
Clue melihat Ye Jin berjalan ke arahnya. "Selama dua bulan aku telah membantu dirinya dan ayah bertambah kuat. Saat ini dia sekuat hunter tingkat a dan ayah sekuat hunter tingkat s." gumam Clue.
"Kenapa kamu bengong." Kata Ye Jin berbicara bahasa inggris dan mengelus pipi Clue. "Aku Cuma khawatir kamu tiba-tiba menghilang dan meninggalkanku sendirian." kata Clue memeluk Ye Jin. "Yakinlah, aku tidak akan meninggalkanmu." Balas Ye Jin tersenyum. Clue dan Ye Jin kemudian berciuman.
Keesokan harinya Clue sedang membakar daging monster dan melihat Fiona berjalan ke arahnya. "Clue." kata Fiona. "Ada apa." Balas Clue. "Bisakah kamu membantuku untuk membunuh monster juga. Aku ingin bertambah kuat dengan cepat." kata Fiona.
"Bukankah kamu bisa bermeditasi dan menyerap energi alam. Kamu akan bertambah kuat dengan terus menyerap energy alam." Balas Clue. "Tapi itu terlalu lama. Selama 2 bulan aku hanya meningkat dari tingkat e ke tingkat d. Sedangkan dia, selama dua bulan bertambah kuat dari tingkat c ke tingkat a." balas Fiona yang melihat Ye Jin berjalan ke arahnya.
"Itu beda, Ye Jin adalah pacarku." Balas Clue. "Apa pacarmu lebih penting dari pada saudaramu sendiri." balas Fiona. "Tentu, karna Ye Jin setiap malam menghangatkan tempat tidurku." Kata Clue memeluk Ye Jin. "Kamu." Fiona kesal kemudian berjalan pergi.
"Apa yang kamu bicarakan dengannya sayang." Kata Ye Jin bertanya. "Dia cemburu padamu." Balas Clue. "Ahh, bukankah dia saudaramu sendiri. mengapa cemburu padaku." Ye Jin terkejut. "Dia juga ingin dihangatkan di tempat tidur." Balas Clue mengelus pantat Ye Jin. "Dasar mesum." Ye Jin tersipu.
Saat ini di sebuah ruangan beberapa orang sedang berkumpul. "Ini gawat, baru satu hari monster tingkat s muncul. Jumlah penduduk yang mati dalam sehari meningkat 10x." kata pria paruh baya berjaz hitam. "Mau bagaimana lagi pak. Jumlah hunter rank s kita terlalu sedikit dibandingkan jumlah monster tingkat s yang muncul." Balas pria paruh baya mengenakan seragam hijau. "Jika terus begini. Indonesia cepat akan lambat akan dikuasai oleh monster." kata wanita paruh baya. Mendengar kata wanita paruh baya semua orang di ruangan terdiam.
Washington, Amerika serikat. Saat ini disebuah ruangan beberapa orang sedang berkumpul. "Monster tingkat s telah muncul. Apa semua hunter tingkat s di atas sudah bergerak." Kata seorang pria paruh baya berambut putih. "Sudah pak, seribu lebih hunter tingkat s, seratus lima puluh hunter tingkat raja, dan 10 orang yang telah menghadapi hukum alam sudah bergerak. Termasuk hunter John yang telah dua kali menghadapi hukum alam." Balas seorang pria paruh baya berjaz hitam.
"Bagus, karena monster tingkat s sudah muncul. Banyak negara akan hancur oleh serangan para monster. Hanya 9 negara yang disebutkan oleh John bisa bertahan dari serangan monster tingkat s." balas pria paruh baya berambut putih.
"Maksud bapak, 9 hunter yang diceritakan oleh John setelah kembali dari korea selatan." Tanya seorang pria. "Benar, bahkan John yang diakui sebagai hunter terkuat di amerika mengatakan bahwa mereka bersembilan hanya sedikit lebih lemah darinya." Balas pria paruh baya berambut putih. Mendengar kata pria paruh baya semua orang diruangan terdiam.
"Saat ini kita hanya perlu fokus untuk memburu monster yang muncul di amerika serikat. Setelah monster tidak muncul lagi seperti yang dikatakan John, kita akan menjalankan rencana untuk menguasai dunia ini." kata pria paruh baya berambut putih.
Surabaya, Indonesia. Saat ini Clue sedang melayang di langit dengan memegang bola hitam. "Sepertinya, sudah saatnya memakai bola ini." kata Clue lalu menghancurkan bola hitam. "Buzzz." Angin hitam berhembus kesegala arah saat bola hitam hancur. "Wooarr." Tidak lama kemudian Clue mendengar suara auman monster. "Aku ingin melihat berapa banyak kekuatanku meningkat setelah ini." Clue menyeringai.
