
2 hari telah berlalu saat ini Clue duduk di sebuah batu dan menyentuh sebuah alat. "Tittt." Clue melihat angka 340 yang muncul. "Dalam dua hari kekuatanku meningkat 20 poin, dan aku telah menyelesaikan 9 tahap. Aku mendapatkan 310 kristal elemen tanah setelah menyelesaikan 9 tahap." Kata Clue. "Saat ini aku bisa merasakan mahluk hidup dalam jarak 120 meter." Kata Clue.
"Baiklah, saatnya untuk melawan bos dungeon." kata Clue mengambil tas kemudian melesat pergi. Tidak lama setelah berlari Clue merasakan 80 mahluk hidup yang mendekat ke arahnya. Clue melihat puluhan mamut berlari ke arahnya. "Karena aku bertambah kuat, kalian akan mati setelah terkena 2 kali bola apiku." Clue menyeringai kemudian membuat 34 bola api dan melemparkan ke arah kawanan mamut. "Boom." "Boom." Ledakan terjadi.
15 menit berlalu saat ini Clue melihat mamut bewarna hitam sebesar 20 meter. "Tunjukan kemampuanmu." Kata Clue menyeringai. "Wooo." Merasakan provokasi Clue mamut meraung kemudian tubuhnya mulai terbelah dan menjadi dua mamut.
Clue melihat dua mamut sebesar 20 meter di depannya dan berkata. "Kemampuan bos mamut selain mengendalikan elemen tanah adalah membelah tubuh. Setelah menjadi dua, kemampuan bos mamut tidak berkurang dan tetap setara monster tingkat s." Clue menatap kedua mamut di depannya kemudian membuat 34 bola api.
"Mati." kata Clue melemparkan 34 bola api ke arah mamut. "Wooo." Kedua mamut berteriak kemudian sebuah perisai tanah setinggi 10 meter tiba-tiba muncul. "Boom." Ledakan besar terjadi.
Setelah api padam Clue melihat kedua mamut tidak memiliki luka serius. "Jika begini, aku harus serius." Kata Clue lalu langit tiba-tiba berubah gelap. "Mati." Merasakan bahaya mamut membuat membuat dinding tanah. Clue yang melihat dinding tanah berteriak "Aku juga bisa mengendalikan elemen tanah." Clue menginjak tanah dan dinding tanah yang dibuat mamut hancur. "Duarr." petir menghantam dua mamut. "Duarr." "Duarr." "Wooo."
Tidak lama kemudian Clue terengah-engah melihat asap putih di depannya. Setelah asap putih menghilang Clue melihat dua mamut tergeletak di tanah. Clue juga melihat lubang dungeon muncul di dekat mayat bos mamut. "Fiuh, akhirnya selesai." Kata Clue duduk di tanah.
"Aku punya waktu 30 menit untuk beristirahat dan memulihkan staminaku." Kata Clue berjalan ke arah tasnya berada dan mengambil satu kristal. Clue menghancurkan kristal dan memejamkan matanya.
Sementara itu di luar dungeon dua pria berpakaian hitam sedang berbincang. "Ini hampir 5 jam dia memasuki dungeon. menurutmu butuh berapa lama dia menyelesaikan dungeon." kata pria berpakaian hitam. "Menurut informasi dia menyelesaikan dungeon a dalam waktu 7 jam lebih." Balas pria disampingnya. "Sungguh cepat, karena dia menyelesaikan dungeon." sebelum menyelesaikan kata-katanya. Kedua pria berpakaian hitam terkejut melihat Clue keluar dari dungeon.
"Sungguh sepi, sepertinya mereka tahu akan mengorbankan banyak jiwa jika menyerangku setelah keluar dari dungeon." kata Clue melihat kedua pria berpakaian hitam kemudian pergi. "Tunggu." Teriak pria berpakaian hitam. Clue berhenti dan melihat ke pria yang berteriak.
"Ada seseorang yang ingin bicara dengan anda." Kata pria berpakaian hitam dengan gugup menyerahkan smartphone. Clue menatap pria kemudian mengambil smartphone. "Halo Hunter Fernando." Kata suara. "Tidak perlu basa-basi apa yang ingin kamu katakan." Balas Clue. "Apa kamu tidak ingin tahu siapa diriku." Balas suara. "Aku menebak kamu ketua asosiasi hunter." Balas Clue.
"Haha, tebakanmu benar." Balas suara. "Aku ingin mengatakan bahwa kakekmu berada di tangan pemerintah. Jika kamu dalam 7 hari tidak menyerahkan diri secara sukarela. Kakekmu akan di penjara dengan tuduhan melindungimu. Terlebih lagi ayahmu akan di pindahkan ke penjara Nusakambangan" Balas suara. "Heh, jika pemerintah sampai memenjarakan kakekku. Aku mungkin akan melakukan pembantaian massal." Kata Clue menutup panggilan kemudian melempar smartphone ke pria.
