Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Munculnya Monster Tingkat S



2 bulan telah berlalu, Saat ini Clue melayang di langit dan melihat 250 panah angin yang tiba-tiba muncul. "Saat ini kekuatanku 2500 poin, selama dua bulan aku hanya naik 800 poin. Dengan tingkat pertumbuhan seperti ini. Aku tidak mungkin mencapai peringkat kaisar saat perang antar galaxy dimulai. " Clue menghela nafas kemudian semua panah angin menghilang.


Clue tiba-tiba melihat ke arah barat dan berkata. "Perasaan ini, jangan bilang salah satu dari mereka sudah menerobos dan menghadapi hukum alam lagi." Clue menghela nafas dan berkata. "Sepertinya pertumbuhanku terlalu lambat."


Korea selatan, Seoul. Pria berambut putih sedang berdiri di tepi pantai dan melihat petir menyambar-nyambar di atasnya. "Tempat ini sangat cocok untuk menghadapi hukum." Sebelum menyelesaikan perkataanya. Pria berambut putih disambar oleh petir. "Duarr." "Duarr."


Beberapa menit kemudian langit kembali normal dan pria berambut putih sedang berdiri dengan tubuh telanjang dan hangus. "Beruntung, aku menghadapi hukum alam di tempat sepi. Jika ada seseorang yang melihatku telanjang. Itu akan sangat memalukan bagiku." Kata pria berambut putih kemudian memakai satu set pakaian yang muncul dari udara kosong.


Saat selesai memakai pakaian dan hendak pergi. Pria berambut putih melihat lubang dungeon raksasa yang muncul di laut. "Byurr." Pria berambut putih terkejut melihat mahluk laut yang begitu besar muncul.


"Dari auranya monster laut ini setidaknya setara hunter peringkat s." Pria berambut putih menghela nafas dan berkata. "Jika begitu di seluruh dunia muncul monster peringkat s. Dari sekarang beberapa negara akan dikuasai oleh monster."


Indonesia, Jember. Saat ini Clue sedang berdiri dan melihat lubang dungeon raksasa di depannya. "Boom, boom." Clue melihat sosok monster banteng bertanduk setinggi 10 meter yang memegang kapak raksasa di tangannya. "Jika tidak salah monster ini bernama Minotaur." Kata Clue melihat puluhan Minotaur muncul dari lubang dungeon dan mengelilingi dirinya.


"Hehe. Sudah lama aku ingin melawan monster setingkat hunter peringkat s." Clue tertawa. "Wooo." Salah satu Minotaur berjalan maju kemudian mengayunkan kapaknya ke arah Clue. "Kau terlalu lemah. Clue menghindari serangan Minotaur kemudian meninju perutnya. "Boomm." Minotaur terhempas kebelakang dan menabrak beberapa minotaur. "Wooo." Melihat salah satu temannya dikalahkan dengan mudah semua Minotaur menyerang Clue.


"Hehe, kemarilah. Aku butuh energi di dalam tubuh kalian untuk meningkatkan kekuatanku." Clue menyeringai kemudian tangannya di selimuti oleh api. Clue melompat keudara kemudian memukul para Minotaur yang berada tepat dibawahnya.


"Buzzz." Api muncul dari tinju Clue dan membakar semua Minotaur. "Wooo." Semua Minotaur panik saat tubuh mereka terbakar api. "Heh, menurut informasi minotaur kebal terhadap serangan api dan elemen tanah. Tapi itu tidak berguna jika menerima serangan api dariku yang 5x lebih kuat dari kalian.


"Woo." Beberapa menit kemudian semua Minotaur hangus terbakar oleh api. Clue merasakan energi yang masuk ke dalam tubuhnya dan berkata. "Aku suka perasaan ini." Clue melihat mayat para minotaur kemudian menjentikan jarinya. "Bruakk." Tanah di bawah minotaur tiba-tiba terbelah dan semua mayat minotaur terjatuh ke dalam lubang. "Mayat kalian akan menjadi pupuk yang bagus untuk kesuburan tanah." Clue menutup kembali tanah kemudian menghilang.


Clue teleportasi beberapa kali dan melihat ayahnya bersama Daus sedang bertarung melawan puluhan serigala raksasa bewarna hitam. Daus yang sedang sibuk bertarung melihat kedatangan Clue dan berteriak. "Saudara Clue, cepat bantu kami. Kami kesulitan melawan semua monster serigala peringkat s ini."


Clue melihat Daus dan berkata. "Bukankah kamu hunter tingkat raja. Mengapa butuh bantuanku. Aku juga lihat kamu sudah membunuh banyak monster serigala." Clue melihat lebih 10 mayat monster serigala yang tergelatak di tanah.


