
"Abraham telah berinkarnasi." Balas Clue. Mendengar kata Clue Adrian menghela nafas. "Lalu dimana yang lainnya, paman dan bibimu." Tanya Adrian. "Aku hanya menyelamatkan ayah dan Ye Jin." Balas Clue. Adrian menghela nafas mendengar kata Clue. "Apa ayah ingin aku menyelamatkan mereka juga." Tanya Clue.
"Tidak perlu, paman dan bibimu pasti telah berinkarnasi juga. Karena aku sudah bertanya pada raja iblis. Bahwa paman dan bibimu tidak ada di neraka." Balas Adrian. "Oh, baguslah jika paman dan bibi berinkarnasi." Clue mengangguk. "Baiklah Clue, ceritakan perjalananmu selama ini." Adrian melihat Clue. "Baiklah, aku akan bercerita." Clue tersenyum dan mulai bercerita.
6 Jam kemudian Adrian melihat Clue. "Aku tidak menyangka, bahwa kamu terlahir kembali menjadi seekor kucing." "Aku juga tidak menyangka jika Clue menjadi seekor kucing." Ye Jin melihat Clue. "Clue, mengapa kamu tidak memberi tahuku, jika kamu sudah menyelamatkan ayahmu." Clue melihat Grace, Pyokojang, Tian Long dan semua orang.
"Kenalkan yah, mereka semua adalah saudara dan wanitaku." Clue tersenyum. "Halo paman, apa kamu masih mengingatku." Pyokojang tersenyum. "Tentu saja aku masih mengingatmu Pyokojang." Adrian tersenyum. "Benar Clue, mengapa kita tidak mengadakan pesta untuk menyambut kembalinya ayahmu." Tian Long melihat Clue. "Itu bukan ide yang buruk." Clue tersenyum. "Semuanya ayo berpesta." Teriak Clue. "Yaaa." Semua orang berteriak.
1 Jam kemudian Clue yang sedang minum anggur melihat Tian Long berjalan ke arahnya. "Besok aku akan pergi Clue dan tidak bisa ikut bersamamu mencari anakmu." "Kemana kamu akan pergi." tanya Clue. "Seperti yang dulu aku katakan padamu. Aku akan menjelajahi dunia ini." balas Tian Long. "Apa kamu sudah memberi tahu yang lain, bahwa kamu akan pergi." tanya Clue. "Tidak, hanya kamu dan Steven yang aku beritahu." Tian Long menggeleng. "Baiklah, karena kamu besok pergi. Ayo kita minum sepuasnya." Clue tersenyum.
Keesokan harinya Clue berada di dalam menara dan melihat semua orang. "Aku akan pergi meninggalkan dunia dewa dan mencari anakku di alam semesta ini." "Apa kamu tahu cara menemukan Abraham Clue." tanya Adrian. "Selama dia berada dalam jarak 100 juta km dariku. Aku bisa merasakannya." Balas Clue.
"Baiklah, siapa yang ingin tetap tinggal di dunia dewa bilang padaku sekarang." Clue melihat semua orang tidak menjawab. "Berarti hanya Tian Long yang tidak ikut denganku dan memilih tinggal di dunia dewa." Clue melihat Tian Long di sampingnya.
"Eh, kamu tidak ingin ikut dengan kita Tian Long." Grace terkejut. "Benar, aku ingin menjelajahi dunia ini." balas Tian Long. "Clue, aku tidak bisa ikut denganmu. Aku ingin pergi mencari keluargaku." Mary Smith melihat Clue. "Baiklah, apa ada lagi yang ingin tinggal di dunia ini." Clue melihat semua orang.
Clue melihat Draco dan melepaskan segel budaknya. "Uuuhh." Draco memegangi kepalanya. "Apa kamu ingin tinggal di dunia ini. Kamu saat ini demi god, istrimu hampir menembus demi god. Dan anakmu peringkat kaisar." Clue melihat Draco. Draco melihat istri dan anaknya lalu berkata. "Jika boleh, saya menitipkan anakku pada tuan Clue. Sementara saya dan istriku ingin tinggal di dunia ini." "Ayah." Aika anak Draco berteriak.
"Dunia dewa terlalu bahaya untukmu saat ini Aika. Berada di menara dan bersama tuan Clue adalah pilihan terbaik." Draco melihat Aika. "Baiklah, apa ada lagi yang ingin tinggal di dunia dewa." Tanya Clue. Melihat tidak ada jawaban Clue berkata. "Aku memberi kalian waktu 5 menit untuk mengucapkan perpisahan."
"Tian Long, jangan mati sebelum aku menerobos mid god." Steven melihat Tian Long. "Aku tidak akan mati semudah itu." Tian Long tersenyum. "Jika aku sudah kembali ke dunia dewa. Aku akan mencarimu." Clue tersenyum. "Saat kamu kembali ke dunia dewa. Mungkin aku sudah menerobos mid god dan mengalahkan high god." Tian Long tersenyum. "Heh, aku menantikan kabar kamu mengalahkan high god." Steven tersenyum. Clue, Steven dan Tian Long kemudian berpelukan.
"Tian Long, bisakah aku pergi bersamamu." Mary berjalan ke arah Tian Long. "Tidak masalah, tapi jika suatu saat setelah bertemu keluargamu. Dan keluargamu menyerangku, aku tidak akan ragu membunuh seluruh keluargamu. Dan hanya menyisahkan kamu seorang." Tian Long menatap Mary Smith. "Baiklah." Mary Smith mengangguk.
