Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Mengalahkan Kraken



"Byuarr." Tidak lama kemudian Clue melihat sebuah monster gurita bewarna hitam yang sangat besar. "Sial, ukurannya mungkin lebih dari 30 meter." Kata Clue kemudian membuat 25 tombak angin dan melemparkan ke arah kraken.


"Buzzz." "Buzzz." "Buuzz." Clue melihat 25 tombak angin menembus tubuh kraken. Namun beberapa detik kemudian Clue melihat tubuh Kraken mengalami regenerasi dan perlahan pulih kembali. "Berengsek, di info tidak menjelasakan bahwa kraken memiliki kemampuan regenerasi. Sepertinya pertarunganku melawannya akan menjadi sulit." Kata Clue serius.


Melihat tentakel yang di ayunkan padanya oleh kraken. Clue tanpa basa-basi mengayunkan pedangnya. "Wuzzz." Pisau angin sepanjang 3 meter melesat dan memotong tentakel menjadi dua. Namun beberapa detik kemudian tentakel yang terpotong pulih seperti semula.


"Benar, benar menyebalkan. Aku ingin tahu apakah kamu juga kebal terhadap api." Clue kemudian membuat 1 bola api. Clue lalu melemparkan bola api. Melihat bola api mengarah padanya. Kraken menyemprotkan cairan hitam dari mulutnya. "Boomm." Bola api meledak setelah terkena cairan. "Oh, sebelumnya dia tidak menghindari serangan tombak angin dan tebasan anginku. Tapi kali ini dia menangkis serangan bola apiku." kata Clue.


Kraken melihat ke arah Clue kemudian mulai menyemprotkan cairan hitam dari mulutnya. "Huh." Clue mendengus kemudian menggerakan tangannya ke atas. Gelombang air setinggi 5 meter tiba-tiba muncul. "ssHH." Clue melihat air mulai menguap setelah terkena cairan hitam.


"Baiklah, aku akan bertarung dengan serius." Kata Clue kemudian tubuhnya diselimuti api. "ssHH." Air laut disekitar Clue mulai menguap akibat udara panas yang Clue buat. "Mati." Clue terbang ke arah kraken dengan sangat cepat dan mengayunkan pedangnya berulang kali. "Wuzz." "Wuzzz." Pisau api sepanjang 3 meter melesat ke arah Kraken "Wooo." Kraken meraung saat terkena serangan api Clue.


"sshh." Clue melihat luka yang diterima Kraken mulai perlahan sembuh. "Sial, kalau begini terima bola apiku. "Clue mengangkat tangannya ke udara kemudian 25 bola api raksasa mulai memenuhi langit. "Mati!." teriak Clue melemparkan bola api ke arah Kraken. Kraken melihat 25 bola api mengarah padanya dan mulai menyelam ke dalam laut. "Booomm." Ledakan besar terjadi.


"Apa dia mati." kata Clue terengah-engah. "Sial, aku telah menggunakan seluruh manaku. Aku tidak mempunyai mana yang tersisa." Clue tersenyum kecut. "Ugghh." Clue melihat tentakel melilit tubuhnya dari bawah air. "Ternyata dia masih tidak mati." kata Clue mengayunkan pedangnya. "Crash." Tentakel terpotong.


Setelah tentakel terpotong, Clue melihat tentakel lain yang melilit tubuhnya. "Berengsek." Clue mengutuk dan mulai menebas tentakel. "Apa boleh buat. Jika ingin mengalahkannya aku harus mengambil resiko." Clue menyelam ke dalam laut dan melihat Kraken.


Kraken menatap Clue lalu menyemburkan cairah dari mulutnya. Clue lalu melindungi wajahnya dengan kedua tangannya. "sshh." "Argghh." Clue menjerit saat terkena cairan hitam. Clue melihat pakaiannya meleleh dan kulitnya mengelupas.


"Bajingan." Clue mulai berenang ke arah Kraken dan menghindari tentakel yang menyerangnya. "Mati." "Crash." Clue menusuk mata Kraken dengan pedangnya. Clue melihat tentakel mulai melilit tubuhnya dan Kraken menelan Clue ke dalam mulutnya.


"Byuar." Clue melihat dirinya berada di tempat gelap gulita dan kakinya terasa terbakar. "Sepertinya aku berada di dalam mulutnya." Kata Clue. "Aku ingin melihat, apakah kamu tetap bisa beregenerasi ketika menerima serangan dari dalam tubuhmu." Clue mulai mengayunkan pedangnya ke setiap arah. "Crash." "Crash." "Crash."


10 menit telah berlalu Kraken saat ini mengambang di air dan tidak lama kemudian seorang pria keluar dari dalam tubuhnya dengan telanjang. "Uaahh. Aku pikir diriku akan mati." Kata pria yang tidak lain adalah Clue. "Jika aku tidak menyerang jantungnya dan mengambil kristal ini. mungkin dia tidak akan mati." kata Clue melihat kristal biru di tangannya.


