
Clue memberikan ice cream kepada Erika. "Terimakasih." Kata Erika. "Tidak perlu berterimakasih. Aku hanya memberimu ice cream." Balas Clue memakan ice cream. Erika tidak bisa berkata-kata mendengar balasan Clue.
5 Menit kemudian Clue menghabiskan ice cream. "Kamu ingin makan apa." Tanya Clue. "Terserah." Balas Erika. "Bagaimana dengan burger." Tanya Clue. "Aku tidak suka junkfood." Balas Erika. "Bagaimana dengan seafood." Tanya Clue. "Baiklah, ayo kita makan seafood." Erika mengangguk.
Clue teleportasi bersama Erika dan muncul di depan sebuah restoran. Clue dan Erika masuk ke dalam restoran. "Ingin pesan apa." Seorang pelayan memberikan menu kepada Clue dan Erika.
"Aku ingin kepiting, cumi-cumi dan ikan salmon. Minumnya cukup air mineral." Clue melihat pelayan. "Baik." Pelayan mengangguk dan mencatat pesanan. "Aku ingin kepiting dan ikan salmon. Minumnya cukup air mineral." Kata Erika. "Baik. Pesanan akan segera di buat." Pelayan berjalan ke arah dapur.
15 menit kemudian Clue melihat pesanannya datang. "Baiklah, ayo makan." Clue melihat Erika. "Baik." Erika mengangguk. Clue dan Erika mulai makan.
Saat ini Fernando sedang berada di ruang tamu dan memakai sepatu. "Kamu ingin pergi kemana." Tanya Nenek Fernando. "Aku ada janji dengan teman." Balas Fernando mengambil tas lalu keluar apartemen. "Jangan pulang terlalu malam." Kata nenek Fernando. "Baik nek." Balas Fernando.
Nenek Fernando berjalan ke arah kamar Clue dan mengetuk pintu. "Clue apa kamu tidak ingin keluar juga. Sekarang akhir pekan." Kata nenek Fernando. Melihat pintu tidak terkunci nenek Fernando membuka pintu. "Aku lupa bahwa Clue memeiliki kemampuan teleportasi." Kata nenek Fernando melihat kamar Clue yang kosong.
Tidak lama kemudian Fernando tiba di depan sekolahnya. "Fernando." Veronica melambaikan tangannya saat melihat Fernando. Fernando berjalan ke arah Veronica. "Kita akan pergi kemana." Tanya Veronica memegang tangan Fernando. "Aku ingin membeli smartphone." Balas Fernando. "Baiklah." Veronica mengangguk. Fernando dan Veronica berjalan bergandengan tangan.
Saat ini Clue dan Erika sedang makan. "Pelan-pelan jika makan." Erika mengambil tisu dan mengusap saus di bawah bibir Clue. "Aku tidak menyangka kamu begitu perhatian." Clue melihat Erika. "Baiklah, ayo lanjut makan." Kata Erika melanjutkan makan. Clue tersenyum dan melanjutkan makan.
30 menit kemudian Clue dan Erika telah selesai makan. "Kita akan kemana lagi hari ini." Tanya Erika. "Terserah kamu ingin pergi kemana." Balas Clue. "Bagaimana jika menonton film. Aku sudah lama tidak menonton film setelah menjadi awakened." Balas Erika. "Baiklah." Clue mengangguk dan berjalan ke arah kasir membayar biaya makanan.
Setelah selesai membayar Clue berjalan ke arah Erika. "Ayo kita pergi." Kata Clue. "Baik." Erika berdiri. Clue kemudian berteleportasi bersama Erika. "Ahh. Bagaimana mereka berdua bisa menghilang." Seorang pelayan terkejut.
Clue dan Erika muncul di sebuah mall. "Clue, bu Erika." Clue melihat Fernando bersama perempuan. "Fernando." Kata Erika melihat Fernando. "Veronica, dia adalah bu Erika kepala sekolahku." Fernando mengenalkan bu Erika kepada Veronica. "Halo bu." Veronica tersenyum.
"Apa dia kekasihmu." Tanya Erika melihat Fernando. Mendengar kata Erika wajah Veronica tersipu. "Dia hanya temanku." Balas Fernando. "Baiklah Fernando. Selamat bersenang-senang." Kata Erika berjalan pergi. "Nikmati hari liburmu." Clue menepuk bahu Fernando.
"Fernando siapa pria itu." Tanya Veronica melihat Clue. "Bisa dibilang dia juga guruku." Balas Fernando. "Baiklah, ayo kita pergi ke toko smartphone." Kata Fernando. "Baik." Veronica mengangguk.
Saat ini Clue dan Erika berada di sebuah bioskop. "Ayo kita tonton film itu." Erika menunjuk sebuah gambar. "Baiklah, apa kamu mau popcorn." Tanya Clue. "Tidak." Erika menggeleng.
