
20 menit kemudian Clue sampai di tujuan dan keluar dari mobil. "Ini." Clue memberikan uang, "Jangan lupa kasih bintang 5 ya bos." Kata pengemudi tersenyum. "Tentu." Clue mengangguk. Clue lalu berjalan ke arah toko perhiasaan.
Setelah masuk ke dalam toko perhiasaan Clue berkata kepada salah satu pegawai. "Aku ingin menjual kristal yang kuperoleh dari goblin." Clue memberikan kantong plastik berisi 10 kristal. "Baik, aku akan memeriksanya. Kata pegawai wanita mengambil kantong plastik.
Beberapa menit kemudian seorang wanita paruh baya berkata. "Seperti harga pasaran, kami akan membelinya seharga 1 juta. Karena ada 10 kristal, kami akan membelinya seharga 10 juta. Apa kamu setuju." "Aku setuju." Clue mengangguk. "Kamu ingin uang tunai atau transfer." Balas wanita paruh baya.
"Transfer." Kata Clue. "Berikan nomor rekeningmu." Kata wanita paruh baya. Clue kemudian memberitahu nomor rekeningnya. Beberapa menit kemudian Clue melihat sebuah pesan masuk berisi transfer masuk sebesar 10 juta. "Terimakasih, lain kali aku akan menjual kristal lagi disini." Kata Clue pergi.
Clue melihat jam di smartphonenya dan berkata. "Karena aku sudah di Jakarta. Maka aku akan jalan-jalan." Clue kemudian mulai memesan taxi online. Tidak lama kemudian Clue mellihat mobil avanza bewarna hitam. "Ahh, kamu lagi bos." Kata seorang di dalam mobil.
Clue tahu bahwa pengemudi adalah sopir taxi online yang mengantarnya sebelumnya. "Apa kamu tahu tempat diskotik terdekat." Kata Clue. "Bos, kalau sekarang diskotik masih tutup. Tapi aku tahu tempat dimana bos bisa bersenang-senang." Kata sopir tersenyum. "Lalu antar aku kesitu." Kata Clue. "Baik bos." Sopir mengangguk kemudian menjalankan mobil.
20 Menit kemudian Clue berhenti di depan sebuah cafe. "Hehe, anda mungkin tidak tahu bos. Cafe ini special, kamu bisa tidur dengan pelayannya asalkan kamu menawarkan uang yang pas." Kata sopir. "Ehh, apa cafe seperti ini tidak di tutup." Kata Clue. "Hehe, pemilik cafe ini adalah Daus hunter tingkat s tipe penyihir. Pemerintah tidak berani menutup cafe miliknya." Kata sopir. "Clue terkejut mendengar kata sopir."
"Satu hal lagi yang perlu kamu tahu bos. Yang bisa memasuki café hanyalah orang terbangkitkan." Kata sopir. "Lalu kenapa kamu membawaku kemari. Apa kamu tahu aku orang terbangkitkan." Kata Clue. Sopir menggeleng dan berkata. "Bos mempunyai bentuk fisik yang sangat bagus dan berotot. Saya menebak bos adalah orang terbangkitkan."
"Tebakanmu benar, aku orang yang terbangkitkan." Kata Clue mengangguk. "Ini." Clue memberikan uang kepada sopir. "Terimakasih bos." Sopir tersenyum. "Benar, aku juga bisa merasakan kamu bukan manusia biasa." Balas Clue.
Mendengar kata Clue, sopir terdiam lalu tersenyum. "Hehe, itu hanya perasaan bos." Clue terdiam lalu berjalan menuju cafe. Melihat Clue berjalan ke arah cafe sopir berkata. "Pria yang menarik, semoga kita bertemu lagi."
Clue saat ini berhenti di depan cafe yang dijaga seorang pria. "Sebelum masuk, harap menunjukan tingkat kekuatanmu." kata pria menunjukan sebuah alat pengukur kekuatan. Clue melihat alat yang di pegang pria dan bergumam. "Alat ini lebih bagus dari milikku." Clue kemudian menyentuh ujung alat. "Tittt." Clue melihat angka 35 yang muncul.
"Baiklah, kamu boleh masuk." Kata pria. "Terimakasih." Balas Clue kemudian memasuki cafe. Saat memasuki cafe Clue melihat setidaknya ada 10 pengunjung. Clue melihat semua pengunjung adalah pria dan duduk ditemani oleh pelayan wanita. "Berapa banyak pelayan di cafe ini, lalu apa mereka tidak malu berciuman didepan orang." Clue melihat salah satu pengunjung berciuman dengan pelayan.
"Apa anda ingin memesan sesuatu." Kata seorang kasir. "Aku ingin lihat daftar menu." Kata Clue. "Ini." pelayan kasir memberikan daftar menu. Saat melihat daftar menu Clue terkejut. Clue juga melihat ada wajah para pelayan dengan harga tarifnya.
