Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Menghajar Pencuri



"Bos, cepatlah datang. Jangan bermain-main dengan seorang hunter." Kata resepsionis ketakutan melihat Clue mengalahkan penjaga keamanan dalam hitungan detik.


Beberapa menit kemudian seorang pria paruh baya masuk ke dalam hotel dan berjalan ke arah resepsionis. Pria paruh baya kemudian bebicara dengan resepsionis. "Tuan Clue, maaafkan kelalaian kami yang mengakibatkan barang anda hilang. Tolong katakan dimana letak barang anda yang hilang." Kata pria paruh baya.


"Di bawah tempat tidur, bukankah hotel seharunsya memiliki kamera tersembunyi." Kata Clue. "Kami memang memiliki kamera tersembunyi. Saudara Clue ikutlah dengan saya." Kata pria paruh baya. Clue kemudian mengikuti pria paruh baya. Clue dan pria paruh baya masuk ke dalam ruangan dimana pria duduk di depan computer. "Periksa rekaman di kamar nomor 7." Kata pria paruh baya. "Baik bos." Pria mengangguk kemudian mulai memeriksa rekaman.


Clue, pria paruh baya dan pria terkejut saat melihat dua pria bertopeng hitam masuk lewat jendela. "Bukankah kamar nomor 7 di lantai dua dan setinggi 10 meter." Kata pria paruh baya. "Mereka adalah hunter, dan bagaimana mereka bisa mengetahui aku memiliki kristal." Kata Clue.


Clue tiba-tiba teringat 10 orang yang melihat dirinya memasuki hotel dan tertawa. "Hehe, jika kalian yang mencuri kristalku, kalian akan mati." pria paruh baya dan pria gugup saat mendengar kata Clue. "Terimakasih, aku akan kembali lagi untuk membayar biaya perbaikan dinding yang hancur." Kata Clue kemudian pergi. Pria paruh baya terkejut saat mendengar kata Clue.


Clue keluar dari hotel dan berkata. "Bagaimana aku bisa menemukan informasi mereka, aku bahkan tidak tahu nama mereka." Clue tiba-tiba teringat sesuatu dan membuka aplikasi hunter. Clue melihat dungeon tingkat d diselesaikan oleh Hunter Fernando Clue De Lopez, Bustomi, Sugeng wicaksono. Clue mengklik Bustomi dan melihat statusnya. "Hunter tingkat d kekuatan 39, alamat Jln xxx." Melihat info Bustomi Clue menyeringai.


"Hehe, bagus. Asosiasi tidak menyembunyikan dimana seorang hunter tinggal." Clue tertawa kemudian mulai memesan taxi online. Tidak lama kemudian mobil bewarna putih berhenti di depan Clue. "Antarkan aku ke jln xxx." Kata Clue. "Baik." Pengemudi mengangguk.


Sementara itu di sebuah rumah 10 orang sedang berkumpul. "Sial, mengapa kalian mencuri kristal miliknya." Kata seorang pria. "Heh, karena dia sombong saat di dalam dungeon." Balas pria botak. "Bagaimana jika dia tahu kalian berdua yang mencuri kristalnya." Kata wanita.


"Tenang, kami berdua memakai topeng, terlebih lagi kita tidak mengendarai apapun saat pergi dari sana." Kata pria lain. "Cihh, berharaplah kalian berdua tidak ketahuan." Balas pria lain. "Tenang bro, jika tertangkap kita tidak akan menyeret kalian." Balas pria botak.


"Terimakasih bos, jangan lupa beri bintang lima." Kata sopir kemudian pergi. Clue melihat nomor rumah Bustomi dan berkata. "Aku harap dia ada di rumahnya saat ini." kata Clue berjalan ke sebuah rumah.


"Tok, tok." "Lihatlah, siapa yang mengetuk pintu." kata seorang pria. "Siapa." Kata salah satu pria berjalan ke arah pintu. "Ada kiriman." Mendengar kata kiriman pria tidak curiga dan membuka pintu. saat membuka pintu pria terkejut dengan siapa yang datang. "Yo, lama tidak bertemu." Kata Clue kemudian mendorong pria dan masuk ke dalam rumah.


Saat masuk ke dalam rumah Clue terkejut melihat sebuah kantong plastik yang tidak asing. "Fakk, kenapa dia ada disini." Pria botak mengutuk saat melihat Clue. "Hehehe, jadi ternyata benar. Kalianlah yang mencuri kristalku." Kata Clue dengan menyeramkan.


Semua orang di dalam ruangan gugup saat mendengar kata Clue. "Hei bro, kita bisa menjelaskan." kata seorang pria. "Tidak ada yang perlu dijelaskan." Kata Clue kemudian muncul panah angin dari udara lalu melesat ke arah kaki pria yang berbicara. "Bushh." "Ahhh." Pria berteriak kesakitan melihat kakinya berlubang.


