
Fernando melihat neneknya dan berkata. "Nek, sebenarnya Clue dan Ray adalah diriku di alam semesta lain." "Aahh." Ambar terkejut mendengar kata Fernando. "Pantas wajah Clue mirip denganmu." Ambar melihat Clue. "Maaf nek, aku tidak memberitahumu sejak dulu." Fernando meminta maaf. "Tidak masalah Fernando, setiap orang punya rahasia. Dan itu adalah rahasaimu dengan Clue." Ambar tersenyum.
"Di dekat sini ada sebuah desa. Ayo kita pergi kesana." Kata Clue berjalan. "Apa penghuni di desa ini juga kanibal." Tanya Ambar mengikuti Clue. "Kita akan tahu setelah aku membaca ingatan mereka." Balas Clue.
Tidak lama kemudian Clue, Fernando, Ray dan Ambar tiba di sebuah desa. "Oohh, jarang sekali desa ini memiliki pengunjung dari luar." Seorang wanita berkulit putih dengan rambut bewarna coklat melihat kedatangan Clue, Fernando, Ray dan Ambar.
Clue berjalan ke arah wanita dan membaca ingatannya. "Bukk." Wanita terjatuh di tanah. "Apa yang kalian lakukan pada ibukku." Seorang anak kecil berteriak melihat Clue. "Bangunlah." Kata Clue berbicara. "Uuhh. Kenapa aku tiba-tiba terjatuh." Wanita bingung.
"Siapa kalian." Clue melihat beberapa pria berjalan ke arahnya. "Kami hanya pengembara biasa." Balas Clue. "Mengapa kamu melukai Annabel." Pria melihat Clue. "Aku tidak melukainya. Apa kamu melihatnya dia memiliki luka." Balas Clue. Beberapa pria melihat Annabel yang tidak memiliki luka.
Tatapan Clue tiba-tiba tertuju kepada gadis kecil. "Dia disini." Clue berbicara di pikiran Fernando dan Ray. "Apa yang kamu maksud gadis kecil itu." Balas Ray dan Fernando di pikiran Clue. "Benar, gadis kecil itu varian diri kita." Balas Clue.
Clue mengabaikan penduduk desa, dan berjalan ke arah gadis kecil. Clue berdiri di depan gadis kecil dan berkata. "Aku menemukanmu." "Huuhh, siapa kamu. Apa kita saling mengenal." Gadis kecil menatap Clue dengan waspada. Gadis kecil tidak bisa merasakan kekuatan Clue.
"Ayo kita bicara di tempat lain Viona Clue Odilia." Kata Clue berjalan ke arah Fernando, Ray dan Ambar. Gadis kecil terkejut saat Clue mengetahui namanya. Gadis kecil penasaran dengan Clue lalu mengikutinya. "Aku pinjam gadis ini sebentar." Kata Clue melihat para penduduk dan teleportasi bersama Fernando, Ray, Ambar dan gadis kecil. Para penduduk terkejut melihat Clue, dan yang lain menghilang. "Viona." Anak kecil berteriak melihat gadis kecil yang menghilang.
Clue, Fernando, Ray, Ambar dan gadis kecil muncul di tepi danau. "Bagaimana bisa kamu tahu namaku." Gadis kecil menatap waspada kepada Clue. "Pertama-tama aku akan mengenalkan diri terlebih dulu. Aku adalah Clue, anjing ini adalah Clue Ray dan pemuda itu adalah Fernando Clue De Lopez. Kita bertiga adalah varian dirimu di alam semesta lain." Clue melihat gadis kecil.
"Jangan bercanda denganku. Bagaimana bisa anjing jelek ini adalah diriku." Gadis kecil mencibir melihat Ray. "Berengsek, siapa yang kamu bilang jelek gadis kecil." Ray marah. "Ray gadis kecil ini lebih kuat darimu. Dia setara demi god." Kata Clue. "Apa." Ray dan Fernando terkejut saat mengetahui kekuatan gadis kecil.
Clue menunjuk dahi gadis kecil dan memberikan ingatannya saat dirinya meninggalkan dunianya dan bertemu Fernando serta Ray di alam semesta lain. Gadis kecil melihat cahaya masuk ke dalam kepalanya dan terkejut saat menerima ingatan Clue.
"Apa kamu sekarang percaya denganku." kata Clue. "Aku tidak menyangka bahwa kalian berdua dan anjing ini adalah diriku dari alam semesta lain." Gadis kecil melihat Ray. "Gadis kecil jangan karena dirimu lebih kuat dariku. Kamu bisa mengejekku." Balas Ray. "Oohh. Lalu apa yang akan kamu lakukan padaku." Gadis kecil menyeringai melihat Ray.
"Baiklah Viona, apa kamu bisa menceritakan seperti apa planet ini kepada kita. Pengetahuan wanita yang kulihat ingatannya sangat rendah." Clue melihat gadis kecil. "Nama Planet ini bernama Star. Di planet ini terdapat 4 ras, pertama ras manusia, kedua ras kurcaci, ketiga ras manusia ikan dan keempat ras naga." Viona menjelaskan. "Oohh. Ternyata di planet ini ada naga." Ray cukup terkejut.
