
Setelah puas memakan milik Clue, Jennie membuka bajunya. "Dewa kucing, aku sudah tidak tahan. Bolehkah aku memasukan milikmu ke dalam diriku." Kata Jennie memegang milik Clue. "Baiklah, kamu di atas." "Baik." Jennie kemudian memasukan milik Clue ke dalam pussynya. "Ahhhh." Jennie mengerang.
1 jam kemudian Jennie berbaring di dada Clue. "Dewa kucing, entah mengapa aku sangat bahagia berada di sisimu." Kata Jennie mengelus burung Clue. "Apa kamu masih ingin lebih. Clue paham akan isyarat Jennie. "Hehe, benar dewa kucing. Lubangku sudah tidak tahan ingin ditusuk milikmu." Jennie tersenyum.
"Baiklah, aku akan membuatmu berteriak minta henti." "Ahhh." Jennie menjerit saat Clue menyeretnya berdiri. "Taruh tanganmu di dinding." Kata Clue "Baik." Jennie kemudian memegang dinding. Clue kemudian mulai menusuk milik Jennie dari belakang. "Ahhh." Jennie mengerang saat Clue menusuk dirinya.
Keesokan harinya Clue, Jennie dan Ning er sedang makan di restoran. "Bibi, kemarin aku mendengar suara rintihan dan teriakan dari kamar bibi." Kata Ning er melihat Jennie. "Ah, kemarin bibi sedang olahraga Ning er." Jennie menjawab dengan wajah merah.
"Benar Jennie, mengapa kita tidak membeli sebuah rumah." kata Clue memotong pembicaraan. "Aku tidak punya cukup uang dewa kucing." balas Jennie sedih. "Serahkan itu padaku." Kata Clue mengigit ikan bakar kemudian menghilang. "Ahh, kemana perginya dewa kucing." Jennie kaget.
Saat ini Clue berada di sebuah rumah mewah dan melihat pria yang sedang duduk di kursi dengan meminum secangkir teh. "Aku dengar dia adalah orang terkaya di kota ini." gumam Clue lalu berjalan ke arah pria. "Eh, kucing siapa ini." pria melihat kucing. "Hei, aku lagi kekurangan uang, bisa berikan uangmu padaku."
"Fckkk, kucing yang bisa berbicara." "Sepertinya aku harus melihat ingatannya." Clue muncul di depan pria dan menyentuh kepalanya. "Ahhhh." Pria tiba-tiba menjerit lalu pingsan saat Clue menyentuh kepalanya.
Melihat pria pingsan Clue berkata. "Efek samping melihat ingatan seseorang yang masih hidup adalah dia menjadi amnesia." Clue mulai berjalan ke sebuah ruangan. Clue masuk ke dalam ruangan kemudian membuka laci. Saat membuka laci Clue melihat kantong bewarna hijau. Clue mengambil kantong hijau kemudian notifikasi muncul di depannya. "Kantong ruang adalah sebuah kantong penyimpanan yang memiliki ruang seluas 100x100 meter di dalamnya."
"Oohh, fungsinya sama dengan cincin ruang." Kata Clue kemudian melihat isi di dala kantong ruang. Saat melihat isi di dalam kantong Clue mengangguk. "Tidak buruk, di dalamnya ada 10 ribu keping emas. Dengan begini aku bisa membeli rumah." Clue menaruh kantong ruang di tabel penyimpanannya kemudian menghilang.
Saat ini Jennie dan Ning er yang sedang berjalan keluar restoran melihat Clue yang tiba-tiba muncul. "Ah, dewa kucing. Mengapa anda tadi tiba-tiba menghilang." Kata Jennie melihat Clue. "Ikut aku, ayo kita membeli sebuah rumah." kata Clue mulai berjalan. Jennie dan Ning er saling memandang kemudian mulai mengikuti Clue.
10 Menit kemudian Clue masuk ke dalam sebuah toko. "Halo, ada yang bisa saya bantu." Kata pria melihat Jennie dan Ninger. "Pilihlah rumah yang kamu suka." Clue mengirim pesan suara ke dalam pikiran Jennie.
"Kami ingin membeli rumah." Balas Jennie melihat pria. "Rumah seperti apa yang anda inginkan." "Yang memilki 3 kamar dan setiap kamarnya memiliki kamar mandi." Clue mengirim pesan suara ke dalam pikiran Jennie.
"Rumah yang memilki 3 kamar dan setiap kamarnya memiliki kamar mandi." Kata Jennie melihat pria. Pria membuka laci kemudian mengambil sebuah buku. "Rumah ini seperti yang anda cari." Pria membuka buku dan menunjukan lukisan rumah.
"Dewa kucing, apa anda ingin melihatnya." Jennie bergumam. "Tidak, langsung beli saja." balas Clue. "Aku membeli rumah ini, berapa harganya." "5500 keping emas untuk harga rumah ini." Clue kemudian memberikan kantong ruang ke Jennie. Saat mengambil kantong ruang dan melihat isi di dalamnya Jennie terkejut.
