Clue menghilang.
Setelah Clue pergi banyak ahli yang datang. "Dia begitu kejam bahkan membunuh kedua perempuannya sendiri dan seseorang yang dijadikan budaknya." Kata seorang pria tua. "Mungkin dia akan menjadi semua musuh ahli di dunia ini." Kata seorang perempuan. "He, jika kamu ingin mati, jadikan dia musuhmu." Kata seorang pria berkumis.
Keesokan harinya Clue sedang duduk di sebuah pohon dan melihat desa terpencil di depannya. "Saatnya mencari sebuah alat pelampiasan baru." Kata Clue lalu menghilang. Clue muncul di gerbang desa dan melihat seorang anak kecil berumur 4 tahun berjalan ke arahnya.
"Ahh, maaf." Clue melihat wanita perempuan berambut pink dengan payudara besar menggendong anak kecil yang berjalan ke arahnya. "Apa dia anakmu." Kata Clue. "Tidak, dia adalah anak kakaku. Maaf kamu siapa ya." Kata perempuan. "Perkenalkan namaku Clue, aku adalah penjelajah."
"Ah, jadi kamu penjelajah ya." Kata Perempuan. "Nina dimana Riko." Clue mendengar sebuah suara dan melihat perempuan berambut hitam dewasa yang tubuhnya lebih seksi dari pada perempuannya di depannya. "Dia Cantik tapi tidak secantik perempuan berambut pink, tapi tubuhnya seksi." Gumam Clue.
"Siapa dia." Tanya perempuan yang baru datang. "Ohh, dia seorang penjelajah." Kata Perempuan berambut pink. "Halo, namaku Clue seorang penjelajah." Clue tersenyum. Perempuan melihat wajah Clue yang tampan dan rambut putih lalu bergumam. "Dia begitu tampan, tidak ada pria di desa ini yang lebih tampan darinya."
"Nina ajak Riko bermain aku akan menyambut dia." Balas perempuan. "Baik kak." Balas Nina perempuan berambut pink "Ayo ikuti aku." Perempuan berjalan lalu mengajak Clue ke rumahnya. "Sudah lama tidak ada ahli yang datang ke desa ini." Kata perempuan. "Aku kemari karna aku melihat sebuah desa. Jika aku tidak melihat desa, aku tidak akan pergi kesini."
"Lalu apa tujuanmu datang ke desa ini." Kata perempuan. "Aku hanya ingin melihat-lihat." Balas Clue. "Ooh, apakah begitu." Perempuan menjilat bibirnya. "Dia ingin memprovokasiku." Clue tersenyum lalu berkata. "Apa yang kamu maksud."
Tidak butuh waktu lama Clue dan perempuan berciuman dengan penuh agresif. "Namaku adalah Karen." Kata Karen mencium bibir Clue dan memeluk leher Clue. "Karen, apakah tidak masalah untuk mengkhianati suamimu." Kata Clue. "Aku seorang janda, jadi aku bebas." Bisik Karen.
"Lalu apakah kamu selalu bermain dengan para pria." Clue menjilat leher Karen dan meremas ***********. "Errmm, aku tidak senakal yang kamu kira. Aku begitu kesepian akhir-akhir ini karna suamiku meninggal. Aku tertarik denganmu yang tiba-tiba muncul." Balas Karen. "Begitu ya." Clue menghisap payudara Karen. "Ahh." Karen mendesah. Clue menggendong Karen lalu menuju sebuah kamar.
1 jam kemudian Karen terbaring dan terengah-engah disamping. "Kamu sangat hebat, aku tidak pernah merasakan sepuas ini saat bermain bersama Pria lain." Kata Karen tersenyum. "Baiklah aku akan pergi." Kata Clue berpakaian. "Ahh, mengapa begitu cepat. tidak bisakah kamu tinggal di desa ini lebih lama." Kata Karen terkejut.
"Apa yang aku dapatkan saat tingal di desa ini." Balas Clue. "Aku akan melayanimu kapanpun kamu mau." Karen tersipu. "Baiklah, aku akan tinggal disini ini." Balas Clue, dari awal Clue memang tidak berniat untuk pergi dengan cepat. "Ahh, bagus." Karen memeluk Clue.
Sementara Nina berdiri di depan pintu dan melihat Karen kakaknya memeluk Clue. "Tidak kusangka kakak akan melakukan dengan pria yang baru ditemui." Nina tersipu. "Apakah dia benar-benar kesepian setelah kematian kakak." Nina bergumam.
Clue yang saat ini dipeluk Karen tersenyum. Clue tahu bahwa Nina telah datang beberapa menit lalu dan melihat mereka berhubungan badan. "Karen mengapa kita tidak melakukannya lagi." Kata Clue memasukan jarinya di pussy Karen. "Ughh, nanti Nina akan tahu." Balas Karen. "Tidak masalah, bukankah kamu ingin memiliki seorang pria. Pria itu sudah ada didepanmu." Bisik Clue. Mendengar kata Clue Karen berkata dengan semangat. "Ayo kita lakukan."
Malam harinya Clue makan di ruang tamu bersama Nina dan Karen yang menggendong anaknya. "Nina dia akan tinggal disini." Kata Karen. "Tidak masalah." Kata Nina melirik Clue. Saat Nina melihatnya Clue tersenyum Nina tersipu dan berkata. "Aku ingin tidur terlebih dulu." Kata Nina menuju kamarnya. Clue mendekat ke Karen dan berkata. "Aku tunggu kamu dikamarku." "Baik." Karen tersipu dan mengangguk.
Beberapa menit kemudian Karen datang ke kamar Clue hanya memakai pakaian dalam. "Kamu sangat seksi." Kata Clue berjalan ke arah Karen dan mencium bibirnya. "Ermm. Kamu juga sangat tampan." Balas Karen. Clue dan Karen berciuman dengan penuh gairah.
Keessokan harinya Karen terbaring di samping Clue dan berkata "Mulai saat ini aku adalah wanitamu." Karen tersenyum. "Baiklah, kita sudah istirahat beberapa jam dan punyaku sudah berdiri lagi cepat masukan." Balas Clue. Karen tersipu dan mengangguk. Lalu Clue dan Karen berhubungan badan. Nina yang saat ini berdiri di depan pintu tersipu. "Mereka berdua melakukan itu sampai pagi, apakah melakukan hubungan badan sangat nikmat." Kata Nina dengan wajah memerah.
Beberapa jam kemudian Karen menggendong anaknya dan berkata. "Aku ingin pergi sebentar." Kata Karen. "Baik kak." Balas Nina. Melihat Karen pergi. Clue mendekati Nina dan memeluknya. "Ahh, apa yang kamu lakukan." Teriak Nina. "Bukankah kamu selalu mengintip saat aku melakuan dengan kakakmu." Bisik Clue. Mendengar kata Clue wajah Nina tersipu.