
10 Menit kemudian Clue menciptakan pil bewarna hijau muda. "Selamat anda menciptakan pil penyembuh tingkat rendah." "Sial, aku membuat pil dengan tingkat yang sama. Sepertinya kualitas tanaman obat yang harus kugunakan harus lebih baik lagi." Kata Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Baiklah, sekarang aku akan mencoba membuat pil spirit yang kualitasnya lebih bagus." Kata Clue mengambil 10 tanaman obat dari tabel penyimpanan.
10 Menit kemudian Clue menciptakan pil bewarna putih. "Selamat anda menciptakan pil spirit level 3. Pil spirit level 3 akan di simpan otomatis di tabel shop, dan akan ada 1 stock pil spirit setiap harinya." Pil berwarna putih di depan Clue kemudian menghilang. "Bagus. Aku menciptakan pil level 3." Clue tersenyum melihat notifikasi yang muncul di depannya.
Clue membuka tabel shop dan melihat gambar pil. Clue melihat ada 4 pil di tabel shop. "Pil spirit level 3 memakannya dapat meningkatkan kekuatan, agility, vitalitas, stamina dan mana sebesar 300 poin. Pil spirit level 3 hanya bisa di konsumsi 1 tahun sekali. Mengkonsumsi pil spirit berlevel sama sebelum 1 tahun tidak akan memberikan efek apapun." Clue mengambil pil spirit dan melihat cooldown 23 Jam 59 menit.
Clue menghilang dan muncul di kamar Fernando. "Apa kamu berhasil membuat pil spirit level 3." Tanya Fernando melihat kemunculan Clue. Clue melempar pil kepada Fernando. Fernando menangkap pil dan melihat pemberitahuan yang muncul di depannya.
"Pil spirit level 3 memakannya dapat meningkatkan kekuatan, agility, vitalitas, stamina dan mana sebesar 300 poin. Pil spirit level 3 hanya bisa di konsumsi 1 tahun sekali. Mengkonsumsi pil spirit berlevel sama sebelum 1 tahun tidak akan memberikan efek apapun."
"Konsumsi pil itu besok saja. Karena hari ini kamu sudah mengkonsumsi pil spirit level 2." Kata Clue. "Baiklah." Balas Fernando. Clue menghilang dan muncul di kamarnya.
Saat ini di sebuah laboratorium pria paruh baya berbicara dengan pria berpakaian putih. "Apa ada perkembangan." Tanya pria paruh baya. "Kami sudah menemukan bahan-bahan dari pil ini pak. Pil ini terbuat dari 10 tanaman obat-obatan." Balas pria berpakaian putih. "Oohh. Lalu apa kamu bisa membuat pil seperti ini." Tanya presiden. "Kami masih belum bisa membuatnya pak." Balas pria berpakaian putih dengan ekspresi sedih.
"Teruslah berusaha." Pria paruh baya menepuk bahu pria berpakaian putih dan berjalan pergi. "Pak, terjadi penculikan lagi dan sekarang korbannya anak ketua asosiasi cabang Surabaya." Kata pria berpakaian hitam. "Sepertinya mereka secara terang-terangan menyatakan perang pada pemerintah." Kata pria paruh baya.
"Lalu apakah kamu menemukan info tentang pria bernama Clue yang menjual pil awakened." tanya pria paruh baya. "Pria bernama Clue ini berada di kota Jember pak. Dia pernah menangkap pencuri awakened dan saat ini tinggal bersama seorang siswa awakened bernama Fernando. Anehnya mereka berdua memiliki nama yang sama. Yaitu Clue." Kata pria.
"Awasi pergerakannya secara diam-diam. Jangan sampai awakened dari negara lain tahu bahwa Clue memiliki pil awakened. Jika informasi pil awakened tersebar, akan terjadi perang antar negara." Kata pria paruh baya. "Baik pak." Pria mengangguk.
7 Hari telah berlalu setelah Clue tiba di alam semesta lain. Saat ini Clue sedang duduk di sebuah taman dan melihat seorang pria. "Menjengkelkan. Apa perlu aku membunuh penguntit ini." Clue jengkel. Clue tahu bahwa pria yang mengawasi dirinya berasal dari pemerintah.
Clue menghela nafas lalu muncul di belakang pria. "Hei, kenapa kamu mengikutiku." "Sial." Pria terkejut dan menjauh dari Clue. "Aku tidak akan melukaimu. Katakan pada presiden jangan mengawasiku. Aku tidak suka di awasi." Kata Clue kemudian menghilang.
"Seperti yang di rumorkan dia mempunyai kemampuan teleportasi. Dan awakened tingkat s." Kata pria melihat Clue yang meghilang. Pria mengambil smartphone dari sakunya kemudian menelepon seseorang.
Sementara itu Fernando berada di sebuah hutan dan membunuh seekor monyet. "Anda mendapatkan 9 exp." Fernando melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Tabel status." Layar status muncul di depannya.
