Rebirth With System

Rebirth With System
S2 Elf Ermi



(Level up anda mendapatkan 500 poin) Kata Clue melihat notifikasi. "Tidak buruk, aku akan melanjutkan pergi untuk mencari Gin dan Karen.


3 hari telah berlalu Clue sudah membunuh beberapa Iblis, Orc dan Ogre yang dia temui. Clue juga membunuh manusia, elf dan monster yang menyinggung perasaanya. "Uhh, aku masih tidak bisa menemukan keberadaan Karen." Gumam Clue lalu terbang ke arah barat.


Saat ini di sebuah hutan Karen sedang berhadapan dengan monster hijau yang tidak lain adalah ogre. "Hehe, manusia dagingmu pasti enak saat aku makan." Kata ogre. "Tuan, jika aku tidak bisa meloloskan diri, aku akan kembali ke dunia hijau." Kata Karen memegang token lalu terbang kearah timur.


Saat terbang, Clue merasakan bahwa ada dua orang yang mendekat ke arahnya. "Level 240 dan 300 sepertinya mereka tidak berteman." Kata Clue. Lalu Clue terkejut dengan seseorang yang terbang ke arahnya.


"Tuan." Karen menangis saat melihat Clue. "Tuan, akhirnya aku menemukanmu. Aku sangat merindukanmu." Karen menangis memeluk Clue. "Tidak perlu menangis, Aku juga sangat merindukanmu Karen." Clue memeluk Karen dan mengelus rambutnya.


Ogre yang melihat bahwa Karen memeluk seseorang menjadi waspada. "Aku tidak bisa merasakan kekuatannya. Dia pasti lebih kuat dariku, aku harus pergi." Kata Ogre lalu terbang menjauh dari Clue.


"Huh, ingin melarikan diri setelah mengejar wanitaku." Kata Clue menghilang lalu muncul di samping Ogre dan menebas tubuhnya dengan pedang yang tiba-tiba muncul ditangannya. "Ahh." Ogre berteriak saat tubuhnya terpotong menjadi dua. "Karen, apa kamu ingin membunuhnya." Kata Clue memberi Karen pedang. "Benar tuan, aku akan membunuhnya." Kata Karen mengambil pedang dari Clue. Karen mendekat ke arah Ogre yang sekarat lalu memotong kepalanya menjadi dua dengan pedang.


Melihat bahwa Ogre sudah mati Karen memeluk Clue. "Tuan, Karen merindukanmu." "Aku juga merindukanmu." Clue dan Karen berciuman dengan penuh nafsu. "Ayo kita cari tempat lain." Kata Clue memeluk Karen. Detik berikutnya Clue dan Karen menghilang.


1 bulan telah berlalu dan saat ini Clue sedang berada di sebuah bukit bersama Karen. "Tuan, dunia ini terlalu besar. Kita sulit untuk menemukan Gin." Kata Karen. "Benar, untuk menemukan iblis, orc dan ogre saja begitu sulit apalagi menemukan Gin." Balas Clue.


"Jika Karen hitung, setidaknya tuan telah membunuh seratus lebih iblis, orc dan ogre selama satu bulan ini." Kata Karen. "Benar, tapi semakin lama, semakin sulit untuk menemukan mereka." balas Clue. "Mungkin mereka bersembunyi tuan." balas Karen. "Mungkin saja." Jawab Clue.


Sementara itu disuatu tempat ada beberapa elf, manusia dan monster yang berkumpul. "Kudengar ada manusia yang membunuh iblis, orc dan ogre begitu mudah." Kata seorang pria yang memiliki bulu di tangannya. "Benar, menurut berita pria itu memiliki rambut putih dan mata putih, dia hanya pergi berdua dengan seorang perempuan." kata seorang pria. "Apa kalian tahu peringkatnya." Kata seorang elf laki-laki.


"Tidak, tapi menurut berita bahwa dia pasti peringkat sss level 2 di atas." Balas pria. "Seorang yang mencapai peringkat sss level 2 tidak lebih dari seratus tahun, dia pasti jenius." Kata seorang perempuan. "Itu pasti, dan setelah kita pergi dari tempat ini. Dia pasti akan terkenal." Balas seorang pemuda gemuk. "Itu pasti." Kata seseorang. Semua yang berkumpul mengangguk setuju.