Clue membeli 2 tiket, popcorn dan 2 minuman. Clue dan Erika berjalan ke dalam studio, dan duduk di kursi paling belakang.
"Setelah sekian lama akhirnya aku menonton film di bioskop juga." Kata Erika. "Bukankah tadi kita sudah makan. Mengapa kamu membeli popcorn, apa kamu masih belum kenyang." Tanya Erika. "Jika menonton film tanpa memakan popcorn rasanya akan ada yang kurang." Balas Clue memakan popcorn.
Sementara itu Fernando sedang membeli smartphone. "Berapa harga smartphone ini." Tanya Fernando. "18 Juta." Balas perempuan. "Aku beli ini." Kata Fernando. "Baik. Silakan lakukan pembayaran di kasir." Balas perempuan. Fernando berjalan ke kasir dan mengeluarkan uang 18 juta dari tasnya.
Fernando memberikan uang kepada kasir. Kasir menerima uang dan mulai menghitungnya. "Uangnya pas." Kata kasir memberikan smartphone kepada Fernando. "Apa ada yang ingin anda beli lagi." Tanya kasir. "Tidak ada." Balas Fernando berjalan pergi diikuti Veronica.
"Apa kamu sudah makan." Tanya Fernando. "Belum." Veronica menggeleng. "Baiklah, ayo kita makan dulu." Balas Fernando berjalan ke arah restoran di dalam mall.
1 Jam kemudian Clue melihat film telah berakhir. "Bisakah kamu melepas tanganku." Tanya Erika. "Bukankah selama film berjalan. Kamu yang menggengam tanganku dengan erat." Balas Clue. Erika tersipu malu mendengar kata Clue. "Aku terbawa suasana." Balas Erika.
"Bergandengan tangan bukanlah hal yang buruk." Kata Clue berdiri dan menarik tangan Erika. Clue dan Erika keluar dari bioskop dengan bergandengan tangan. "Jika ada yang melihat kita bergandengan tangan. Kita akan di anggap sepasang kekasih." Kata Erika.
"Tidak masalah. Kamu harus beruntung karena di anggap sebagai kekasihku." Balas Clue. Erika terdiam mendengar kata Clue. Erika tidak pernah menyangka bahwa Clue begitu narsis. "Bu Erika." Clue melihat beberapa perempuan menyapa Erika. Erika tersenyum dan menyapa para perempuan.
"Mereka semua adalah murid di sekolahku." Kata Erika. "Murid-muridmu cukup cantik." Balas Clue. "Jangan bilang kamu tertarik dengan perempuan yang lebih muda." Kata Erika. "Mengapa aku harus tertarik dengan mereka, jika kecantikan mereka tidak bisa menandingi kecantikanmu." Balas Clue. "Kamu pintar merayu." Erika tersenyum.
"Apa kamu ingin membeli baju. Aku yang akan membelikannya." Tanya Clue. "Baiklah, ayo kita lihat-lihat baju." Balas Erika. Clue dan Erika berjalan bergandengan tangan ke arah lokasi baju di jual.
Saat ini Fernando dan Veronica berada di bioskop. "Kamu ingin menonton apa." Tanya Fernando. "Aku ingin menonton film itu." Veronica menunjuk sebuah gambar.
"Apa kamu mau popcorn." Tanya Fernando. "Aku sudah kenyang." Veronica menggeleng. Fernando berjalan ke kasir dan membeli 2 tiket dan 2 minuman. Fernando dan Veronica berjalan ke arah studio.
"Sepertinya film sudah dimulai." Kata Fernando melihat layar dan berjalan di kursi paling belakang bersama Veronica. Melihat penonton film cukup sepi Fernando berkata. "Jilat punyaku." "Baiklah." Veronica membuka resleting Fernando dan menjilati miliknya.
1 Jam kemudian Clue dan Erika telah selesai membeli baju. "Aku tidak menyangka selama 1 jam kamu hanya membeli 1 pakaian dan 1 celana." Kata Clue. "Aku bukan siapa-siapamu. Tidak pantas jika aku menghabiskan banyak uangmu." Balas Erika. "Kamu wanita yang baik." Balas Clue. "Jika tidak baik. Aku tidak akan menjadi kepala sekolah." Erika mendengus.
"Clue, ayo kita pulang." Kata Erika. "Baiklah." Clue teleportasi bersama Erika dan muncul di sebuah ruangan. "Aahh." Perempuan berusia 20 tahun terkejut melihat kemunculan Clue dan Erika.
"Kakak." Kata perempuan melihat Erika. "Duduklah Clue. Aku ingin menaruh pakaian ini di kamar." Kata Erika berjalan ke arah kamarnya. Clue mengangguk dan duduk di samping adik Erika.
"Kamu tidak keluar." Tanya Clue. "Tidak." Adik Erika menggeleng. "Adiknya lebih cantik dari Erika." Gumam Clue melihat kulit putih adik Erika dan bibirnya yang pink serta rambut hitam panjangnya.