Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Mengalahkan Hunter Tingkat A



"Jangan dibahas lagi, kenapa kamu tidak naik pesawat dan justru naik kereta. Bukankah naik pesawat akan tiba dengan cepat." Kata Clue. "Aku ingin menghemat uang. Tapi aku tidak menyangka akan kehilangan smartphoneku saat berada di kereta." Balas Vina tersenyum kecut. "Cuma smartphone nanti aku akan membelikanmu." Kata Clue. Kakek Clue menatap aneh kepada Clue. "Jangan menatap aneh padaku kek. Bukankah kamu tahu aku memiliki ratusan kristal saat ini." kata Clue. "Benar, saat ini cucuku bisa mencari uang dengan mudah." Kakek Clue mengangguk.


Clue tiba-tiba menatap ke arah pintu dan melihat 3 orang yang mendekat. Clue melihat 2 pria berpakaian hitam masuk ke dalam rumah bersama Jono. "Kita bertemu lagi saudara Fernando Clue De Lopez." Kata pria berkacamata hitam. "Benar, kita bertemu lagi tuan Robert." Balas Clue. "Bisakah kita hanya bicara bertiga." Kata Robert. Clue mengangguk kemudian keluar rumah bersama Robert dan temannya.


Clue tahu bahwa Robert adalah hunter tingkat a dengan kekuatan 310, dan juga ketua cabang asosiasi di kota Jember. Clue yakin dengan kekuatannya saat ini dapat mengalahkan hunter dengan kekuatan dibawa 210. Tapi Clue tidak yakin dapat mengalahkan hunter dengan kekuatan 210 keatas tanpa terluka sama sekali. Clue tahu dirinya mungkin akan terluka parah atau kehilangan anggota badannya jika bertarung melawan Robert.


"Apakah saudara Fernando tahu maksud kedatanganku menemuimu." Robert berbicara setelah berada di jalan depan rumah Clue. "Apa kamu mencurigaiku yang membunuh hunter tingkat b itu." Balas Clue. Clue sudah membaca berita bahwa hunter yang dia bunuh. Adalah hunter tingkat b dengan kekuatan 150.


"Apa kamu yang membunuh hunter Albert." Tanya Robert. "Aku tidak membunuhnya." Balas Clue tanpa gugup. Mata pria di samping Robert tiba-tiba menjadi putih saat Clue berbicara. "Dia berbohong." Kata pria. Clue terkejut mendengar kata pria.


"Dia adalah Santoso hunter tingkat b yang memiliki skill pendeteksi kebohongan." Kata Robert. "Apa kamu masih ingin berbohong." Kata Robert tersenyum. "Ohh. Bagaimana kamu tahu bahwa aku yang membunuhnya. Aku hanya memiliki kekuatan 110 setara hunter tingkat b." balas Clue. Clue ingin melihat apakah mata pria bernama Santoso menjadi putih atau tidak.


Santoso menatap Clue dan berkata. "Aku tidak tahu bagaimana kamu membunuhnya. Tapi kamu telah berbohong saat berkata bahwa tidak membunuhnya." "Lalu apa yang akan kalian lakukan. Jika aku memang membunuhnya." Kata Clue menatap tajam kepada Robert dan Santoso.


"Sigh, mau bagaimana lagi. Aku akan menangkapmu dan mencebloskanmu ke dalam penjara." Kata Robert tiba-tiba mengeluarkan auranya. "Apa kamu pikir dapat menangkapku dengan mudah." Clue kemudian mulai terbang ke langit.


"Apa, bagaimana mungkin dia bisa terbang." Santoso terkejut melihat Clue terbang ke langit. Sementara Robert menatap tajam kepada Clue di balik kacamata hitamnya. "Mengapa kamu tidak teleportasi, aku tahu kamu memiliki kemampuan teleportasi." Clue mengejek. "Jika itu maumu." Balas Robert menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang Clue.


"Sial." Clue berbalik kemudian menangkis pukulan Robert. "Bukk." "Ughh." Clue terjatuh di tanah. Robert mendarat dan berdiri di depan Clue. "Apa kamu masih mau melawan." Kata Robert. "Tentu." Clue menyeringai kemudian badannya di selimuti api.


Robert terkejut melihat badan Clue tiba-tiba diselimuti api dan melihat 11 bola api yang tiba-tiba muncul di udara. "Mati." kata Clue berteriak lalu 11 bola api melesat ke arah Robert. Robert ingin teleportasi namun menyadari bahwa kakinya terjebak di dalam tanah.


"Boomm!!." Sebuah ledakan terjadi. Setelah api padam, Clue melihat Robert di depannya memiliki tubuh penuh luka dan hangus. "Apa kamu masih mau melawan." Kata Clue mengejek. "Bajingan. Akan kubunuh kau." Teriak Robert lalu tiba-tiba muncul di depan Clue.


