
"Waaaaa." tengkorak hitam raksasa muncul di belakang Clue dan meraung. "Clue, tahan auramu." Grace berkeringat. Clue menahan auranya dan melihat Draco, Ayano dan Aika yang berbaring di lantai. "Bagaimana, apa instingmu mengatakan aku berbahaya." Tanya Clue.
"Instingku saat ini mengatakan anda sangat berbahaya. Namun aura yang dikeluarkan Qiulong lebih menyeramkan dari pada milikmu." Draco berdiri dan mengusap keringatnya. "Wuussshh." "Wuusshh." Clue melihat ratusan manusia setengah naga datang kepadanya.
"Apa yang terjadi pemimpin. Kami merasakan aura yang mirip seperti Qiulong. Yang membuat kami tidak berdaya." Kata seorang pria setengah naga. "Tidak ada yang terjadi. Kalian bisa semua bisa pergi." Draco melambaikan tangannya. Semua manusia setengah naga saling melihat kemudian pergi.
"Mengapa kamu juga tidak pergi kak." Draco melihat pria yang memiliki bekas luka di matanya. "Apa barusan itu auramu." Drake melihat Clue. "Benar, itu adalah auraku." Balas Clue. "Jika kamu dan Qiuolong bertarung siapa yang akan menang." Tanya Drake. "Jika bertarung dengan adil kemungkinan menangku 0%." "Tapi jika bertarung menggunakan cara kotor. Aku yakin 50% bisa menang." Clue melihat Drake. Clue tidak begitu yakin setelah melihat high god lain menghancurkan token segel miliknya.
"Apa luka bekas luka di matamu itu karena Qiuolong." Clue melihat Drake. "Tidak, bekas luka ini diberikan oleh anaknya." Drake menggeleng. "Oohhh. Lalu dimana anak Qiuolong sekarang." tanya Clue. "Dia sudah pergi ke alam dewa 5000 tahun lalu." Balas Drake. "Jadi kamu masih menyimpan dendam pada anak Qiulong selama 5000 tahun lalu." Clue terkejut. "Meski aku memiliki dendam padanya. Mustahil aku bisa mengalahkannya. Mungkin saat ini dia sudah menjadi dewa naga seperti Qiulong." Balas Drake.
"Kalau hanya mengalahkan dewa tingkat rendah. Itu sangat mudah bagiku. Tapi aku tidak akan membantumu. " Balas Clue melihat Drake. "Aku tahu." Drake melihat Clue kemudian pergi. "Apa kamu tidak suka dengan Qiulong karena anaknya melukai kakakmu." Clue melihat Draco. "Itu juga salah satu alasannya." Draco mengangguk.
"Jika kamu menjadi pengikutku selama 10 tahun. Aku akan membawamu pergi ke dunia dewa." Clue melihat Draco. "Apa hanya 10 tahun saja." Draco melihat Clue. 10 tahun baginya hanya sebentar. Karena naga bisa hidup sampai 100 ribu tahun.
"Benar, hanya 10 tahun. tapi aku akan memberikan segel budak pada dirimu." Clue melihat Draco. Draco terkejut saat mendengar Clue akan memberinya segel budak. "Baiklah, beri aku segel budak." Draco melihat Clue. Clue melukai jarinya kemudian menyentuh dahi Draco. "Segel budak aktifkan." "Uuhhh." Draco memegangi dahinya.
"Draco memberi hormat pada tuan Clue." Draco membungkuk. "Apa yang kamu lakukan pada suamiku." Ayano dan Aika menatap Clue dengan tajam." "Aku menjadikan dia budakku. Apa kalian berdua juga ingin aku jadikan budak." Clue melihat Ayano dan Aika. Ayano dan Aika terdiam mendengar kata Clue. Mereka berdua tidak ingin menjadi budak Clue.
"Baiklah Draco umumkan dirimu berhenti menjadi pemimpin. Karena kita besok akan meninggalkan dunia ini." "Baik tuan." Draco kemudian pergi. Melihat Draco pergi Ayano dan Aika mengikutinya.
1 Jam kemudian Clue melihat Draco terbang ke arahnya bersama Ayano dan Aika. "Baiklah, ayo kita pergi." Clue berbicara. "Bukankah kamu berkata ingin pergi besok." Tanya Ayano. "Besok aku pergi meninggalkan dunia ini. Dan sekarang aku ingin menjelajahi dunia ini." balas Clue.
"Baiklah, Draco berubahlah menjadi naga. Aku ingin menaikimu." Clue melihat "Baik tuan." Draco kemudian menjadi naga merah sebesar 1000 meter. Clue dan Grace kemudian naik ke punggung Draco. Ayano dan Aika kemudian berubah menjadi naga. "Wuss." "Wusss." Draco kemudian terbang ke langit dengan cepat.
Keesokan harinya Clue sedang duduk di sebuah batu kemudian melihat Tian Long yang muncul. "Apa mereka bertiga naga." Tian Long melihat Draco, Ayano dan Aika. "Kamu sudah tahu jawabannya." Balas Clue.
