
Sementara Clue hanya bisa tersenyum kecut dan berkata. "Maaf paman dan tante." "kami sudah tahu bahwa kamu mempunyai tiga kekasih jadi tidak masalah menambah kekasih lagi." balas Robinho saat memotong perkataan Clue. Clue terkejut dan melanjutkan pembicaraanya. "Aku masih tidak ingin menikah saat ini, karena aku meningingat kejadian buruk masa lalu. Aku akan menikah setelah menjadi yang terkuat di benua ini" kata Clue.
"Oh, jadi karena peristiwa itu." Monica dan Robinho mengangguk. Mereka tahu bahwa ketiga istri Clue di bantai saat pesta pernikahan berlangsung. "Juga tiga tahun kedepan aku akan memasuki portal yang mengarah ke planet lain." Tambah Clue.
Monica dan Robinho hanya bisa menghela nafas saat mendengar kata Clue. "Baiklah, aku hargai keputusanmu. Tapi kalau pertunangan tidak masalah kan. Aku jelas tahu bahwa Emilia akan mengikutimu ke dunia lain." Monica menghela nafas.
"Kalau pertunangan tidak masalah tapi itu akan di lakukan 3 tahun dari sekarang." Balas Clue. "Baiklah kalau begitu." Kata Robinho. "Baiklah paman tante aku akan pergi dulu." Kata Clue. "Ahhh, brother Clue jangan pergi dulu." Emilia berlari dari kamarnya dan memegang lengan Clue.
"Uhuk nak, tolong jaga anakku." Kata Robinho. "Baiklah paman." Kata Clue meninggalkan ruangan dengan Emilia disisinya. "Ternyata penantian lamanya tidak sia-sia." Robinho tersenyum melihat Emilia pergi bersama Clue. "Benar, aku dulu sampai khawatir dia tidak akan menikah. Karena selalu menolak laki-laki dan terus bercerita tentang teman masa kecilnya." Kata Monica
Sementara itu Clue dan Emilia sedang berjalan. "Hei-hei kemana kita akan pergi." Emilia semangat bertanya kepada Clue. "Ke sebuah penginapan." Kata Clue menatap wajah Emilia. "Ahh." wajah Emilia memerah saat Clue berkata akan menuju penginapan.
Clue dan Emilia lalu menuju sebuah penginapan. Saat tiba di dalam ruangan Emilia gugup bertanya. "Apakah kita akan melakukannya." Clue hanya tersenyum lalu mencium bibir Emilia. "errmm." Emilia mengerang. Clue mulai memainkan lidahnya dan tidak lupa juga dia memasukan tangannya kedalam pakaian Emilia. "ermm" Emilia sekali lagi mengerang saat payudaranya di remas oleh Clue.
"Kamu sangat cantik." Kata Clue sambil mengusap pipi Emilia. Wajah Emilia memerah saat mendengar perkataan Clue. "Lalu bisakah kamu meninggalkan semua kekasih dan pelayan pribadimu." Kata Emilia. "Meski aku meninggalkan mereka, di masa depan aku pasti mencari kekasih dan pelayan lain. Lalu buat apa aku meninggalkan mereka." Clue menyeringai.
Emilia tidak bisa berkata-kata saat mendengar perkataan Clue. Teman masa kecilnya atau kekasihnya saat ini adalah playboy. "Huhh, lalu kita tidak akan melakukannya." Kata Emilia mendengus. "Baiklah, aku akan kembali ke kerajaan Glizzard dan bersenang-senang dengan mereka." Clue tersenyum. "Ahhh, jangan." Emilia dengan panik memeluk.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan." Kata Clue menyeringai. Emilia dengan wajah merah mulai melepaskan pakaiannya. Clue menatap payudara indah ukuran c cup Emilia. "Istimewa." gumam Clue dipikirannya lalu menghisap payudara Emilia. "ermm." Emilia mengerang dan mulai memeluk Clue.
