Rebirth With System

Rebirth With System
Bersantai Sebelum Pertarungan



"Tapi aku tidak akan kalah dengannya, karena poinku lebih besar darinya. Aku juga mempunyai peralatan level 6." Clue menyeringai.


Clue menutup kembali peti mati dan memegang token teleportasi sambil berkata. "Teleportasi ke kerajaan Glizzard benua barat." Beberapa detik kemudian tubuh Clue bersinar dan menghilang di tempat. Saat Clue menghilang tengkorak Jee han yang awalnya utuh menjadi debu, dan array yang ada di pintu gua menghilang.


Sementara itu seperti biasa Clue teleportasi di tengah kota dan para warga dan ahli berkata sopan kepada Clue. Clue berjalan menuju ke arah istana dan tidak lama kemudian sampai di istana.


"Tuan." Saat sampai di istana Clue terkejut di sambut oleh 3 wanita cantik berumur 20an. Clue melihat ketiga wanita memiliki payudara ukuran c. "Apakah kalian si hitam, si putih dan pipit." kata Clue.


"Benar tuan, kami si putih, si hitam dan pipit." Wanita berambut putih tersenyum kepada Clue. "Sepertinya kalian sudah berhasil menerobos ke peringkat A." Kata Clue tersenyum. Ketiga wanita adalah peliharaan Clue, dan hampir saja Clue melupakan mereka. Karena ketiga peliharaan Clue selalu berada di pegunungan untuk berusaha menerobos ke peringkat A.


"Tuan, tuan. Apa anda bisa bercinta dengan kami. Kami sekarang sudah memiliki tubuh manusia." Kata wanita berambut poni semangat. Clue terkejut dengan kata pipit, dia hanya menganggap mereka sebagai peliharaan bukan sebagai wanita. Begitu pula dengan Lian, dia ingin menjadikan Lian peliharaanya untuk di tunganggi. Clue tidak pernah berpikir kesitu.


"Hee, mana ada manusia dan monster bercinta." Balas Clue. "Uhhh." Ketiga wanita mempunyai ekspresi buruk. Mereka tahu bahwa perkataan Clue benar, dan tidak pernah ada rumor monster dan manusia berhubungan seks. "Jika sebelumnya tidak pernah ada monster dan manusia berhubungan badan, maka tuan bisa menjadi orang pertama yang berhubungan badan dengan monster." Kata pipit.


"Benar tuan, anda bisa membuat sejarah baru." Si hitam dan si putih mengangguk. Clue hanya bisa menghela nafas dan berkata. "Aku akan memikirkannya." Clue mengelus ketiga rambut si hitam, si putih dan pipit. Lalu masuk ke dalam istana.


Saat memasuki istana Clue melihat Felcida dan Ratna. "Kamu akhirnya kembali." kata Felicia tersenyum, berjalan ke arah Clue dengan Ratna disampingnya. Clue mencium bibir Felicia dan Ratna lalu bertanya "dimana Dinda dan Fitria." Dinda pulang ke kerajaan Tiger, sedangkan Fitria kembali ke kerajaan kecil menemui ayahnya. Karena dia ingin menghabiskan waktu bersama ayahnya sebelum mengikutimu memasuki portal." Clue mengangguk paham.


Clue melihat Ayu, Nana, Nindi, Intan dan Syafin yang berjalan menuju ke arahnya. "Tidak buruk, kalian berempat menerobos satu level lagi." kata Clue. "Itu semua berkat pil yang diberikan tuan." Balas Ayu.


"Oh benar sayang, apakah kamu yakin bisa mengalahkan kakek Emilia." Tiba-tiba Ratna bertanya, dan semua orang diruangan menunggu jawaban Clue. Mereka tahu bahwa tuan mereka akan bertempur dengan ahli terkuat di benua barat. "Aku tidak terlalu yakin untuk menang, tapi aku tidak akan kalah." Clue tersenyum.


"Nak, Apakah kamu menerobos ke peringkat S." Clue melihat rapunsel berjalan ke arahnya. Clue berjalan ke arah Rapunsel dan mencium tangannya lalu menjawab. "Tidak bu, aku hanya peringkat A level 10." Balas Clue.