"Semua monster yang berada di 5 pulau sedang pergi menuju kota Surabaya." Kata pria. "Huh." Pria paruh baya bingung. "Ini sulit dijelaskan pak, tapi semua monster yang berada di pulau jawa saat ini sedang berkumpul di kota Surabaya dan bertarung dengan Fernando." Balas pria. "Jangan bilang dia memiliki sesuatu yang dapat memancing para monster untuk berkumpul." Balas pria paruh baya.
"Itu mungkin saja pak. Para hunter yang berada di pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua melihat semua monster terbang dan mengarah ke pulau jawa." Kata pria. "Jika begitu ini adalah hal bagus. Korban jiwa akan berkurang jika Fernando dapat menarik perhatian para monster. apakah ini alasan darinya agar semua penduduk di jawa timur pergi mengungsi." Kata Pria paruh baya.
Saat ini Clue sedang berdiri di atas tumpukan mayat monster. "Haha, datanglah kalian semua." Clue tertawa melihat banyak monster terbang ke arahnya. Clue menyelimuti tangannya dengan api kemudian melesat ke arah para monster. "Booom." Monster meledak terkena tinju Clue.
6 jam telah berlalu, saat ini Clue masih bertarung dengan para monster. Clue memegang pisau hitam kemudian menebas ular raksasa bewarna ungu. "Crashh." Kepala ular terpotong. "quaakk." "quuaakk." Clue melihat beberapa monster burung mengeluarkan gelombang ultrasonik. "Bodoh, kemampuan suara kalian tidak mempan terhadapku." Clue membuat beberapa panah angin dan mengarahkan ke arah monster burung. "Buzz." "Buzz." Monster burung jatuh ke tanah dengan tubuh berlubang. "Monster yang datang tidak ada habisnya, tapi aku suka." Clue menyeringai.
Keesokan harinya Clue berdiri di atas tumpukan mayat monster dengan baju yang penuh dengan darah. "Akhirnya sudah selesai." Kata Clue kemudian membuat panah angin. Clue melihat 275 panah angin muncul di udara. "Sepertinya aku memiliki 2750 poin. Aku bertambah kuat 250 poin dalam sehari. Tidak buruk." Clue tersenyum.
Clue yang sedang tersenyum tiba-tiba melihat lubang hitam muncul tidak jauh darinya. Kemudian puluhan bayangan hitam melesat kesegala arah. "Heh, shadow ya." Clue tiba-tiba menghilang dan menangkap sosok mahluk hitam. "Dimataku, kecepatan teleportasi kalian tidak berarti apa-apa." Clue kemudian membakar shadow. "Aaaaa." Shadow berteriak di saat kematiannya. "Sepertinya, aku mengurungkan niatku untuk beristirahat." Clue tersenyum.
9 jam telah berlalu saat ini Clue sedang makan bersama beberapa orang. "Clue, bagaimana kamu bisa menarik perhatian para monster." kata Daus melihat Clue yang sedang makan daging bakar. "Itu rahasia." Balas Clue mengigit daging. "Apa kamu bisa menarik perhatian monster lagi." Tanya Adrian. "Tidak yah, aku hanya bisa menarik perhatian semua monster di negara ini 1x. Kecuali aku masih memiliki benda yang dapat menarik perhatian para monster."
"Jangan bilang bola hitam itu." Kata Ye Jin berbicara bahasa inggris. "Kamu benar, bola hitam itu yang dapat menarik perhatian para monster." balas Clue. "Hmm, jika itu benar. maka kamu tidak bisa meremehkan Mori Han Clue. karena dia yang telah memberimu bola hitam itu." Kata Adrian. Clue berhenti makan daging dan berkata. "Aku akui dia lebih kuat dariku saat ini. Tapi itu tidak berlaku dimasa depan."
Beberapa jam telah berlalu Clue saat ini duduk di sebuah batu melihat Fiona berjalan ke arahnya dengan memakai jaket. "Ada apa." Tanya Clue. "emm, bisakah kita berbicara ke tempat yang sepi." Balas Fiona. Clue melihat Adrian yang berlatih tidak jauh darinya dan berkata. "Baiklah." Clue memegang tangan Fiona kemudian menghilang.
Clue dan Fiona kemudian muncul 200 meter dari Adrian berada. "Apa yang ingin kamu katakan." Tanya Clue. "Jika kamu berjanji untuk membantuku membunuh monster. Aku rela kamu melakukan apapun pada diriku." Fiona tersipu kemudian membuka jaketnya.
Clue terkejut saat Fiona melepas jaketnya. Clue melihat Fiona hanya menggunakan lingerie. "Mengapa kamu melakukan semua ini. bukankah kita saudara." Kata Clue. "Aku pikir kamu tertarik padaku. Bukankah dulu saat kamu tersadar dari koma, kamu menciumku." Fiona tersipu.