Rebirth With System

Rebirth With System
Menuju Kerajaan Golden Swing



Clue mengendarai si hitam untuk berkeliling akademi knight. Clue berhenti di sebuah kamar lalu masuk ke dalam. "Shit." Saat melihat kamar Clue mulai mengingat kenangan tentang ketiga kekasihnya. Melihat Clue yang bersedih Felicia memeluk Clue. "Masih ada aku disisimu." Kata Felicia. Clue melepas si putih lalu memeluk Felicia.


Beberapa jam kemudian.  "Sayang aku cinta kamu." Felicia mencium bibir Clue. "Heh, mungkin lebih 20 kali kamu mengatakan itu padaku hari ini." Clue tertawa. "Huuhh, biarin." Felicia mendengus. Clue tertawa dan mencium bibir Felicia. "ermm." Felicia membalas ciuman Clue.


Tidak lama kemudian Clue dan Felicia keluar dari kamar. "Si hitam ayo pergi" Clue dan Felicia naik sihitam. Pipit mendarat di bahu Clue, sementara si putih di peluk Felicia. "ahh. bukankah itu tuan Clue." Teriak seorang pemuda saat melihat Clue keluar dari akademi. "Benar itu tuan Clue." kata orang lain. Clue tidak berhenti dan mengisyaratkan si hitam untuk terbang. Tiba-tiba sepasang sayap putih muncul di badan sihitam. Si hitam pun terbang di langit.


"Apa.!! Seekor serigala yang bisa terbang. Bukankah itu berarti dia setidaknya mosnter peringkat B." teriak para ahli yang melihat serigala terbang di langit. "Kuduga mereka yang membunuh kekasih tuan Clue dan orang-orang terdekatnya, pasti memiliki akhir yang buruk." para ahli mulai berkata.


Sementara itu di istana. "Apa.!! Kau lihat Clue kembali ke akademi knight." Kata pria paruh baya yang tidak lain adalah raja Edward. "Benar yang mulai, jika anda tidak percaya tanyakan kepada orang-orang." "apakah dia sudah pergi." Tanya edward. "Benar yang mulia, tuan Clue datang mengendarai seekor rajawali, lalu pergi mengendarai serigala bersayap." Kata pria paruh baya. "Jika tebakanku benar, dia pasti bersiap-siap untuk balas dendam." Kata raja edward. "Kenapa ayah yakin jika Clue kembali untuk balas dendam." Kata pria paruh baya yang tidak lain Brown, yang selalu diam di samping raja.


"Apa kamu ingat saat dia pergi dulu, dan kembali 10 bulan kemudian." Kata raja Edwad "Aku ingat." Brown mengangguk. "Sebelum dia pergi kekuatannya peringkat C level 6 setelah 10 bulan kemudian kekuatannya mencapai peringkat B level 1." Kata raja Edward. "Apakah kekuatan Clue mencapai peringkat B level 5 saat ini." kata Brown. "Bisa jadi, pemuda itu misterius, selama 3 bulan tinggal di akademi knight kekuatannya tidak meningkat sama sekali. Tapi saat dia pergi dan kembali anehnya kekuatannya meningkat." Kata raja Edward.


Sementara di langit Clue melihat peta dan berkata "Butuh 1 minggu perjalanan untuk sampai di kerajaan goldeng swing." Felicia melihat peta Clue dan berkata penasaran. "Sayang dari mana kamu mendapatkan peta itu." "Dari pelayan toko pelangi" jawab Clue. Felicia mengangguk dia tahu bahwa toko pelangi adalah sebuah toko misterius yang bahkan kerajaan kecil takut untuk menyinggung pelayan toko.


7 hari kemudian Clue melihat sebuah kota besar di depannya, lalu melihat peta di tangannya. "Menurut peta ini sudah memasuki kawasan kerajaan golden swing." Gumam Clue. "Si hitam turun di luar kota." "Baik tuan." Jawab si hitam. Si hitam mulai mendarat di luar kota, dengan perintah Clue si hitam menjadi seekor anjing kecil.


Clue berjalan ke arah gerbang membawa si hitam di bahunya kirinya dan pipit di bahu kanannya. Sementara Felicia berjalan di samping Clue dengan menggendong si putih. "10 coin emas untuk satu orang." Jawab penjaga gerbang saat melihat Clue dan Felicia. Clue dengan santai melemparkan 20 coin emas ke penjaga gerbang.


Setelah memasuki kota Felicia bergumam. "Di ibukota saja tarif masuk hanya 1 coin emas. Beda jauh dengan tarif masuk di kota kerajaan menengah." Felicia menggeleng. Clue hanya tersenyum mendengar kata Felicia dan berkata. "Baiklah pertama-tama kita akan mencari restoran untuk makan." Kata Clue.


"Hei bro." Kata Clue berkata pada seorang pemuda. "Apa.! Aku lagi sibuk." Balas pemuda. Clue mengeluarkan 10 coin emas dan berkata. "Aku akan bertanya, maka uang ini akan ku berikan padamu setelah kamu menjawab pertanyaanku." Kata Clue. "Oh. Apa yang ingin kamu tanyakan." Respon pemuda berubah seketika.