Keesokan harinya Clue terbaring di sebuah ranjang dan melihat Emilia yang memeluknya. "Pagi." Kata Emilia tersenyum kepada Clue. "Pagi juga, mandilah terlebih dahulu, lalu kita akan pergi meninggalkan kota." Kata Clue. Emilia mengangguk lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Beberapa detik kemudian Clue ikut masuk ke kamar mandi. "Ahhh, kenapa kamu juga kesini." Kata Emilia tersipu malu. "Hehe, bukankah kita sudah berhubungan badan. Lalu apa masalahnya dengan mandi bersama." Balas Clue. Emilia terdiam lalu mengangguk. Emilia pun mulai menggosok punggung Clue.
Clue berbalik dan Emilia mulai menggosok dada dan lengan Clue. Clue mulai meremas payudara Emilia. "Ermm." Emilia mengerang saat payudaranya di remas oleh Clue. Tidak lama kemudian suara erangan dan desahan mulai terdengar.
2 jam kemudian Clue dan Emilia keluar dari penginapan. "Kemana kita akan pergi." Tanya Emilia. "Ke benua timur." Kata Clue. "Ahhh, bukankah itu terlalu jauh. Terlebih lagi benua timur tempat ras elf." Kata Emilia.
"Ohh, apakah kamu sudah pernah ke benua timur." Tanya Clue. "Pernah, waktu kecil kakek membawaku ke sana." Emilia mengangguk. "Jadi begitu." Clue mengangguk.
Sementara Clue dan Emilia mengobrol, para pejalan kaki berkata. "Lihat, bukankah itu Emilia putri patriack akademi Holy. Kenapa dia keluar dari penginapan bersama seorang laki-laki." "Ahh, aku dengar kemarin putri Emilia memeluk seorang laki-laki di pasar. Mungkin laki-laki itu kekasihnya."
"Ahh, mereka berdua menghilang." Para pejalan kaki dan juga ahli terkejut melihat Clue dan Emilia yang menghilang tiba-tiba. "Ahh aku ingat, seorang pemuda jenius yang mencapai peringkat A sebelum umur 30 tahun di kabarkan mempunyai alat yang bisa berteleportasi. Bukankah berarti pemuda itu dia." "Ahh, itu pasti dia. Akhirnya aku tau wajah pemuda itu." kata para Ahli.
Sementara itu di kerajaan Glizzard. "Ibu, kenapa Clue tidak kembali." tanya Ratna kepada Rapunsel. "Mungkin dia masih sibuk, dan lupa untuk pulang." Balas Rapunsel. "Apakah dia menemui bahaya." Kata Fitria khawatir. "Tenang, dia sangat kuat, dan mempunyai token teleportasi, dia pasti baik-baik saja." Hibur Felicia. "Benar, kata Felicia, dia pasti akan kembali setelah menyelesaikan urusannya dengan kekaisaran." Balas Rapunsel.
Sementara itu Clue sudah tiba di benua timur. "Akhirnya aku ke benua timur lagi." Kata Emilia melihat lautan. Clue mengambil sebuah token teleportasi dan berkata. "Menuju pegunungan area bahaya." "Ahhh." Emilia terkejut mendengar kata Clue. "Tujuan terdeteksi teleportasi akan dilakukan dalam hitangan 3 detik." Clue melihat sebuah notifikasi muncul dan mulai memeluk Emilia. Tidak lama kemudian tubuh Clue dan Emilia bersinar, lalu menghilang.
"Beraninya manusia memasuki daerah para monster. Mati kau." Saat Clue dan Emilia muncul. Clue melihat seorang serigala berwarna hitam dengan sayap putih melesat ke arahnya. "Haha, tidak kusangka, setelah aku memasuki pegunungan area bahaya, aku langsung disambut oleh monster peringkat A level 4.
Clue menyeringai lalu melesat ke arah serigala. "boomm." Clue meninju serigala. Serigala terlempar 100 meter terkena pukulan Clue. "Auuu. Bagaimana mungkin manusia sekuat ini." "Aku harus memakai peralatan." Kata monster serigala lalu berubah menjadi seorang pria paruh baya dan mulai memasang peralatan.
Clue dengan santai melihat pria paruh baya memasang peralatan. "Hoam, apakah kamu sudah selesai." Clue berkata santai. Dia bisa dengan mudah membunuh monster serigala. "Manusia bodoh, ini adalah kesalahanmu karena telah meremehkanku." Kata Pria paruh baya.
