Rebirth With System

Rebirth With System
Membeli Ginseng



Clue mulai mengambil cincin dan sebuah notifikasi muncul (Cincin penyimpanan kualitas tinggi dibuat oleh black smith level 3 dan ahli prasasti level 3. Dapat menyimpan barang di dalamnya luasnya 100x100 meter)


Clue memeriksa di dalam cincin terdapat tumpukan pil level 1 dan pil level 2 lalu mengangguk. "Terimakasih." "Datanglah ke toko pelangi jika anda ingin membeli sesuatu lagi." Pria paruh baya tersenyum. Clue mengangguk lalu meninggalkan toko bersama Felicia dan Fitria. "Pria itu tidak sederhana, dia memiliki seekor monster peringkat B level 5." Kata pria paruh baya melihat Clue meninggalkan toko.


Setelah membeli pil Clue pergi ke sebuah restoran bersama Felicia dan Fitria. Clue melihat tempat kosong dan mulai duduk. "Tuan, anda ingin memesan apa." kata seorang pelayan wanita, "Aku ingin daging kualitas terbaik di restoran ini. Kalian pesan apa" "Aku juga sama sepertimu." Felicia dan Fitria berkata. "baiklah, 4 daging." Kata Clue. "Baik tuan, tunggu sebentar." Balas Pelayan.


Beberapa menit kemudian pelayanan wanita kembali membawa 4 potong daging. Clue, Felicia dan Fitria mulai makan. Pipit juga turun dari bahu Clue dan melahap daging.


"Hei, nanti malam apa kamu ingin pergi ke pelelangan." "Heh, uangku tinggal sedikit meskipun aku pergi, mungkin aku tidak bisa membeli sesuatu." "Sayang sekali padahal ada ginseng berumur tiga ribu tahun yang akan dilelang nanti malam." Clue mendengarkan obrolan para tamu di restoran. Saat mendengarkan ginseng berumur tiga ribu tahun, Clue bersemangat. Clue belum sama sekali mengkonsumsi ginseng berumur tiga ribu tahun. Setelah mengkonsumsi ginseng Clue percaya dia akan semakin kuat.


"Sayang, kamu sepertinya tertarik dengan ginseng berumur tiga ribu tahun." Tanya Felicia. "Benar, aku tertarik. Nanti malam ayo pergi ke pelelangan." Balas Clue. Felicia dan Fitria mengangguk.


Beberapa menit kemudian Clue, Felicia dan Fitria meninggalkan restoran lalu menuju ke penginapan. Clue memesan 1 kamar untuk beberapa hari. Setelah sampai dikamar Clue memberikan 2 cincin kualitas medium ke Felicia dan Fitria. "Didalamnya ada lima ratus pil level 2 dan tiga ribu pil level 1." Felicia dan Fitria mengambil cincin dan mencium pipi Clue "Terimakasih sayang." Clue tertawa lalu mendorong dua wanita ke ranjang. Tidak lama kemudian suara erangan dan desahan terdengar.


Malam harinya Clue, Felicia dan Fitria tiba disebuah rumah besar. Clue melihat 4 penjaga pintu lalu berkata. "Berapa harga 1 ruang VIP." "Seribu coin emas." Balas salah satu penjaga. Clue memberikan seribu coin emas kepada penjaga. "Ini tuan." Penjaga memberikan Clue 1 tiket emas. Clue memasuki rumah dengan Felicia dan Fitria disampingnya.


Clue tahu bahwa ruang VIP biasanya di lantas atas, jadi Clue menuju ke lantai atas. Setelah mencapai lantai atas, seorang penjaga mengentikan Clue. Clue memberikan tiket emasnya. Penjaga mengangguk lalu mengantar Clue, Felicia dan Fitria ke sebuah ruangan.


Tidak lama kemudian Clue tiba di sebuah ruangan. "Tidak banyak perbadaan antara rumah lelang di kerajaan kecil dan besar." Clue melihat sebuah ruangan seluas 5x5 meter dan sebuah dinding kaca. Beberapa detik kemudian seorang pelayan perempuan mengatarkan Clue makanan. "Perbedaanya adalah dikerajaan kecil tidak di beri makanan. Sedangkan di kerajaan besar diberi makanan" Kata Clue mengangguk dan mulai makan. Felicia dan Fitria tertawa melihat Clue.