Jennie kemudian mengambil 5500 keping emas dan menyusunnya di meja. Pria melihat kepingan emas di meja dan mulai menghitungnya. Setelah menghitung uang, pria menaruh uang ke dalam kantong ruang. "Ini kunci rumah anda." Pria memberikan beberapa kunci ke Jennie.
"Hoshan kemarilah." Teriak pria. "Baik." Seorang pemuda berlari. "Antar pelanggan ini ke rumah ini." pria menunjukan lukisan foto rumah. Pemuda melihat lukisan rumah kemudian berkata. "Ikuti saya." "Jika perabotan di rumah anda tidak bagus, silakan datang kembali ke sini untuk membeli perabotan." Pria tersenyum. "Baiklah." Balas Jennie kemudian mengikuti pemuda.
5 menit kemudian Clue, Jennie, dan Ning er tiba berada di sebuah ruangan. "Bibi, rumah ini sangat bagus." Ning er mulai melihat seluruh ruangan. "Silakan cek kondisi rumah terlebih dulu, jika ada sesuatu yang rusak. Pihak kami akan memperbaikinya." Kata pemuda melihat Jennie. "Oke, aku akan melihat kondisi rumah." kata Jennie mulai berkeliling.
20 menit kemudian Jennie melihat pemuda dan berkata. "Kondisi rumah bagus, dari dinding sampai perabotannya." Pemuda tersenyum mendengar kata Jennie. "Beri dia 5 keping emas." Clue mengirim pesan suara ke pikiran Jennie. Jennie kemudian memberikan 5 keping emas kepada pemuda. "Kamu bisa pergi." "Terimakasih, jika anda ingin membeli perabotan rumah, silakan datang ke tempat kami." Pemuda tersenyum kemudian pergi.
"Bibi, aku suka rumah ini." Ning er tersenyum bahagia. "Baguslah jika Ning er suka rumah ini." Jennie tertawa. "Ning er, bukannya kamu ada kelas hari ini." kata Clue melihat Ning er. "Ah, benar. Ning er ada kelas hari ini." Ning er panik.
2 Bulan kemudian Clue sedang melayang di langit kemudian petir menyambar dirinya. "Duaarr." "Haha, petir lemah seperti ini tidak akan menyakitiku." Teriak Clue. "Duaarr." Petir menyambar Clue seakan tahu apa yang Clue katakan.
Saat ini di dalam sebuah ruangan seorang pria sedang duduk dan melihat langit. "Fenomena ini jelas hukum alam. Mengapa hukum alam bisa terjadi di dunia ini." gumam Pria. "Aku harus memeriksanya sendiri." buku kuno kemudian muncul di depan pria.
"Summon Pegasus." buku bersinar kemudian kuda putih bersayap muncul di samping pria." "Fusion." Tubuh pria dan kuda putih bersayap kemudian bersinar. Setelah sinar redup pria memiliki sayap putih di belakangnya. "Jika ada yang mencariku katakan jika aku pergi Joseph." Pria melihat seorang pria paruh baya tiba-tiba muncul di belakangnya. "Baik yang mulia." Balas pria paruh baya yang di panggil Joseph." "Bussshh." Pria kemudian melesat dengan sangat cepat.
Beberapa menit kemudian Clue melihat langit mulai cerah kembali dan berkata. "Saatnya melihat semua skill baru." Clue membuka tabel shop. "Skill aktif mode demi human tingkat menengah. Dapat berubah menjadi setengah manusia dan semua status meningkat 90%. Penggunaan mana/ki 90 poin setiap 1 menit. Pelajari Ya/Tidak." "Naik 1 tingkat ya." Clue kemudian mulai mempelajari skill. "Baiklah, aku akan melihat skill lainnya."
"Skill aktif teleportasi. Pengguna dapat berpindah tempat secara instan. Konsumsi mana/ki dalam menggunakan skill teleportasi yaitu 1 poin sejauh 100 km. Pengguna dapat berteleportasi sejauh 100,000 km." Pelajari Ya/Tidak" Clue lalu menekan YA. "System aku rasa jarak skill teleportasi lebih dekat dari pada dulu. Terlebih lagi tidak ada tingkat untuk skill teleportasi."
"Setiap anda terlahir kembali, semua skill di tabel shop akan di reset." Balas system di pikiran Clue. Mendengar balasan System Clue menghela nafas. "Jarak dunia ini ke tower sejauh 666 Miliar kilo meter. Jika aku menggunakan teleportasi yang sejauh 100 ribu kilo meter. Aku harus teleportasi sebanyak enam juta lebih." Clue menghela nafas.
Setelah mempelajari semua skill, Clue membuka tabel statusnya.
Nama : Clue
Usia : 1 Tahun
Level : 400 next level (0/40,000) exp
Ras : Hewan Elite Tingkat Tinggi
Kekuatan : 50,000
Agility : 50,000
Vitalitas : 50,000
Stamina : 49,500/50,000
Ki/Mana : 49,000/50,000
Poin : 0