Saat mendengar Clue peringkat A level 10 semua orang terkejut kecuali Ratna dan Syafin yang tidak terlalu terkejut, karena mereka berdua melihat kekuatan Clue peringkat A level 8. Sementara Clue mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan kekuatan aslinya.


"Baiklah bu, aku akan istirahat dulu." Kata Clue berjalan ke kamarnya diikuti Felicia dan Ratna. Rapunsel hanya menghela nafas melihat Clue memasuki kamarnya. "Sebentar lagi dia akan segera pergi ke dunia lain. Maka kamu akan kehilangan kesempatan." Kata Syafin berbisik kepada Rapunsel lalu masuk ke dalam kamarnya. Rapunsel hanya terdiam mendengar bisikan Syafin.


Keesokan harinya Clue terbaring di kasur dengan Felicia dan Ratna disampingnya. "Pagi sayang." kata kedua perempuan mencium pipi Clue. "Pagi juga." Balas Clue mencium bibir Felicia dan Ratna. "Benar, tinggal berapa hari aku bertarung dengan kakek Emilia." Tanya Clue.


"Tinggal 15 hari lagi sayang. dan pertarunganmu akan diadakan di alun-alun dinasti azure." Balas Ratna. "Ehhh." Clue terkejut. "Selama kamu menghilang, rumor tentangmu akan bertarung dengan ahli terkuat di benua selatan dalam waktu 1 tahun menyebar dengan cepat. Bahkan penduduk di kerajaan menengah juga mendengar rumor tentang kamu akan bertarung." Kata Felicia. "Haha, Knight akan sangat malu jika kalah." Kata Clue tertawa.


Clue mulai meremas payudara Ratna dan mencium bibir Felicia. "Ayo lakukan lagi." Felicia dan Ratna mengangguk dengan senang.


14 hari kemudian Clue sedang duduk di sebuah kursi dan minum secangkir teh. Kemudian Clue melihat 10 wanita berjalan ke arahnya. Mereka semua adalah kekasih pelayan dan hewan peliharaan Clue yang sudah bisa berubah menjadi manusia. "Apa kalian sudah siap." "Emm." "siap tuan." "siap sayang." balas semua wanita.


"Baiklah kita akan berangkat. Ingat tujuan teleportasi istana dinasti azure benua barat." kata Clue. Semua perempuan mengangguk. Clue pun memegang token dan semua wanita juga mulai memegang token dan bergumam. Beberapa detik kemudian badan Clue dan semua wanita bersinar lalu menghilang dari ruangan. 


Beberapa detik kemudian Clue dan para perempuan tiba di kota. Clue melihat bahwa jarak mereka teleportasi tidak terlalu berjauhan, dan mereka berkumpul kembali.


"Lihat mereka semua muncul secara tiba-tiba." "Sepertinya aku mengenali pemuda itu." "Ahh, bukankah dia Clue si jenius yang besok akan bertarung dengan ahli terkuat di benua barat." Kata seseorang berteriak. Semua orang yang berada di jalanan melihat Clue. Mereka ingin melihat seperti apa wajah Clue.


"Baiklah kalian semua cari penginapan. Aku akan pergi ke akademi holy." Kata Clue. "Baik tuan." "hati-hati sayang." semua perempuan menjawab. Clue pun berbalik dan berjalan menuju arah akademi Holy.


"Sialan, dia terlalu menajubkan. Mempunyai banyak wanita cantik disisinya." Kata pria muda. "Benar, bahkan ada 2 wanita elf muda dan dewasa yang mengikutinya." Kata pria lain. "Shit, andaikan aku sejenius dia."


Tidak lama kemudian Clue tiba di sebuah gerbang akademi holy. Clue menunjukan token emas kepada kedua penjaga, dan penjaga hormat kepada Clue. "Siapa dia, apakah elder baru." Kata salah satu penjaga "jika tidak salah, dia kekasih nona Emilia." balas penjaga lain. "Ahh, bukankah dia yang akan bertarung dengan Tuan Knight besok." Kata penjaga terkejut.


Saat memasuki akademi Clue menjadi pusat perhatian para siswa, karena dia tidak memakai seragam. "Siapa dia. Apakah dia murid baru." "Aku tidak tahu, dia seperti berumur 25 tahun. Anehnya aku tidak bisa melihat kekuatan dia." "Sama, aku juga tidak bisa melihat kekuatan dia." Clue mengabaikan obrolan para murid lalu masuk ke area dalam.


