
"Berkat bantuan pil yang diberikan tuan, kami bisa menerobos dengan sangat cepat." Kata Pipit lalu mendarat di bahu Clue. "Benar kata pipit tuan. Tanpa pil yang tuan berikan mungkin kita baru saja menerobos ke peringkat B level 6" Si putih dan sihitam melompat dari pelukan Felicia dan Fitria lalu mengelus kepalanya di kaki Clue.
"Baiklah nak, ayo berangkat." Clue melihat ratu Rapunsel yang berjalan dan berbicara ke arahnya. Clue mengangguk dan mengikuti ratu Rapunsel bersama tiga perempuan dan tiga hewan peliharaanya.
"Apakah ibu tidak membawa pengawal." Kata Clue. "Tidak, Setelah ibu menerobos peringkat A level 6, tidak banyak yang bisa mengalahkan ibu, terlebih lagi ibu juga mempunyai token teleportasi yang kamu berikan." Kata Rapunsel. Clue mengangguk mendengar kata Rapunsel.
Setelah ratu Rapunsel mengkonsumsi pil yang Clue berikan Rapunsel menerobos peringkat A level 6. "Fateh, Farhat kalian akan menjaga istana selama aku pergi." Kata Rapunsel melihat kedua pria tua yang berjalan di hadapannya. "Baik yang mulia." Balas kedua pria tua.
Clue bersama Rapunsel serta tiga perempuannya dan tiga hewan peliharaanya berjalan meninggalkan istana. Sepanjang jalan banyak para penduduk dan ahli yang menyapa hormat saat melihat Clue dan Rapunsel. "Apakah yang mulia akan menghadiri tournament di kerajaan Tiger." "Itu sudah pasti, karna tempat nomor satu sudah pasti didapatkan oleh kekasih anaknya." "Tapi sayang sekali kedua raja tidak memperbolehkan pangeran Clue untuk ikut. Jika pangeran Clue ikut juara 1 dan 2 pasti didapatkan kerajaan kita." Kata para penduduk berkata saat melihat Clue dan Rapunsel.
Tidak lama kemudian Clue, Rapunsel dan ketiga kekasihnya sampai di alun-alun kota. Ada ratusan ahli yang berkumpul di tengah alun-alun. Ketika para ahli melihat kedatangan Clue dan Rapunsel mereka berkata dan membungkuk dengan hormat. "Salam yang mulia." Rapunsel mengangguk dan berkata. "Baiklah, bagi yang melebihi umur 50 tahun harap tidak ikut serta. Kalian pasti sudah tahu resikonya jika tetap ikut.
Para ahli mulai melirik kanan dan kiri dan kemudian ada beberapa yang meninggalkan alun-alun. "Baguslah, jika kalian sadar untuk meninggalkan secara sukarela. Sebelum kultivasi kalian di lumpuhkan saat berada di kerajaan Tiger." Kata Ratu Rapunsel.
"Hehe, sangat menarik melumpuhkan kultivasi seseorang yang melanggar aturan." Clue tersenyum saat mendengar kata Rapunsel.
"Nak, suruh ketiga hewanmu menjadi besar." kata Rapunsel kepada Clue. Clue mengangguk dan menyuruh Pipit sihitam dan siputih untuk menjadi besar. Tidak lama kemudian pipit si hitam dan si putih menjadi monster yang besarnya lebih dari 30 meter. "Baiklah. kalian semua bisa naik monster serigala putih dan hitam.
Para ahli mulai menaiki si putih dan si hitam, sementara Clue, Rapunsel dan tiga kekasihnya menaiki Pipit. "Pipit, menuju ke kerajaan tiger di arah utara." kata Clue. Pipit pun terbang ke arah utara di ikuti oleh Si hitam dan si putih.
4 hari kemudian Clue, Rapunsel tiga kekasihnya beserta para ahli akhirnya tiba di kerajaan tiger. "Pipit mendarat di tengah alun-alun." Kata Clue saat melihat sebuah kota yang besar. "baik tuan." Balas Pipit lalu terbang di atas kota di ikuti oleh si hitam dan si putih.
"Wahh. lihat 3 monster peringkat B level 10. Apakah mereka dari kerajaan Glizzard." "Menurut rumor, anak ratu Rapunsel mempunyai 3 monster peringkat B level 10." Kata para ahli melihat 3 monster yang di naiki oleh ratusan ahli.
