
"Jika aku menjadikan seorang budak untuk menjadi pengasuh bayi. Aku tidak akan ragu-ragu membuat peringkat kaisar menjadi pengasuh bayi kalian." Kata Clue. "Ahh, peringkat kaisar menjadi pengasuh bayi." Ketiga perempuan terkejut. "Oek. Oek." Anak Gin dan Karen menangis bersamaan. "Cup, cup sayang minum susu ibu." Kata Gin memberi bayinya ***********.
Sementara itu di benua inti di sebuah ruang beberapa pria tua dan wanita tua berkumpul. "Bagaimana dengan info kekuatan Clue." Kata seorang wanita tua. "Menurut berita dia peringkat raja level 8." Balas perempuan tua gemuk. Semua yang hadir di dalam ruangan terdiam mendengar kata wanita.
"Kita selama ini salah menilai kekuatannya, saat memasuki dunia colloseum setidaknya dia sudah menjadi peringkat raja. Dia menyembunyikan kekuatannya saat berada di benua luar." Kata pria tua. "Huh, jika begitu dia melanggar aturan, kita harus menghukumnya." Kata pria tua lainnya. "Apakah kamu berani menghadapinya, menurut rumor di dunianya dulu dia terkenal dengan sebutan dadu pembawa petaka dan membunuh peringkat sss sementara dia peringkat ss" Kata pria tua.
"Huh, jangan samakan peringkat kaisar dengan peringkat sss." Balas pria tua. "Kamu harus ingat Roberto, dia peringkat raja level 8 sebelum berumur 100 tahun. Mungkin hanya perlu seratus tahun lagi dia menerobos peringkat kaisar. Apakah kamu juga bisa mengalahkan seseorang yang melebihimu 1 peringkat." Kata wanita tua. Semua orang terdiam mendengar kata wanita tua. "Jangan menjadikan dia musuh, kita harus menjadikan seorang jenius teman." Kata pria tua berkumis putih. "Aku setuju, lebih baik menambah teman dari pada menambah musuh." Balas pria tua lain.
Saat ini di benua tengah di sebuah sekte. "Patriack kenapa kita tidak mengundang pemuda jenius bernama Clue untuk bergabung dan menjadi elder di sekte." Kata seorang pria tua. "Huh, apakah dia mau menjadi elder, ingat dulu dia adalah salah satu patriack di sekte benua luar. Dia tidak akan merendahkan diri untuk menjadi elder. Menurut rumor dia dulu juga pemuda yang gila membantai puluhan ribu manusia, elf dan monster." Balas pria tua.
Sementara itu di sebuah toko pria tua yang tidak lain Knight menatap langit. "Sialan, ternyata memang dia. Lalu mengapa dia baru naik ke dunia ini setelah seribu tahun, anehnya juga umurnya tidak lebih dari seratus tahun." Knight sangat bingung.
Di benua luar seorang pria berkata. "Tidak salah lagi dia adalah dadu pembawa petaka dari dunia kita." "Benar, apakah dia akan membawa bencana di dunia ini, aku berpikir bahwa peringkat kaisar tidak bisa membunuhnya." Balas pria lain. "Huh, membunuh dadu pembawa petaka itu terlalu sulit. Situasi saat ini sama seperti di dunia kita dulu saat dadu pembawa petaka masih peringkat ss dan berhasil membunuh peringkat sss. Itu beda 1 peringkat dan sama seperti sekarang beda 1 peringkat." Kata pria.
"Benar, aku harap para peringkat kaisar di dunia ini tidak menyinggungnya. Atau dia akan menggila seperti dulu dan membantai ribuan orang di kota." Balas pria. "Benar, menyinggung dadu pembawa petaka sama saja mencari kematian. Terlebih lagi dia jenius di kultivasi dan mungkin membutuhkan puluhan tahun untuk mencapai peringkat kaisar." Pria mengangguk.
Keesokan harinya Clue sedang berjalan di sebuah kota dan melihat seorang laki-laki berambut putih berdiri di depannya. "Apakah kamu Clue." Kata laki-laki berambut putih. Clue melihat laki-laki di depannya dan bergumam. "Dia terasa familiar seperti aku pernah mengenalnya." "Jangan menghalangiku, kamu hanyalah peringkat raja level 4. Aku bisa melenyapkanmu dengan mudah." Balas Clue.
Laki-laki berambut putih merasa kesal, dia tahu berita 1 tahun yang lalu mengenai kekuatan Clue ternyata salah. Clue yang didepannya memiliki peringkat raja level 8 lebih tinggi 4 level darinya. "Lebih baik menyingkir dari hadapanku sebelum terlambat. Bahkan peringkat kaisar tidak berani menghalangi jalanku." Kata Clue menatap laki-laki berambut putih di depannya.
Laki-laki berambut putih berkeringat lalu menunjukan sebuah lukisan seseorang kepada Clue. "Apa kamu mengenalnya." Kata laki-laki berambut putih. Clue menatap lukisan wajah perempuan di depannya dan berkata. "Aku seperti mengenalnya." Clue mulai mengingat.
Tidak lama kemudian Clue terkejut dan berbicara. "Apa perempuan dilukisan itu adalah Finny." Laki-laki terkejut dengan balasan Clue. "Benar, perempuan dilukisan ini adalah Finny, kamu siapanya dia." Balas Laki-laki berambut putih.