Clue tertarik dengan salah satu pelayan dan berkata. "Apa dia bisa menemaniku." Kata Clue menunjuk sebuah foto wanita. "Bisa, tapi jika pelayanannya kurang memuaskan mohon dimaklumi. Karena ini pertama kali dia bekerja disini." Kata kasir wanita.
Beberapa menit kemudian Clue melihat seorang perempuan berkulit putih, berambut pirang pendek membawa secangkir cappuccino. "Dia cantik dan begitu muda, apa dia baru lulus sekolah." Clue bergumam. "Ini pesanan anda." Kata perempuan kemudian duduk di samping Clue.
"Duduklah di pangkuanku." Kata Clue menepuk pahanya. "Baik." Perempuan mengangguk kemudian duduk di pangkuan Clue. "Siapa namamu." Tanya Clue. "Namaku Vina." Balas perempuan. "Berapa umurmu." Tanya Clue. "19 tahun." balas Vina. "Sangat muda." Kata Clue kemudian mengelus paha Vina.
Badan Vina gemetar saat Clue menyentuh pahanya. "Apa ini pertama kalinya kamu menemani pria. " Tanya Clue. "Benar, ini pertama kali bagiku." Vina mengangguk. "Mengapa kamu tidak mencari pekerjaan lain saja. Masih banyak pekerjaan lain di luar sana." balas Clue. "Aku membutuhkan uang untuk biaya operasi ibukku. Lalu pekerjaan seperti ini yang dapat menghasilkan uang dengan cepat." Balas Vina.
"Memang berapa yang didapatkan ketika kamu melayani pelanggan." Tanya Clue. "Aku mendapatkan 50% yaitu 500 ribu sekali melayani pelanggan." Balas Vina. Clue mengangguk kemudian mencium leher Vina. "Emmm." Badan Vina gemetar saat lehernya dicium oleh Clue.
"Apa kamu mau menjadi pelayan pribadiku, aku akan membayarmu dengan gaji 30 juta setiap bulan. Yang perlu kamu lakukan adalah melayaniku setiap hari." Bisik Clue. Mendengar kata Clue Vina terdiam. "Aku akan memberikan uang 30 juta dimuka jika kamu setuju." Balas Clue. Mendengar kata Clue badan Vina gemetar.
"Jika kamu setuju, kita akan langsung pergi ke rumah sakit dimana ibumu dirawat." Kata Clue. Mendengar kata Clue badan Vina gemetar kemudian berkata. "Aku setuju." "Haha, bagus. Kalau begitu ayo pergi." kata Clue. "Baik, tapi aku harus berkata kepada atasan terlebih dahulu." Kata Vina kemudian berjalan menuju sebuah ruangan. Melihat Vina pergi Clue melihat sisa saldo di rekeningnya. "Sial, saldo di rekeningku hanya tersisa 41 juta."
Beberapa menit kemudian Vina keluar dari ruangan dan menghampiri Clue. "Ayo pergi." kata Vina. Clue kemudian berjalan keluar Cafe di ikuti Vina. Clue melihat Vina berjalan ke arah sepeda motor. "Kamu kemari mengendarai apa." Kata Vina duduk di sepeda motor.
"Aku naik taxi online, sebenarnya aku tidak tinggal di Jakarta." Balas Clue. "Jadi begitu. Kemarilah, kamu yang menyetir." Kata Vina. Clue tersenyum kemudian berkata. "Kamu bisa memanggilku Clue." Clue menyalakan sepeda motor. "Kamu memiliki nama yang aneh." Balas Vina. "Semua orang berkata seperti itu saat pertama kali aku mengenalkan diri." Clue tersenyum kemudian mulai pergi.
"Berapa menit jika kita ingin sampai ke rumah sakit ibumu dirawat." Tanya Clue. "Mungkin 20 menit atau lebih." Balas Vina. "Ohh, berpeganglah padaku." Kata Clue. Vina ragu-ragu kemudian memegang baju Clue.
"Apa kamu punya kekasih." Tanya Clue. "Tidak, aku seorang janda dan baru saja bercerai." Balas Vina. "Sial, ternyata dia sudah pernah menikah." Clue mengutuk di pikirannya. "Apa kamu kecewa karena aku seorang janda. Masih belum terlambat untukmu jika ingin berhenti memperkerjakan diriku sebagai pelayan." Balas Vina. "Tidak, aku tetap akan memperkerjakan dirimu." Kata Clue. "Terserah dirimu." Balas Vina.
20 menit kemudian Clue berhenti di depan sebuah rumah sakit. Clue kemudian memparkir sepeda motornya di tempat parkir. Clue kemudian berjalan bersama Vina ke dalam rumah sakit. "Langsung menuju tempat pembayaran." Kata Clue. "Baiklah." Vina mengangguk.
Tidak lama kemudian Clue sampai di tempat pembayaran dan mulai berbincang dengan penjaga kasir. "Biaya operasi 25 juta. Sedangkan biaya rawat inap dan pengobatan selama 3 hari adalah 5 juta. Totalnya 30 juta." Kata penjaga kasir. Vina yang berdiri di samping Clue terkejut dengan jumlah biaya.