
Saat api padam Clue melihat pria berusaha berdiri dengan tubuh hangus dan penuh luka bakar. "Bajingan, mengapa kamu tiba-tiba menyerangku." Kata pria. "Maaf, aku tidak mempunyai dendam padamu. Tapi kamu harus pingsan dan tidak sadarkan diri." Kata Clue kemudian membuat 1 bola api lagi dan menembakan ke arah pria.
Pria kemudian membuat prisai dari air untuk melindungi tubuhnya. "Boom." "Menarik, dia dapat mengendalikan elemen air." Kata Clue kemudian membuat 5 bola api. "Aku ingin tahu. Apa kamu bisa menahan mereka semua." kata Clue.
"Sial, aku harus lari." Kata pria melihat lubang dungeon yang berjarak 15 meter darinya. Namun Clue sudah menembakan 11 bola api ke arah pria. "Bajingan." Pria kemudian membuat perisai air. "Boom." "Ahh."
Clue melihat pria tergeletak di tanah. Clue mendekat ke arah pria dan memeriksa denyut nadinya. "Dia masih hidup." Clue kemudian menggendong pria dan menaiki sepeda motor. "Brumm." Clue mengendarai sepeda motor di dalam dungeon.
Tidak lama setelah mengendarai sepeda motor. Clue berhenti setelah melihat 4 badak bertanduk dua sebesar 4 meter yang tiba-tiba muncul. "Ketahanan tubuh mereka terhadap serangan fisik dan sihir setara dengan golem." Kata Clue turun dari sepeda motor dan membuat 8 panah angin. "Mati." kata Clue kemudian 8 panah angin melesat ke arah 4 badak.
"Buzzz." "Buzzz." "Wooo." Badak berteriak melihat panah angin melukai tubuhnya. Clue tersenyum kemudian sekali lagi membuat 4 panah angin dan menembakan ke arah 4 badak. "Buzz." "Buzz." Panah angin menembus tubuh 4 badak. "Lemah." Kata Clue melihat 4 mayat badak.
Clue kemudian membuat pedang angin dan membelah dada badak. Beberapa menit kemudian Clue memegang 2 kristal bewarna coklat. "Tidak buruk, aku mendapatkan 2 kristal." Clue berkata kemudian melihat pria yang pingsan di atas sepeda motor.
"Baiklah, aku akan mengubur badan pria, dan hanya menyisahkan kepalanya." Kata Clue kemudian menginjak tanah dan lubang sedalam 2 meter muncul. Clue kemudian menaruh pria ke dalam lubang. Setelah menaruh pria ke dalam lubang, Clue menutup lubang. "Dengan begini dia tidak akan bisa lari." Clue melihat kepala pria yang hanya muncul di permukaan tanah.
Clue melihat mayat badak kemudian menginjak tanah. Lubang sedalam dan seluas 5 meter muncul. Clue kemudian mulai mengubur mayat badak. Beberapa menit kemudian Clue telah selesai mengubur mayat badak. "Baiklah, saatnya berkultivasi lagi." kata Clue menghancurkan kristal coklat dan memejamkan matanya.
5 jam telah berlalu Clue membuka matanya dan melihat 10 orang mendekat ke arahnya. "Hei, kenapa kamu mengubur pria itu." Kata seorang pria. Clue tidak membalas kata pria kemudian membuat 11 bola api. "Sial, jika tebakanku benar. Dia adalah hunter Fernando yang mangalahkan hunter Robert." Teriak seseorang. "Jika begitu, ayo kita kalahkan dia dan serahkan kepada asosiasi. Kita pasti dapat imbalan besar." teriak seorang pria.
"Kalahkan aku jika bisa." Kata Clue menembakan 11 bola api ke arah 10 pria. "Boom." "Boom." Saat api padam Clue melihat sebuah dinding yang terbuat dari tanah. "Elemen tanah ya, kamu pikir hanya kalian yang punya." Clue menginjak tanah kemudian dinding tanah terbelah menjadi dua. "Sial, bagaimana dinding tanahku terbelah." Kata seorang pria kaget.
"Wuss." Clue menghindar ke samping dan melihat panah yang di aliri petir menembus pohon. "Hehe, kemampuan yang menarik." Clue tersenyum kemudian bola mata dan tubuhnya menjadi bewarna coklat. "Mati." kata Clue lalu tanah dibawah 10 pria menjadi runcing dan menusuk 10 pria. "Ahhh." "Ahhh." 10 pria menjerit. "Apa hunter tingkat b selemah ini." Kata Clue bingung.
Beberapa menit telah berlalu Clue telah mengalahkan 10 pria dan mengubur mereka di dalam tanah. "Sial, lepaskan kami." Kata seorang pria melihat seluruh badannya terkubur di tanah. Hanya menyisahkan kepalanya yang berada di permukaan. "Benar, lepaskan kami bajingan." Teriak pria lain.