"Sial, apa kamu ingin bertarung." Semua orang di dalam ruangan berdiri dan bersiap-siap bertarung. "Kalian hanya sekumpulan hunter lemah. Saat aku berada di hunter tingkat d. aku bisa mengalahkan beberapa orang yang jauh lebih kuat dariku." kata Clue kemudian bola matanya tiba-tiba berubah menjadi hijau dan tubuhnya diselimuti angin.


Clue melihat 8 orang yang tersisa kemudian berkata. "Mati." lima panah angin mulai muncul dari udara kemudian melesat ke arah lima orang pria. "Bushh." "Bushh." "Bushh." "Ahhh." "Ahh." "Ahh." Clue tidak menargetkan area vital mereka dan hanya menyerang bagian kaki dan lengan.


Clue melihat 2 pria dan satu wanita gemetar ketakutan. Clue melambaikan tangannya ke arah kaki dua pria. "Slahh." "Ahh." Dua pria tiba-tiba terjatuh dan melihat kakinya berlumuran darah. "Tolong jangan bunuh aku." Kata wanita ketakutan. "Apakah kamu seorang healer." Kata Clue menatap wanita. "Aku seorang healer." Wanita mengangguk.


"Bagus, maka sembuhkanlah temanmu. Sebelum mereka mati kehabisan darah." Kata Clue. "Ahh, baik." Kata wanita kemudian mulai mengobati temannya. Melihat wanita mengobati salah satu pria Clue mengambil salah satu smartphone di meja dan menelvon 118.


"Di jalan xxx 9 pria sedang mengalami luka parah akibat bertarung. Jika tidak diselamatkan mereka akan mati." kata Clue kemudian menutup panggilan. Clue mengambil kantong plastik dan berkata. "Apakah ini semua milikku dan apa kalian mengambil satu kristal." "Tidak, di dalam kantong plastik itu ada 80 kristal." Balas wanita.


"Jika kalian menyeretku ke dalam masalah ini, yakinlah. Lain kali kalian akan bertemu di neraka." Kata Clue kemudian pergi. Melihat Clue pergi wanita lemas dan terjatuh di lantai.


1 jam kemudian Clue telah kembali ke hotel dan membayar biaya kerusakan dinding sebesar 500 ribu rupiah. Clue saat ini berbaring di kasur dan berkata. "Dengan memakai teknik armor angin. Aku percaya diri untuk bertarung dengan hunter tingkat b."


Sementara itu di sebuah rumah sakit. "Ceritakan kejadian sebenarnya jangan ditutupi." Kata seorang polisi. "Itu hanyalah sebuah pertempuran biasa pak." Wanita menggeleng. "Mana ada pertempuran biasa yang menyebabkan bagian kaki dan lengan berlubang." Balas polisi. Mendengar kata polisi badan wanita gemetar. Melihat wanita gemetar polisi menghela nafas. "Sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat untuk dirinya di ajak berbicara."


Keesokan harinya Clue yang sedang duduk berkultivasi membuka matanya saat mendengar suara ketukan pintu. Clue berjalan membuka pintu dan melihat Vina datang. "Pagi, apa kamu sudah sarapan. Aku membawakanmu makanan." Kata Vina membawa dua kotak bekal makanan. "Aku belum sarapan masuklah ke dalam." Kata Clue. Vina mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar.


"Aku tidak menyangka kamu datang sepagi ini." kata Clue melihat jam di dinding pukul 7. "Karena jika aku datang terlalu siang, aku takut kamu sudah meninggalkan hotel ini." Balas Vina. "Baiklah, ayo makan terlebih dulu." Kata Vina kemudian membuka bekal.


Clue melihat nasi, telur goreng, ayam goreng dan sop ceker ayam. "Kelihatannya enak." Kata Clue. "Cobalah, dan rasakan sendiri enak atau tidak." Vina tersenyum. "Baiklah, apa kamu tidak mau makan juga." Kata Clue. "Aku sudah makan sebelum kemari." Vina tersenyum. "Baiklah kalau begitu." Kata Clue kemudian mulai makan.


Sementara itu di rumah sakit. "Apa kita hanya diam saja. Setelah pria itu melukai kita seperti ini." kata pria melihat kakinya sedang di balut perban. "Aku akan menyewa seorang pembunuh untuk menghabisinya." Kata seorang pria yang juga memiliki balutan di kakinya. "Huh, apa kamu kenal dengan seorang pembunuh." Balas pria lain. "Aku mengenalnya, dia adalah anggota dari guild banteng merah." Balas pria.


"Hoo, banteng merah, guild milik para pejabat dan juga salah satu dari lima guild terbesar di Indonesia." Kata pria berkumis. "Benar, 4 guild terbesar di Indonesia semuanya milik pejabat. Kecuali guild Armagedon." Balas pria lain. "Jika begitu, cepat hubungi pembunuh itu. Lalu tanya berapa tarif untuk membunuhnya." Kata pria botak. "Tentu."