"Ahhh, akhirnya kamu kemari juga." Clue mendengar suara teriakan dan melihat seorang perempuan berlari menuju arahnya dan memeluknya. Perempuan itu tidak lain adalah Emilia.


"Ahh, lihat nona Emilia memeluk seorang pemuda." "apakah pemuda itu adalah Clue kekasih Nona Emilia yang akan bertarung besok dengan Tuan Knight." Para murid yang melihat Clue dipeluk oleh Emilia mulai mengobrol.


Clue tersenyum lalu mencium bibir Emilia di tempat umum. "ermm." Emilia tidak menolak ciuman Clue dan justru memeluk Clue dengan erat. "Sialan, aku sangat iri." "Andaikan aku bisa jadi jenius seperti dia." "Apa aku bisa mengantikan posisi nona Emilia." Para murid laki-laki dan perempuan cemburu melihat Clue dan Emilia berciuman di tempat umum.


Beberapa detik kemudian Clue dan Emilia berhenti berciuman. Saat ini wajah Emilia memerah dan berkata. "Jika kamu ingin melakukannya jangan di tempat seperti ini." "Huh, bukankah kamu barusan juga sangat agresif." Clue tertawa.


Clue kemudian masuk ke dalam akademi dengan Emilia disampingnya. "Kenapa kamu lama sekali mengunjungiku." Dengus Emilia di samping Clue. "Haha, maaf. Aku terlalu sibuk untuk meningkatkan kekuatanku." Clue tertawa.


"Lalu apakah kamu sudah menerobos ke peringkat S." Tanya Emilia. "Apa kamu pikir menerobos peringkat S begitu mudah. Saat ini aku peringkat A level 10." Balas Clue. "Kamu memang sangat abnormal. Sebutan jenius tidak cocok untukmu." Emilia menggeleng. Kecepatan Clue untuk menerobos level terlalu gila.


"Haha, kamu harus bangga mempunyai kekasih sepertiku" Clue tertawa. "Heh, aku tidak bangga sama sekali." Balas Emilia. "Oh, benarkah. Lalu aku akan meninggalkanmu sekarang." Kata Clue. "Ahhh, jangan sayang. barusan aku hanya bercanda." Emilia ketakutan dan memeluk lengan Clue dengan sangat erat.


"Hehe, baiklah aku barusan juga bercanda." Clue tertawa lalu sekali lagi mencium bibir Emilia. "Uhuk. Uhuk." Saat Clue dan Emilia berciuman. Clue melihat kakek Emilia Knight berjalan ke arahnya.


"Jika kalian ingin bermesraan sebaiknya di kamar." Kata Knight. Saat mendengar kata Knight Emilia tersipu malu. "Hehe, halo kek. Apakah kamu sudah siap untuk pertarungan besok." Kata Clue menyapa Knight. "Haha, aku sudah sangat siap. Aku akui kamu adalah jenius yang hanya muncul dalam 10 ribu tahun sekali. Hanya butuh 1 tahun untuk menerobos 2 level." Kata Knight memuji.


"Hehe, kakek terlalu memujiku." Kata Clue. "Masuklah, ayah mertua dan ibu mertuammu sudah menunggu di dalam." Balas Knight. Saat menyebutkan ayah dan ibu mertua sekali lagi wajah Emilia tersipu malu.


Sementara para kekasih Clue, pelayan dan peliharaannya semua sedang berkumpul di sebuah restoran. "Lihatlah mereka semua tidak ada yang buruk sama sekali." "Benar, bahkan ada 2 wanita elf dewasa dan muda juga." Kata pelanggan lain. "Siitt. Pelankan nada bicaramu. Apakah kamu tidak tahu siapa mereka." Kata salah seorang pemuda.


"Memang siapa mereka." Tanya seseorang. "Mereka semua adalah wanita yang datang bersama Clue si jenius." Balas pemuda. "Ahhh, jadi begitu. Jika aku menjadi jenius seperti dirinya, mungkin aku juga akan membuat haremku sendiri." Kata orang lain. "Hehe, sepertinya aku semakin tertarik untuk melihat pertempuran besok."