"Mati." Pria paruh baya berteriak dan melesat ke arah Clue. "Sayang, awas." Emilia berteriak panik saat melihat monster berwujud pria paruh baya menyerang Clue. "Crash." Detik berikutnya Emilia terkejut oleh yang dilihatnya. Clue dengan mudah memenggal kepala pria paruh baya dengan sekali tebas. (Exp +740 butuh 79.260 exp untuk level up) (Coin +740) Clue mengabaikan notifikasi yang muncul dan mendekat ke arah Emilia.
"Ohh, apa kamu memanggilku sayang barusan." Kata Clue tersenyum. Wajah Emilia memerah saat mendengar kata Clue. "Apa kamu tidak mau aku panggil sayang." balas Emilia. "Terserahmu ingin memanggilku apa." kata Clue tersenyum dan melaju ke dalaman hutan. "Huhh, tunggu aku." Emilia mengejar Clue.
Waktu perlahan berlalu dan sudah 4 bulan Clue memasuki pegunungan area bahaya. Di dalam sebuah istana yang terletak di dalam pegunungan. "Hmm, manusia itu berani kembali lagi dan selama 4 bulan ini dia membunuh ribuan ras kita." Kata pria paruh baya dengan marah. "Lalu apa yang akan kita lakukan tuan" Kata seorang pria paruh baya. "Aku akan mengirimkan sinyal ke benua selatan. Bahwa ahli manusia peringkat A level 9 menyerang kita." Kata pria paruh baya.
"Tuan, bukankah dia hanya ahli yang baru saja menembus peringkat A level 5." Kata seorang pria paruh baya. "Meskipun dia hanya seorang ahli peringkat A level 5, tapi kekuatan aslinya setara dengan peringkat A level 8 atau level 9. Buktinya dia dengan mudah membunuh ratusan peringkat A level 5 yang memakai peralatan level 4, dan kamu sudah tahu bahwa peringkat A level 5 ras kita sebanding dengan ahli manusia peringkat A level 6. Mana mungkin manusia peringkat A level 7 atau level 8 membunuh ratusan peringkat A level 5 tanpa terluka. Kecuali dia adalah peringkat level 9." Kata pria paruh baya.
Kedua pria paruh baya yang berada di sisi pria paruh baya mengangguk. Mereka berdua sadar bahwa ahli manusia yang memasuki wilayah mereka terlalu kuat. Pria paruh baya memegang kristal merah di tangannya lalu bicara. "Lapor, saya Ramirez ahli peringkat A level 6 yang di tugaskan menjadi pemimpin di benua timur. Melaporkan bahwa ada ahli manusia peringkat A level 9 yang memasuki pegunungan area bahaya dan membunuh ribuan ras kita." Kata pria paruh baya lalu memecahkan kristal merah.
Sementara itu di sebuah istana yang terletak di sebuah benua selatan. Ada beberapa pria tua yang mengobrol namun mereka terkejut mendengar sebuah suara di istana. "Lapor, saya Ramirez ahli peringkat A level 6 yang di tugaskan menjadi pemimpin di benua timur. Melaporkan bahwa ada ahli manusia peringkat A level 9 yang memasuki pegunungan area bahaya dan membunuh ribuan ras kita."
Saat para pria tua mendengar suara tersebut mereka terkejut dan marah. Bukan hanya pria tua itu saja. Bahkan seluruh penghuni istana yang mendengar suara tersebut marah. "Sialan, manusia tidak pernah menepati janji. Mulai sekarang ayo kita bunuh semua manusia di benua selatan." Kata pria tua marah. "Sialan, Sepertinya manusia itu mencari kematian." Kata pria tua lain marah.
Sementara itu Clue yang sedang berciuman dengan Emilia tidak sadar bahwa dia sudah membuat marah para monster di benua selatan. Clue sudah memicu perang antara monster dan manusia di benua selatan.
"Ermm." Emilia mengerang saat Clue meremas payudaranya. "Sayang, aku sudah tidak tahan." Kata Emilia terengah-engah. "Hehe, baiklah." Clue menyeringai dan melepas celananya." Tidak lama kemudian suara erangan dan desahan terdengar.