Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Tiba Di Korea Selatan



"Menurut kalian apa kekasihku cantik." Kata Clue melihat Jasmine duduk di sampingnya. "Dia cantik." Kata Prasetyo. "Dia cukup cantik, tapi terlalu muda dan tidak matang. Jika kamu mau, aku bisa mencarikanmu wanita yang lebih cantik darinya." Balas Daus. Daus tahu Clue sebelum jatuh koma adalah seorang playboy. Jadi Daus yakin Clue akan tertarik dengan tawarannya.


Mendengar kata Daus Jasmine terkejut. Sementara Clue tertawa. "Hehe, aku dengar kamu mempunyai seorang adik perempuan. Apa kamu bisa memberikanku adik perempuanmu." "Bruak." Prasetyo memukul meja dan berkata. "Jaga bicaramu, adik Daus Andin adalah kekasihku." "Prasetyo." Daus berkata dengan ekspresi buruk saat melihat Clue melindungi kekasihnya dari serpihan meja.


"Mati." Clue memukul wajah Prasetyo ke lantai. "Booom." "Sial, mengapa jadi seperti ini." Daus melompat mundur. Clue melihat Prasetyo yang terbaring di tanah kemudian menginjak wajahnya. "Booom." "Booom." "Tuan Clue, bisa anda berhenti. Prasetyo akan mati jika terus di injak oleh anda." Kata Daus dengan sopan. Namun Clue mengabaikan kata Daus dan terus menginjak Prasetyo.


Daus tahu tidak bisa mengikuti kecepatan Clue saat bergerak. Daus juga tahu bahwa Prasetyo ingin berubah namun digagalkan oleh Clue dengan menginjak wajahnya berkali-kali. Daus tahu bahwa perbedaan kekuatan dirinya, Prasetyo dan Clue sangat jauh.


"Tuan Clue jika anda berhenti menyerang Prasetyo. Aku akan menuruti satu permintaanmu." Kata Daus memohon. Mendengar kata Daus Clue berhenti menginjak Prasetyo. "Jika dia bangun katakan padanya. Bahwa aku tidak suka dengan orang yang arogan. Untuk permintaan aku akan memikirkannya di masa depan." Kata Clue berjalan ke luar rumah diikuti oleh Jasmine.


"Lalu bagaimana dengan kesepakatan kita tuan Clue." Tanya Daus. "Terserah kamu untuk membatalkannya atau tidak. Aku bukan orang yang mengingkari perkatanku." Balas Clue. mendengar kata Clue, Daus menghela nafas. Melihat Clue sudah pergi Daus melihat Prasetyo yang tergeletak pingsan di lantai dengan wajah babak belur dan penuh darah. "Pria yang kejam." Daus kemudian berjalan ke arah Prasetyo dan mulai mengobati wajahnya.


"Terimakasih, sudah melindungiku." Kata Jasmine melihat Clue. "Jika responmu tetap seperti ini. Cepat atau lambat, aku akan meninggalkanmu." Kata Clue kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang Jasmine tersenyum kecut.


5 menit kemudian Prasetyo membuka matanya dan berkata. "Ughh, apa yang terjadi padaku." "Kamu bodoh." Daus kemudian mulai menceritakan saat Prasetyo di injak-injak oleh Clue. "Sial, aku tidak menyangka bahwa perbedaan kekuatanku dengannya sejauh itu." Prasetyo mengigit bibirnya. "Bukankah aku bilang, kita harus tetap tenang saat berhadapan dengannya." Kata Daus.


"Tapi dia berkata bahwa menginginkan Andin. Andin adalah kekasihku dan juga adikmu. Apa kamu tidak marah bahwa dia ingin mengambil adikmu." Prasetyo mulai marah kembali saat teringat kata-kata Clue. "Tenanglah, aku juga marah saat dia berkata menginginkan adikku. Tapi apa yang akan terjadi jika kita berdua terbawa emosi dan menyerangnya." Balas Daus. Mendengar kata Daus Prasetyo terdiam. "Jika kita berdua terbawa emosi dan menyerangnya, mungkin kita bertiga akan mati." kata Daus melihat pilot yang sedang duduk di kursi.


"Kata tuan Daus benar, tuan Pras, jika hunter Fernando tidak berhenti menyerangmu. Mungkin kamu saat ini sudah mati." kata pilot dengan suara berat. Mendengar kata pilot Prasetyo menghela nafas dan berkata. "Apa dia membatalkan kesepakatan." "Tidak, kesepakatan terus berjalan. Tapi aku berjanji akan menuruti 1 permintaannya." Balas Daus. "Aku harap dia tidak meminta hal-hal aneh." Kata Prasetyo.


2 jam telah berlalu, Clue yang sedang duduk di atap rumah melihat Daus, dan Prasetyo berjalan ke arahnya. "Maafkan saya tuan Clue. Tadi saya terbawa emosi." Kata Prasetyo. "Oohh, aku tidak berharap hunter kelas atas sepertimu mau meminta maaf." Clue terkejut. "Saya masih punya akal sehat tuan Clue. Saya tidak ingin menjadi musuh anda." Balas Prasetyo.