Clue menghela nafas dan berkata. "Aku dulu pernah bersamanya, dan aku tebak apakah kamu anaknya." Clue tersenyum. "Sial." Melihat laki-laki berambut putih mau mengutuknya, Clue mengaktifkan skill time stop. "Aktifkan time stop." Clue menghampiri laki-laki berambut putih lalu menepuk pundaknya. Beberapa detik kemudian Clue dan laki-laki berambut putih menghilang.
Mendengar teriakan laki-laki berambut putih Clue menghela nafas. "Apa kamu ingin mendengar ceritaku mengapa aku meninggalkannya, jika kamu ingin mendengar ceritaku duduklah." Kata Clue duduk di sebuah batu. Laki-laki berambut putih jengkel namun menuruti kata Clue dan duduk di depan Clue.
"Baiklah, aku bukan hanya meninggalkan dia saja, aku juga meninggalkan wanitaku lainnya." Clue mulai bercerita kepada laki-laki berambut putih. Laki-laki berambut putih terkejut dengan cerita Clue. Dia baru tau bahwa Clue lahir kembali setelah seribu tahun terjebak dikekosongan.
"Kamu boleh memanggilku Clue, sebenarnya aku juga tidak mau kamu memanggilku ayah. Karna aku lebih muda darimu, sementara aku menghamili Finny dengan tubuhku yang dulu sebelum aku terlahir kembali. Jadi kita tidak memiliki ikatan darah." Kata Clue. Laki-laki berambut putih jengkel mendengar kata Clue. "Aku memang tidak sudi memanggilmu ayah. Jika begitu aku akan pergi. Aku puas setelah mengetahui kebenaran" balas laki-laki berambut putih.
"Ini ambilah." Clue melemparkan pil poin level 8 kepada laki-laki berambut putih. Laki-laki berambut putih menangkap pil yang dilemparkan Clue. "Itu bukan pil level 8 biasa, dan akan membantumu menerobos 1 level. Itu hadiah pertemuan denganku." Kata Clue. "Huh, aku tidak akan menolaknya." Laki-laki berambut putih mendengus lalu terbang.
"Hati-hati Bunga." Teriak Clue. Laki-laki berambut putih mendengus dan terbang mengabaikan Clue. Melihat Laki-laki telah jauh Clue duduk dan menghela nafas. "Fiuh, aku tidak percaya bertemu dengan salah satu anakku, tapi aku senang dia hidup. Meski dia membenciku. Terlebih lagi dia tidak buruk, dapat menguasai skill penyamaran." Clue tersenyum. "Dulu aku telah gagal menjadi seorang ayah dan seorang suami. Tapi kali ini aku tidak akan gagal lagi." Clue mencengkram tinjunya.
Sementara itu laki-laki berambut putih berhenti di sebuah pohon dan bergumam. "Cih, dia terlalu pelit. Tidak pantas menjadi seorang ayah. Beruntung ibu tidak bersamanya setelah memasuki dunia ini." kata laki-laki kemudian tubuhnya mulai berubah menjadi seorang wanita yang cantik. "Sudah lama tidak ada orang yang memanggil nama asliku Bunga." Wanita menghela nafas.
Beberapa menit kemudian Clue telah kembali ke rumahnya dan melihat Gin, Karen dan Rapunsel sedang mengobrol. "Ahh, kamu kembali." Kata Rapunsel melihat Clue. "Aku ingin bercerita kepada kalian." Kata Clue lalu duduk. Gin, Karen dan Rapunsel mendekat ke arah Clue.
Clue bercerita dirinya bertemu dengan anak kekasihnya yang sudah meninggal sebelum memasuki portal dan terjebak di kekosongan. "Sekarang kamu tidak memiliki beban sayang, katamu memang benar. Kamu telah mati, dan hidup lagi di tubuh yang baru. Jadi kalian tidak memiliki hubungan darah." Kata Gin. "Benar, terlebih lagi dia tidak mengakui tuan sebagai ayah. Jadi wajar bila tuan tidak menganggapnya sebagai anak." Kata Karen. "Tidak ada yang tahu takdir seperti apa, jadi tidak perlu dipikirkan. Sekarang kamu ayah dari dua orang anak dan sebentar lagi akan menjadi ayah dari tiga orang anak." Rapunsel mengelus perutnya.
"Oh, benar sayang. Kapan kamu mencari pengasuh bayi." Kata Gin. "Benar tuan." balas Karen. "Tenanglah, besok aku berkeliling kota atau meninggalkan kota ini untuk mencari peringkat kaisar sebagai pengasuh bayi." Balas Clue. "Tapi aku hanya bisa menemukan 1 pengasuh bayi." Lanjut Clue. "Tidak masalah." Kata Gin dan Karen bersamaan. Sementara Rapunsel hanya tersenyum mendengar kata Gin dan Karen.
Keesokan harinya Clue sedang duduk dan melihat langit. "Sayang, kamu sedang memikirkan apa." Kata Gin memeluk Clue dari belakang. "Setelah mencapai peringkat kaisar aku berpikir akan menantang sebuah akademi atau sekte." Balas Clue. "Ohh, meski dengan kekuatanmu saat ini, aku yakin kamu bisa mengalahkan peringkat kaisar." Balas Gin. "Benar Gin, di benua tengah peringkat kaisar tertinggi hanya level 6, dan peringkat kaisar tertinggi di benua inti level 8. Apa di dunia ini tidak ada peringkat kaisar level 9 atau 10." Balas Clue.
"Aku tidak tahu sayang, menurut rumor menerobos peringkat kaisar level 9 dan 10 begitu sulit." Kata Gin. Mendengar kata Gin Clue bergumam. "Buat mereka terlalu sulit, tapi buatku pasti sangat mudah."