Pipit, si hitam dan si putih mendarat di tengah alun-alun. Setelah ke 3 monster mendarat datanglah seorang pria tua di ikuti oleh beberapa pria paruh baya. "Selamat datang ratu Rapunsel." Kata pria tua.
"Halo Dika sudah lama kita tidak bertemu." Balas Ratu Rapunsel. "Benar, sudah lama kita tidak bertemu dan ratu Rapunsel tetap cantik seperti biasanya." Puji Dika. "peringkat A level 3." Kata pria paruh baya terkejut saat melihat Clue. "Apakah dia anakmu ratu Rapunsel." Kata pria tua bertanya kepada Rapunsel.
"Benar, dia anakku." Balas Rapunsel. "sepertinya rumor tentang kekuatannya salah." Gumam pria tua saat melihat Clue. "Baiklah ratu Rapunsel, ikuti saya ke istana. Yang mulia dengan Raja Beni sudah menunggu anda." "Oh, rupanya Beni sudah datang." Balas Rapunsel. "Benar ratu Rapunsel. Raja Beni datang 3 jam lalu." balas pria tua.
"Kalian semua carilah penginapan. Pendaftaran tournament akan dimulai 4 hari lagi." Kata Rapunsel. "Baik yang mulia." Para ahli mulai pergi dari alun-alun. Ketiga monster mengecil dan kembali ke sisi Felicia, Fitria dan Ratna. "Baiklah, ayo ke istana." Kata Rapunsel. Pria tua mengangguk lalu berjalan ke arah istana di ikuti Clue, Rapunsel dan ketiga kekasihnya.
Tidak lama kemudian Clue, Ratu Rapunsel dan ketiga kekasihnya sampai di istana. "Ah, Salam ratu Rapunsel." Clue melihat seorang wanita berumur 30an yang berkata saat melihat Rapunsel. "Putri Dinda temanilah pangeran Clue dan tiga kekasihnya." Kata pria tua. "baik paman." Balas perempuan yang di panggil Dinda dan matanya terus menatap Clue.
"Apakah pangeran Clue ingin makan." Dinda tersenyum kepada Clue. "Aku tidak lapar." Balas Clue tersenyum. "Baiklah, jika pangeran Clue ingin beristirahat gunakanlah kamar itu." kata Dinda menunjuk kamar di depannya. "Kalian bertiga jika ingin beristirahat juga gunakanlah kamar itu." Lanjut Dina menujuk 3 kamar lainnya.
"Hmmphh. Kita bisa memakai satu kamar." Balas Fitria mendengus. "Baiklah putri Dinda aku ingin beristirahat dulu." Kata Clue tersenyum. "Baiklah, jika kamu perlu sesuatu panggilah palayan atau kamu bisa mencariku langsung." Balas Dinda tersenyum lalu meninggalkan.
"Huhh. Perempuan itu sepertinya menyukaimu." Fitria mendegus melihat Dinda yang pergi. "Wajar jika dia menyukai sayang, kamu tahu kan. Sayang adalah jenius diantara jenius, terlebih lagi sayangku sangat tampan." Felicia memeluk lengan Clue. "Benar, aku setuju perkataan Felicia, entah itu di benua barat atau selatan tidak ada ras yang kejeniusannya sebanding dengan sayangku." Ratna tersenyum. "Baiklah, aku ingin pergi ke kamar, apa kalian ingin ikut masuk." "Ikut." Ketiga perempuan menjawab secara bersamaan.
Sementara itu di sebuah ruangan kedua pria paruh baya sedang mengobrol dan melihat wanita yang memasuki ruangan ditemani pria tua yang tidak lain adalah ratu Rapunsel. "Hoho, akhirnya kamu datang juga ratu Rapunsel." Kata pria paruh baya berkumis. "Heh, masih tersisa 4 hari lagi sebelum tournament dimulai sepertinya aku yang datang terlalu awal." Balas ratu Rapunsel. "Hehe, sudah-sudah. Ayo kita mengobrol." Kata pria paruh baya lain. Mereka bertiga pun mulai mengobrol.
"Shit, aku sangat iri kepadamu Rapunsel, kamu memiliki seorang anak yang jenius." Kata pria paruh baya. "Benar, jika anakmu adalah berlian sedangkan anak-anak ku adalah sebuah batu biasa" Kata pria paruh baya lain. "Heh. Meski jenius di dinasti azure tidak ada apa-apanya di depan anakku." Kata Rapunsel bangga. Kedua pria paruh baya mengangguk setuju.