"Sial, dia dirumorkan di atas peringkat sss level 2." "Ayo lari." Teriak salah satu iblis. Namun detik berikutnya Clue sudah tiba di depan iblis yang berbicara dan mencengkram lehernya. "Mau melarikan diri, itu tidak mungkin." Clue menyeringai. "Krak." Leher iblis dipatahkan oleh Clue.


"Sial, ayo serang dia." Teriak salah satu iblis lalu menyerang Clue dengan tubuh yang diselimuti cahaya hitam. Iblis lainnya juga melesat ke arah Clue dengan tubuhnya yang juga diselimuti cahaya hitam. Clue tahu bahwa cahaya hitam yang menyelimuti iblis adalah elemen kegelapan yang meningkatkan kekuatan, kecepatan dan vitalitas iblis.


"Aku benci dengan iblis." Clue mencibir lalu berkata. "Aktifkan time stop." Detik berikutnya Clue melihat bahwa waktu berhenti dan kedua iblis berhenti di depannya. Clue mengambil sebuah pisau dari cincin penyimpanan lalu memotong kedua leher iblis. "Nonaktifkan time stop." "Arghh." Kedua iblis tiba-tiba berteriak dan kepalanya terpotong.


Elf perempuan yang melihat Clue membunuh 2 iblis bergumam. "Aku bahkan tidak bisa melihat gerakannya, apa dia memang peringkat sss." Clue melihat bahwa elf menatap terus dirinya dan berkata. "Nona aku sudah menyelamatkanmu." Kata Clue melihat elf perempuan.


"Ahh, terimakasih tuan. kalau boleh tau siapa nama tuan." Tanya elf perempuan memberanikan diri bertanya nama Clue. "Namaku Clue tapi semua memanggilku Clue the gamer, meski itu bukan julukan satu-satunya diriku." Balas Clue melihat elf perempuan.


"Ahh, terimakasih tuan Clue telah menyelamatkanku, namaku Ermi." Elf perempuan berterimakasih. Clue melihat elf perempuan berambut pirang di hadapnnya dan bergumam. "Dia cantik tapi sayang memiliki dada datar." Clue melihat payudara Ermi.


Ermi sadar bahwa Clue sedang melihat tubuhnya dan berkata. "Tuan, apakah anda tertarik denganku." "Ehh." Clue terkejut dengan kata Ermi. "Aku hanya sedikit tertarik dengan kecantikanmu." Balas Clue.


Ermi terkejut dengan kata Clue dan bergumam. "Dia terlalu jujur." "Tuan Clue saya bisa melayani anda." Balas Ermi tersipu. Clue tidak percaya dengan balasan Ermi. "Kenapa kamu mau melayaniku." Kata Clue. "Itu karna tuan Clue telah menyelamatkanku, dan sebagai gantinya aku memberikan tubuhku kepada tuan Clue. Aku tidak ingin berhutang budi." Balas Ermi.


"Oh, jadi begitu. Tapi aku tidak tertarik denganmu." Balas Clue. Jika Clue dengan mudah menyetujui Ermi, Clue mungkin sudah memiliki puluhan wanita karna dia terlalu populer. "Huh, apa karna aku tidak secantik perempuan tuan." balas Ermi melihat Karen yang berdiri disamping Clue.


"Itu alasan salah satunya dan alasan lain dadamu terlalu datar." Kata Clue. "Uuhh." Ermi tiba-tiba memegang dadanya. "Kenapa lagi-lagi karna dadaku." Ermi berkata dengan kecewa dan tidak sadar dia meneteskan air mata.


Clue melihat bahwa Ermi meneteskan air mata dan berkata. "Aku akan berhubungan denganmu, tapi setelah itu kita tidak saling kenal." Ermi terkejut dengan kata Clue dan mengangguk "Aku setuju." "Baiklah, ayo kita cari tempat." Kata Clue terbang diikuti Karen. Ermi melihat Clue terbang lalu mengikutinya.