5 Menit kemudian Clue, Steven, Tian Long, Mary, Draco dan Ayano berada di padang rumput. "Kami pergi Clue." Tian Long, Mary, Draco dan Ayano melesat pergi. "Saat ini hanya tersisa kita berdua Clue." Steven melihat Tian Long. "Hei, apa kamu tidak menganngap keberadaan kami." Steven melihat layar yang menunjukan wajah Grace. "Maksutku, dari tiga bersaudara hanya tersisa Aku dan Clue." Steven mencibir. Clue tersenyum kemudian berkata. "Biarkan Steven masuk ke dalam menara." Steven kemudian terhisap ke dalam menara.
"Baiklah, saatnya untuk mencari keberadaan Abraham." Clue menghancurkan token teleportasi dan berkata. "Teleportasi menuju dunia terdekat dari sini." Badan Clue bercahaya kemudian menghilang.
Keesokan harinya Clue berada di sebuah danau dan melihat jantung yang berdetak di tangannya. "Mengecil." Jantung kemudian mulai mengecil seukuran kuku jari. Clue menelan jantung dan melihat melihat notifikasi di depannya. "Anda mendapatkan 100,000 point tambahan." "Anda saat ini mengusai skill aktif Glutton. Skill yang membuat anda bisa melahap energi dan nyawa mahluk hidup yang lebih lemah dari anda." "Oh, aku mendapatkan skill juga." Kata Clue melihat notifikasi di depannya.
"System, apa di tabel shop saat ini ada jantung raja iblis." Tanya Clue. Clue melihat tabel shop muncul di depannya. Yang menunjukan jantung raja iblis tersisa 1 stock. "1 stock jantung raja iblis untuk 10 hari. Tidak buruk" kata Clue menutup tabel shop. "Baiklah, karena di dunia ini aku tidak merasakan keberadaan Abaraham. Aku akan pergi ke planet lainnya." "Buzzz." Clue melesat ke langit dengan cepat.
1 Tahun kemudian di dunia dewa. Pria beramput putih dan wanita berambut hijau melihat villa besar di depan mereka. "Siapa kalian berdua." Seorang pria berambut hijau muncul di depan pria berambut putih dan wanita berambut hijau.
"Saya adalah Tang Yin. Anggota keluarga Tang yang berasal dari menara." Wanita berambut hijau mengenalkan dirinya. "Biarkan aku memeriksamu." Pria berambut hijau memegang tangan wanita berambut hijau.
"Ternyata kamu memang anggota keluargaku." Pria berambut hijau mengangguk. "Apakah dia temanmu." Pria berambut hijau melihat pria berambut putih. "Dia adalah Mori Han temanku." Tang Yin mengenalkan Mori Han.
"Karena kamu adalah teman Tang Yin, kamu juga teman keluarga Tang kami. Ayo masuk ke dalam." Pria berambut hijau melihat Mori Han. "Baiklah." Mori Han mengangguk kemudian mengikuti pria berambut hijau.
Tidak lama kemudian Mori Han berada di ruangan dan melihat beberapa pria berambut hijau. "1 Mid god, 6 low god dan 2 demi god." gumam Mori Han. "Perkenalkan yah, dia adalah Tang Yin anggota keluarga kita yang berasal dari menara." Kata pria berambut hijau melihat pria berambut hijau panjang yang duduk di kursi.
"Aku adalah Zhao Tang pendiri keluarga Tang." Pria berambut hijau panjang melihat Tang Yin. "Tang Yin memberi salam kepada pendiri keluarga Tang." Tang Yin membungkuk. "Tang Yin, kamu masih hidup." Kata dua pria terkejut. "Eh, dua ketua." Tang Yin terkejut melihat dua pria. Dua pria adalah dua ketua yang memimpin keluarga Tang di dalam menara.
"Bagaimana bisa kamu tidak di bunuh oleh Clue." tanya pria. "Clue." Mori Han terkejut saat mendengar kata Clue. Tang Yin kemudian menceritakan tentang dirinya di jadikan budak oleh Clue. dan Clue yang melepaskan dirinya.
"Aku tidak menyangka kamu akan di jadikan budak olehnya." Kata Zhao Tang melihat Clue. "Teman berambut putih, saat mendengar tentang Clue kamu terkejut. Apa kamu mengenal dirinya." Zhao Tang melihat Mori Han.
"Aku mengenalnya, karena kita berasal dari dunia yang sama." Balas Mori Han. "Buzzz." Semua orang di dalam ruangan mengeluarkan aura mereka saat mendengar kata Mori Han. "Apa kalian ingin bertarung." Mori Han menyeringai dan mengeluarkan auranya. "Quaaak." Semua orang di dalam ruangan melihat bayangan phoenix yang menjerit di belakang Mori Han.
"Apa hubunganmu dengannya." Zhao Tang menatap tajam kepada Mori han. "Dia adalah temanku." Balas Mori Han. "Buzzz. Karena kamu adalah temannya. Kamu harus mati." Mori Han melihat seorang low god melesat ke arahnya. "Time stop." Kata Mori Han kemudian waktu berhenti. "Aku tidak menyangka, kamu juga bisa menghentikan waktu sama sepertinya." Zhao Tang melihat Mori Han.