"Mengapa kamu tidak membatalkan hewan yang kamu kontrak sebelumnya dan mengkontrak lebih banyak naga." Tanya Clue. "Hewan yang aku kontrak telah membantuku selama ini. jadi aku tidak akan melepas kontrak mereka. Kecuali aku menemukan ras yang sama seperti mereka dan jauh lebih kuat." Balas Steven. "Baiklah, ayo kita pergi." kata Clue memunculkan menara. "System bawa semuanya yang berada disini kedalam menara kecuali diriku."
Grace, Steven, Tian Long dan yang lain terhisap masuk ke dalam menara. Clue mengeluarkan token dan berkata. "Teleportasi ke dunia berpenghuni terdekat dari sini." Badan Clue bersinar kemudian menghilang.
Saat ini Clue tiba-tiba muncul di sebuah kota. "Bangunan di sini tampaknya modern." Clue melihat banyak manusia dan berkata. "Sepertinya ini dunia manusia." Clue berjalan ke gang kosong kemudian melihat seorang pria mengigit leher wanita. "Apa yang kamu lihat." Pria menatap Clue. Clue melihat pria memiliki gigi tajam yang berlumur darah.
"Sepertinya dia bukan manusia." Clue muncul di depan pria kemudian membaca ingatannya. Ingatan pria kemudian masuk ke dalam otak Clue. "Oh, ini adalah dunia di mana vampir menjadi penguasa. Sementara seluruh manusia di kota ini adalah kantong darah bagi para vampir. Ada juga ras manusia serigala yang tinggal di hutan. Mereka adalah musuh bebuyutan ras vampir." Clue membaca ingatan pria.
"Apa yang kamu lakukan, biarkan dia menghisap darahku." Kata wanita dengan ekspresi mesum. "Manusia yang dihisap darahnya oleh vampir akan merasakan kenikmatan seperti berhubungan badan." Clue melihat wanita. "Baiklah, aku akan menghapus ingatan kalian berdua tentangku." Clue menyentuh dahi wanita dan vampir pria.
Melihat wanita dan vampir pria yang jatuh pingsan, Clue kemudian berjalan pergi. "Kota ini mirip seperti dunia kita Clue. Aku juga sudah mengalahkan beberapa vampir di pertarungan antar galaxy." Clue melihat layar yang menujukan wajah Tian Long. "Apa kamu ingin menjelajahi dunia ini." tanya Clue. "Tidak, aku masih ingin membuat pedang dari tulang naga yang aku bunuh." Tian Long menggeleng. "Baiklah kalau begitu." Clue menghilangkan layar.
"Hai tampan, apa kamu mau bermain denganku." Clue melihat wanita mengedipkan matannya. "Aku tidak tertarik." Balas Clue. "Sial, apa kamu ingin mati." wanita menunjukan gigi tajamnya. Clue menunjuk wanita kemudian sebuah lubang muncul di dahi wanita. "Bukk." Wanita terjatuh. "Ahh, pembunuhan." Teriak seorang wanita.
Tidak lama kemudian Clue dikelilingi oleh banyak vampire. "Berani sekali kamu membunuh di kota ini." pria menunjukan gigi tajamnya. "Kalian hanya vampire rendahan. Berani sekali berurusan denganku." Clue menggerakan jarinya kemudian pulhan pisau angin melesat ke arah puluhan vampire. "Slasssh." "Slassshh." "Buukkk." "Bukkk." "Ahhh. Puluhan vampir menjadi daging cincang. "Ahhh, Lari selamatkan diri kalian." Semua vampir dan manusia berlari menjauh dari Clue. "Sepertinya, aku membuat keributan." Kata Clue lalu menghilang.
Saat ini di sebuah ruangan seorang wanita sedang duduk dan meminum darah di gelas, "Darah seorang anak kecil memang yang terbaik." Wanita menjilat bibirnya. "Nona Bella saya mempunyai berita." Seorang pria masuk ke dalam ruangan. "Berita apa." Tanya wanita.
"Seorang manusia membunuh puluhan ras kita." Kata Pria. "Huuhh, bagaimana bisa manusia membunuh kita." Wanita yang di panggil Bella terkejut. "Manusia itu memiliki kemampuan mengendalikan elemen angin." Pria kemudian menjelaskan Clue membuat puluhan pisau angin untuk membunuh puluhan vampire.
"Jika yang dikatakan kamu benar. manusia itu adalah kultivator." Wanita melihat pria. "Kultivator." Pria bingung. "Kamu mungkin tidak tahu, tapi 10 tahun yang lalu. 6 vampir terkuat di dunia ini berpatisipasi dalam perang antar galaxy. Saat berada di perang antar galaxy Tuan Edward yang merupakan vampire terkuat di dunia ini bertemu dengan manusia yang kuat. Manusia itu menyebut dirinya kultivator bernama Tian Long."
"Lalu apa yang terjadi pada tuan Edward nona Bella." Tanya pria. "Tuan Edward kalah oleh manusia itu." Balas wanita. Pria terkejut dengan kata wanita. "Tapi jika bertarung lagi, tuan Edward saat ini pasti dapat mengalahkan manusia bernama Tian Long itu dengan mudah." Wanita tersenyum.