Rebirth With System

Rebirth With System
S3 Melawan Sakata



"Jika begitu, aku harap kalian bisa mencapai tingkat kaisar dalam waktu 3 tahun." kata Mori Han. "Sigh, hal mustahil mencapai tingkat kaisar dalam waktu 3 tahun. Tapi setelah kembali, aku akan berburu monster seperti orang gila." Kata pria berbadan kekar.


"Aku pergi dulu Mori han, dan kamu Fernando berkunjunglah ke lnggris jika memiliki waktu luang." Kata pria berjubah kemudian mulai berubah menjadi puluhan kelelawar yang tersebar ke segala arah. Clue melihat kelelawar menembus kaca dan dinding ruangan. "Kemampuan yang sangat menarik. Sepertinya aku perlu liburan ke Inggris." Gumam Clue.


Clue kemudian melihat setiap orang satu persatu mulai pergi. Menyisahkan dirinya dan Mori Han. "Apa masih ada yang ingin kamu tanyakan." Kata Mori Han melihat Clue. "Apa kamu tidak bisa melihat levelku sama seperti yang lain." tanya Clue. "Benar, aku tidak bisa melihat levelmu." Balas Mori Han. Mendengar kata Mori Han Clue berkata. "Apa ada buku skill yang mempelajari semua bahasa." "Ada." Balas Mori Han. "Ternyata tebakanku benar. Orang bodoh seperti mereka semua pasti membeli skill semua bahasa." Clue menyeringai. Mendengar kata Clue dahi Mori Han berkerut. Mori han tidak berpikir Clue tetap akan menghina mereka semua. Meski mereka semua sudah pergi.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi." kata Clue. "Selama kamu berada di Korea, Hoobin akan jadi pemandumu." Kata Mori Han. Clue mengacungkan jempol kepada Mori Han kemudian meninggalkan ruangan. Setelah Clue pergi dari ruangan Mori Han bergumam. "Dia sangat sial, karena memiliki system yang error."


Clue keluar dari lift dan melihat Hoobin serta Kim Min Ah. "Min Ah, apa kamu setuju untuk makan malam denganku." Tanya Clue tersenyum. "Maaf, hunter Fernando. Aku tidak bisa makan malam dengan anda." "Membosankan. Seharusnya kamu beruntung di ajak makan oleh hunter terkuat di Indonesia." Clue mencibir.


"Hunter Fernando, apa anda ingin kembali ke hotel." Tanya Hoobin. "Benar, tapi aku akan teleportasi menuju hotel. Tidak perlu naik mobil." Balas Clue kemudian menghilang. Melihat Clue menghilang Hoobin melihat Kim Min Ah dan berbicara menggunakan bahasa Korea. "Wanita bodoh, jika aku jadi dirimu. Aku akan terima ajakannya untuk makan malam." Tanpa mendengar balasan Kim Min Ah Hoobin berjalan pergi. Kim Min Ah melihat Hoobin dan bergumam. "Tidak ada pria lain yang menarik perhatianku selain ketua guild." Kim Min Ah tersenyum.


Clue yang saat ini sedang teleportasi tiba-tiba berhenti dan berkata. "Apa kalian ingin bertarung dua lawan satu." Clue melihat Sakata muncul di depannya sedangkan pria berkulit coklat muncul di belakangnya.


"Tidak perlu dua lawan satu. Aku saja sudah cukup untuk mengalahkanmu." Kata Sakata berbicara kemudian sebuah katana muncul dari udara kosong. "Aku akan jadi wasit." "Jika ingin bertarung sebaiknya memilih tempat lain. Aku tidak ingin membuat kota seoul lebih hancur lagi." kata Clue melihat beberapa bangunan yang hancur.


"Baiklah, kamu ingin bertarung dimana." Kata Sakata. "Di laut." Balas Clue. Clue memiliki keuntungan saat di laut. Karena Clue bisa mengendalikan elemen air. "Baiklah, ayo pergi ke laut." Kata Sakata kemudian menghilang. Melihat Sakata menghilang Clue juga menghilang.


Beberapa menit kemudian Clue, Sakata dan Pria berkulit hitam tiba di tepi pantai yang tidak berpenghuni. "Baiklah, kamu seranglah aku dulu." kata Sakata menghina Clue. "Baiklah, jika itu maumu. Clue menginjak tanah kemudian tanah dibawah sakata menjadi runcing. Sementara Sakata sudah teleportasi ke udara. "Aku lupa kamu bisa mengendalikan elemen tanah." Kata Sakata kemudian mengayunkan pedangnya.


"Buzzz." Pisau angin sepanjang 5 meter melesat ke arah Clue dengan cepat. Clue menginjak kakinya kemudian dinding tanah tiba-tiba muncul di depannya. "Booomm." Pisau angin menghantam dinding tanah. "Mati." Sepertinya seranganmu tidak bisa menembus dinding tanahku.