"Jangan berbicara saat aku sedang menjelaskan." Viona menatap Ray. "Anak kecil ini." Ray jengkel melihat Viona. "Lanjutkan penjelasanmu." Clue melihat Viona. "Di planet ini ada tiga benua. Benua yang dihuni manusia, benua yang dihuni kurcaci dan benua yang dihuni naga. Sementara manusia ikan hidup di lautan." Viona menjelaskan.
"Apa guardian yang menjaga dunia ini, membiarkan para demi god untuk tinggal di dunia ini." Tanya Ray. "Planet ini tidak memiliki guardian, karena planet ini dekat dengan alam dewa. Tapi setiap 10 tahun sekali beberapa dewa datang ke dunia ini dan membawa pergi demi god ke alam dewa." Viona menjelaskan.
"Jika begitu 4 demi god yang berada di dunia ini mencapai alam demi god tidak lebih dari 10 tahun." Tanya Ray. "Jika kamu sudah tahu jawabannya, mengapa masih bertanya." Viona melihat Ray. "Clue bantu aku menghajar anak kecil ini." Ray melihat Clue. "Hehh, mengapa kamu meminta bantuannya. Apa kamu tidak berani menghadapiku sendirian." Viona mencibir.
"Viona mengapa kamu sangat tidak suka dengan Ray. Apa kamu membenci anjing." Clue melihat Viona. "Aku tidak suka anjing." Kata Viona menjelaskan dirinya di bunuh oleh wanita yang dapat mensummon anjing dan bergabung dengan anjing yang di summonnya."
"Siapa nama wanita yang membunuhmu." Tanya Clue penasaran. "Namanya adalah Stevani." Balas Viona. "Oohh. Aku tidak menyangka Steven di dunia ini juga wanita." Clue terkejut. "Apa Stevani di alam semesta yang kamu tempati seorang laki-laki." Tanya Viona. "Benar, dia adalah laki-laki di alam semestaku. Namanya Steven, dia terbunuh oleh jari raksasa." Balas Clue.
"Hahaha. Entah mengapa aku merasa bahagia saat tahu dirinya di alam semesta lain telah mati." Viona tertawa. "Stevani di alam semestaku juga memiliki nama Steven. Dia adalah high god dan guardian." Kata Ray. "Aku tidak bertanya padamu." Viona melihat Ray.
Viona membuka tabel penyimpanan dan memberikan sebauh kristal bewarna biru kepada Clue, Fernando, Ray dan Ambar. "Kristal mana kualitas rendah. Sejumlah kecil energy tersimpan di dalam kristal." Clue melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Oohh. Aku tidak menyangka ada benda seperti ini di alam semesta ini." Ray terkejut. "Apa di alam semesta yang kamu tempati tidak ada kristal mana." Tanya Viona. "Tidak ada." Ray menggeleng.
"Menyerap energy di dalam kristal lebih baik dari pada menyerap energy alam semesta secara langsung." Viona menjelaskan. Mendengar penjelasan Viona Clue mulai menyerap energy di dalam kristal. Fernando, Ray dan Ambar juga menyerap energy di dalam kristal.
1 menit kemudian Clue melihat kristal di tangannya berubah menjadi debu. "Kekuatanku meningkat 10 poin dalam 1 menit." Gumam Clue. "Aku tidak menyangka kamu dapat menyerap energy di dalam kristal dalam 1 menit. Aku saja butuh waktu 10 menit untuk menyerap semua energy di dalam kristal." Viona terkejut.
"Semakin tinggi kekuatan seseorang. Semakin cepat dia menyerap energy di dalam kristal." Clue melihat Viona. "Aku tahu." Viona mengangguk. "Baiklah, kalian bertiga bisa berhenti menyerap energy dalam kristal." Kata Clue. Fernando, Ray dan Ambar berhenti menyerap energy dalam kristal.
"Apa kamu memiliki kristal lagi." Tanya Ray. "Itu semua kristal yang aku miliki. Saat ini aku tidak memiliki kristal mana lagi." Balas Viona. "Dari mana kamu mendapatkan kristal ini." Tanya Fernando. "Setiap ras di benua ini memiliki tambang kristal mana, dan aku mengambil kristal mana milik ras manusia." Kata Viona.
"Clue ayo kita ambil semua pertambangan kristal mana di dunia ini." Kata Ray penuh semangat. "Ide bagus. Tapi sebaiknya kita mencari sumber kristal mana yang belum di temukan." Clue mengangguk. "Apa kamu tahu cara menemukan kristal mana." Tanya Viona. Clue memejamkan matanya dan mulai merasakan apa yang ada di dalam tanah.
"Tidak jauh dari sini terdapat ratusan kristal mana yang berada di bawah tanah dalam kedalaman 10 km." Clue bebricara. "Aahh." Viona terkejut dengan kata Clue. "Hahaha, kamu adalah yang terbaik Clue." Ray tertawa.