"Baiklah, tidak perlu dibahas. Kamu kemari ijin untuk pergi bukan" kata Clue melihat Daus. "Benar, saya ijin untuk pergi terlebih dahulu tuan Clue. Sebentar lagi pesawat akan tiba." Balas Daus. "Baiklah, pergilah jika kamu ingin pergi." kata Clue. "Saya pergi tuan Clue." kata Daus kemudian pergi. Prasetyo mengangguk kepada Clue kemudian mengikuti Daus. Melihat kepergian Daus dan Prasetyo Clue memejamkan matanya dan berkata. "Mori Han, kita akan bertemu besok."


Tidak lama kemudian Clue muncul di bandara dan melihat seorang pilot yang sedang memakan roti. "Ahh, tuan Clue." pilot gugup dan berdiri saat melihat Clue. "Lanjutkan saja makanmu. 30 menit lagi kita akan pergi." kata Clue. "Baik." Pilot mengangguk.


30 menit kemudian Clue sedang berdiri dan melihat Adrian, Jasmine, Samuel serta Indah. "Baiklah, saatnya pergi." kata Clue mengangkat jarinya kemudian terbang ke langit. Adrian, Jasmine, Samuel dan Indah juga terbang di langit.


5 menit kemudian Clue tiba di bandara. Clue tanpa basa-basi masuk ke dalam pesawat diikuti Adrian dan yang lainnya. Clue berjalan ke arah kokpit dan berkata. "Semuanya sudah siap." "Baik." Balas pilot mengangguk.


Clue duduk di sebuah kursi dan berkata. "Naik pesawat tanpa adanya pramugari itu kurang lengkap. Jasmine, pura-pura lah menjadi pramugari." "Ahh, tapi aku tidak bisa." Jasmine yang duduk di belakang Clue terkejut. "Cihh, lalu apa yang kamu bisa." Clue mendengus. Jasmine tersenyum kecut mendengar balasan Clue.


5 jam kemudian Clue yang sedang duduk mendengar obrolan pilot. "Kami dari Indonesia, di dalam pesawat ada hunter yang sangat terkenal bernama Fernando Clue De Lopez." "Apa baik-baik saja." Clue berjalan ke arah kokpit. "Semuanya baik-baik saja." Balas Co Pilot.


20 menit kemudian pesawat yang ditumpangi Clue mendarat. "Kita mendarat di kota mana." Tanya Clue yang berada di kokpit. "Bandara Seoul, Korea selatan." Balas Pilot. "Bagus." Clue kemudian turun dari pesawat.


Saat turun dari pesawat Clue melihat beberapa pria berpakaian hitam sedang berbaris. "Aku tidak menyangka hunter terkenal seperti anda mengunjungi korea selatan." Kata seorang pria berbicara menggunakan bahasa inggris. "Aku kesini datang untuk menemui seseorang." Balas Clue berbicara dengan bahasa inggris dan menjabat tangan pria. "Apakah seseorang yang anda maksud adalah Hunter Mori Han." Balas Pria. "Benar, aku ingin bertemu dengannya." Balas Clue.


"Hunter Fernando dan teman-teman anda bisa ikut dengan saya. Saya akan menyiapkan hotel untuk anda." Balas pria. "Oke, kalian semua ikut aku." Balas Clue. "Oke." Jawab Adrian dan yang lain.


Clue kemudian melihat 2 mobil suv bewarna hitam. "Masuklah hunter Fernando." Kata pria. Clue kemudian masuk ke dalam mobil bersama Pria, Adrian dan Jasmine. "Kalian berdua masuk ke mobil dibelakang." Kata pria. "Kalian berdua masuk ke dalam mobil dibelakang." Kata Clue. "Oke." Samuel dan Indah mengangguk. "Mereka tidak bisa bahasa inggris." Balas Clue. "Oohh." Pria mengangguk.


"Benar, aku belum memkerkenalkan diriku, namaku adalah Lee Hoobin anggota asosiasi hunter korea selatan." Kata pria. "Kamu sudah tahu namaku." Balas Clue. "Lalu dia pasti ayahmu Adrian." Kata Hoobin melihat Adrian. "Benar, dia adalah ayahku." Clue mengangguk. "Nama saya Lee Hoobin." Kata pria melihat Adrian. "Nama saya Adrian." Balas Adrian berbicara bahasa inggris dan menjabat tangan Hoobin.


"Hoobin, apakah banyak hunter dari negara lain yang datang ke korea selatan untuk menemui Mori Han." Tanya Clue. "Tidak banyak, ada 9 hunter termasuk dirimu. Tapi 8 hunter itu setidaknya tidak lebih lemah dari pada hunter Mori Han." Balas Hoobin. "Apakah 8 hunter yang kamu maksud masih berada di korea selatan." Tanya Clue. "Mereka saat ini sedang di korea selatan dan membunuh monster yang muncul." Balas Hoobin. "Sepertinya akan terjadi hal yang menarik." Clue tersenyum.