Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Bertemu Orang Tua Jasmine



Beberapa menit kemudian Clue telah selesai makan. "Apa ayah tidak ingin ikut denganku. Meski tidak ada monster dalam jarak 500 meter dari sini. Aku takut dungeon tiba-tiba muncul di dekat ayah." Kata Clue khawatir. "Kamu tidak perlu khawatir. Ayah bisa melindungi diri sendiri." kata Adrian tersenyum. "Baiklah kalau begitu. Hati-hati yah." Kata Clue merangkul Jasmine kemudian terbang di langit. Setelah Clue pergi Adrian masuk ke dalam rumah.


Saat ini Clue yang sedang terbang di langit melihat banyak monster berkeliaran. "Apa kamu tidak khawatir dengan keselamatan ayahmu. Saat ini dia sedang seorang diri." Kata Jasmine. "Seorang anak pasti mengkhawatirkan keselamatan orang tuanya. Namun aku tidak bisa selamanya berada di sisi ayahku." Kata Clue. Jasmine terdiam mendengar kata Clue.


"Benar, dimana lokasi rumahmu." Tanya Clue. "Lokasi rumahku di dekat alun-alun kota." Balas Jasmine. "Oohh. Berharaplah kedua orang tuamu masih hidup. Karena orang tuamu hanyalah manusia biasa." kata Clue. 7 hari yang lalu Jasmine mengatakan dirinya berasal dari Lumajang dan tinggal dengan kedua orang tuanya yang manusia biasa, bukan seorang hunter. Mendengar kata Clue Jasmine mengigit bibirnya. Dia tahu bahwa peluang manusia biasa untuk hidup di dunia yang kacau saat ini sangat kecil.


20 menit kemudian Clue melayang di langit dan melihat sebuah rumah yang hancur. "Ini." Jasmine mengigit bibirnya melihat rumah yang hancur. Clue kemudian mendarat di tanah dan melepaskan Jasmine. Jasmine berjalan ke arah tumpukan puing kemudian melemparkan sebuah puing. "Bruakk." Jasmine mengambil sebuah tas bewarna merah. "Ini tas milik ibukku." Kata Jasmine.


Mendengar kata Jasmine Clue mengangkat tangannya kemudian semua bongkahan puing melayang. Clue lalu melemparkan semua bongkahan puing ke samping. "Bruak." "Bruak." Jasmine berjalan dan melihat begitu banyak barang-barang yang hancur. "Kedua orang tuamu saat ini pasti ada di suatu tempat." Kata Clue. "Aku harap begitu." Kata Jasmine.


"Baiklah, karena sudah begini. Maka aku akan membantu mencari keberadaan orang tuamu." Kata Clue. "Terimakasih." Jasmine tersenyum. Clue mengambil masker dari saku bajunya kemudian mulai memakainya. "Ayo." Kata Clue merangkul Jasmine kemudian terbang di langit.


Clue yang saat ini di langit merasakan mahluk hidup dalam jarak 200 meter darinya. Clue memperlambat kecepatan terbangnya kemudian mendarat. "Disana banyak orang berkumpul. Mungkin kedua orang tuamu disana." Kata Clue merasakan puluhan mahluk hidup. "Emm." Jasmine mengangguk. Clue dan Jasmine kemudian berjalan ke arah sebuah bangunan.


Saat mendekat ke bangunan. Clue melihat dua pria yang memegang dua pedang. "Apa di dalam ada orang bernama Samuel dan Indah." Tanya Jasmine melihat dua pria. "Tunggu sebentar." Salah satu pria masuk ke dalam bangunan. Beberapa menit kemudian pria keluar dan berkata. "Tidak ada orang bernama Samuel dan Indah di dalam." Kata pria. Mendengar kata pria Clue berkata. "Apa kamu tidak mau mengeceknya sendiri." Jasmine menggeleng dan berkata. "Tidak perlu. Ayo kita cari ditempat lain."


Mendengar Jasmine akan pergi pria berkata. "Neng, kenapa kamu tidak gabung grub kita saja. Di kelompok kita banyak hunter tingkat b. Aku juga hunter tingkat b dari guild banteng merah." Pria tersenyum dan mendekat ke arah Jasmine. "Apa kamu mau bergabung dengannya." Tanya Clue melihat Jasmine. "Tentu saja tidak. Aku perlu mencari orang tuaku." Balas Jasmine. "Jika kamu bergabung dengan kelompok kami. Aku akan membantu mencari orang tuamu dan mendaftarkanmu ke guild banteng merah." Pria tersenyum. "Maaf tapi aku tidak tertarik untuk bergabung." Balas Jasmine.


"Baiklah, aku harap kalian berdua tidak mati ketika bertemu monster tingkat b." kata pria. "Aku juga berharap kamu tidak mati ketika bertemu monster tingkat a." balas Clue. mendengar kata Clue pria terdiam. Clue kemudian berjalan pergi bersama Jasmine. "Hei bro, apa monster tingkat a sudah muncul." Kata pria dengan gugup. "Aku tidak tahu. Tapi jika monster tingkat a muncul. Indonesia akan musnah." Balas pria yang sejak awal diam.


Clue yang saat ini terbang dengan Jasmine merasakan puluhan mahluk hidup di dekatnya. Clue perlahan turun dari langit dan mengejutkan 2 orang yang sedang berdiri di sebuah pintu bangunan. "Sial, dia turun dari langit." Teriak seorang pria terkejut. Clue melihat dua pria dan berkata "Apa di kelompok kalian ada orang bernama Samuel dan Indah." "Tunggu sebentar, aku akan memeriksanya." Kata seorang pria panik dan masuk ke dalam bangunan. Pria tahu seorang yang bisa terbang di langit setidaknya hunter tingkat s.