Beberapa menit kemudian Clue melihat pria gemuk berjalan ke panggung. "Terimakasih buat semua para tamu untuk datang di acara lelang rumah kami. Saya steven sebagai pemandu lelang malam ini. Tanpa basa-basi saya akan menunjukan item pertama." Kata pemandu lelang.


"Kalian berdua jika ingin membeli sesuatu, belilah. Aku memiliki 4 juta coin emas." Kata Clue. Felicia serta Fitria tersenyum dan mengangguk.


Seorang pelayan membawa item yang terbungkus kotak dan menyerahkan ke pemandu lelang. "Item pertama kali ini adalah kalung krsital putih di buat oleh blacksmith level 2." Pemandu lelang menunjukkan item kepada para tamu. "Harga kalung kristal putih yaitu seribu coin emas harga akan naik seratus coin emas setiap kali penawaran. Penawaran dimulai. "1100." "1200." "1300." Para tamu pun mulai menawar.


Mata Felicia dan Fitria bersinar menatap kalung. Clue menggeleng dan berkata. "Salah satu dari kalian berdua harus mengalah, mungkin selanjutnya ada kalung lain." Felicia menatap Fitria dan berkata "Fitria kamu yang beli kalung itu." "Ah, terimakasih kak Felicia." Fitria tersenyum lalu mulai menawar "2000 coin emas."


1 jam kemudian. "Baiklah kita sudah sampai di barang terakhir. Kalian mungkin sudah tahu barang terakhir acara lelang ini adalah tumbuhan Ginseng berumur tiga ribu tahun. Khasiatnya seperti pil level 3. Meski anda sudah memakan pil level 3 khasiat ginseng tiga ribu tahun tidak akan pernah menurun jika anda belum memakan ginseng berumur tiga ribu tahun sebelumnya" Pemandu lelang membuka kotak dan menunjukan sebuah tanaman pada para tamu." Harga tumbuhan ginseng berumur tiga ribu tahun adalah dua puluh ribu coin emas. Harga naik seribu coin emas setiap kali menawar." "25 ribu." "26 ribu." "30 ribu." Kata Clue menawar.


"35 ribu." Kata penawar lain di ruang VIP. "40 ribu." Kata Clue. "45 ribu." Orang lain menawar. "100 ribu." Kata Clue. "101 ribu." Pria lain diruang VIP menawar dengan wajah jelek. "150 ribu kata Clue lagi. "Wahh. harganya sudah melewati seratus ribu. Setara harga 15 pil level 3." "Benar, jika aku jadi orang itu aku akan membeli pil level 3 saja." Penawar lain diruang VIP mulai diam tidak menawar.


"Terimakasih para tamu sudah datang dan membeli barang di acara lelang malam ini. Lelang selanjutnya akan di adakan 1 bulan kemudian." Pria gemuk mulai pergi meninggalkan panggung.


Clue, Felicia,dan Fitria meninggalkan ruangan lalu pergi ke sebuah ruangan di mana tempat membayar dan mendapatkan barang lelang. Clue, Felicia dan Fitria masuk kedalam sebuah ruangan. "Ini barang yang kalian beli." Pria tua menyerahkan 5 kotak kepada Clue, Felicia dan Fitria. Setelah Clue, Felicia dan Fitria mengecek isi dalam kotak. Cluue memberikan dua ratus lima puluh ribu coin emas kepada pria tua. Pria tua mengangguk setelah memastikan jumlah coin emas pas.


Clue mengangguk kepada pria tua lalu meninggalkan ruangan bersama Felicia dan Fitria. Setelah keluar ruangan Felicia dan Fitria mulai membuka kotak dan memakai barang didalam kotak. Felicia mengenakan cincin bewarna merah sementara Fitria memakai kalung bewarna putih. "Sayang, apa aku cocok mamakai ini." tanya Felicia. "Sayang, apa aku juga cocok memakai kalung ini." Fitria juga bertanya. "Kalian berdua semakin cantik saat mengenakan itu." Clue tersenyum. Felicia dan Fitria tersenyum dan mencium pipi Clue.


"Ini untuk kalian berdua." Clue memberikan Felicia dan Fitria masing-masing kotak. "Sayang, ini ginseng berumur dua ribu tahun." Balas Fitria. "Ambilah, itu tidak berguna bagiku, kalian berdua kekasihku juga harus kuat." Clue tersenyum. "Aku sangat mencintaimu." Felicia dan Fitria berkata bersamaan dan menicum pipi Clue sekali lagi. "Haha, sudahlah. ayo kembali ke penginapan." Kata Clue. Clue Felicia dan Fitria kembali ke penginapan.