Clue kemudian melihat sebuah lubang muncul di langit. "Menurut informasi, lubang dungeon akan tertutup dalam waktu 1 jam. Jika tidak keluar, maka hunter akan terjebak disini selamanya." Kata Clue. "Baiklah, aku akan pergi. Aku tidak rugi, jika tidak mengambil kristal hiu yang kubunuh sebelumnya." Kata Clue melihat puluhan mayat hiu yang mengambang.


"Sungguh mengerikan diriku saat ini." Clue tersenyum kecut kemudian mengambil pakaian dari dalam tasnya. Saat berada di rumah Putri, Clue diberi beberapa pakaian oleh Putri. Putri mengatakan itu adalah pakaian ayahnya yang tidak terpakai.


Setelah selesai memakai baju Clue mengambil satu kristal biru kemudian menghancurkannya. "Aku akan berkultivasi selama 30 menit untuk memulihkan diriku."kata Clue mulai memejamkan matanya.


30 menit kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Rasa lelahku sudah hilang dan lukaku 70% sembuh." Clue melihat kulitnya perlahan membaik. "Baiklah, saatnya pergi." kata Clue mengambil tas dan berjalan ke arah lubang masuk dungeon.


Saat keluar dungeon Clue terkejut bahwa sudah ada puluhan polisi, tentara serta beberapa pria berpakaian hitam. "Hunter Fernando Clue De Lopez, kami harap anda menyerahkan diri secara baik-baik." Kata sebuah suara keras.


"Bagaimana jika aku tidak menyerahkan diri." Balas Clue. "Lalu kami tidak akan ragu-ragu untuk menyerangmu." Balas sebuah suara. "Kalau begitu cobalah serang aku jika bisa." Kata Clue menginjak tanah dan sebuah dinding muncul dari tanah. "Boomm." Clue melihat bola api menghantam dinding tanah yang dia buat. "Sialan, mereka langsung menyerang tanpa aba-aba." Clue tersenyum kecut.


Clue melihat ke langit dan melihat puluhan hujan panah yang terbuat dari petir. "Berengsek." Clue kemudian menginjak tanah dan menggerakan tangannya ke atas. Dinding tanah kemudian mulai menyelimuti Clue.


"Bruak, bruak." "Aku harus lari." Kata Clue menginjak tanah dan muncul lubang di bawah kakinya. Kemudian Clue masuk ke dalam tanah dan membuat terowongan bawah tanah. Clue juga tidak lupa untuk menutup lubang tempat dia masuk ke dalam tanah.


Sementara itu di luar. Dinding tanah yang dibuat oleh Clue hancur. "Kemana perginya dia." Semua polisi, tentara dan anggota asosiasi hunter terkejut melihat Clue tiba-tiba menghilang. "Dia dapat mengendalikan elemen tanah, mungkin dia bersembunyi di dalam tanah." Kata seorang pria berpakaian hitam.


"Benar, dia berada di bawah tanah. Aku bisa mendeteksinya." Kata seorang polisi. "Dia sudah berjarak 60 meter dari sini." Lanjut polisi. "Ayo kita kejar dia." Kata polisi lain. Clue yang berada di dalam tanah merasakan puluhan mahluk hidup mendekat ke arahnya. "Sigh, apa mereka dapat menemukan yang berada di dalam tanah." Kata Clue.


Tidak lama kemudian Clue merasakan puluhan mahluk hidup berada di atasnya. Clue lalu melihat tanah di atasnya terbuka. "Heh, kamu tidak bisa lari." Kata seorang pria kemudian puluhan pisau angin, melesat ke arah Clue. melihat pisau angin melesat ke arahnya. Tubuh Clue tiba-tiba diselumuti angin. Clue lalu menerima serangan pisau angin.


"Apa kita berhasil melukainya." Tanya seorang anggota asosiasi melihat asap putih yang mulai menghilang. "Wuss." Setelah asap putih menghilang Clue melesat ke langit dengan cepat. "Semuanya serang. Dia mencoba untuk kabur." Teriak seorang pria.


Clue yang berada di langit menabrak sebuah dinding yang kasat mata. "Hehe, kamu sudah terjebak di dalam barrierku. Kata seorang polisi. Clue melihat ke arah polisi berbicara dan menyadari dirinya berada di dalam sebuah kotak transparan.


"Aku ingin lihat seberapa kuat barriermu." Kata Clue kemudian tubuhnya juga diselumuti api. "Bruak." "Bruak." Clue meninju barrier berulang kaki. "Haha, lihat. Kamu tidak bisa memecahkan barrierku." Polisi tertawa.