"Hahaha, sepertinya untuk mengalahkanmu. Aku harus bertarung serius." Sakata tertawa kemudian sebuah katana muncul di udara. Sakata memegang dua katana kemudian berkata. "Aktifkan skill poison." "Buzzz." Beberapa detik kemudian tubuh Sakata diselimuti aura bewarna ungu.


Melihat Sakata mulai serius Clue memasang kuda-kuda bertarung. "Mati." Kata Sakata kemudian menebas dua pedangnya. "Wuzzz." Clue melihat pisau angin bewarna ungu sepenjang 5 meter melesat ke arahnya dengan cepat. Clue menginjak tanah dan sebuah dinding muncul di depannya. Melihat dinding tanah muncul Sakata menyeringai. Clue melihat dinding tanah terbelah dan sebagian meleleh oleh tebasan Sakata. Sementara Clue saat ini sudah teleportasi 10 meter dari tempat awal dirinya berada.


Clue menghela nafas dan berkata. "Dari tadi kamu yang menyerang. Sekarang adalah giliranku." Air laut mulai berputar ke atas kemudian menjadi sebuah naga air sepanjang 50 meter. "Menarik." Kata pria berkulit coklat melihat naga air yang berada dibelakang Clue.


"Matilah." Kata Clue kemudian naga air melesat ke arah Sakata. "Hahaha, trik seperti ini tidak bisa melukaiku." Sakata tertawa kemudian menebas naga air. "Booom." Naga air terbelah oleh tebasan Sakata.


"Kamu pikir aku tidak berani menyerangmu." Clue muncul tidak jauh dari Sakata kemudian melemparkan tombak yang terbuat dari angin. Sakata menghilang kemudian muncul di belakang Clue dan menebas pedangnya. "Bruakk." Sebuah golem setinggi 10 meter tiba-tiba muncul dan memukul tebasan pedang. "Bruak." "Sshh." Golem hancur oleh tebasan Sakata.


Clue muncul 20 meter dari Sakata dan bergumam. "Karena dirinya diselimuti racun. Aku tidak bisa melakukan kontak fisik dengannya. Jika begitu aku hanya bisa menggunakan serangan jarak jauh." Clue melihat Sakata kemudian terbang ke arah laut.


"Heh, mau pergi kemana kamu." Kata Sakata terbang mengikuti Clue. Setelah tiba di tengah laut Clue tiba-tiba berhenti. "Hoo, kenapa kamu tidak lari." Sakata mengejek. "Aku tidak lari, melainkan menyeretmu untuk kesini." Kata Clue tersenyum kemudian awan hitam mulai muncul.


"Duar." "Duar." Sakata melihat petir menyambar-nyambar diatasnya. "Kamu tidak tahu bahwa aku bisa mengendalikan petir." "Woaar." Sakata melihat petir berbentuk naga yang turun dari langit dan melesat ke arahnya.


"Sial." Saat hendak teleportasi Sakata melihat Clue tersenyum. "Cep cep." "Ahhh." Sakata melihat puluhan tombak air muncul dari bawah laut dan menusuk kakinya. "Bajingan berengsek." Sakata mengayunkan katananya ke arah naga petir. Naga petir terbelah menjadi dua. Namun Sakata melihat petir yang terbelah terus melesat ke arahnya. "Duarr." "Ahhh." Sakata menjerit.


"Masih belum." Kata Clue melihat naga air muncul dari bawah laut dan melahap tubuh Sakata. "Kemudian dari langit naga angin muncul dan menabrak naga air. "Boomm." Ledakan terjadi. "Masih belum." "Cukup." Kata pria berkulit coklat tiba-tiba muncul di depan Clue.


Clue terkejut melihat pria berkulit coklat memiliki enam tangan sementara badannya dua kali bertambah besar. "Aku telah kehilangan 50% manaku. Jika bertarung melawannya. Aku pasti akan terluka. Dan aku tidak tahu apa mereka berdua yang mengawasiku dari kejauhan. Akan menyerangku atau tidak." Gumam Clue melihat ke arah pantai. Clue melihat Sakata yang jatuh dari langit dan berkata. "Lain kali jika kamu menganggu lagi. Kamu yang akan berada di posisi dia saat ini." Kata Clue kemudian menghilang.


Melihat Clue pergi pria berkulit coklat tiba-tiba menghilang dan menangkap Sakata yang hendak jatuh ke laut. "Uhukk, apa aku kalah." Kata Sakata batuk darah. "Kamu kalah karena terlalu meremehkannya." Balas pria berkulit coklat. "Sigh, ini sungguh memalukan." Balas Sakata.


Saat ini dikejauhan Mori Han sedang menatap ke arah Clue pergi dan berkata. "Tidak kusangka dia bisa mengalahkan Sakata tanpa terluka." "Benar, kita terlalu meremehkannya. Karena dia tidak memiliki system." Kata wanita yang tiba-tiba muncul di belakang Mori Han.