Nama : Fernando Clue De Lopez
Usia : 16 Tahun
Level : 640 next level (0/640) exp
Ras : Manusia
Kekuatan : 640
Vitalitas : 640
Stamina : 620/640
Ki/Mana : 640/640
Poin : 0
Coin : 500
"Aku tidak menyangka dalam 7 hari akan memiliki kekuatan 640 poin." Kata Fernando melihat statusnya. "Tanpa bantuan Clue, mungkin aku hanya level 10." Fernando tersenyum kecut. "Meski tanpa bantuan diriku. Aku yakin kamu akan menjadi yang terkuat di dunia ini." Clue muncul di samping Fernando.
"Apa kamu sudah selesai berburu hewan." Clue melihat Fernando. "Sudah. Ayo kita kembali." Fernando mengangguk. Clue kemudian berteleportasi bersama Fernando. Clue dan Fernando muncul di dalam sebuah kamar.
"Tok" "tok." Fernando mendengar suara ketukan pintu. "Dia dari sekolahmu." Kata Clue melihat Fernando. "Tunggu sebentar." Fernando keluar dari kamarnya dan membuka pintu. Fernando melihat Fauzi wali kelasnya.
"Eehh, Pak Fauzi. Bagaimana bisa anda tahu tempat tinggalku." Tanya Fernando. "Mudah bagi kami mencari tempat tinggalmu." Balas Fauzi menatap Fernando. "Mengapa kamu melihatku seperti itu pak." Tanya Fernando.
"Aku merasa kamu berbeda dari sebelumnya. Kamu semakin kuat." Fauzi melihat Fernando. "Hehe, bapak terlalu memujiku." Fernando tertawa. "Ayo masuk pak. Bapak ingin minum apa." Tanya Fernando. "Tidak perlu, bapak kemari untuk memberitahumu. Sekolah telah selesai di perbaiki. Besok kamu bisa sekolah kembali." Kata Fauzi. "Baik pak." Fernando mengangguk. "Baiklah, bapak akan pergi." Kata Fauzi pergi.
"Siapa barusan Fernando." Kata nenek Fernando datang dengan membawa sayuran. "Dia wali kelasku nek." Balas Fernando. "Mengapa kamu tidak menyuruhnya masuk." Balas nenek Fernando. "Wali kelasku sibuk nek. Dia kemari untuk memberitahu bahwa besok aku bisa sekolah lagi." Balas Fernando. "Jadi begitu." Nenek Fernando masuk ke dalam rumah.
Saat ini Fauzi berada di dalam mobil dan bergumam. "Bukankah neneknya hanya manusia biasa. Tapi aku merasa nenek Fernando adalah awakened." "Heh, buat apa aku memikirkannya." Fauzi menghidupkan mesin mobil.
Keesokan harinya Clue, Fernando dan Neneknya sedang makan. "Aku akan berangkat nek." Kata Fernando mengambil roti dan keluar dari apartemen. "Baiklah." Balas nenek Fernando. Fernando mulai berlari ke arah sekolahnya yang tidak jauh dari apartemen miliknya.
Tidak lama kemudian Fernando sampai di sekolahnya. Fernando melihat wanita berusia 25 tahunan yang tidak lain kepala sekolahnya. "Pagi bu." Fernando menyapa wanita. Wanita melihat Fernando dan bergumam. "Bukankah saat pendaftaran dia hanya awakened tingkat 1. Mengapa saat ini dia awakened tingkat 6." "Fernando ikut ibu ke ruangan." Kata wanita. "Baik bu." Fernando mengangguk dan mengikuti kepala sekolahnya.
Tidak lama kemudian Fernando dan wanita berada di dalam ruangan. "Sentuh alat itu." kata wanita melihat sebuah alat. "Baik bu." Fernando mengangguk dan menyentuh alat. "Zzz." Fernando merasakan listrik di seluruh tubuhnya. "Tiitt." Alat yang Fernando sentuh menunjukan angka 645.
"Tebakanku benar. Kamu awakened tingkat 6." Kata wanita melihat Fernando. "Bukankah kemarin kamu hanya awakened tingkat 1. Mengapa sekarang kamu menjadi awakened tingkat 6." Tanya wanita.
"Aku melatihnya, dan membuatnya menjadi awakened tingkat 6." Clue tiba-tiba muncul di samping Fernando. "Siapa kamu." Wanita berdiri dan menatap waspada kepada Clue. Wanita tidak menyadari kemunculan Clue.
"Bisa di bilang aku guru Fernando. Karena aku melatihnya dan membuatnya menjadi awakened tingkat 6." Kata Clue duduk di samping Fernando. Wanita menatap tajam kepada Clue. Karena dia tahu tidak ada awakened di Indonesia yang memiliki kemampuan teleportasi.