
Clue membuka pakaian Dini dan melihat dada mungil Dini. "Apa kakak kecewa karena dada Dini yang kecil." Tanya Dini melihat Clue. "Aku tidak kecewa." Clue tersenyum dan menjilati dada Dini. "Eemm." Dini mendesah dan menarik rambut Clue.
10 Menit kemudian Clue dan Dini saling berpelukan. "Kak, apa kita akan melakukan hubungan badan." Dini melihat Clue. "Apa kamu siap untuk melakukan hubungan badan." Tanya Clue. "Jika kakak berjanji untuk tidak meninggalkanku. Aku tidak keberatan melakukan hubungan badan." Balas Dini.
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi ke hotel." Kata Clue menjentikan jarinya kemudian dirinya dan Dini memakai baju. "Berapa banyak kemampuan yang kamu miliki kak." Dini terkejut melihat dirinya tiba-tiba mengenakan pakaian dan rambutnya yang berantakan tiba-tiba rapi.
"Aku memiliki banyak kemampuan." Clue tersenyum dan menggandeng tangan Dini keluar ruangan. "Silakan datang lagi bos." Pria tersenyum melihat Clue dan Dini yang keluar ruangan. Clue mengangguk dan meninggal bar karaoke bersama Dini.
Clue dan Dini masuk ke dalam mobil. "Untuk menghemat waktu aku akan teleportasi." Kata Clue menteleportasikan mobil. Clue dan Dini muncul di sebuah tempat parkir hotel. Clue melihat seragam sekolah Dini dan menjentikan jarinya. Dini tiba-tiba menggunakan jaket.
"Ayo keluar." Clue keluar dari mobil. "Baik kak." Dini mengangguk dan keluar dari mobil. Clue dan Dini bergandengan tangan menuju hotel. "Aku pesan satu kamar untuk satu hari." Clue memberikan uang 5 juta dan menunjukan kartu awakened palsu miliknya.
"Ikuti saya bos." Kata resepsionis wanita mengembalikan kartu awakened palsu milik Clue. Clue dan Dini mengikuti wanita. "Ini kamar anda bos. Jika anda perlu sesuatu, silakan hubungi saya." Wanita tersenyum dan memberikan kunci kamar kepada Clue. Clue membuka pintu dan masuk ke dalam kamar bersama Dini.
"Kak, apa aku perlu mandi dulu." Kata Dini melepaskan jaket. "Tidak perlu, aku suka bau keringatmu." Clue mencium bibir Dini dan mendorongnya ke kasur. "Eemm." Dini memejamkan matanya dan memeluk Clue.
Clue berhenti mencium Dini dan melepas pakaiannya. Dini terengah-engah saat Clue melepas pakaiannya. "Kak, apa itu bisa masuk." Kata Dini melihat milik Clue begitu besar. "Tentu bisa." Clue tersenyum dan menusuk milik Dini. "Ahhh." Dini menjerit dan meneteskan air mata.
1 Jam kemudian Clue dan Dini berpelukan di kasur. "Bagaimana rasanya berhubungan badan." Clue mengelus wajah Dini. "Aku tidak menyangka berhubungan badan sangat menyenangkan. Hanya awalnya saja terasa menyakitkan." Balas Dini.
"Kak, kamu sudah mengambil kesucianku. Jadi jangan coba-coba untuk meninggalkan Dini." Kata Dini memeluk Clue. "Aku tidak akan meninggalkan kamu Din." Clue tersenyum dan mencium kening Dini.
"Benar, makanlah ini." Clue memberikan pil penyembuh kepada Dini. "Pil apa ini kak." Tanya Dini. "Makanlah saja, pil itu tidak berbahaya." Balas Clue.
Dini kemudian memakan pil. Saat memakan pil Dini merasa rasa lelah di tubuhnya menghilang dan miliknya tidak terasa nyeri lagi.
"Baiklah, ayo kita kembali. Jika kamu pulang terlalu sore. Orang tuamu akan mencarimu." Kata Clue menjentikan jarinya, kemudian dirinya dan Dini mengenakan pakaian. "Baik kak." Dini mengangguk. Clue dan Dini keluar dari kamar dengan bergandengan tangan.
Clue berjalan ke arah resepsionis dan memberikan kunci kamar. "Silakan datang lagi bos." Wanita tersenyum kepada Clue. Clue mengangguk dan berjalan pergi bersama Dini ke arah mobilnya. Setelah dirinya dan Dini masuk ke dalam mobil, Clue menteleportasikan mobil.
Clue dan Dini muncul di sebuah rumah. "Kak, ayo masuk dulu." Dini memegang tangan Clue. "Baiklah." Clue mengangguk. Dini tersenyum dan keluar dari mobil. Clue keluar dari mobil dan mengikuti Dini masuk ke dalam rumah.
"Aku pulang." Kata Dini membuka pintu. "Ohh. Kamu sudah pulang." Kata ayah Dini. "Halo paman." Clue tersenyum melihat ayah Dini. "Ternyata kamu." Clue dan Ayah Dini berjabat tangan. "Ohh. Ternyata itu kamu Clue." Kata ibu Dini melihat Clue. "Halo tante." Clue tersenyum dan menjabat tangan ibu Dini.