"Wushh." Adrian dan Daus melesat ke arah Clue. "Tidak kusangka monster yang muncul ternyata tingkat s. Terlebih lagi monster serigala ini menguasai elemen kegelapan dan bisa bersembunyi ke dalam banyangan." Kata Daus. Clue sudah melihat saat salah satu monster serigala masuk ke dalam bayangan saat Daus menyerang.


Tidak lama kemudian Clue merasakan energi alam masuk ke dalam tubuhnya. Clue melihat kobaran api dan asap lalu menggerakan tangannya. "Wuusss." Hembusan angin kencang menghilankan kobaran api dan asap. Clue melihat semua mayat monster serigala dan berkata. "Daya tahan tubuh mereka lebih lemah dari pada minotaur." Clue menginjak kakinya kemudian tanah terbelah dan semua mayat monster jatuh ke dalam lubang. Clue menginjak kakinya sekali lagi kemudian tanah mulai tertutup.


"Sigh, kamu dapat mengalahkan semua monster itu dalam sekejap. Pertumbuhan kekuatanmu terlalu cepat. Dulu saat aku menonton videomu bertarung dengan gabungan hunter, polisi, tentara dan anggota asosiasi. Aku mengira jarak kekuatanku denganmu tidak terlalu jauh, mungkin hanya sekitar 100 poin atau lebih. Tapi sekarang aku menebak jarak kekuatan kita berdua selisih lebih seribu poin." kata Daus kemudian menghela nafas.


"Jika kamu terus membunuh semua monster yang muncul. Suatu saat kamu akan sekuat diriku saat ini." kata Clue menepuk pundak Daus. "Heh, aku yakin akan sekuat dirimu saat ini suatu saat. Tapi aku tidak tahu sekuat apa dirimu di masa depan." Daus tersenyum.


"Baiklah, kamu tetap disini untuk melindungi keluargamu. Aku akan berburu monster di kota ini." kata Clue menepuk pundak Daus. "Baiklah." Daus mengangguk. "Ayo pergi yah." Kata Clue terbang ke langit. "Oke." Adrian mengikuti Clue terbang ke langit.


Tidak lama kemudian Clue melihat puluhan monster yang terbang ke arahnya dengan cepat. "Huh, cari mati." kata Clue lalu membuat puluhan panah angin dan menembakan ke arah puluhan monster. "Cit cit." "Cit cit." "Ternyata kelelawar." Kata Clue melihat monster yang terbang ke arahnya adalah monster kelelawar.


"Citt citt." Clue melihat salah satu kelelawar berhasil selamat dari serangannya. "Cittt." Clue melihat kelelawar berteriak. "Uuhhh." Adrian yang di samping Clue menutupi telinganya saat terkena serangan ultrasonik kelelawar. "Kemampuan yang bagus. Mungkin aku bisa menguasai skill ini." kata Clue menghilang lalu muncul di belakang kelelawar dan memutar lehernya. "Krakk." Kelelawar mati kemudian melayang jatuh ke bawah.


Merasakan energi yang masuk ke dalam tubuhnya Clue berkata. "Ayo kita lanjut berburu terlebih dahulu. Mayat semua kelelawar itu aku akan menggunakannya nanti." Clue berharap kelelawar memiliki racun untuk diminum agar kemampuan kebal terhadap racunya meningkat.


10 jam telah berlalu saat ini Clue sedang duduk di sebuah batu dan memegang sebuah mangkok yang berisi cairan bewarna hitam. "Ini semua adalah racun dari monster tingkat s. dengan meminum ini kemampuanku kebal terhadap racun pasti akan meningkat." Kata Clue lalu meminum racun. "Glek, glek, glek." "Uekk." "Aku lupa untuk memberi madu atau gula agar rasanya tidak pahit." Kata Clue.


Setelah meminum racun, Clue merasa sakit perut. "Jangan bilang, aku sakit perut karna meminum racun." Kata Clue lalu menutup matanya dan mulai berkultivasi. 20 menit kemudian Clue membuka matanya dan berkata. "Ternyata aku sakit perut karna meminum racun."


Clue teringat dirinya membunuh beberapa monster berlemen kegelapan dan berkata. "Seharusnya aku bisa menguasai elemen kegelapan." Clue melihat tangannya kemudian bola hitam kecil mulai terbentuk. Clue lalu melemparkan bola hitam ke arah pohon. "Boomm." Pohon meledak terkena bola hitam. "Tidak buruk. Berarti saat ini aku menguasai 6 elemen."


"Benar, lalu apakah aku juga bisa menguasai skill suara." Kata Clue lalu berteriak. "Aaaa." Namun tidak ada yang terjadi. "Sepertinya aku tidak bisa menguasai skill suara." Clue menggeleng. "Kenapa kamu berteriak." Kata sebuah suara wanita berbicara bahasa inggris.