"Bilang kepada bosmu. Aku bukan orang yang mudah di ancam." Kata Clue kemudian terbang ke langit. Clue yang saat ini terbang di langit bergumam. "Karena pemerintah menjadikan kakekku sebagai sandera. Aku tidak akan menahan diri untuk menerobos peringkat s." kata Clue terbang lebih cepat.
6 Hari telah berlalu saat ini Clue sedang duduk dan berkultivasi. Namun tiba-tiba tubuh Clue di selimuti air, api, angin, tanah, dan petir. "Boom" Clue membuka matanya dan tubuhnya meledak. "Jadi seperti ini rasanya menerobos tingkat s." Clue berdiri dan merasakan perubahan pada tubuhnya.
"Aku dapat merasakan mahluk hidup dalam jarak 250 meter." Kata Clue. Selama 6 hari Clue menyerap 60 kristal elemen tanah. Clue menyadari bahwa saat berada di tingkat a batas dirinya merasakan mahluk hidup sejauh 150 meter. Meski sudah menyerap kristal elemen tanah, Clue tidak dapat merasakan mahluk hidup lebih jauh lagi.
"Tapi ini aneh, kenangan di dalam mimpiku saat menerobos peringkat s akan muncul hukum alam. Namun kenapa tidak ada hukum alam yang muncul." Kata Clue. "Mungkin hukum alam tidak terjadi karena energi alam di dunia ini begitu tipis." Clue menebak. "Baiklah, karena aku sudah menerobos peringkat s. Seharunya dungeon tingkat s akan muncul, dan saat ini waktunya untuk kembali." Clue menyeringai kemudian mengambil pakaian dari dalam tasnya.
"Pak ada kejadian aneh." Kata seorang pria berkumis. "Kejadian aneh apa." Balas pria paruh baya. "Semua hunter yang memasuki dungeon tingkat a di seluruh Indonesia ditansfer keluar. Kemudian seluruh dungeon tingkat a di Indonesia tiba-tiba menghilang." Kata pria berkumis. Pria paruh baya terkejut mendengar kata pria berkumis.
"Pak baru saja ada laporan dari cabang Jember." Kata pria berkumis. "Jember, apakah Fernando akhirnya menampakan diri." Balas pria paruh baya. "Tidak pak, melainkan sebuah dungeon muncul tepat di depan gedung asosiasi cabang Jember. Mereka juga memastikan dungeon yang muncul adalah tingkat s." kata pria berkumis. "Apa. Tingkat s." pria paruh baya terkejut.
"Benar pak, mereka mengkonfirmasi bahwa dungeon yang muncul adalah tingkat s." kata pria berkumis. "Baiklah, karena dungeon yang muncul adalah tingkat s. Aku akan memberikan pengumuman untuk semua hunter berkumpul di Jember dan mengadakan pertemuan dengan pemimpin 5 guild besar dan semua guild tingkat menengah." Kata pria paruh baya.
1 jam telah berlalu saat ini Clue berdiri di depan pintu. "Siapa." Kata sebuah suara. "Ini aku." Balas Clue. Pintu terbuka dan Clue melihat wanita yang tidak lain adalah Ajeng. "Clue." kata Ajeng terkejut. "Cepat masuk, sebelum ada orang yang melihatmu." Ajeng menyeret Clue masuk.
"Dimana saja kamu selama 6 hari ini. Apakah kamu tidak melihat berita. Bahwa jika kamu tidak menyerahkan diri dalam waktu kurang dari 7 hari, kepalamu akan diberi harga. Saat kepalamu diberi harga semua hunter di Indonesia akan menargetkanmu." Kata Ajeng.
"Haha, siapa yang berani menargetkanku saat ini. Saat ini aku jauh lebih kuat. Bahkan aku bisa mengalahkan peringkat s." kata Clue penuh percaya diri. Ajeng terkejut mendengar kata Clue. Ajeng tahu bahwa Clue dapat mengalahkan puluhan hunter tingkat b dengan mudah. Namun perbedaan hunter peringkat s dengan a begitu besar.
"Apa kamu sudah makan." Tanya Ajeng. "Belum." Clue menggeleng. "Baiklah, kalau begitu aku akan membuatkanmu makanan." Kata Ajeng berjalan ke dapur. "Sudah lama aku tidak menonton televisi." Kata Clue kemudian menghidupkan televisi. Saat menghidupkan televisi Clue terkejut dengan sebuah berita.
"Dungeon tingkat s baru saja muncul di depan gedung asosiasi. Hehe, karena dungeon tingkat s sudah muncul, aku bisa memanfaatkannya." Clue tertawa kemudian mengambil tasnya dan pergi. "Clue kamu ingin aku buatkan. Ahh kemana perginya dia" Ajeng melihat Clue sudah pergi.