Clue kemudian menangkis tinju Robert dengan kedua tangannya. "Krackk." "Ahhh." Clue terpukul mundur sejauh 2 meter. "Mati." 11 bola api sekali lagi muncul dan melesat ke arah Robert. Saat hendak teleportasi Robert menyadari kakinya sekali lagi terjebak di dalam tanah. "Berengsek." Teriak Robert. "Booom." 11 Bola api meledak saat mengenai Robert.


Sementara itu Santoso berada di dalam mobil. "Sial, jika aku terkena bola api itu. Aku akan mati." Melihat Robert terluka parah akibat bola api, Santoso ketakutan dan bersembunyi. "Ughh, aku baru saja terbangkitkan 3 minggu yang lalu. Kemudian baru bergabung dengan asosiasi beberapa hari lalu. Aku tidak menyangka di hari pertama tugas akan seperti ini." kata Santoso kemudian mulai menghubungi asosiasi.


"Clue apa kamu membunuhnya." Vina gugup melihat Clue masuk ke dalam rumah. "Kek, aku akan pergi." kata Clue. "Kamu ingin pergi kemana. Jika kamu pergi, kamu akan akan menjadi buronan." Balas kakek Clue khawatir. "Lebih baik menjadi buronan dari pada mendekam di penjara." Kata Clue kemudian berjalan ke kamarnya.


Clue mengambil tasnya yang berisi kristal kemudian keluar kamar. "Kek, jaga diri saat aku pergi." kata Clue memeluk kakeknya. Kakek Clue hanya bisa tersenyum kecut. "Aku pergi Vina. Maaf kamu tidak bisa melayaniku." Clue tersenyum kemudian berjalan menuju sepeda motornya.


"Brumm." Clue menghidupkan sepeda motor kemudian pergi. "Sial, sangat sakit." Clue mengigit bibirnya dan menahan rasa sakit. Clue tahu bahwa tulang tangan kirinya retak. Namun Clue tetap memaksa untuk mengendarai sepeda motor.


Setelah tidak lama pergi dari rumahnya. Clue melihat sebuah dungeon yang tiba-tiba muncul di tepi jalan. "Dungeon." kata Clue terkejut. Clue mulai merenung dan berkata. "Aku akan berkultivasi di dalam untuk memulihkan diri dan bertambah kuat. Jika ada hunter yang masuk ke dalam dungeon, aku akan menyekap mereka."


"Bruum." Clue mengangkat sepeda motornya ke arah dungeon. "Brumm." Clue masuk ke dalam dungeon dan melihat dirinya berada di hutan. "Kali ini bulan bewarna orange." Kata Clue melihat langit hitam dan bulan bewarna orange.


Clue berbalik dan melihat dungeon. "Sigh, bukan dungeon error. Jadi aku harus mengalahkan semua hunter yang memasuki dungeon." Clue mengambil kristal bewarna coklat dari dalam tas lalu menghancurkannya. Merasakan energi alam Clue mulai duduk dan memejamkan mata.


Sementara itu di sebuah ruangan. "Pak, ada kabar dari asosiasi cabang jember. Bahwa ketua cabang jember Robert terluka parah dan tidak sadarkan diri oleh serangan hunter Fernando Clue De Lopez. Saat ini dia sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit." Kata pria berkumis di depan komputer.


"Apa!! Bagaimana mungkin Robert bisa terluka parah." Kata pria paruh baya terkejut tidak percaya. "Ini pak, seseorang baru saja merekam pertarungan Robert dan Hunter Fernando secara livestreaming." Kata pria berkumis. Pria paruh baya kemudian menonton video pertarungan dan terkejut melihat Clue memunculkan 11 bola api dan menembakkan ke Robert secara langsung.


"Hunter yang tidak memiliki ketahanan fisik tinggi. Pasti akan terluka jika terkena bola api itu." Kata pria paruh baya. Pria paruh baya tahu hunter tingkat a kebal terhadap tembakan peluru api. Namun hunter tingkat a tetap akan terluka jika terkena rudal, meriam dan sejenisnya. "Bagaimana respon polisi." Kata pria paruh baya. "Polisi mengirim anggota mereka yang terbangkitkan untuk mencari keberadaan Clue. Polisi tahu akan bahaya jika mengirim anggota mereka yang tidak terbangkitkan." Balas pria berkumis.


1 jam telah berlalu di dalam dungeon. Clue membuka matanya dan berkata. "Tanganku semakin membaik, jika berkultivasi 1 jam lagi, aku akan sembuh total. Benar, mengapa tidak ada hunter yang masuk." Clue bingung. Setelah berbicara Clue melihat seorang pria yang memasuki dungeon seorang diri.


"Eh, bagaimana bisa ada seseorang yang memasuki dungeon. Bukankah aku yang pertama." Sebelum menyelesaikan bicaranya. Clue memunculkan 11 bola api dan menembakan ke arah pria. "Boom." "Ahhh."