"Lalu dimanakah restoran terbaik di kota ini." tanya Clue. "100 meter dari sini kamu akan menemukan restoran yang bernama kentaki. Apa ada pertanyaan lain." Balas pemuda. "Tidak ada terimakasih." Clue memberikan coin emas pada pemuda lalu pergi dengan Felicia yang mengikutinya.


Clue berjalan dengan Felicia dan beberapa kemudian menemukan sebuah restoran. Clue melihat ada tempat duduk yang kosong dan menuju ke arahnya. Clue dihampiri oleh pelayan perempuan "Anda memesan apa." Tanya pelayan. "Apa makanan paling favorit disini." "makanan paling enak adalah steak daging monster peringkat C level 10." Aku pesan 5 porsi kalau begitu. "Baik tuan, tunggu lah sebentar."


"Hei, hei. Kedua anjing ini imut sekali. Apa kamu menjualnya." Perempuan sekitar 20an berkata kepadanya. "Tidak dijual." Kata Clue. "Aku akan menawarkan berapapun harganya." Kata perempuan bersikeras. "Tuan, apa boleh aku membunuhnya." Kata si hitam berbicara. "Apa.!! Anjing ini berbicara jangan bilang dia monster peringkat B." kata perempuan terkejut dan mulai ketakutan. Para pelanggan di restoran mulai menatap ke arah Clue dan Felicia. "Apakah itu monster peringkat B." Para pelanggan mulai penasaran sementara perempuan gemetar ketakutan dan menjauh dari Clue.


Beberapa menit kemudian pelayan perempuan mengantarkan pesanan Clue. "Pipit, si putih dan si hitam, makanlah masing-masing 1 steak." "baik tuan" kata pipit, sihitam dan siputih bersamaan. "Hiss." Mendengar 3 hewan berbicara bersamaan. Para pelanggan meneguk air liur. "Aku tidak bisa melihat kekuatan pemuda, apakah pemuda itu seekor monster yang sudah bisa berubah menjadi manusia." Kata seorang pria paruh baya. "Jangan bercanda, jika dia benar-benar monster mungkin kita akan mati setelah membicarakannya." Para pelanggan menatap horor pada Clue.


"Ehh, tapi kekuatan perempuan itu masih peringkat C level 8." "Eh. Benar peringkat C level 8." "apa.!! Bagaimana mungkin, dia seperti umur 25an bagaimana bisa dia sekuat itu, bahkan mengalahkan jenius dari ibukota kerajaan golden swing." Para pelanggan mulai berteriak.


Clue dan Felicia mengabaikan obrolan para pelanggan dan tetap makan. Setelah menghabiskan makanannya Clue dan Felicia meninggalkan restoran. "Aku ingin tahu dari mana jenius seperti mereka berasal." Para pelanggan mulai menyimpulkan kekuatan Clue lebih tinggi dari monster peringkat B yang jadi peliharaannya.


Clue berjalan bersama Felicia dan akhirnya sampai disebuah toko. Clue kemudian memasuki toko diikuti Felicia dibelakangnya. "Selamat datang apa ada yang bisa kami bantu, Ehh. Kamu." Pelayan toko terkejut dengan seseorang yang di lihatnya. "Halo Fitria sudah lama kita tidak bertemu." Clue tersenyum. "Hehe benar, hampir 2 tahun kita tidak bertemu. Apakah kabarmu sehat." Fitria tersenyum menyapa Clue. "Kabarku baik-baik saja." Balas Clue tersenyum.


Tidak lama kemudian Clue melihat pria paruh baya turun dari lantai 2 dan tertawa. "Haha, sudah hampir 2 tahun. Kenapa kamu lama sekali untuk datang kesini nak." Pria paruh baya yang tidak lain adalah Robert ayah Fitria. Clue, Fitria dan Robert mulai mengobrol di toko.


"Nak cuma 2 tahun berlalu tapi aku sudah tidak bisa merasakan kekuatanmu." Robert menggeleng saat melihat Clue. "Hehe, aku berlatih sangat keras selama 1 tahun setengah." Balas Clue. "Oh, apakah dia kakakmu sendiri anak perdana menteri, yang kamu jadikan budak." Robert melihat Felicia yang berdiri di samping Clue dengan memeluk seekor anjing kecil bewarna putih. "Aku bukan budaknya lagi, melainkan kekasihnya." Kata Felicia mendengus dan memeluk lengan Clue.


"Eh, kekasih." Fitria dan Robert terkejut mendengar kata Felicia yang memeluk lengan Clue. "Hehe nanti malam, jika toko tutup aku akan bercerita." Balas Clue. "Haha Oke. Apa yang kamu butuhkan nak." balas Robert. "Apa paman menjual pil level 3." Kata Clue. "Maaf, kami tidak menjual pil level 3." Robert menggeleng. "Oh, jadi begitu ya." Balas Clue. "tapi kamu bisa menemukan pil level 3 di kota besar." Balas Fitria. "Baiklah, aku akan berkunjung ke kota besar." Clue mengangguk. "Paman, Fitria aku pergi." "Jangan lupa nanti malam untuk datang kerumahku." Kata Robert. Clue mengangkat jempolnya dan terus berjalan bersama Felicia disampingnya.