"Oh, benar. Menurut perkiraan 3 tahun dari sekarang portal yang menuju dunia lain akan dibuka. Apakah kalian berdua tidak ingin pergi. Anak kalian berdua sudah memasuki portal ratusan tahun lalu dan tidak pernah kembali." kata pria paruh baya berkumis. "Hmm. menurut buku kuno yang pernah aku baca, dulu sepuluh ribu tahun lalu ada seorang ahli yang rumornya melebihi peringkat ss keluar dari portal dan bilang bahwa dunia ini terlalu miskin energi." Balas Rapunsel.
"Benar, sepuluh ribu tahun yang lalu masih banyak ahli yang mencapai peringkat SS tapi seiring berjalannya waktu semakin jarang yang mencapai peringkat SS apalagi sekarang. Ahli terkuat di dunia ini hanya mencapai peringkat S." Kata pria paruh baya. "Kalian pasti tahu penyebabnya bahwa energi alam di dunia ini semakin sedikit, dan jika tebakanku benar seribu tahun lagi tidak akan ada ahli peringkat S lagi di dunia ini." kata pria paruh baya serius.
Rapunsel dan pria setengah baya mengangguk serius. "Oh iya. Aku akan mengatakan ini kepada kalian berdua, jika aku menerobos peringkat A level 10, aku akan memasuki portal. Kalian pasti tahu bahwa kesempatan untuk menerobos peringkat S hanya sedikit." Kata pria paruh baya berkumis. "Bukankah itu masih butuh ratusan tahun lagi, mengapa kamu bilang sekarang." Balas Rapunsel. "Hehe, agar kalian tidak tegang." Pria paruh baya berkumis tertawa.
Waktu berlalu dengan sangat cepat dan sudah 4 Hari barlalu semenjak Clue tiba di kerajaan Tiger. Di sebuah ruangan ada 4 orang berkumpul sedang mengobrol. "Hehe, nak maafkan kita berdua, karena tidak memperbolehkanmu ikut tournament." "Hehe, benar nak. Dengan kekuatanmu kamu tidak cocok untuk ikut tournament." Kedua pria paruh baya berbicara kepada Clue. "Tidak masalah Raja Beni dan Raja Sugik, itu hanyalah sebuah tournament." Balas Clue. "Hehe. baguslah kalau begitu." Kata pria paruh baya yang di panggil Raja Beni.
"Hmmph. Kalian pasti takut anakku menjadi juara itu sebabnya kalian melarang anakku untuk ikut." Gerutu Ratu Rapunsel. Beni dan Sugik hanya bisa tersenyum kecut. "Oh, benar nak. Tiga tahun dari sekarang ada portal yang mengarahkan kedunia lain. Apakah kamu akan pergi kesana." Kata Beni.
"Eh, sebuah portal." Clue terkejut mendengar kata Beni. "Benar, nak. setiap sepuluh tahun sekali muncul portal yang mengarah ke dunia lain. Di dunia lain terdapat banyak ahli yang lebih kuat dari ahli dunia ini." balas Rapunsel. "Heh, sepertinya aku harus mengubah tujuan awalku." Clue menyeringai.
"Memang apa tujuanmu nak." Sugik bertanya penasaran. "Mengusai dunia ini." kata Clue terus terang. "Hiss." Beni, Sugik dan Rapunsel gemetar saat mendengar kata Clue. "apa kalian berdua dan ibu meremehkanku." Clue tersenyum. "Tidak, kami tidak meremehkanmu." balas Beni, sugik dan Rapunsel.
Beni dan sugik sudah mendengar cerita tentang peningkatan 3 level Clue hanya dalam 1 tahun dari Rapunsel. Jadi mereka berdua tidak ragu dengan tujuan Clue. Beni dan Sugik berpikir dalam waktu 10 tahun lagi mungkin Clue sudah mencapai peringkat S.
"Baiklah, sebentar lagi acara pendaftaran peserta tournament dimulai nak, panggilah tiga kekasihmu untuk bersiap-siap dan segera mendaftar." Kata Rapunsel. "Baik, bu." Balas Clue lalu meninggalkan ruangan.
"Ah, pangeran Clue." kata Dinda saat melihat Clue. "Halo, putri Dinda." Clue tersenyum. "apakah pangeran Clue ingin memanggil 3 wanitamu." Balas Dinda tersenyum. "Benar." Clue mengangguk. "Kalau begitu, aku akan menemani pangeran Clue bolehkan." Kata Dinda. "Boleh." Clue tersenyum.