"Baiklah, saatnya berkultivasi lagi." kata Clue berjalan menjauh dari 10 pria dengan membawa tas. Merasakan jaraknya dari 11 pria yang dia kubur cukup jauh. Clue mulai menghancurkan kristal bewarna coklat. Clue merasakan energi alam begitu padat kemudian mulai berkultivasi.
9 jam telah berlalu, Clue mengambil alat dari tasnya dan menyentuh ujungnya. "Tittt." Clue melihat angka 120 yang muncul. "Dengan begini aku sedikit bertambah kuat." Gumam Clue. Clue tahu dia menang melawan Robert. Karena Robert terlalu meremehkan dirinya. Jika Robert dari awal bertarung dengan serius. Clue tidak akan menang dengan mudah.
"Baiklah, aku ingin melihat mereka. Mereka pasti kehausan dan kelaparan." Kata Clue. Clue menyadari bahwa saat dirinya berkultivasi dan bertambah kuat. Rasa lapar, haus, lelah dan mengantuk hilang seketika.
Clue berjalan ke arah 11 pria dan melihat pria yang dia kalahkan pertama kali terbangun. "Oh, jadi kamu sudah bangun." Clue melihat pria yang wajahnya memiliki luka bakar. "Sial, jika aku bebas. Aku akan membunuhmu." Kata pria. "Hehe, cobalah jika bisa. Apa kalian kehausan dan ingin makan." Clue melihat 10 pria. "Emm." "Emmm." 10 pria mengangguk.
"Baiklah, tunggu disini. Aku akan membawakan kalian makanan." Kata Clue melesat pergi. Tidak lama setelah berlari Clue melihat 8 badak bertanduk dua yang tiba-tiba muncul. "Baiklah, karena aku bertambah kuat. Jadi aku bisa mengalahkan kalian dengan mudah." Kata Clue kemudian 8 panah angin muncul dari udara dan melesat ke 8 badak.
"Buzzz." "Buzzz." "Wooo." 8 Badak menjerit kesakitan saat panah angin menembus tubuhnya. "Oh, sepertinya mereka terluka parah akibat panah anginku." Clue melihat 8 badak kesulitan berdiri karena luka dibadan mereka. "Baiklah, kalian bisa mati." Clue melesat ke arah badak dengan memegang pedang yang terbuat dari angin. "Crash." "Crash." "Crash." Clue menebas leher 8 badak.
5 menit kemudian Clue telah selesai membelah dada 8 badak. "Tidak buruk, aku mendapatkan 6 kristal." Kata Clue. "Baiklah, aku ingin merasakan rasa daging badak bakar." Kata Clue menyeret 1 mayat badak.
Tidak lama kemudian Clue kembali ke tempat 11 pria berada dengan menyeret 1 badak. Clue kemudian mulai memotong mayat badak dengan pedang angin di depan 11 pria. 11 pria terkejut melihat Clue begitu mudahnya memotong mayat badak. Mereka tahu badan badak sangat keras, terlebih lagi Clue menggunakan pedang yang terbuat dari angin untuk memotong badak.
"Apa kamu bisa menggunakan 2 elemen." Kata pria yang wajahnya penuh luka bakar. "Tidak, aku bisa mengendalikan 3 elemen." Kata Clue menunjukan api yang tiba-tiba muncul dari tangan kananya, kemudian berganti dengan angin yang berputar, lalu Clue menunjuk tanah. Kemudian tanah dalam jarak 1 meter dari Clue mulai retak. "Glek." 10 pria terkejut melihat Clue. "Seperti Avatar." Kata pria yang memiliki bekas luka bakar di wajahnya.
30 menit telah berlalu, Clue telah selesai memanggang daging badak. Saat ini Clue sedang mengendalikan angin dan 11 daging melayang di depan mulut 11 pria. 11 pria kemudian mulai mengigit daging badak. "Kenapa kamu melakukan ini kepada kita." Kata salah satu pria.
"Karena aku tidak ingin kalian menyelesaikan dungeon. Aku juga tidak ingin kalian keluar dungeon dan memberitahu keberadaanku kepada asosiasi." Kata Clue. "Jika kamu menyerah dan meminta maaf kepada asosiasi. Mereka tidak akan memberikan hukuman yang berat kepadamu." Kata seorang pria. "Itu percuma saja. Asosasi memiliki harga diri yang tinggi. Asosiasi tidak akan memaafkan siapapun yang berani melukai anggota mereka." kata pria yang memiliki luka bakar di wajahnya. Clue mendengar kata pria kemudian mulai mengigit daging.
24 jam telah berlalu di dalam dungeon. Clue sudah memasuki dungeon selama 40 jam. Clue saat ini melihat 28 pria dan 3 wanita yang terkubur di tanah. "Hei, bisakah kamu melepaskan kami. Kami berjanji tidak akan memberitahu keberadaanmu kepada asosiasi." Kata seorang wanita. Clue mengabaikan wanita dan berkata. "Ini sudah 13 jam berlalu setelah kalian memasuki dungeon. Mengapa tidak ada hunter yang masuk kembali." Kata Clue.