Saat menuju ke arah penginapan Clue melihat notifikasi yang muncul di depan matanya (Seseorang dengan niat buruk datang dari arah selatan dalam jarak 200 meter. Jumlah 3 orang, level mereka antara lain 437,440, dan 443) "Heh, jadi mereka ya." Clue menyeringai dia sudah tahu mereka bertiga adalah kelompok lain di ruang vip yang menawar ginseg berumur tiga ribu tahun.


"Felicia, Fitria kalian pergilah ke penginapan dulu. Pipit akan mengantar kalian. Aku masih ingin membereskan beberapa semut." Clue mulai bersiul. Felicia dan Fitria mengangguk mendengar kata Clue. "Tuan." Tidak lama kemudian Pipit mendarat di bahu Clue. "Pipit temani Felicia dan Fitria menuju penginapan." "baik tuan." "Cepatlah kembali sayang." kata Felicia dan Fitria lalu berjalan menuju penginapan bersama pipit.


"Kalian bertiga sampai kapan mau bersembunyi." "wush." "wush." "wush." Beberapa detik kemudian 3 pria paruh baya berdiri 10 meter dari Clue. "Hmm. Tidak kusangka kamu mempunyai peliharaan monster Peringkat B level 5." Kata pria paruh baya. "Kami disini tidak mempunyai niat buruk. Kami akan membeli ginseng berumur tiga ribu tahun seharga seratus lima puluh ribu, lalu kami akan pergi." Kata pria paruh baya lain.


"Heh, aku tahu kalian awalnya ingin mencuri ginseng berumur tiga ribu tahun. Tapi karena kalian mengetahui aku mempunyai hewan peliharaan monster peringkat B level 5. Kalian bertiga mengurungkan niat untuk mencuri." Clue menyeringai. Ketiga ekspresi pria paruh baya menjadi jelek saat mendengar kata Clue.


"Baiklah, karena kalian mempunyai niat buruk kepadaku. Kalian harus menerima akibatnya." Detik berikutnya Clue menghilang dari tempatnya. "awas." Teriak salah satu pria paruh baya dan mulai mengaktifkan skill. "crash." "crash." "crash." "argh." "argh." Tapi terlambat. Clue sudah memotong salah satu lengan ketiga pria. Clue berdiri di tempat awalnya dengan tiga buah lengan.


Ketiga pria paruh baya ketakutan saat menatap Clue. "Tuan, maafkan kami." "Tuan, ampuni hidup kami." "Benar tuan, saya memeliki anak dan istri di rumah." Ketiga pria paruh baya memohon. Mereka tahu bahwa pemuda di depannya bukan peringkat B level 6 biasa.


"Heh, lain kali lihatlah dulu siapa target yang ingin kamu rampok. Saat ini aku sedang dalam suasana yang bagus, jadi aku tidak membunuh kalian bertiga" Clue mengambil ketiga cincin dari ketiga lengan pria. Lalu melemparkan lengan yang terpotong kepada mereka. "Pergilah." Kata Clue. "Terimakasih tuan." Ketiga pria paruh baya mengambil lengan mereka yang terpotong lalu cepat melarikan diri.


"Hehe. Apa kamu masih tidak ingin keluar." Clue tertawa. Di kegelapan sudut gang ada seorang pria yang badannya gemetar saat mendengar kata Clue. "Mustahil dia bisa menemukanku. Aku sudah mempelajari skill menyembunyikan. Kecuali ahli peringkat B level 10 yang bisa menemukan keberadaanku." Kata pria yang masih bersembunyi di gang.


"Heh, dasar pengecut." Clue melesat menuju penginapan. Dia tidak ingin melukai pria yang bersembunyi karna pria itu tidak memiliki niat buruk kepadanya. "shit, pria itu monster." Pria yang bersembunyi di sudut gang mengusap keringatnya. Dia tiba-tiba teringat adegan pemuda memotong salah satu lengan ketiga pria peringkat B level 6 dengan mudah.


"Rumah lelang kami akan mendapatkan keuntungan jika berteman dengannya." Pikir pria yang bersembunyi di sudut gang. Lalu melesat ke arah penginapan.