30 Menit Clue, Dini dan kedua orang tuanya berada di ruang makan. "Dimana kakak bu." Tanya Dini melihat ibunya." "Kakakmu sudah pergi ke luar kota lagi." Balas Ibu Dini. "Dia lagi-lagi pergi tanpa memberitahuku." Dini mendengus.
"Bagaimana masakan tante Clue." Kata Ibu Dini melihat Clue yang sedang makan. "Masakan tante enak." Balas Dini. "Bagus, jika kamu menyukai masakan tante." Ibu Dini tersenyum. "Clue, apa kamu dan Dini sudah pernah ciuman." Tanya ayah Dini. "Uhukk." Dini tersedak mendengar kata ayah Dini.
"Kamu yang menjawab Din." Kata Clue lanjut makan. "Kami sudah ciuman yah." Balas Dini dengan malu. Ayah Dini menghela nafas mendengar jawaban Dini. "Kamu ini masih berusia 15 tahun Din." Kata ayah Dini.
"Tapi sebelum bersama kakak Clue. Dini sudah pernah berciuman." Balas Dini. Ayah dan ibu Dini terdiam mendengar jawaban Dini. "Sepertinya aku gagal menjaga anakku." Ayah Dini tersenyum kecut. "Kamu tidak gagal paman. Dini adalah anak yang baik." Balas Clue. Dini tersenyum saat Clue membela dirinya.
30 Menit kemudian Clue berada di ruang tamu bersama Dini dan ayahnya. "Aku akan pulang paman." Kata Clue. "Baiklah." Balas ayah Dini. "Aku pulang Din." Clue mencium kening Dini di depan ayah Dini. "Anak ini." Ayah Dini tidak bisa berkata-kata melihat keberanian Clue. "Besok, jangan lupa jemput Dini lagi kak." Dini tersenyum. "Tentu." Clue tersenyum dan berjalan pergi.
Clue masuk ke dalam mobil dan berkata. "Bagaimana reaksi Fernando, jika tahu aku dan Dini telah berhubungan badan." Clue terdiam berkata. "Untuk saat ini sebaiknya aku tidak memberitahu hubunganku dengan Dini padanya." Clue menteleportasikan mobil.
Clue muncul di tempat parkir dan melihat seorang pria tua yang tercengang melihat dirinya. Clue mengabaikan pria tua dan berjalan ke arah apartemennya. "Sepertinya aku harus memakai kacamata." Kata pria tua.
30 Hari telah berlalu setelah Clue tiba di alam semesta lain. Saat ini Clue sedang duduk di ruang tamu dan melihat smartphone berbunyi. Clue melihat panggilan dari Dini.
"Sayang, besok ayo kita lihat Jember Fashion Carnaval bersama." Kata Dini. "Baiklah, besok pagi aku akan menjemputmu." Balas Clue. "Hehe. I Love you sayang. Muuacchh." "I Love you too sayang." Balas Clue kemudian menutup panggilan.
"Apa kamu besok akan melihat Jember Fashion Carnaval." Tanya nenek Fernando. Jember Fashion Carnaval adalah sebuah event busana yang setiap tahun di adakan di kota Jember. "Benar nek. Aku akan melihat Jember Fashion Carnaval dengan seseorang." Balas Clue.
"Apa nenek ingin melihat juga." Tanya Clue. "Tidak, nenek setiap tahun sudah melihat Jember Fashion Carnaval. Nenek akan diam dirumah dan berkultivasi." Balas nenek Fernando. "Karena kekuatan nenek saat ini sudah 200 poin. Konsumsilah pil ini." Clue memberikan pil spirit level 2.
"Pil itu lebih baik dari yang nenek makan dulu. Pil itu dapat meningkatkan kekuatan nenek 200 poin. Dan nenek akan menjadi awakened tingkat 4." Kata Clue. "Terimakasih Clue. Nenek tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu." Nenek Fernando meneteskan air matanya.
Setelah berkultivasi dan memakan pil spirit level 1. Nenek Fernando merasa badannya sehat seperti dirinya berusia 40 tahun. "Kamu tidak perlu membalas kebaikanku nek." Clue tersenyum dan menghilang.
Clue muncul di sebuah pegunungan dan melihat Fernando yang membunuh babi liar. "Bagus, kekuatanmu saat ini 800 poin. Apa kamu sudah membeli skill baru." Tanya Clue.
"Aku sudah membeli Skill Blood Of Madness tingkat 2. Yang dapat meningkatkan 20% Kekuatan, agility dan vitalitasku." Balas Fernando. "Bagus. Kamu hampir siap untuk membunuh anggota asosiasi penjahat." Clue mengangguk.
Saat ini di suatu tempat pria berjaz hitam dan pria berkacamata sedang mengobrol. Pria berkacamata mengangkat sebuah panggilan. "Baik bos." Balas pria berkacamata mematikan panggilan.