Setelah berpelukan agak lama pria bule melihat Clue yang mengenakan masker dan berkata. "Jasmine siapa temanmu ini. Mengapa kamu tidak mengenalkannya pada kita." "Jasmine aku pergi." kata Clue. "Ahh, kamu akan pergi begitu saja." Jasmine terkejut mendengar kata Clue. "Jika kamu ingin mengenalkan aku kepada kedua orang tuamu. Kamu harus menghadapi resikonya." Balas Clue. Jasmine terdiam mendengar kata Clue.


Mendengar obrolan Jasmine dan Clue kedua orang tua Jasmine semakin penasaran dengan identitas Clue. Jasmine menghela nafas kemudian berkata. "Papa, mama dia adalah Fernando Clue De Lopez." "Ahhh." Kedua orang tua Jasmine terkejut saat mendengar kata Jasmine. Tidak hanya kedua orang tua Jasmine, bahkan kedua pria yang sedang berdiri di depan pintu terkejut. Clue tersenyum mendengar kata Jasmine dan berkata. "Benar, aku Fernando hunter yang selamat dari ledakan bom nuklir."


"Glek." Kedua orang tua Jasmine serta kedua pria meneguk air liur saat melihat wajah Clue. Mereka berempat secara tidak sadar berjalan mundur. "Om dan tante tidak perlu takut. Aku hanya membunuh seseorang yang berniat membunuhku. Aku tidak membunuh orang saat bosan." Kata Clue. Kedua orang tua Jasmine tetap ketakutan meski sudah mendengat penjelasan Clue.


"Papa, mama Clue tidak seburuk yang dirumorkan. Dia melatihku dan membuat kekuatanku meningkat." Kata Jasmine. "Tapi tetap saja Jasmine dia adalah seorang pembunuh." Kata ibu Jasmine. "Benar, aku adalah seorang pembunuh. Jika aku tidak membunuh, aku yang akan mati. Jika aku mati keluargaku dan orang terdekatku juga akan mati. Meski aku saat ini tidak mati, keluargaku tetap mati karena ulah pemerintah." Kata Clue menatap kedua orang tua Jasmine.


Kedua orang tua Jasmine gemetar ketakutan saat ditatap oleh Clue. "Clue." Jasmine berteriak. Clue melihat Jasmine kemudian berkata. "Jasmine karena kamu sudah mengenalkanku kepada kedua orang tuamu. Kamu dan kedua orang tuamu akan dalam bahaya. Pemerintah atau para hunter akan menargetkanmu." "Ahh, mengapa pemerintah dan para hunter menargetkan kita." Kata Jasmine. "Bukankah sudah jelas. Karena aku musuh pemerintah, sementara hunter yang menargetkanmu mungkin adalah kerabat dari para hunter yang telah aku bunuh." Balas Clue.


"Glek." Kedua orang tua Jasmine meneguk air liur. Pria bule menatap Clue kemudian memberanikan diri untuk berbicara. "Jika kita bersamamu. Apa kamu bisa melindungi kita." "Papa." Ibu Jasmine terkejut saat mendengar kata suaminya. Jasmine juga terkejut mendengar kata Ayahnya.


Clue melihat ayah Jasmine dan berkata. "Aku tidak berjanji bisa melindungi Jasmine, om dan tante selamanya. Tapi aku bisa membuat om dan tante semakin kuat." Kata Clue. kedua orang tua Jasmine terkejut mendengar kata Clue. Mereka tahu di dunia yang kacau saat ini, yang terpenting adalah kekuatan. Mereka berdua menyesal karena saat goblin muncul. Mereka tidak berani untuk membunuh goblin. Justru mereka memilih untuk berlindung di markas polisi.


"Selama aku masih ada di bumi. Aku bisa melindungi Jasmine, om dan tante." Kata Clue. Jasmine dan kedua orang tuanya terkejut mendengar kata Clue. Melihat ekspresi terkejut mereka Clue berkata. "Baiklah, jika bisa. Sebaiknya kita pergi saat ini juga. Di kota Jember masih banyak monster yang berkeliaran" "Ahh." Jasmine tersadar dan berkata. "Papa, Mama, Clue mengkhawatirkan ayahnya. Jika bisa ayo kita pergi ke kota Jember."


"Jasmine, bukankah kota Jember telah terkena ledakan bom nuklir. Udara disana pasti sangat buruk." Kata Ibu Jasmine. "Tidak ma. Udara disana sama bersih seperti di kota ini." balas Jasmine. "Baiklah kalau begitu Jasmine. Papa akan mengambil beberapa barang." Kata Ayah Jasmine kemudian masuk ke dalam bangunan.


Tidak lama kemudian ayah Jasmine keluar dengan membawa dua tas. "Baiklah, kita pergi ke Jember mengendarai apa." Kata ayah Jasmine. "Kita ke Jember dengan terbang." Kata Clue kemudian menjentikan jarinya. Kemudian tubuh Jasmine dan kedua orang tuanya di selimuti angin. Clue kemudian terbang bersama Jasmine dan kedua orang tuanya. "Ahhh." Kedua orang tua Jasmine terkejut saat mereka terbang di langit.